
" Berhentiii!!! Berani sekali kalian memasuki wilayah ku" teriak seseorang yang baru saja muncul
Yueyin menghentikan sejenak pertarungan nya dan melihat orang itu, tapi di sisi lain Li Hongli tidak mempedulikan nya dan masih tetap membunuh orang orang di sana, membuat pria yang baru saja datang itu menjadi sangat geram dan marah.
Sedangkan Yueyin yang melihat Li Hongli hanya acuh ia pun melanjutkan pertarungan nya tanpa mempedulikan pria yang sudah mengantarkan nyawa nya pada Li Hongli, menurut nya.
Trank
" Apa kau tuli!!" Ejek pria itu pada Li Hongli saat pedang mereka berbenturan.
Li Hongli tidak menjawab nya sama sekali, ia hanya menatap orang itu dengan datar. Sedangkan pria itu yang di acuhkan oleh Li Hongli menganggap pemuda itu sedang menghina nya karena tidak menjawab pertanyaan nya, meski ia memang sedang menyindir nya.
Trank
Trank
" Apa kau juga bisu... Heh aku ingin tahu apakah kau masih diam saja jika aku melecehkan kekasih dan ibu mu di hadapan mu, lalu membunuh ayah mu itu... Ku lihat seperti nya gadis itu adalah kekasih mu" seru pria itu tanpa dia sadari, dia telah menggali kematian nya sendiri.
Pria itu telah menyentuh titik kemarahan Li Hongli, apa lagi saat pria itu mengatakan ingin melecehkan ibu nya dan Yueyin mata nya semakin di penuhi rasa haus darah dan niat membunuh yang besar.
Siapa pun yang berani menyentuh orang orang yang di sayangi nya, terutama ibu nya dan Yueyin hanya kematian yang akan mereka dapatkan.
Trank
Duarr
" Uhuk-uhuk" pria itu terlempar sangat jauh setelah terkena jurus Li Hongli
" Apa yang terjadi dengan pemuda itu, kenapa serangan nya semakin brutal dan sangat mematikan, aku tidak menemukan kelemahan sedikit pun pada setiap serangan nya" batin pria itu
Li Hongli bertarung lebih brutal dari sebelum nya, ini sangat mengejutkan semua orang.
Setidaknya pria itu berpikir jika pemuda itu telah lama bertarung pasti akan membuat energi Qi yang di miliki nya terkuras habis setelah membunuh banyak orang orang nya, tapi nyata nya bukan nya melemah pemuda itu malah terlihat semakin kuat.
Tanpa mempedulikan pria itu yang masih sibuk dengan pemikiran nya, Li Hongli bergerak dengan cepat dan gesit ke arah nya.
Slash
__ADS_1
" Arrgghhhh..."
Slash
" Aaarrrggghh..."
Kedua tangan pria itu terjatuh ke tanah bersama dengan pedang yang di pegang nya, dan itu semua di lakukan oleh Li Hongli.
" Kau... Kau bagaimana mungkin" seru pria itu terbata
Dari tangan Li Hongli muncul sebuah api kecil berwarna hitam, Li Hongli dengan tenang melemparkan api hitam itu ke arah pria itu.
" Aaarrrggghhh..."
Api hitam yang Li Hongli lemparkan membesar dan melahap pria itu, tapi tidak membunuh nya, api itu perlahan-lahan akan melahap jiwa nya.
Tidak sampai di sana Li Hongli pun membakar bangunan markas para pembunuh bayaran dengan api hitam nya.
Melihat pemandangan di depan nya pria itu baru sadar dia telah memilih lawan yang salah.
Meski pria itu di bakar oleh api hitam tapi dia dapat melihat semua yang sedang Li Hongli lakukan, ia menjadi ingat kejadian yang sempat menghebohkan.
Banyak suara jeritan yang terdengar di sana membuat orang selalu merasa merinding, tapi aneh nya api hitam itu baru padam setelah satu bulan lama nya.
Awal nya semua orang mengira api itu tidak akan pernah padam karena sudah banyak orang yang mencoba pemadam kan kebakaran itu tapi tidak pernah berhasil.
Meski api itu padam nyata nya Aura di sana masih terasa mencengkam, Dimana Aura kematian memenuhi tempat itu.
Pria itu sekarang baru tahu bahwa penyebab kehancuran Sekte Pedang Giok adalah pemuda yang ada di depan nya.
Jika tahu akan jadi seperti ini, dia tidak mungkin memprovokasi Li Hongli dan ingin membunuh Li Hongli dan keluarga nya. Bahkan meskipun dia di berikan koin emas yang sangat banyak ia tidak akan memiliki keberanian untuk mengirimkan para orang orang nya untuk membunuh pemuda itu dan keluarga nya.
Namun semua nya telah terlambat, dia benar benar telah berakhir, ini semua salah nya seharusnya saat pertama kali orang orang yang dia kirimkan untuk membunuh Li Hongli dan keluarga nya waktu itu tidak pernah kembali dia seharusnya menghentikan misi ini, tapi karena ego nya dia tetap melanjutkan mengirimkan orang orang nya.
Ia benar benar menyesal sekarang, tidak ada lagi yang bisa di lakukan, semua nya hancur karena kecerobohan nya.
" Ayo pergi" ujar Li Hongli
__ADS_1
" Baik" jawab Yueyin
_____________________________________________
Di Klan Li
Yelu dan Ying Yue telah membuat kekacauan di klan Li, Ying Yue juga telah melepaskan para tahanan yang ketua Li sandera, ada sekitar dua puluh orang yang memihak pada Li Yuwen tiga tetua, tujuh pelayan dan tujuh pengawal yang telah menantang kepemimpinan Li Zu.
Banyak korban yang berjatuhan dari pihak Li Zu, sedangkan Yelu dan Ying Yue hanya mengalami luka luar saja.
" Siapa kalian? Kenapa menghancurkan klan Li ku?" Seru Li Zu
" Siapa kami itu tidak penting, tunggu tuan kami tiba kau akan mengetahuinya" jawab Yelu dingin
" Kami tidak pernah membuat masalah dengan kalian, siapa sebenarnya tuan kalian! kami bahkan tidak mengenal kalian apa lagi tuan kalian! tidak ada dendam di antara kita?" sahut Li Dong
" Dendam? Apa kau yakin tidak ada dendam di antara kita, kau benar tetua kedua tidak ada dendam di antara kita....apa kau tahu kenapa? karena dendam ku dan tuan bukan hanya pada mu tapi pada semua klan Li terutama ketua Li" seru Yelu menyeringai
" Siapa.... Siapa kalian semua sebenarnya" seru Li Zu marah sambil menahan rasa sakit akibat luka nya.
" Diam! Bukankah sudah kami bilang kau akan mengetahui nya nanti!" Seru Ying Yue dengan muka polos nya
" Paman apa kau baik-baik saja?" Tanya Ying Yue pada tetua ketiga atau Li Touli
" Jangan mendekat!" Seru seorang gadis yang memeluk ayah nya
" Tenanglah Xin'er mereka berdua yang telah menyelamatkan kita" ujar Li Touli menenangkan putri nya yang ketakutan.
" Kami baik baik saja nak, terima kasih telah menyelamatkan kami semua" seru Li Touli
" Tidak perlu, dengan tetap mendukung Paman Yuwen kalian sudah pantas kami bantu" ujar Ying Yue
" Apakah kalian mengenal saudara Yuwen?" Tanya Li Touli
" Tentu saja, apakah tetua ketiga juga melupakan ku" ujar Yelu acuh
" Kau... Bukankah kau Yelu" seru Li Touli tidak yakin
__ADS_1
" Benar tetua, aku Yelu"