
" Hehehe, kalian sangat lucu" seru Minghao sambil tertawa kecil
" Hei adik kecil apa kau sedang meledek kami" ujar Yueyin pura pura marah
" Tidak-tidak" ucap Minghao dengan cepat sambil melambaikan lambaikan tangan nya dengan cepat
" Hehehe maaf" ucap Minghao cengengesan
" Guru tenang saja aku akan berlatih dengan keras, dan jika guru belum mengakui ku sebagai murid, aku akan terus berusaha agar guru bisa menerima ku" ucap Minghao dengan tegas pada Li Hongli, tidak ada nada main main seperti tadi lagi sekarang hanya ada kesungguhan di setiap ucapan nya.
" Sudah-sudah kau aku terima jadi murid ku, namun jangan menyesal karena aku akan mengajari mu dengan sangat kejam" ucap Li Hongli dingin
Minghao langsung berbinar mendengar ucapan Li Hongli, dia dengan cepat bangkit dan memberi penghormatan pada Li Hongli.
" Murid memberi salam pada guru" namun saat dia akan membungkuk untuk memberikan penghormatan pada nya, Li Hongli melarang nya.
" Tidak perlu formal, Kemarilah" ucap Li Hongli
Minghao pun mendekati Li Hongli, setelah Minghao berada di hadapan nya Li Hongli mengulurkan sebelah tangan nya dan menaruh nya di atas kepala Minghao
" Aku Li Hongli menerima Minghao sebagai murid ku" seru Li Hongli dengan lantang
" Kembali dan pulihkan diri mu, aku akan mengajari mu nanti" ucap Li Hongli
" Baik guru"
" Seperti nya kita akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali!" Seru Li Hongli acuh tak acuh
" Tidak masalah, bukankah selama beberapa hari ke depan masih babak semifinal, dan kau sudah masuk babak final hanya dengan satu hari pertandingan saja" jawab Yueyin tak kalah acuh
" Hmm... Kau pun istirahatlah" ujar Li Hongli
" Mau menemani ku untuk melihat bintang" ajak Yueyin pada Li Hongli
Li Hongli menatap Yueyin sebentar sebelum menganggukkan kepala nya, " boleh"
Yueyin dan Li Hongli pergi ke dekat sungai untuk melihat bintang lebih jelas, mereka menikmati setiap momen yang sedang terjadi.
" Dulu Setiap malam aku selalu bermimpi melihat bintang bersama dengan seseorang yang seperti nya sangat ku rindukan keberadaan nya, namun wajah nya tidak pernah jelas, dan bintang menjadi pelampiasan akan rasa kesepian yang ku rasakan selama ini" ucap Yueyin memulai pembicaraan.
__ADS_1
" Lihatlah di sana" tunjuk Yueyin pada kumpulan bintang bintang di langit
Li Hongli mengikuti apa yang Yueyin tunjukan.
" Dua bintang itu adalah bintang paling bersinar di antara bintang bintang lain nya, menurut ku kedua bintang itu sangat indah" seru Yueyin
" Ya.... Sangat indah" ucap Li Hongli sambil memperhatikan wajah Yueyin
" Benarkan sangat indah" seru kembali Yueyin tanpa tahu untuk apa pujian yang di berikan oleh Li Hongli
" Apa kau ingin mendengar sebuah cerita!!!" ucap Li Hongli
" Cerita apa?" Seru Yueyin membalikkan wajah nya hingga berhadapan dengan Li Hongli
" Khem..." Li Hongli batuk kecil untuk menghilangkan rasa gugup nya karena langsung berhadapan dengan mata Yueyin
" Aku pernah mendengar sebuah cerita, kata nya ada sepasang kekasih yang saling mencintai, namun karena sebuah kejadian yang membuat mereka berpisah, tapi mereka sangat yakin mereka akan dapat kembali bertemu lagi, agar tidak melupakan satu sama lain akhir nya dengan seluruh kekuatan nya, mereka membuat dua bintang dari kekuatan mereka, kedua bintang itu adalah kedua bintang yang paling bersinar di alam semesta ini yang tadi kau lihat! di alam semesta mana pun orang orang dapat melihat kedua bintang itu, untuk mengingatkan sepasang kekasih itu tentang kerinduan dan cinta yang mereka miliki" Li Hongli mulai bercerita
" Hehehe..." Yueyin tertawa kecil
" Kenapa tertawa apa ada yang lucu dari cerita nya?" tanya Li Hongli dengan heran
" Lalu kenapa kau tertawa?" Tanya Li Hongli kembali
" Aku hanya tidak menyangka, orang yang dingin dan serius seperti mu ternyata menyukai kisah cinta, ku pikir kau hanya tahu tentang berlatih dan berlatih" ejek Yueyin sambil tersenyum manis dan tulus.
" Hei jangan mengejek ku ya!" Seru Li Hongli, namun tak ayal ia pun ikut tersenyum dengan sangat manis
" Kau sangat tampan jika tersenyum seperti ini" puji Yueyin yang melihat Li Hongli tersenyum dengan sangat tulus
" Aku memang tampan" ucap nya narsis
" Cih, sombong" kesal Yueyin
" Keluarkan seruling mu, aku ingin mendengar kau bermain seruling" pinta Yueyin
Melihat keantusiasan Yueyin, Li Hongli pun menyetujui permintaan nya.
" Baik"
__ADS_1
Li Hongli mengeluarkan seruling giok pemberian dari guru nya. Li Hongli pun mulai memainkan seruling itu, nada nada indah dan merdu pun keluar dari seruling itu apa lagi Li Hongli memang sengaja memasukkan energi Qi ke dalam permainan seruling nya, membuat para hewan mendekati mereka hanya untuk mendengarkan suara merdu dari permainan seruling Li Hongli.
Minghao semakin terlelap dalam tidur nya saat mendengarkan suara musik yang sangat indah dan merdu.
Dulu saat Li Hongli memainkan seruling nya yang keluar dari suara seruling itu memang nada nada yang indah namun juga menyayat hati bagi orang orang yang mendengar nya, berbeda dengan sekarang nada nada yang di keluarkan oleh seruling yang Li Hongli mainkan bukan hanya indah dan merdu namun penuh dengan cinta dan kebahagiaan, siapa pun yang mendengarnya nya akan merasa sangat bahagia, mereka juga akan merasakan cinta di setiap melodi nya.
Burung burung berbagai jenis mulai berdatangan dan mengitari kepala Li Hongli dan Yueyin, mereka seperti sedang menari dengan melodi musik yang Li Hongli mainkan. Pohon pohon seperti sedang bergoyang, sekarang alam terasa sangat bahagia.
Yueyin sangat senang melihat pemandangan di depan nya, para binatang yang sangat antusias mendengarkan melodi musik permainan seruling Li Hongli, burung burung yang sedang menari, pohon pohon yang juga terlihat sangat antusias, bunga bahkan terus berjatuhan dari pohon pohon bunga yang dekat dengan mereka berdua.
Indah! Menakjubkan! Hanya kata itu yang keluar dari mulut orang orang yang melihat pemandangan mereka sekarang.
Minghao yang baru saja terbangun pun di buat terpesona dengan pemandangan di tempat guru nya berada, pemandangan itu seperti khusus tercipta hanya untuk mereka berdua saja, tanpa berniat mengganggu waktu kedua penyelamat nya dia tetap diam dan memperhatikan pemandangan indah yang sedang terjadi, dia mungkin masih kecil tapi keadaan membuat nya dapat berpikir lebih dewasa, sehingga dia tahu apa yang baik dan buruk yang harus dia lakukan.
Kembali pada Li Hongli dan Yueyin, Yueyin mulai berdiri dan ikut menari bersama burung burung itu, Yueyin menari dengan sangat indah mengikuti alunan musik yang Li Hongli mainkan.
Li Hongli sendiri hanya memperhatikan Yueyin, mata yang selalu menatap orang lain dengan tajam sekarang mata itu berubah menatap Yueyin dengan hangat dan lembut.
wush
wush
Angin berhembus dengan lembut seperti ikut mengiringi tarian yang Yueyin lakukan, Yueyin mulai melangkahkan kaki nya di atas air, namun dia tidak tenggelam sama sekali karena setiap pijakan nya berubah menjadi kepingan es, ia pun menari di atas air dengan sangat indah di bawah taburan bintang bintang di langit disinari cahaya rembulan, burung burung pun mengikuti nya dan menari di atas kepala nya.
Cadar yang di kenakan nya terbang terbawa angin, namun Yueyin seperti tidak menyadari nya dan terus menari, terlihat tawa bahagia dari bibirnya, dia terus menari dengan bahagia. Mata yang selama ini orang lihat kosong dan kesepian, sekarang mata itu penuh dengan pancaran kebahagiaan.
wushs
Dengan elemen angin nya Li Hongli menangkap cadar milik Yueyin yang terbang. Ikan ikan yang berada di dalam sungai juga ikut menapaki diri nya, mereka pun ikut menari mengikuti langkah Yueyin atau lebih tepat nya ikan ikan itu memutari Yueyin yang sedang menari di atas air.
" Waahhh ternyata kak Yueyin sangat cantik!!" Puji Minghao yang melihat kecantikan Yueyin
Li Hongli yang pendengaran nya memang sangat tajam dapat mendengar pujian yang dilontarkan oleh Minghao, dia pun menatap tajam Minghao.
Glek
Minghao yang di tatap begitu tajam oleh gurunya langsung menelan saliva nya sendiri, dia tidak tahu kalau guru nya tidak menyukai diri nya memuji Yueyin.
" Hehehe...." Minghao menatap Li Hongli sambil cengengesan dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal
__ADS_1
Setelah satu jam berlalu Li Hongli mengakhiri permainan seruling nya, begitu pun dengan tarian yang di lakukan oleh Yueyin.