
" ternyata hanya seorang gadis kecil. Gadis kecil karena kau telah melihat apa yang kami lakukan, sebentar lagi kau akan menjadi salah satu seperti mayat-mayat hidup itu!" Ucap salah satu dari kelima orang berjubah hitam itu
" Aku sungguh sangat menantikan nya" ucap gadis itu sambil berjalan mendekat pada kelima orang itu dengan santai dan tenang. Setelah semakin dekat kelima nya baru dapat melihat wajah di cantik gadis itu yang membuat mereka sungguh sangat terpana.
" Saudara gadis ini ternyata sangat cantik, aku jadi tidak rela jika membunuh nya begitu saja!"
" Aku pun sama."
" Kita bisa bermain sebentar dengan nya sebelum membunuh nya, bukankah itu lebih bagus"
Gadis itu tidak lain adalah Yueyin sendiri, saat semua orang sedang melawan para mayat hidup, Yueyin pergi untuk mencari pengendali nya. Ini sebenarnya rencana Li Hongli, meski ada beberapa orang yang masih meragukan kemampuan Yueyin tapi tidak ada yang ingin membantah Li Hongli apa lagi dengan Lin Feng yang mendukungnya.
Yueyin menatap kelima orang itu dengan pandangan penuh perasaan jijik pada mereka, senyuman nya pun begitu dingin dan menghina.
Bajingan seperti kelima orang ini tidak pantas untuk hidup ataupun mati, pikir nya.
Di benak Yueyin sekarang sedang memikirkan berbagai macam ide untuk menyiksa orang-orang biadab ini.
" Kalian begitu suka bermain dengan orang-orang mati, aku semakin tidak sabar ingin ikut bermain dengan kalian!" Seru Yueyin tersenyum penuh arti.
Setelah jarak di antara Yueyin dan kelima orang itu hanya tinggal beberapa langkah lagi saja, Yueyin berhenti mendekat.
" gadis manis kemarilah, kau akan sangat senang setelah bermain dengan kami."
" Benarkah!"
Salah seorang dari kelima orang itu berjalan mendekati Yueyin.
" Saudara berhenti!" Cegah teman nya itu, tapi sudah terlambat.
Tubuh orang itu tiba-tiba terjerat oleh akar yang muncul dari dalam tanah dan membuat nya menggantung di atas pohon.
" Ahh..."
" Kau... Apa yang kau lakukan pada nya!"
" Apa? Aku tidak melakukan apapun." Sahut Yueyin dengan ekspresi yang terlihat bodoh.
__ADS_1
Tidak ada satupun dari orang-orang itu yang mengerti apa yang terjadi pada teman nya itu.
" Hei, kalian cepat bantu aku!" Ucap orang yang tergantung terbalik di atas pohon itu.
" Bodoh, kau potong saja akar pohon itu." Jawab teman nya dengan jengkel, mereka adalah orang-orang abadi mana mungkin tidak bisa lepas dari sebuah akar kecil seperti itu.
" Sialan! Akar ini sangat sulit di potong. Cepat tolong aku!!"
Salah satu orang itu mendekati tempat di mana teman nya di gantung.
" Akar kecil saja kau tidak bisa memotong nya, untuk apa kau punya kekuatan" cibir orang itu sambil melompat dan berusaha melepaskan ikatan dari akar pohon itu, tapi tidak juga terpotong atau melepaskan teman nya itu, malah ikatan nya semakin mengencang membuat teman nya menjerit kesakitan.
" Ahh.. Bajingan, apa yang telah kau lakukan akar ini malah semakin kencang mengikat ku."
" Seperti nya kalian membutuhkan bantuan ku!" Ucap Yueyin acuh dengan wajah polos nya.
" Gadis kecil memang nya apa yang bisa kau lakukan." Ucap salah satu orang yang hanya menonton saja kelakuan kedua teman nya itu dengan acuh.
" Aku bisa memotong akar itu, namun mungkin kau akan kesakitan paman" ucap Yueyin menatap orang yang tergantung itu dengan mata polos nya.
" Terserah lakukan apapun itu, cepat lepaskan akar ini dari ku" sahut orang itu berteriak frustasi.
Srett..
Dengan sekali ayunan pedang nya, orang itu terjatuh ke tanah, akar pohon itupun tidak lagi mengikat nya, hanya saja tidak lama setelah itu dia berteriak kesakitan.
" Ahh... Gadis sialan apa yang telah kau lakukan. Berani sekali kau memotong kaki ku!"
" Paman akar itu sangat sulit untuk di lepaskan, teman mu saja tidak bisa melakukan nya apa lagi aku. Namun dengan memotong kaki mu masalah mu itu sekarang telah teratasi." Jawab Yueyin polos. Namun jawaban itu sungguh membuat orang itu sangat marah, tapi dia tidak bisa bergerak dengan kaki yang sudah tidak ada lagi.
" Mati saja kau gadis sialan!"
Dengan marah orang itu mengumpulkan kekuatan nya di tangan dan mengarahkan nya pada Yueyin.
Namun sebelum serangan itu tepat mengenai Yueyin, hawa dingin yang menusuk tulang tiba-tiba muncul membuat mereka menggigil kedinginan.
" hati-hati!" Seru seseorang dari kelima orang itu, orang ini sedari tadi hanya diam saja dan memperhatikan segala yang terjadi dengan tenang, dia seperti nya pemimpin dari kelompok itu.
__ADS_1
" Ketua ada apa?"
" Hawa dingin ini berbeda dari biasa nya." Jawab nya
Dhuarr
Kepulan asap memenuhi tempat itu, sebagian dari mereka berpikir gadis itu telah terbunuh akibat serangan dari teman nya itu.
" Saudara kau membunuh gadis itu begitu saja, kita bahkan belum menikmati tubuh indah nya itu. Sangat disayangkan sekali!"
Hanya pemimpin kelompok itu yang mencurigai ada keanehan di balik kepulan asap itu, mata nya tidak lepas dari depan nya, sampai ia pun menghilang kabut tersebut. Setelah kabut itu menghilang betapa terkejut nya mereka melihat pemandangan yang ada di hadapan mereka.
Bukan gadis itu yang terbunuh, bahkan gadis itu sekarang masih berdiri tegak dan menatap mereka dengan tenang, bahkan ada sedikit ejekan di balik tatapan nya itu. Yang membuat mereka semakin terkejut saat melihat sebuah patung es yang bentuk nya seperti manusia hanya saja tidak memiliki kaki, dan yang lebih mengerikan nya lagi adalah patung es itu tidak lain teman nya sendiri yang tadi mengarahkan serangan nya pada Yueyin.
" I-ini apa yang terjadi!"
" Siapa kau?" Tanya ketua kelompok itu, mungkin sedari awal hanya dia yang masih dapat berpikir jernih dan tenang di situasi membingungkan ini.
" Seperti nya kau ketua mereka. Dibandingkan mereka yang sangat pengecut kau masih bisa terlihat tenang, cukup mengesankan" ucap Yueyin entah itu pujian atau ejekan.
" Gadis kecil, aku tanya sekali lagi. Siapa kau? Dan apa tujuan mu datang kemari!"
" Kau bukan orang bodoh juga." Cibir Yueyin
Ini mustahil!
Tidak ada yang tidak bisa mereka lakukan.
Tapi setelah bertemu gadis di depan nya saja dari memotong akar sampai es yang tidak dapat di cairkan, membuat mereka sangat terkejut.
Tak
Dengan santai Yueyin menjentikkan jari nya, es yang hampir membekukan seluruh anggota tubuh orang-orang itupun berhenti di leher saja, namun rasa dingin yang menusuk membuat mereka tersiksa.
Ketua kelompok itu yang merasa kondisi mereka sekarang tidak lagi menguntungkan segera mencari cara melepaskan diri, meski tidak bisa lepas dari elemen gadis di depan nya tapi kemampuan nya dalam mengendalikan mayat hidup masih dapat di gunakan.
Orang-orang yang melihat nya sendirian di dalam hutan akan menganggap dia adalah gadis yang sedang tersesat, begitu pun orang-orang di hadapan nya. Tapi ternyata pemimpin kelompok itu menyadari sesuatu, gadis di depan nya bukanlah orang biasa, tidak mungkin ada gadis biasa yang tidak takut masuk ke hutan yang gelap seperti ini apalagi hanya seorang diri, dan juga gadis ini terlihat tidak seperti penampilan, ada sesuatu yang membuat nya merasa terancam, entah itu apa.
__ADS_1
" Namun sayang nya kau tidak perlu tahu siapa aku!"