Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 222. Tiba Dikota Jiahao


__ADS_3

" Tidak mungkin! Kelihatan nya kalian saling menyukai benar bukan saudari Xionglue" seru Lien Hua


" Hmm"


" Jangan asal bicara, jika Li Feng mendengar nya dia mungkin nanti akan marah" seru Yueyin mencoba tetap tenang meski jantung nya sudah lari maraton sedari tadi.


" Memang nya kau tidak menyukai nya Yin, meski dia hanya manusia biasa tapi tidak di ragukan lagi wajah nya sangat tampan, aku bahkan sempat terpesona dengan nya hanya saja aku tidak menyukai sikap nya yang terlalu kaku dan dingin" Lien Hua terus saja berbicara sambil memakan buah buahan yang di petik dari dalam hutan.


" Sudah jangan membahas tentang itu, jika dia ada, dia tidak akan menyukai apa yang kita bicarakan" kilah Yueyin


" Apa yang sedang kalian bahas, hingga membuat seseorang tidak menyukai nya!" Seru Li Hongli dengan acuh.


Mereka cukup terkejut mendengar suara Li Hongli, apalagi saat melihat pemuda itu berjalan mendekati mereka dengan membawa beberapa ekor ikan di tangan nya.


" Ada apa? Apakah ada yang salah dengan ku!" Tanya Li Hongli menatap Yueyin yang terlihat salah tingkah


" Tidak ada, kemari aku bantu... Kau seperti nya menangkap banyak ikan" seru Yueyin mencoba mengalihkan pembicaraan, Li Hongli juga tidak lagi membahas nya.


Li Hongli membaluri ikan ikan yang telah ia tangkap dan bersihkan dengan bumbu yang ia buat.


Lien Hua dan Xia Xionglue mengernyitkan dahi nya melihat apa yang sedang pemuda itu lakukan pada ikan ikan itu.


" Apa yang kau berikan pada ikan ikan itu?" Tanya Lien Hua penasaran, Xia Xionglue juga menatap Li Hongli menunggu jawaban pemuda itu.


" Kau akan tahu nanti" jawab Li Hongli acuh


Yueyin sendiri tidak peduli dengan rasa penasaran Lien Hua dan Xia Xionglue meski Lien Hua menatap nya penuh tanya, ia hanya melanjutkan kegiatan nya membantu Li Hongli


Beberapa menit kemudian ikan ikan yang di bakar memiliki aroma yang begitu harum membuat Lien Hua dan Xia Xionglue yang sebelumnya tidak lapar menjadi tidak sabar untuk memakan ikan bakar tersebut.


" Waahh harus sekali ikan bakar nya, kau menggunakan resep apa Li Feng" seru Lien Hua


" Kelihatan nya ikan bakar yang kau buat sangat lezat" Xia Xionglue juga ikut memuji.


" Ambillah, ikan bakar nya sudah matang" seru Li Hongli acuh sambil mengambil satu ikan bakar dan memakan nya, begitu pun Yueyin.

__ADS_1


Awal nya Lien Hua ragu namun melihat Xia Xionglue yang mulai menikmati ikan bakar buatan pemuda itu dan juga bau harum yang begitu menggoda membuat ia mengambil satu ikan bakar dan mulai menikmati nya.


" Mmm sangat lezat" puji Xia Xionglue, gadis itu selalu menampilkan sikap tenang terlihat begitu menikmati ikan bakar tersebut.


" Benar-benar ini sangat lezat, jika kau membuat kedai akan banyak orang yang datang hanya untuk menikmati makanan buatan mu.... Meski kau tidak berbakat menjadi seorang Kultivator tapi seperti nya kau koki yang sangat berbakat, Bumbu apa yang kau berikan pada ikan ini" Lien Hua tidak henti memuji makanan yang Li Hongli buat.


Lien Hua sampai menghabiskan dua ikan bakar dan ingin mengambil yang ketiga namun di dahului oleh Xia Xionglue.


" Saudari Xionglue itu ikan ku"


" Jangan terlalu serakah, kau sudah menghabiskan dua ikan" ucap Xia Xionglue acuh sambil menikmati ikan yang baru saja dia ambil.


Melihat Xia Xionglue menikmati ikan bakar yang akan tadi ia ambil membuat ia cemberut karena kesal, tidak ada ikan bakar lagi karena yang Xia Xionglue ambil adalah ikan bakar terakhir.


" Masih ada buah buahan, makan saja apa yang ada!" Seru Yueyin acuh tak acuh


" Yin kau sama saja dengan saudari Xionglue" Lien Hua memakan buah-buahan dengan kesal.


" Kita akan melanjutkan perjalanan besok pagi, jika kalian sudah kenyang beristirahat lah" seru Li Hongli.


" Apakah dia selalu seperti itu?" Tanya Xia Xionglue


" Siapa? Li Feng! Ya sikap nya memang sudah seperti itu" jawab Yueyin acuh tak acuh.


Yueyin juga melakukan hal yang sama seperti Li Hongli hanya saja dia memilih beristirahat di dahan pohon yang lain.


" Jika kalian ingin beristirahat, istirahat saja biar aku yang berjaga malam ini" seru Xia Xionglue yang dapat di dengar oleh semua nya.


" Tidak perlu, tidak akan ada bahaya yang akan mendekat" ujar Li Hongli santai.


" Tapi kita tidak bisa santai santai saja, semua kemungkinan itu bisa saja terjadi, apa lagi kita sedang berada di dalam hutan. hutan seperti ini akan banyak bahaya yang tidak kita duga" ujar Xia Xionglue


" Maka lakukan apa saja yang kau mau" seru Li Hongli tidak peduli.


Sebenarnya bukan ia tidak mempedulikan keselamatan nya dan teman seperjalanan nya itu, namun ia sudah membuat array formasi pelindung disekitar tempat yang mereka pakai untuk beristirahat, sehingga bisa dikatakan tempat itu sekarang menjadi tempat yang paling aman di hutan itu.

__ADS_1


Li Hongli juga akan langsung dapat merasakan jika ada bahaya yang mendekati mereka, namun mungkin Xia Xionglue dan Lien Hua tidak akan mempercayai nya jika pun ia mengatakan nya, sehingga ia hanya membiarkan saja apa yang sedang kedua gadis itu lakukan tanpa berniat menegurnya kembali.


" Mereka seperti nya masih menganggap kau hanya manusia biasa!" Seru Yueyin di dalam hati


" Biarkan saja, tidak masalah untuk ku juga" jawab Li Hongli di dalam hatinya


" Bagaimana luka mu?"


" Sudah sembuh kau tidak perlu khawatir..."


" Siapa juga yang khawatir, aku hanya cemas jika kau mati siapa yang akan menolong ku" elak Yueyin


" Begitukah, kenapa aku meragukan jawaban mu ya"


" Iya memang begitu"


" Ada apa, apa ada yang ingin kau katakan? Katakanlah!"


" Aku akan menceritakan nya nanti, seperti nya ini bukan waktu yang tepat!" Seru Yueyin sambil melihat ke tempat dimana Xia Xionglue berada.


" Hmm, aku akan menantikan nya"


_____________________________________________


Keesokan hari nya Li Hongli dan yang lain nya melanjutkan perjalanan kembali.


Selama di perjalanan tidak ada yang terjadi karena mereka melanjutkan perjalanan melalui jalur udara, jika mereka tidak menggunakan spirit beast mungkin akan ada beberapa bandit yang menghadang perjalanan mereka, meski mereka bisa menghabisi para bandit dengan mudah namun tetap saja akan menghambat perjalanan mereka.


Dua hari kemudian mereka sampai di kota Jiahao.


Banyak juga yang menggunakan spirit beast dan hewan tunggangan yang datang dari berbagai tempat ke kota tersebut, sehingga mereka tidak perlu mendarat di luar kota.


Kota Jiahao terlihat begitu ramai orang berlalu-lalang, namun kebanyakan dari mereka merupakan para Kultivator. Seperti nya tujuan mereka sama yaitu menuju makam waktu.


Banyak juga para pedagang yang menjual berbagai macam dagang, seperti nya mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan yang begitu baik untuk berjualan.

__ADS_1


__ADS_2