Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 150. Minghao


__ADS_3

" Cincin itu berisi harta yang telah ku ambil dari sekte yang telah kau hancurkan" ucap Yueyin dengan acuh


Sebelum setelah Yueyin mengalahkan kedua tetua sekte pedang giok tersebut, dia menghilang dari tempat nya dan mengambil seluruh harta yang di miliki oleh sekte pedang giok, harta itu tidak akan berguna untuk nya atau pun Li Hongli, tapi ia yakin harta itu akan berguna untuk kedua puluh orang yang di tolong nya.


Bukan nya ia atau Li Hongli tidak mampu memberikan beberapa harta pada orang orang tersebut, namun mereka telah lama tertindas dan menderita di dalam sekte pedang giok sudah sepantasnya sekte tersebut memberikan kompensasi bagi mereka, dia hanya membantu mangambilkan nya saja, bukankah dia baik!


Li Hongli mengeluarkan beberapa kantong dari dalam cincin penyimpanan tingkat rendah tersebut, dan melemparkan kantong kantong yang berisi koin itu pada orang orang tersebut.


" Bagi dengan rata" ucap Li Hongli singkat


" Baik dermawan, Terimakasih atas bantuan kedua dermawan" ucap mereka sambil bersujud


" Hei apa apaan kalian, kami bukan tuhan yang harus kalian sembah, berdiri cepat berdiri... Tidak perlu berterimakasih pada kami, lagi pula mereka yang telah mencari kematian dengan menganggu salah satu dari kami dan tentang kalian! Anggap saja kami tidak sengaja membatu kalian" ucap Yueyin dengan acuh dan kesal


" Maaf nona"


" Hmm"


" Kalian sekarang bisa pergi ka tempat yang kalian inginkan" ujar Li Hongli


" Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih pada kakak berdua, dan harta ini sebenarnya tidak perlu kalian memberikan nya pada kami, kalianlah yang telah menghancurkan sekte kejam itu, jadi semua ini adalah milik kalian" ucap seorang bocah sepuluh tahun


" Tidak perlu anggap saja uang itu sebagai kompensasi yang di berikan sekte mereka pada kalian" ucap Yueyin


" Tapi...."


" Ikuti saja perkataan nya" ucap Li Hongli singkat


" Ba-baik, terimakasih"


" Adik kecil kau masih kecil tapi sikap mu bahkan lebih dewasa dari kesembilan belas orang dewasa yang ada di sini" ucap Yueyin sambil melirik kesembilan belas orang lain nya

__ADS_1


" Jika aku lemah, aku tidak akan bisa bertahan sampai sekarang.... jadi aku harus kuat" ucap nya penuh tekad


" Semangat yang bagus, di mana orang tua mu?" Tanya Yueyin


Mendengar itu anak tersebut terlihat murung dan sedih " orang tua ku telah mereka bunuh, dan membuat ku untuk menjadi budak mereka"


" Ouh maafkan aku karena membuat mu sedih.... Siapa nama mu adik kecil" ucap Yueyin lebih lembut dari biasa nya yang dingin dan datar


" Tidak apa apa, nama ku Minghao" ucap nya kembali tersenyum ceria


" Minghao! Nama yang bagus, apa di antara kalian ada yang bisa merawat Minghao" ucap Yueyin beralih pada kesembilan belas orang lain nya


" Nona tidak perlu khawatir biarkan aku yang merawat nya, aku pun akan pergi ke kota Jade dan membawa nya bersama ku" ucap seorang nenek yang umur nya sudah 80 tahunan


" Baiklah Minghao tinggallah dengan nenek itu dan tumbuh dengan baik, kakak berdua akan pergi" ujar Yueyin sebelum melangkah ke arah hutan dan di ikuti oleh Li Hongli di belakang nya


" Tunggu kakak, nama kalian siapaaa?" Teriak Minghao


Li Hongli dan Yueyin berhenti berjalan tanpa membalikkan tubuh nya dia berkata " Yueyin dan pemuda di samping ku bernama Li Hongli"


" Nak kau mau kemana?" Tanya seorang nenek dengan khawatir saat melihat Minghao berlari menuju ke arah hutan


Minghao berhenti berlari dan berkata " Terimakasih nek karena telah merawat ku selama ini, namun aku ingin menjadi kultivator seperti mereka karena itu aku sudah memutuskan untuk ikut dengan mereka"


" Nenek tidak perlu cemas aku akan baik-baik saja, sampai jumpa lagi nek" teriak Minghao sambil melanjutkan lari nya menuju hutan


Nenek itu masih menatap punggung Minghao dengan cemas, namun dia tidak bisa melakukan apa pun karena Minghao sendiri yang telah membuat keputusan, ia tidak mungkin melarang nya setelah melihat tekad di mata bocah itu.


" Hati hatilah Hao'er, nenek yakin kau pasti bisa mewujudkan impian mu" gumam nenek itu dengan cemas


Selama di sekte pedang giok Minghao selalu di tindas oleh murid murid di sana kadang dia tidak di beri makan oleh mereka, dan hanya nenek inilah yang diam diam selalu memberi nya makanan, kadang juga nenek itu akan mendapatkan hukuman bila di ketahui memberikan makanan kepada Minghao, tentu saja sekarang nenek itulah yang paling cemas melihat Minghao yang menyusul kedua dermawan mereka, karena bagaimana pun dialah yang paling dekat dengan Minghao.

__ADS_1


" Nek tenanglah dia pasti akan baik-baik saja, kita doakan saja dia bisa menyusul dermawan" ucap salah satu salah satu di antara mereka yang di angguki yang lainnya


" iya.... Baiklah mari kita melanjutkan perjalanan kita ke kota terdekat, dan kalian semua ingatlah jangan ada yang membocorkan masalah ini pada orang lain" ucap nenek itu


" Baik"


_____________________________________________


sedangkan di kota dan daerah sekitar yang cukup dekat dengan wilayah sekte pedang giok para penduduk di sana dapat melihat api berwarna hitam yang menjulang tinggi ke langit, siapapun yang melihatnya akan merasakan ketakutan pada diri mereka.


Namun bukan hanya itu suara teriakan dari dalam sekte pedang giok pun terus terdengar sampai ke wilayah yang dekat dengan tempat itu, orang orang yang berada di dalam rumah bahkan langsung keluar dari rumah rumah mereka masing-masing hanya untuk melihat apa yang terjadi.


" Ada apa ini? Suara apa itu! kenapa suara nya terdengar mengerikan!" Ucap warga satu


" Lihatlah itu!" Seru warga dua menunjuk kesatu arah


Mereka pun mengikuti apa yang di tunjukkan nya, Di sana mereka dapat melihat sebuah api berwarna hitam terlihat aneh karena selama ini mereka tidak pernah melihat api berwarna hitam, api itu menjulang tinggi sampai ke langit.


" Api apa itu kenapa warna nya aneh sekali" seru warga ketiga


" Bukankah api itu berasal dari wilayah sekte pedang giok" ujar warga satu


" Benar, benar" seru yang warga lainnya


" Apa yang terjadi? seperti nya suara teriakan dan jeritan itu juga dari wilayah sekte pedang giok" ujar warga kedua


Kejadian yang menggemparkan semua orang itu bukan hanya di bicarakan oleh para penduduk biasa atau orang biasa, namun juga menjadi pembicaraan bagi para Kultivator yang juga melihat kejadian aneh itu.


Namun berbeda dengan orang biasa yang tidak berani mendekat dan melihat langsung apa yang terjadi sebenarnya, para Kultivator tingkat tinggi lebih memilih melihat nya secara langsung di banding menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi.


Sekarang di wilayah dekat dengan tempat sekte pedang giok berdiri telah banyak Kultivator yang dari berbagai tempat, entah anggota sekte lain atau Kultivator pengelana yang datang dan melihat secara langsung.

__ADS_1


Mereka menatap tempat di mana sekte pedang giok yang sebelum nya berdiri dengan kokoh terbakar oleh api hitam, jeritan dan teriakan yang beberapa waktu ini mereka dengar memang berasal dari dalam sekte pedang giok.


Tidak ada satu pun dari para Kultivator itu yang mencoba mendekati tempat itu atau pun membatu memadamkan api itu, melihat nya saja mereka merasa ketakutan, mereka merasa ada aura yang sangat mengerikan yang menekan mereka untuk mendekati tempat itu.


__ADS_2