
Yueyin menyusul Li Hongli, hanya ada kesunyian di antara mereka, tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali apa lagi sikap mereka berdua yang memang dingin, hanya terdengar suara para pedagang yang menawarkan barang dagangan sebagai suara yang memecahkan keheningan di antara mereka.
Yueyin menghampiri salah satu pedagang yang ada di sana, " ini apa" tunjuk nya pada sebuah makanan yang sungguh menggoda nya
" Ini tenghulu nona, apa nona menginginkan nya" ucap sang penjual
" Mmm.... Boleh aku ingin 10"
" Baik nona" pedagang itu memberikan pesan Yueyin, dan Yueyin menerima nya dengan senang hati
" Ini" Yueyin memberikan satu koin emas pada pedagang itu.
" Ma-maaf nona saya tidak memiliki kembalian, dan harga semua yang nona beli hanya lima koin perak"
" Tidak perlu, untuk mu saja" Yueyin langsung pergi dari sana dan menghampiri Li Hongli yang masih tetap berdiri di tempat ia tadi meninggalkan nya sambil memperhatikan yang di lakukan oleh Yueyin.
Sedangkan di tempat pedagang itu, dia sangat berterima kasih, biasa nya ia hanya mendapatkan 20 koin perak setiap hari nya dan sekarang adalah penghasilan terbesarnya.
" Terima kasih nona" ucap nya sambil berlutut dan memegang koin emas tadi.
" Ini" Yueyin memberikan satu tenghulu pada Li Hongli
" Apa?" seru Li Hongli sambil mengangkat sebelah alis nya
" Makan, ini enak dan manis" seru nya dengan senang
" Kau saja yang ma..." Yueyin langsung memasukan satu potong tenghulu pada Li Hongli.
" Makan saja"
" Hmm..."
" Enak bukan! Makanan ini bahkan manis" Yueyin tidak pernah sesenang ini
Saat di tempat tinggal nya dulu ia tidak bisa keluar dari kediaman nya tanpa pengawalan sehingga membuat nya tidak mau lagi keluar dari kediaman nya, ia tidak pernah melihat pasar yang ramai seperti ini, biasa nya semua kebutuhan nya selalu disiapkan oleh pelayan, sehingga membuat nya tidak bebas.
" Kau lebih manis"
Blush
Pipi Yueyin langsung memerah mendengar pujian Li Hongli, ia langsung mengalihkan pembicaraan.
" Ahk... Li Hongli lihat makanan itu seperti nya juga enak, itu, itu, dan itu juga" seru nya dengan gugup
Yueyin memborong semua makanan yang ada di pasar, sikap nya yang dingin dan tidak peduli terganti dengan sikap nya yang ceria karena melihat semua makanan yang ada di sana, tapi sikap nya sekarang hanya di tunjukkan di hadapan Li Hongli seorang.
Sedangkan Li Hongli sendiri hanya menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Yueyin yang begitu semangat mencoba berbagai jajanan di pasar, tanpa ia sadari sedari tadi ia menatap nya dengan hangat, senyuman pun tidak luntur dari nya.
__ADS_1
" Seperti nya kau sangat senang!" Itu bukan pertanyaan tapi pernyataan
" Ya... Aku sangat sangat senang, aku tidak pernah sebebas ini sebelum nya, dulu pergerakan ku selalu di batasi dan selalu ada pengawal yang menjaga ku, walau pun aku tidak mempermasalahkan sikap keluarga ku, tapi aku tidak pernah merasakan kehidupan sesungguh nya hanya ada kekosongan setiap hari yang ku jalani.... Sampai aku bertemu dengan mu semua nya berubah...." Ucap nya sambil tersenyum senang
" Karena ku!" Ulang Li Hongli
" Ah... Itu maksud ku...."
" Li Hongli, akhirnya aku bertemu dengan mu" ucap seseorang yang memotong ucapan Yueyin, dia adalah Xin Jiao
" Kau kemana saja, aku menyusul mu ke toko pakaian tapi tidak menemukan mu" lanjutnya
Li Hongli tidak menjawab nya sama sekali, ia hanya tetap acuh.
" Ck, kau hanya mengganggu waktu tuan dan nona Yueyin saja putri" sinis Ying Liang
" Cih.... Kau hanya bawahan Li Hongli saja, bersikaplah selayaknya bawahan" ucap nya sangat kesal pada Ying Liang yang selalu menghalangi nya untuk bertemu dengan Li Hongli
Deg
" Jaga ucapan mu itu tuan putri, dia bukanlah bawahan ku tapi aku sudah menganggap nya teman juga saudara ku sendiri" ucap tajam Li Hongli
Ying Liang memang marah dan kesal dengan ucapan Xin Jiao, tapi apa yang dia katakan juga benar, hanya saja ia tidak percaya tuan nya akan sangat membela nya.
" Itu Li Hongli.... Aku, minta maaf.... Aku hanya kesal pada nya tida-k bermasud mengatakan hal itu" ucap Xin Jiao merasa bersalah
" Hmmm...."
" Ah ia nona, aku dengar ada tempat makanan yang enak di dekat sini" jawab Ying Liang
" Kalau begitu tunjukan jalan nya"
" Kau masih mau makan" tanya Li Hongli heran, bukankah ia sudah membeli banyak makanan sedari tadi.
" Hmm" sikap Yueyin yang dingin dan acuh tak acuh kembali lagi.
_____________________________________________
Sekarang Li Hongli dan yang lain nya berada di kedai yang di tunjukkan oleh Ying Liang. Kedai ini hanya memiliki satu lantai saja, tapi banyak yang mendatangi nya karena makanan yang di sajikan di sana enak enak.
" Ying Liang, di mana Yelu dan saudari Yue"
" Mereka masih berkeliling pasar nona, tapi kata mereka, mereka pun akan pergi ke kedai ini nona"
" Hmm.."
Ying Liang sama sekali tidak mempermasalahkan sikap Yueyin, karena ia pun tahu di balik sikap nya, dia memiliki kepedulian yang sangat besar, apa lagi ia dengan senang hati menganggap adik nya sendiri sebagai saudari.
__ADS_1
" Tuan dan nona memang pasangan yang sangat serasi" batin Ying Liang
Sampai ada seorang pelayan yang menghampiri meja mereka.
" Maaf kalian mau pesan apa"
" Ayam cincang satu" ucap Ying Liang
" Ayam bakar nya satu" ucap Xin Zhuo
" Aku pun ayam bakar satu, Li Hongli kau ingin apa biar aku pesan kan" ucap Xin Jiao
" Tidak perlu" jawab Li Hongli
" Mm.. pelayan aku ingin pesan bakpao 10, Dimsum berbagai isian 15, pangsit nya 2" ucap Yueyin
" Baik, apa ada lagi" tanya pelayan itu
" Bebek bakar satu, bakpao 5, dimsum 5 tolong itu juga catat ya" seru Ying Yue yang baru saja tiba
" Sudah tidak ada lagi, kau boleh pergi" ucap Yelu
Seorang pelayan membawakan teh, tidak lama setelah mereka menghidangkan teh pesanan pun tiba.
" Nona ternyata kau rakus juga yah" ejek Xin Jiao melihat begitu banyak makanan yang Yueyin pesan, tapi Yueyin sendiri tidak membalas nya ia hanya acuh.
" Makanlah" ucap Yueyin sambil memberikan satu pangsit pada Li Hongli
" Bukankah Li Hongli sudah mengatakan dia tidak ingin apa pun, kau jangan memaksa nya" cibir Xin Jiao
" Aku akan memakan nya" ucap Li Hongli
Yueyin tersenyum di balik cadar nya mendengar ucapan Li Hongli, berbeda lagi dengan Xin Jiao yang merasa kesal.
Li Hongli, Yueyin, Ying Liang, Ying Yue, dan Yelu kembali ke penginapan setelah acara makan tadi, sedangkan Xin Zhuo dan Xin Jiao kembali ke istana nya.
Setelah kembali ke penginapan bukannya beristirahat tapi Li Hongli memutuskan untuk bermeditasi, begitu pun Yelu dan Ying Liang, mereka tidak ingin mengecewakan Li Hongli walau pun dia tidak pernah memaksa nya untuk terus berkultivasi.
Lagipula mereka sebenarnya tidak lagi membutuhkan makan atau beristirahat, mereka makan pun karena itu telah menjadi kebiasaan mereka.
Hanya saja Li Hongli bukan berkultivasi melainkan masuk ke dalam cincin dimensi, berbeda saat pertama kali memasuki cincin dimensi, sekarang hanya jiwa nya saja yang masuk tidak dengan raga nya, karena jika raga nya ikut masuk Yelu dan Ying Liang pasti akan mencari nya.
.
.
.
__ADS_1
*****
🙏🙏🙏