
_______________
" hah... ada bayangan raksasa yang muncul dan petir akan datang mengguncang dunia"
Orang itu benar-benar berlari dan berteriak dengan keras mengatakan kalimat tersebut, meski ia tidak tahu untuk apa itu dan dia juga merasa sangat malu tapi di bawah tatapan tajam Li Hongli yang sejak tadi terus menatap nya entah kenapa membuat nya takut.
Nyalinya seketika menciut hanya dengan tatapan nya saja.
" Ada apa dengan aura pemuda ini, dia begitu mengerikan... Namun otak nya seperti nya bermasalah. Bagaimana tidak, dia meminta ku melakukan hal aneh dan memalukan ini, apa dia pikir akan benar-benar turun petir yang menghentikan perang seperti sebelumnya... Dasar pemuda naif dan bodoh" batin nya dengan kesal tapi ia masih tetap melakukan apa yang Li Hongli perintahkan, beberapa kali juga ia harus menghindari serangan dari pihak musuh dengan sedikit usaha yang cukup melelahkan.
Sebagian orang yang mendengar nya berhenti bertarung dan melihat apa yang sedang terjadi, mereka bingung saat melihat seorang prajurit yang berlari-lari sambil berteriak tidak jelas. Yang tidak mereka mengerti adalah kalimat yang di ucapkan oleh orang itu, semua orang memandang nya dengan aneh ada juga yang menganggap prajurit itu sedang melakukan hal yang bodoh.
Cukup jauh tempat nya dari tempat peperangan para prajurit, pemimpin pasukan musuh juga melihat apa yang di lakukan oleh prajurit pihak lawan. Awal nya dia pikir akan ada strategi baru yang akan mempersulit nya serta pasukan nya tapi siapa sangka orang itu hanya melakukan hal yang bodoh dan sia-sia.
" Hahaha.... Kekaisaran Lian sekarang begitu lemah, bahkan bawahan nya saja melakukan tindakan yang begitu konyol" ujar wakil Jenderal kekaisaran Zhu tertawa sinis.
" Kau benar, sekarang kekaisaran Lian tidak sejaya dan sekuat sebelum nya. Orang-orang ini hanya sekumpulan orang bodoh saja" sini pemimpin pasukan dengan pandangan remeh.
Namun tanpa pihak musuh sadari, beberapa prajurit yang mendengar kalimat itu tanpa ada yang menyadari langsung membuat gerakan yang akan mengguncang tempat itu segera.
" Hahaha.... Perang kali ini kita akan segera menang. Semua prajurit dengarkan perintah ku, cepat serang semua prajurit yang tersisa!" Seru Jenderal tersebut tertawa dengan senang karena berpikir mereka akan segera membawa kemenangan di pihak nya.
" Tunggu Jenderal, apa kau yakin. Rasa nya ada yang janggal dengan perang kali ini, mengapa pangeran Lian Jiazhen sama sekali tidak keluar untuk menghadapi kita."
" Tenang saja, dia pasti sedang sibuk mencari adik nya yang hilang. Mana mungkin memikirkan peperangan ini."
" Hahaha Jenderal memang cerdas."
" Semua nya seraaang!!!"
" Seraaang..."
Kini prajurit dari pihak kekaisaran Lian hanya tinggal beberapa puluh orang saja, namun harus menghadapi ratusan juta oran. Meski begitu tidak sedikit pun mereka merasa takut, dengan semangat seperti karang mereka maju menghadang para prajurit itu.
Gerakan mereka berhenti saat mendengar sebuah suara.
" Semua prajurit munduuur!"
Seketika prajurit yang tersisa langsung berbalik dan pergi sejauh mungkin dari musuh.
" Ada apa dengan mereka, mengapa mereka semua mundur."
" Haha.... Mungkin mereka takut setelah melihat jumlah kita."
" Kau benar, hahaha..."
" Ayo kita kejar mereka!!"
Jedaaarr....
Sebuah petir tiba-tiba muncul dan menyambar pasukan kekaisaran Zhu, hingga mereka tidak bisa mengejar para prajurit kekaisaran Lian yang tersisa.
" Apa yang terjadi?"
Tidak lama setelah guncangan sebelumnya, petir lain nya muncul dan menyambar mereka..
__ADS_1
Jedaar....
Jedaar...
Meski petir yang muncul sekarang tidak sebesar tekanan petir sebelumnya tapi cukup untuk membunuh manusia biasa dan melukai para Kultivator, apa lagi jika itu terjadi terus menerus.
Orang yang tadi berteriak seperti orang gila tertegun sejenak sesaat melihat ratusan petir yang menyambar wilayah di mana pasukan musuh berada.
Ia bergidik ngeri saat melihat pemandangan di depan nya.
" Kultivator tingkat Bumi sekalipun akan kesulitan jika berhadapan dengan ratusan petir seperti itu" gumamnya menelan Saliva nya dengan takut.
" Kerja bagus!" Seru Li Hongli yang sudah berada di samping nya.
Ia memandang Li Hongli dengan bingung, tapi ia merasa ada yang aneh dengan kejadian ratusan petir yang muncul di depan nya sekarang. Setelah di pikirkan dengan baik mata nya berkilat dan seketika sebuah pemikiran muncul dalam benak nya.saat memikirkan kemungkinan yang terjadi seketika tubuh nya bergetar ketakutan apa lagi saat mata nya berpandangan dengan mata hitam Li Hongli.
" Tu-tuan apa i-ni semua rencana mu?" Meski takut tapi dia tetap menanyakan nya.
" Ya, namun kau juga membantu memperlancar rencana ini" jawab Li Hongli dengan nada ringan.
Deg
Jadi apa yang dia lakukan tadi memang sebuah strategi yang telah pemuda ini rencanakan, tapi dipikir bagaimana pun juga dia tidak mengerti rencana pemuda ini dan apa pemicunya. Apakah hanya dengan berlari dan berteriak seperti orang gila dapat membantu?
" Tuan, strategi apa yang kau gunakan sebenarnya?" Tanya nya lagi
Namun Li Hongli hanya diam tanpa menjawab nya.
" Semua nya ayo bantu yang lain."
Tanpa instruksi dari Li Hongli mereka semua seakan mengerti tugas masing-masing, sekelompok orang terlihat berpisah dan mengelilingi pasukan musuh, entah yang akan mereka lakukan bahkan musuh mereka juga bingung dengan kedatangan orang-orang yang hanya ada sekitar dua puluh orang saja tapi berani mengepung musuh yang jumlahnya lebih dari seratus.
" Sekarang."
Sebuah dinding transparan muncul menyelimuti seluruh tempat yang terdapat musuh di dalam nya, namun aneh nya bagian atas penghalang itu tidak menutup sehingga jika mereka bisa, mereka akan melarikan diri dari atas.
Sayang nya serangan petir tidak berhenti juga, membuat musuh tidak bisa lagi lari dari jalur mana pun. Namun dua orang yang kekuatan nya lebih tinggi dari yang lain nya berhasil meloloskan diri dari jebakan yang Li Hongli buat. Meski begitu Li Hongli masih terlihat tenang tanpa berniat menghentikan kedua orang itu.
" Tuan pemimpin apa kau tidak akan mengejar Jenderal dan wakil Jenderal dari pihak musuh ?" Tanya prajurit itu dengan bingung.
" Untuk apa?" Ucap Li Hongli dengan acuh tak acuh
" Apa? Bukankah akan berbahaya jika membiarkan mereka lolos begitu saja." Seru nya tidak mengerti dengan maksud pemuda ini sebenarnya, apa pemuda ini mengerti perang atau tidak? Mengapa dia begitu acuh terhadap peperangan ini?
" Lian Jiazhen seorang cukup untuk menghadapi keduanya..."
Mendengar itu dia seketika tertegun, benar ia sama sekali tidak melihat keberadaan putra mahkota, jadi ternyata pangeran Lian Jiazhen sedang mencari celah untukmenghadapi pemimpin pasukan lawan.
" Namun sayang nya kau salah, yang paling berbahaya bukan mereka...."
" Apa..."
" Sebuah pedang paling hebat sekalipun tidak akan berguna jika melukai pembuat nya sendiri. Sedangkan di banding menangkap musuh yang sudah jelas di depan mata, aku lebih tertarik menangkap musuh yang bersembunyi di dalam bayangan." Ujar Li Hongli dengan tenang.
Deg
__ADS_1
" Tuan.. apa maksud mu terdapat mata-mata di antara kita" ucapnya dengan hati-hati, wajah nya sudah berkeringat dingin.
" Mengapa kau begitu berkeringat, atau kau adalah mata-mata itu!" Seru Li Hongli tersenyum menatap nya, membuat prajurit itu semakin takut akan terbongkar identitas nya.
" Ma-mana mungkin aku melakukan itu tuan..."
" Benarkah, sayang sekali aku bukan orang yang bodoh.... Prajurit bawa dia ke ruang interogasi sekarang!" Seru Li Hongli dengan tenang, tapi tidak dengan prajurit itu yang mendengar nya.
" A-apa... Kau tidak bisa melakukan ini tuan, aku ini prajurit yang begitu setia pada kekaisaran..."
" Cepat bawa pengkhianat ini dari ku, sungguh mengotori mataku."
" Baik tuan."
Setelah kepergian orang itu Li Hongli tidak lagi tinggal diam, dia berjalan ke tengah Medan perang dengan gagah nya.
" Mari segera selesaikan ini..."
" Kalian bisa mundur sekarang, serahkan sisanya pada ku" ucap Li Hongli yang begitu kecil seperti sedang berbisik, tapi semua orang dapat mendengar nya dengan jelas seakan Li Hongli sedang berada di samping mereka.
" Baik tuan"
" Baik..."
Meski mereka tidak tahu Li Hongli dapat mendengar dan melihat nya atau tidak, tapi mereka tetap menjawab nya entah itu dengan anggukan atau dengan cara lain nya.
Petir tidak lagi bermunculan, lalu perisai transparan yang mengurung pasukan musuh juga ikut menghilang. Melihat itu para prajurit lawan merasa sangat senang, meski begitu banyak juga korban nyawa yang telah berjatuhan dari pihak mereka.
Para prajurit kekaisaran Lian segera menyingkir dari Medan perang sesuai instruksi dari Li Hongli.
" Ada apa ini?"
" Apakah serangan petir telah berhenti..."
" Seperti nya iya!"
Baru saja mereka merasa tenang, tapi sebuah serangan membuat mereka tidak bisa melakukan apapun lagi, dan hanya bisa pasrah saja.
" Benda apa yang berkilau itu!"
" Apakah itu es.."
" Tidak mungkin."
Jleb
" Aakhh..."
" Arrghh..."
Mereka semua dihujani oleh puluhan kristal runcing yang Li Hongli ciptakan, benar saja diam nya dia merupakan badai yang muncul dengan begitu dahsyat.
Li Hongli tidak menyisakan satupun dari mereka membuat tempat itu terlihat begitu mengerikan tapi juga indah dengan warna biru dan merah dari kristal yang berasal dari elemen milik Li Hongli.
" Selesai..."
__ADS_1