
" Biarkan saudara Liang ikut bersama tuan, dan aku serta Ying'er yang akan pergi menuju kekaisaran Zhu!"
Li Hongli tidak langsung menjawabnya, dia terdiam dalam waktu yang lama seakan sedang mempertimbangkan segala keputusan nya, sedangkan tetua Diwei sangat yakin bahwa Li Hongli tidak akan menyetujui saran dari Yelu apa lagi mengingat luka yang di alami mereka sangat parah.
" Baiklah aku setuju!" Jawab nya dengan tenang yang mengejutkan tetua Diwei.
" Nak, kau yakin akan membiarkan mereka berdua pergi kekaisaran Zhu berdua saja, bahkan dengan luka yang mereka alami itu, nak luka mereka bukan di tubuh tapi jiwa mereka yang terluka, ini akan sangat berbahaya." Ujar tetua Diwei
" Apa yang dia katakan benar Li'er, apa kau punya alasan tersendiri mengapa mengirim mereka?" Tanya Tian Long, setelah mengenal Lin Feng lama, tempramen murid nya ini hampir sama dengan saudara seperjuangan nya itu, begitu tidak bisa di tebak dan selalu tepat serta memikirkan akibat nya lebih dulu sebelum bertindak, apa lagi insting nya mengatakan Li Hongli lebih menakutkan dari Lin Feng.
" Mereka bukan orang-orang yang suka di kekang, mereka adalah orang-orang yang bebas mengepakkan sayap nya di mana saja, aku tidak pernah akan menghalangi jalan yang mereka ambil, mereka harus tahu di dunia ini selain diri sendiri tidak ada yang bisa mereka andalkan, sebab dan akibat dari segala tindakan mereka harus mereka sendiri yang menanggung nya. Jika mereka tidak bisa mengatasi jalan besar di depan nya, mereka hanya akan menjadi seorang pecundang di jalan penuh pertarungan ini!" Ujar Li Hongli dengan tenang, tai perkataan nya membuka mata orang-orang yang berada di ruangan tersebut.
" Li Ge, saudari Jiao juga akan ikut bersama kita!" Seru Yueyin memecah keheningan, Xin Jiao yang mendengar nya menatap Yueyin dengan bingung tapi di balas kedipan mata oleh Yueyin.
" Tetua Shang apakah kau mengijinkan murid mu ini untuk ikut bersama kami?" Tanya Yueyin pada Raja petir.
" Haha... Tentu saja aku akan mengijinkan nya, kesempatan untuk Jiao'er belajar dari kalian tidak boleh di sia-siakan!" Jawab nya dengan senang, dia tahu seberapa hebat nya Li Hongli, apa lagi dia telah melihat bukti nyatanya dimana para bawahan Li Hongli yang di bawah pelatihan nya sangat hebat.
" Terima kasih guru." Ucap Xin Jiao dengan tulus, dia tahu mengapa Yueyin mengajaknya, namun dia menatap Li Hongli dengan takut dia yakin Li Hongli mungkin tidak akan mengijinkan nya.
" Terserah kamu saja Yue'er!" Sahut nya dengan acuh.
" Tunggu! Apakah aku juga bisa ikut bersama kalian Meimei?" Tanya Lian Yu penuh harap.
" Tidak, pangeran Yu sebaiknya kau kembali ke istana dan membantu kaisar." Seru Li Hongli, ia tidak memanggil Lian Yu dengan panggilan saudara karena ia belum terbiasa akan hal itu.
" Baiklah" ucap nya dengan lesu.
" Nak apakah empat orang saja tidak terlalu sedikit, bagaimana jika salah satu murid saudara Diwei juga ikut dengan mu, bukan begitu saudara!" Seru nya merangkul pundak tetua Diwei agar mengerti kode dari nya itu.
" Tidak masalah" jawab Li Hongli
" Manfaatkanlah kesempatan ini, kau jangan sampai melepaskan kesempatan emas ini saudara." Bisik nya pada orang yang ia rangkul tersebut.
" Nak, kapan kau pergi? Saat kau pergi nanti murid ku akan sudah ada bersama kalian!" Ucap nya yakin, sebenarnya selain Lian Yu dia masih memiliki satu orang murid lagi tapi bakat nya memang jauh dari Lian Yu namun dia anak yang rajin dan gigih dalam berlatih. Dia tidak bisa menawarkan Lian Yu untuk ikut karena pemuda itu sudah mengatakan nya lebih dulu dan menolaknya, jadi dia akan menawarkan satu murid lain nya.
" Baik tidak masalah, kami akan berangkat besok malam. Lebih cepat lebih baik!"
" Aku mengerti."
_____________________________________________
Hari ini adalah keberangkatan Li Hongli, Raja Bumi sendiri telah membawa murid nya itu.
Murid nya adalah seorang pemuda berambut cokelat pendek, dia terlihat sangat pemalu tapi juga pekerja keras.
__ADS_1
" Guan'er saat di sana kau harus mematuhi segala hal yang Li Hongli katakan, ingat jangan membantahnya. Jika bisa belajarlah sesuatu dari nya!" Pesan Raja Bumi pada murid keduanya itu.
" Baik guru."
Di saat kedua murid dan guru itu mengobrol, tidak jauh dari sana Li Hongli membawa Yelu untuk mengobrol berdua saja dengan nya.
" Tuan."
" Yelu! Aku yakin kau pasti sudah tahu mengapa aku mengijinkan mu untuk melakukan tugas berbahaya ini?" Ucap Li Hongli menatap Yelu dengan serius.
" Ya, tuan."
Wsosh
Li Hongli mengeluarkan sebuah benda dari cincin penyimpanan nya dan menyerahkan pada Yelu.
" Ambillah, gunakan hanya pada saat genting saja. Kau bisa memecahkan benda ini jika kau dan Ying Yue dalam bahaya"
Benda itu hanya seukuran bola tenis saja, bentuk nya juga bulat dan bersinar cerah, juga memiliki energi yang begitu aneh.
" Baik tuan."
" Jangan lakukan hal konyol lagi! jika tidak, mungkin aku tidak akan datang membantu." Ucap Li Hongli sambil berbalik dan pergi.
" Ayo, berangkat!"
Wsush
Wsush
Li Hongli mulai bergerak di ikuti oleh Yueyin dan yang lain nya.
Mereka sama sekali tidak berhenti bergerak meski sudah satu hari satu malam bergerak tanpa beristirahat, sampai...
" Hosh.... Hosh..."
" T-tunggu! Bisakah kita berhenti sejenak. Apa kalian tidak merasa lelah?" Ujar Guan'er, Murid Raja Bumi
" Tidak." Jawab Ying Liang dengan santai sambil tersenyum menyebalkan.
Guan'er bingung dan entah apa yang harus dia katakan lagi, melihat Li Hongli, Yueyin, dan Ying Liang yang tidak mengeluarkan keringat sedikitpun, sedangkan Xin Jiao hanya berkeringat sedikit tapi tidak ada rasa lelah di wajah nya, ia benar-benar malu hanya saja diri nya memang sudah sangat lelah.
" Kita istirahat di sini dua puluh menit, setelah itu kita lanjutkan perjalanan!" Seru Li Hongli dengan tenang
" Terima kasih, Mmmm... Tuan"
__ADS_1
" Panggil sesuka mu saja." Sahut Li Hongli saat menyadari kesulitan nya.
" Baik tuan Li. Terima kasih."
" Kita lanjutkan perjalanan, sudah dua puluh menit beristirahat apa kau sekarang bisa berjalan?" Tanya Li Hongli.
" Tidak masalah."
" Setelah dua hari, kita akan segera sampai di kota yang telah di bangun oleh sekte dewa abadi!" Seru Xin Jiao yang di angguki oleh Li Hongli dan yang lain nya.
Setelah perjalanan dua hari dua malam akhir nya mereka sampai tidak jauh dari sebuah gerbang kota yang terlihat begitu megah dan mewah, desain kota tersebut sangat unik dan juga memiliki aura misterius yang mengelilingi seluruh kota.
" Jadi ini kota tempat persembunyian orang-orang jahat itu, kalau begitu ayo kita pergi!" Seru Ying Liang dengan semangat. Namun langkah nya segera di hentikan oleh Li Hongli.
" Ying Liang! Apa saja yang kau lakukan selama ini, seperti nya kau tidak bisa jauh dari Yelu." Ejek Li Hongli dengan nada tidak berdaya.
" Tuan, apakah ada yang salah?" Tanya Ying Liang dengan tampang tengil nya.
" Tuan, bukankah lebih baik kita langsung menerobos kota saja, lihatlah antrian kota ini terlalu panjang, mungkin saat malam hari baru kita bisa masuk ke dalam. Saudara Yelu tidak ada di sini, dia juga tidak sehebat tuan." Lanjut nya tidak lupa sedikit mengejek Yelu, hanya candaan bukan serius ingin menjelekkan nama Yelu, lagi pula Li Hongli sudah hapal bagaimana sifat keduanya.
" Kau ini, selalu saja bersikap ceroboh. Perhatikan lebih teliti kota itu." Jawab Li Hongli dengan tenang.
" Memang nya ada apa dengan ko-ta..."
" Aura apa itu terasa mengerikan, dan aura itu mengelilingi seluruh tempat ini" seru Ying Liang
" Benar, aku juga merasakan ada yang aneh dengan kota ini!" Seru Xin Jiao.
" Ini adalah aura dari formasi pelindung yang di ciptakan oleh seseorang dan bercampur dengan aura kematian. Tanpa melewati gerbang siapapun yang menerobos masuk dengan paksa kedalam kota akan berubah menjadi abu."
" Mengerikan sekali! Apa kau serius tuan Li?"
" Ck, tentu saja itu benar. Kalau tidak percaya mengapa kau tidak mencoba nya saja sendiri." Ujar Xin Jiao dengan sinis pada Guan'er
" Jadi bagaimana cara kita masuk ke dalam sana tanpa di ketahui oleh orang-orang?" Tanya Xin Jiao.
" Tanpa di ketahui orang-orang? Mengapa kita harus melakukan nya. Tentu saja kita masuk ke dalam kota dengan bantuan mereka." Yueyin yang sedari tadi diam mulai angkat bicara.
" Mereka sendiri yang akan membawa kita masuk." lanjut nya
" Apa kau serius! Bukankah itu sama saja kita bunuh diri." Seru Xin Jiao
" Saudari Jiao, sejak kapan kau menjadi begitu bodoh. Jika ada jalan mudah mengapa kita harus merepotkan diri kita sendiri!" Seru Yueyin sambil menatap pada orang-orang yang sedang berbondong-bondong ingin memasuki kota, membuat Xin Jiao juga ikut menatap mereka yang langsung membuat nya paham seketika.
" Aku mengerti." Gumam Xin Jiao sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" Apa yang kalian rencanakan." Ujar Ying Liang menatap Xin Jiao dengan penasaran.