
Yueyin, Yelu, Ying Yue yang di ikuti Ying Liang yang baru saja selesai mengurusi taruhan nya berjalan keluar dari kursi para penonton, kemana tujuan mereka? Jelas mereka menyusul Li Hongli yang telah pergi cukup jauh.
kepergian mereka menyita perhatian semua orang entah itu para penonton, juri, peserta, bahkan anggota kerajaan.
Di kursi Li Yuwen, dia pun berdiri dan ingin menghampiri putra nya itu.
" Saudara kau mau kemana? " Tanya tetua ketiga
" Aku ada urusan, aku permisi saudara"
" Ada apa Li Yuwen seperti nya kau sangat terburu-buru sekali..... Atau kau sudah menyadari bahwa putra sampah mu itu tidak mengikuti turnamen ini karena takut, mungkin kau ingin segera pergi karena kau malu dengan kami" ejek Li Dong
" Bukankah kau yang seharusnya menghawatirkan putra mu sendiri yang telah kalah dengan sangat memalukan itu... Dan untuk putra ku kita lihat saja nanti di babak final" balas Li Yuwen mengejek
" Sialan kauu....." Li Dong berdiri dari kursi nya dan ingin menyerang Li Yuwen tapi di hentikan oleh tetua lain nya.
Li Dong benar benar malu, niat nya yang ingin mengejek dan merendahkan Li Yuwen serta putra nya Li Hongli tapi putra nya sendiri Li Bao yang telah mempermalukan nya di hadapan para tetua Klan Li lain nya.
Di tempat anggota kerajaan pun Xin Jiao berdiri dan ingin pergi dari sana, tapi seseorang menghentikan nya
" Jiao'er kau mau kemana" tanya permaisuri Xin
" Ibunda aku hanya...."
" Tetaplah di sini jangan kemana-mana sampai acara ini selesai" potong Raja Xin
" Tapi ayahanda...."
" Kau bisa menemui nya setidaknya setelah acara ini selesai.... Hanya untuk hari ini saja, besok jika kau tidak ingin datang pun tak apa Jiao'er" pinta Raja Xin yang tahu akan pergi kemana putri nya tersebut.
" Baiklah ayahanda"
Di tempat Li Hongli sendiri, dia tidak sendirian karena Yueyin, Ying Yue, Ying Liang, dan Yelu telah berhasil menyusulnya.
" Li'er, Lu'er tungguuu!!!!" Suara seseorang menghentikan langkah mereka
" Ayah"
" Paman"
Gumam Li Hongli dan Yelu bersamaan
" Apa kabar kalian" tanya orang itu setelah berada dekat dengan mereka, dia yang tidak lain adalah Li Yuwen
__ADS_1
" Maaf Paman apa anda salah orang" sebelum Li Hongli atau pun Yelu menjawab, suara Ying Liang mendahului nya.
Plak
" Auww, apa apaan kau ini saudara Yelu, kenapa kau memukul kepala ku" ucap Ying Liang kesal karena tiba-tiba saja kepala nya di pukul oleh Yelu
" Jaga sopan santun mu di depan paman Yuwen" ucap Yelu sengit
" Apa maksud mu, aku hanya bertanya, Kenapa kau yang marah...." Sinis Ying yang belum tahu situasi nya.
" Bodoh, apa kau tahu siapa paman ini?" Seru Yelu kesal
" Mana aku tahu...." Ucap Ying Liang acuh
Saat Yelu ingin kembali berdebat dengan Ying Liang, Li Yuwen terlebih dahulu berkata " sudahlah Lu'er tidak perlu seperti itu"
" Tapi paman...."
" Lebih baik kita mencari rumah makan agar lebih nyaman mengobrol nya" ucap Li Yuwen memotong ucapan Yelu
" Mari ayah" seru Li Hongli yang baru saja berbicara.
" Ayah" gumam Ying Liang yang seketika menegukkan ludah nya kasar, dia melirik Yelu untuk memastikan apa yang ia dengar itu tidak salah, dan hanya di balas oleh Yelu dengan acuh.
_____________________________________________
Di salah satu rumah makan yang cukup terkenal di kerajaan Xin inilah mereka berada.
Kedatangan mereka di tempat itu langsung di sambut oleh para pelayan yang berada di sana.
" Tuan tuan dan nona selamat datang di rumah makan bunga terang" ucap salah satu pelayan tersenyum dengan ramah
" Nona aku ingin ruangan khusus, makanan dan minuman terbaik" ucap Yelu
" mari tuan" sambil mengarahkan Li Hongli dan rombongan nya menuju lantai ketiga yang merupakan lantai terakhir dari restoran tersebut.
Di sepanjang jalan menuju lantai tiga, beberapa pasang mata terus mengawasi pergerakan mereka, sehingga membuat Yelu tidak senang.
" Yelu, biarkan saja" suara Li Hongli terdengar acuh tak acuh
" Baik tuan"
Li Hongli mau pun Yueyin yakin bahwa sosok yang terus mengawasi mereka di setiap lantai tersebut, mereka tidaklah memiliki niat baik.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, mereka akhir nya tiba di lantai tiga dan pelayan tersebut lalu mengarahkan mereka pada ruangan mewah yang secara khusus menghadap arah timur, sehingga mereka dapat melihat pemandangan kota Huanxi yang indah tersebut dengan jelas.
" Silahkan tuan, nona" pelayan itu mempersilahkan Li Hongli dan rombongan nya.
" Terimakasih nona" ucap Ying Yue dengan ramah
Setelah Li Hongli dan rombongan nya memasuki ruangan, sang pelayan lalu menutup pintu ruangan, dan meninggalkan tempat itu.
Di dalam ruangan
Li Hongli membuka penutup kepala nya, lalu duduk pada kursi, menatap kota Huanxi dengan santai.
" Benar benar tempat yang nyaman" ucap Li Yuwen, sambil menikmati pemandangan yang ada di hadapan mereka dengan santai.
Berbeda dengan Ying Liang yang masih menundukkan kepala nya karena merasa bersalah dengan sikap nya yang tidak sopan pada orang tua dari tuan nya.
" Angkat kepala mu" ucap Li Hongli singkat
Mereka semua langsung menoleh pada Ying Liang yang sikap nya tidak seperti biasa nya yang banyak tingkah, tapi sekarang dia hanya diam saja sambil menundukkan kepala nya, mereka paham kenapa dia melakukan itu, yang lain nya hanya diam dan memperhatikan.
" Maaf tuan besar, ak-aku tidak tahu kalau kau adalah ayah dari tuan Li" ucap Ying Liang dengan masih menundukkan kepala nya.
" Tuan?" Li Yuwen bukan mempermasalahkan dengan sikap Ying Liang yang tadi tidak terlalu sopan pada nya, tapi ia mempertanyakan sebutan Ying Liang untuk anak nya.
Li Hongli sendiri masih terlihat santai, " perkenalkan diri mu" hanya kata itu yang keluar dari mulut nya.
" Tuan besar perkenalkan nama ku Ying Liang bawahan baru tuan Li Hongli" ucap Ying Liang tanpa membantah
" Mereka....." Ucap Li Yuwen sambil mengarahkan pandangan nya pada Ying Yue yang duduk di samping Yelu, dan Yueyin yang duduk di samping Li Hongli.
Ying Yue dan Yueyin yang di pandangi oleh Li Yuwen pun memperkenalkan diri mereka masing-masing.
" Salam untuk mu tuan besar, nama ku Ying Yue adik Gege Liang, aku juga adalah bawahan tuan Li Hongli" ucap Ying Yue tersenyum ramah.
" Salam Paman, aku Yueyin teman Li Hongli, senang bisa bertemu dengan mu paman" ucap Yueyin santai tapi masih tetap sopan.
Namun jelas Li Yuwen dapat melihat sikap dan cara gadis itu berbicara sangat anggun dan menawan tatapan nya pun sangat tajam, dan yang paling membuat tidak percaya ia seperti melihat segala sikap dan tindakan putra nya di dalam gadis itu, hanya saja dia versi perempuan nya.
" Senang juga bertemu dengan mu nona" balas Li Yuwen
" Yueyin.... Paman Bisa memanggil ku dengan nama itu" ujar Yueyin
" Baiklah nak Yueyin.... Dan kalian berdua tidak perlu formal, panggil aku paman saja sama seperti Yelu"
__ADS_1
" Kami tidak berani tuan besar.... dan juga Maafkan aku atas sikap lancang ku" ucap Ying Liang sungguh sungguh sambil berdiri dan menundukkan kepala nya