
Di suatu tempat terlihat seorang gadis yang sedang kebingungan, ia seperti sedang mencari seseorang tapi dia tidak menemukan orang yang ia cari, ada sedikit rasa takut di hati nya saat ia tidak bisa menemukan orang yang sedang ia cari. sepanjang ia berjalan hanya ada ruangan yang serba putih, tidak ada warna lain selain putih di sana.
Entah kenapa ia seperti merasa kehilangan saat tidak menemukan seseorang yang sedang di cari nya. Semakin gadis itu melangkah jauh ruangan yang tadi nya hanya ada warna putih berubah seketika menjadi pemandangan yang sangat indah.
Langit yang telah berubah malam tidak menutupi keindahan tempat itu, banyak kunang kunang yang menjadi lentera tempat itu, bertaburan bintang bintang sebagai penghias langit malam ini.
Gadis itu berjalan lebih jauh lagi, siapa tahu ia bisa bertemu seseorang untuk nya bertanya di mana ia sedang berada sekarang. Cukup jauh dari nya ia melihat ada dua sosok sehingga ia pun menghampiri nya, tapi setelah cukup dekat, ia sama sekali tidak bisa melihat kedua sosok itu dengan jelas.
Tapi ia yakin mereka berdua adalah laki-laki dan perempuan, gadis itu melihat mereka berdua sangat mesra seperti nya mereka adalah sepasang kekasih.
" Yue'er" mendengar panggilan seorang pria kepada seorang wanita yang ia lihat, membuat gadis itu membeku di tempat.
Ia seperti tidak asing dengan panggilan itu tapi di mana ia pernah mendengar nya dan untuk siapa, keluarga nya sendiri selalu memanggil nya dengan panggilan 'Yueyin'er' bukan 'Yue'er', tapi kenapa penggilan itu terasa sangat akrab di telinga nya.
Ya.... Gadis itu adalah Yueyin, setelah Luo Ruo menepuk tangan nya satu kali, Yueyin pun ikut tidak sadarkan diri hanya saja berbeda dengan Li Hongli yang kesadaran nya di bawa ke suatu tempat oleh Luo Ruo, entah kenapa saat Yueyin membuka mata nya hanya ada ruangan serba putih yang pertama kali ia lihat.
Yueyin telah mencari Li Hongli ke berbagai arah tapi ia sama sekali tidak menemukan nya. Ada rasa takut yang menyelimuti hati nya saat ia tidak menemukan keberadaan Li Hongli.
Tapi sekarang ia tidak tahu sedang ada di mana kah diri nya berada, ia ingin mendekati sepasang kekasih itu tapi seperti ada yang menahan nya, Yueyin sama sekali tidak bisa menggerakkan kaki nya, ia bahkan tidak bisa melihat wajah kedua orang itu dengan jelas. Tapi ia sangat yakin kedua orang itu sangat tampan dan cantik, ia ingin mengeluarkan suara untuk memanggil mereka namun mulut nya terasa tertutup dengan rapat dan tidak bisa di buka.
Yueyin hanya bisa mendengarkan pembicaraan dua orang itu, tanpa bisa mendekat atau memanggil mereka.
" Yue'er kenapa kau sangat suka melihat bintang di langit?" Tanya pria itu pada wanita nya
__ADS_1
Wanita itu tersenyum, andai Yueyin bisa melihat wajah nya ia pasti melihat senyuman wanita itu sangat indah dan menawan, tapi jika memang ia bisa melihat wajah kedua orang itu dia mungkin akan sangat terkejut karena wajah wanita itu sangat mirip dengan nya hanya saja wanita itu versi dewasa nya.
Bahkan jika ia melihat wajah pria itu ia akan lebih terkejut lagi, karena wajah nya sangat ia kenali.
" Bukankah bintang sangat indah... Meski cahaya nya terlihat redup tapi bintang bagai lentera di malam hari yang gelap. bintang memiliki arti tersendiri dia mengajarkan kita sebuah harapan, meski kegelapan sangatlah gelap pasti masih ada cahaya di sana walau pun hanya sedikit saja, seperti hal nya harapan sesulit apa pun masalah yang di hadapi akan ada secercah harapan di sana..." Jeda wanita itu
" Lagi pula bulan selalu menemani ku untuk apa aku membutuhkan bulan yang lain nya" lanjut wanita itu
" Sekarang kau mulai nakal ya" ucap pria itu sambil menyentuh hidung wanita nya
" Aku mencintai mu Yue'er.... Jangan pernah tinggalkan aku, karena aku tidak akan sanggup hidup tanpa mu" ucap pria itu kembali
" Tidak akan asal kan kau tidak memiliki wanita lain, tapi jika suatu saat kau memiliki wanita lain maka saat itu juga aku akan pergi dari mu..."
Pria itu menyentuh bibir wanita nya dengan tangan nya untuk menghentikan ucapan wanita itu.
" Baiklah aku percaya dengan mu.... Aku juga mencintai mu Li....."
Sebelum wanita itu akan melanjutkan ucapan nya, pemandangan pun berubah tempat itu menjadi gelap tidak ada penerangan sedikit pun. Tapi Yueyin melihat seorang pemuda yang sangat ia kenali dia adalah Li Hongli, namun saat ia memanggil nama nya Li Hongli sama sekali tidak menoleh, dia terus berjalan menjauhi nya.
" Tunggu, Li Hongliii" teriak Yueyin yang sama sekali tidak di tanggapi oleh pemuda itu.
Yueyin mengejar nya, tapi semakin ia mengejar bayangan Li Hongli semakin bayangan itu menjauh dari nya, rasa takut itu semakin menyelimuti hati nya, ia takut di tinggalkan apa lagi oleh seseorang yang tanpa ia sadari sudah menempati posisi penting di hati nya.
__ADS_1
_____________________________________________
Di dunia nyata Li Hongli yang melihat Yueyin berkeringat seperti sedang ketakutan pun membuat ia cemas.
" Apa yang telah kau lakukan pada nya haah" bentak Li Hongli pada Luo Ruo
Saat Luo Ruo ingin menjawab, suara seseorang menghentikan nya.
" Tunggu, jangan pergi..."
" Li Hongli.... Jangan pergi.... Ku mohon"
" Hiks hiks Jangan tinggalkan aku"
Mendengar semua racauan dan tangisan Yueyin, membuat Li Hongli bergetar karena takut, untuk pertama kali nya ia merasa sangat takut kehilangan seseorang, tanpa ia sadari air mata telah mengalir dari mata nya.
" Yueyin.... hei, Bangun"
" Bangun bodoh, cepat bangun aku telah mengatai mu bodoh... Apa kau tidak ingin memarahi ku... Ayo cepat katakan sesuatu, marahi aku, kau bisa mengatakan apa pun pada ku cepat bangun" bentak Li Hongli dengan cemas
Luo Ruo Melihat dua orang di hadapan dengan sedikit aneh, apa ada orang yang membangunkan kekasih nya dengan cara seperti itu. Apalagi saat melihat Li Hongli yang sedari tadi bersikap dingin tiba-tiba berubah, bahkan pemuda itu mengeluarkan air mata saat melihat gadis di pelukan nya seperti sedang mengalami sesuatu yang buruk.
" Seperti nya hubungan mereka sangat menarik, mereka seperti di ciptakan hanya untuk satu sama lain... Takdir seperti apa yang akan menantikan mereka" gumamnya sambil mengingat pertemuan pertama nya dengan istri pertama nya.
__ADS_1
Tapi dengan begitu mudah nya dan tanpa memikirkan perasaan wanita pertama yang telah membuat nya jatuh cinta untuk pertama kali nya, ia menjalin kasih dengan wanita yang lain, bahkan wanita itu tetap menerima wanita kedua nya dengan senyuman.
Dan sekarang hanya tersisa penyesalan yang terjadi di akhir, karena kebodohan nya ia kehilangan wanita yang tulus mencintai dan menerima diri nya apa ada nya dan semua penyebab nya adalah wanita yang ia jadikan istri kedua nya, yang ternyata adalah wanita bermuka dua. Mengingat itu perasaan nya bercampur aduk antara marah, benci, dan juga sedih.