Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 290. Dewa Angin?


__ADS_3

Selama pertarungan keduanya hanya mengindari serangan demi serangan saja, seharusnya mudah membunuh siluman tingkat langit dengan gabungan Li Hongli dan Yueyin, namun mereka berdua tidak melakukan nya.


" Sekarang" seru Li Hongli


" Baik, siluman terimalah racun ku ini..."


Wsush


Wang Xiuhuan bergerak zig-zag, saat melihat celah dia melemparkan sebuah botol berisi racun kearah siluman beruang tersebut.


Siluman beruang yang sedari tadi hanya berfokus menyerang Li Hongli dan Yueyin saja tidak menyadari kehadiran Wang Xiuhuan, membuat botol racun itu pecah dan racun nya menyebar ke tubuhnya.


" Apakah itu berguna?" Tanya Yueyin


" Tentu saja, hanya saja racun itu membutuhkan waktu untuk bereaksi" jawab Wang Xiuhuan yakin


" Ya ku harap, tapi jika tidak, lebih baik aku melempar mu untuk menjadi makanan nya" ucap Yueyin


Li Hongli sendiri tidak peduli dengan perdebatan mereka berdua, dia hanya fokus melihat ke arah siluman beruang yang terlihat mulai terganggu dengan cairan yang jatuh ke tubuhnya.


" Roaarrgh.."


" Wang Xiuhuan cairan apa yang kau berikan padanya? Kenapa dia terlihat semakin marah!" Ucap Yueyin


" Sebenarnya itu racun yang baru ku ciptakan belum tahu hasil nya dengan jelas, seharusnya siluman itu akan langsung membusuk setelah beberapa detik terkena cairan tersebut!" Ucap Wang Xiuhuan ragu


" Berapa tinggi keberhasilan nya?" Tanya Li Hongli


" Jika itu siluman tingkat Suci mungkin 60% namun ini adalah siluman tingkat langit, tentu saja kekebalan tubuh nya berbeda jauh..." Ucap Wang Xiuhuan sambil menggaruk belakang kepala nya


" Awas!"


Wsush


Li Hongli segera menarik tangan Yueyin untuk menghindari serangan siluman beruang yang tiba-tiba menggila.


Wsosh


Dhuarr


Dhuarr


Ledakan demi ledakan terjadi berkali-kali bahkan membuat Padang rumput yang tadi di penuhi rumput hijau menjadi gersang akibat ledakan tersebut.


" Apa yang harus kita lakukan?" Ucap Wang Xiuhuan bingung


" Membunuh nya" jawab Li Hongli santai


" Kalian alihkan perhatian siluman itu" seru Li Hongli

__ADS_1


" Baik"


Wang Xiuhuan maju menyerang siluamn beruang namun dengan mudah dapat di hindari oleh siluman tersebut, berkali-kali serangan Wang Xiuhuan dengan mudah di hindari oleh nya, meski begitu dia tetap menyerang siluman itu.


" Elemen air : hujan panah" ucap Wang Xiuhuan


Wsosh


Syuuutt


Wang Xiuhuan melesat panah panah air dari busur dewa air, namun serangan nya itu hanya mampu menggores sedikit kulit siluman tersebut.


" Saudari Yin aku sudah tidak sanggup lagi, energi Qi ku habis setelah mengeluarkan jurus terakhir" seru Wang Xiuhuan dengan nafas yang sudah tidak beraturan.


" Beristirahatlah, serahkan sisa nya pada ku.." ucap Yueyin acuh


" Baik, berhati-hati lah.."


Selama Yueyin menyerang siluman beruang dari jauh Li Hongli memperhatikan nya dengan seksama, entah apa yang sedang ia lakukan.


Li Hongli yang tadi sedang memperhatikan pertarungan Yueyin melawan siluman beruang, tiba-tiba menutup matanya.


" Elemen angin : pisau angin" gumam Li Hongli sambil melambaikan tangan kanan nya dengan santai.


" Menghindar!" Seru Li Hongli


" Saudara kau hebat sekali" puji Wang Xiuhuan


" Racun mu bukan tidak berfungsi, namun karena siluman tingkat langit yang terkena racun itu membuat kerja racun itu sangat lambat, lihatlah itu!" Ujar Li Hongli menunjuk ke satu arah, dimana perlahan tubuh siluman beruang itu mulai membusuk.


" Sudah ku duga racun itu cukup efektif" ucap Wang Xiuhuan.


" Li Ge aku tidak mengerti bagaimana siluman-siluman ini berada di tempat ini?" Tanya Yueyin heran


" Apa yang perlu di bingungkan, sudah ku bilang pulau awan adalah tempat nya para siluman jadi wajar saja siluman-siluman itu kemari" ujar Wang Xiuhuan


" Bodoh, bukan itu maksudku. Meski banyak siluman di pulau ini, namun mereka tidak akan mendekati wilayah siluman lain, namun terdapat tiga siluman dengan jenis dan tingkatan yang berbeda di satu tempat yang sama, bukankah ini aneh." Ujar Yueyin menjelaskan


" Benar, ini memang bukan sebuah kebetulan... Pak tua bukankah sudah waktunya kau keluar dari tempat persembunyian mu!" Seru Li Hongli lantang.


Perkataan Li Hongli tentu saja membuat Wang Xiuhuan dan Yueyin bingung dengan siapa Li Hongli berbicara.


" Hahaha... Bocah ternyata perkembangan mu begitu mengejutkan ku" suara seseorang yang menggema di langit semakin membuat Wang Xiuhuan dan Yueyin bingung.


Sebelum Wang Xiuhuan dan Yueyin bertanya, tidak lama seorang pria dewasa muncul dari langit, dia terbang dan mendarat di hadapan ketiganya.


" Guru" sapa Li Hongli dengan memberi hormat pada orang yang baru saja muncul yang tidak lain adalah Lin Feng sendiri.


" Sudah sudah tidak perlu sopan seperti itu, bukankah kau tadi tidak terlihat menghormati guru mu ini" Sindir Lin Feng

__ADS_1


" Murid mana berani, salah guru sendiri yang menyuruh tiga siluman itu untuk membunuh kami" ujar Li Hongli acuh tak acuh


" Kau ini tidak pernah berubah Li'er selalu saja terlihat acuh tak acuh, sudahlah lebih baik kita ke kediaman ku terlebih dahulu" seru Lin Feng


" Senior adalah..." Wang Xiuhuan terlihat bingung dengan siapa dia berhadapan, meski begitu ia memiliki tebakan di otak nya namun ia ragu mengutarakan nya, apalagi saat tahu pria di depan nya adalah guru Li Hongli.


" Aku? Guru bocah ini... Orang-orang sering memanggil ku dengan sebutan dewa angin" ucap Lin Feng acuh tak acuh


" Dewa angin? Salam pada senior" ujar Wang. Xiuhuan sambil membungkuk


" Hmm.."


" Tunggu senior dewa angin, guru?" Wang Xiuhuan begitu bingung dengan situasi yang ia hadapi sekarang, dia berulang kali melihat kearah Lin Feng dan Li Hongli secara bergantian


" Ya, apa ada yang salah" ucap Li Hongli acuh


" Ti-tidak hanya saja aku terkejut mengetahui nya" ucap Wang Xiuhuan


" Salam junior pada senior" seru Yueyin sopan


" Baiklah bocah lebih baik kita pergi ke tempat ku terlebih dahulu, ayo ikuti aku jangan sampai tersesat atau kalian akan menjadi santapan siluman-siluman yang tinggal di pulau ini" ujar Lin Feng berjalan terlebih dahulu.


Li Hongli dan Yueyin mengikuti Lin Feng di belakang, sedari tadi Yueyin hanya diam saja tidak bicara sepatah kata pun, sedangkan Wang Xiuhuan sedikit canggung dengan Li Hongli ia ingat perkataan nya yang menganggap Li Hongli bercanda saat mengatakan dia kenal dengan dewa angin sekarang ia merasa malu sendiri, jika saja ada lubang besar dia ingin memasukkan kepalanya kedalam saking malu nya.


_____________________________________________


Di seluruh benua bintang biru sedang mempersiapkan pemuda-pemuda yang akan ikut dalam turnamen persahabatan di kekaisaran Zhu, bukan hanya kekaisaran Zhu dan Lian saja yang akan terlibat namun dua kekaisaran lainnya juga yaitu Kekaisaran Xiu, Kekaisaran Yong.


Keempat kekaisaran dari empat penjuru begitu sibuk, tentunya mereka ingin memamerkan pemuda pemuda unggulan dari masing-masing kekaisaran.


Meski turnamen ini di namakan turnamen persahabatan, tapi sebenarnya turnamen ini adalah suatu momen untuk keempat kekaisaran menunjukkan kekuatan dari generasi baru mereka, tentu saja mereka tidak ingin kalah dari kekaisaran yang lain.


Turnamen ini juga sangat penting bagi empat kekaisaran, selama ini meski terlihat damai namun keempat kekaisaran selalu ingin lebih unggul dari yang lainnya.


" Yang mulia dengan situasi sekarang, apakah kekaisaran Zhu mengadakan turnamen persahabatan lebih cepat dari waktu seharusnya itu baik.."


" Maksud permaisuri adalah mereka memiliki maksud tertentu"


Kaisar Lian dan permaisuri sedang duduk di taman sambil menikmati pemandangan dan minum teh.


" Benar"


" Tentu saja mereka memiliki maksud lain, tapi kita hanya bisa menunggu apa yang akan mereka lakukan setelah itu" ucap kaisar Lian sambil menyesap teh nya dengan tenang.


" Yang mulia apakah kau sudah mendapatkan kabar lain tentang putri kita?" Tanya permaisuri


" Belum, tenang saja putri kita pasti baik-baik saja, jangan terlalu memikirkan nya, kamu juga harus menjaga kesehatan agar Yueyin'er tidak cemas di luar sana" ucap kaisar Lian menenangkan


" Baik"

__ADS_1


__ADS_2