Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 318. Kedatangan Para Bandit


__ADS_3

Tetua Zhishu dan Yueyin yang sedang membangun tenda di kejutkan dengan suara ledakan yang terdengar seperti suara pertarungan.


" Ada yang bertarung di dekat sini!" Seru Yueyin sikap santai nya langsung berubah menjadi serius.


" Seperti nya suara nya berada di depan gerbang desa Duan!" Ucap tetua Zhishu


" Ya, suara nya memang berasal dari sana, siapa yang sedang bertarung!"


" Ayo kita melihat nya!" Seru tetua Zhishu


" Senior duluan saja, aku akan menyelesaikan membangun tenda-tenda ini terlebih dahulu" ucap Yueyin santai


" Tapi, apa kau serius tidak akan membantu para warga?"


" Mereka tidak memerlukan bantuan ku" jawab Yueyin singkat


" Baiklah, kau tetap di sini!" Tetua Zhishu tidak ingin berdebat lagi dengan gadis ini, dia lebih memilih untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya di sana.


" Tuan apa kau yakin tidak akan membantu nya?" Setelah kepergian tetua Zhishu, Phoenix es yang berada di dalam kalung Phoenix tiba-tiba berbicara dengan Yueyin.


" Menurut mu bagaimana?" Bukan nya menjawab Yueyin malah balik bertanya.


" Hamba yakin tuan akan pergi membantu mereka, namun hamba tidak mengerti mengapa tuan masih berada di sini?"


" Jingwei mereka dari sekte aliran putih penumpas kejahatan, mengapa aku harus mengganggu tugas mulia mereka, aku akan pergi ke sana, namun setelah menyelesaikan pekerjaan ku di sini!" Ucap Yueyin acuh tak acuh


" Seperti nya tuan hanya diam dan membalikkan kain dan kayu-kayu itu lalu apa pekerjaan penting yang tuan katakan!" Jingwei, sang Phoenix es tidak mengerti maksud perkataan tuan nya ini, yang ia lihat sedari tadi Yueyin hanya sekedar melihat-lihat benda-benda yang ada di sana saja.


" Aku ingin membuat tenda, namun membuat nya dengan kain-kain ini ternyata lebih sulit. Jika tahu begini lebih baik aku menggunakan nya sedari tadi. Jingwei kau diam dan urus saja telur itu dengan baik!" Ucap Yueyin acuh dan meminta Jingwei untuk mengurus telur yang dulu ia temukan.


" Baik tuan.."


" Elemen kayu : akar merambat" Yueyin mulai mengeluarkan jurus nya.


Tidak lama akar-akar pohon keluar dari tanah dan mulai membentuk sebuah tempat tinggal sederhana.


Yueyin membutuhkan waktu sepuluh menit untuk membuat lima belas tenda yang di buat dari akar-akar pohon tersebut.


Selama Yueyin sedang membuat tenda, suara-suara pertarungan tidak berhenti ia dengar.


" Ck, mengapa mereka begitu lama mengalahkan orang-orang itu, sungguh menganggu pekerjaan ku" gumam Yueyin dengan kesal


Meski terus menggerutu Yueyin tetap pergi untuk melihat apa yang terjadi di sana.


_____________________________________________


Sebelum nya, tetua Qixuan bersama Xia Xionglue dan Lien Hua mencoba kembali mendekati para warga namun semua orang langsung menjauhi nya, mungkin hanya empat orang saja yang sedari awal tidak menjauhi rombongan Li Hongli, yaitu kakek, nenek, satu anak kecil berusia 5 tahun dan satu pemuda berusia 16 tahun .

__ADS_1


" Nak maafkan mereka, mereka hanya masih takut pada orang luar saja" ucap nenek itu


" Tidak apa nek, ini ambillah. Bukankah kakek dan nenek juga belum makan!" Ucap tetua Qixuan


" Kami sudah tua, untuk kalian saja. Bukankah itu perbekalan terakhir kalian!"


" Ah itu..."


Drap


Drap


Drap


Sebelum tetua Qixuan melanjutkan perkataannya, suara derap langkah kaki kuda terdengar.


" Itu mereka, mengapa mereka datang sekarang. Bukankah seharusnya mereka datang besok!" Ucap kakek


" Nek, kek kita harus pergi dari sini!"


" Apakah yang datang para bandit serigala, jika benar kalian tenang saja kami yang akan menghadapi nya. Hua'er, Xionglue'er ayo kita pergi!"


" Baik"


" chen'er, kau tetap di sini jaga Ran'er. Kami akan pergi untuk melihat" ujar kakek


Tetua Qixuan, Lien Hua dan Xia Xionglue diikuti kakek, nenek pergi menuju depan gerbang desa yang tidak ada penjaga nya satu pun.


" Kalian berdua mengapa kemari!"


" Kami..."


" Hei dimana kalian! Cepat keluar, mengapa tidak ada yang menyambut kami, apa kalian sudah bosan hidup!" Seru seseorang menghentikan pembicaraan nya.


" Mereka sudah datang! Xionglue'er, Hua'er tetap di sini lindungi mereka berdua."


" Baik, tetua berhati-hatilah!"


" Kau begitu berisik, jika mampu lawanlah aku!" Tetua Qixuan menghadang para bandit itu yang akan masuk kedalam


" Siapa kau?" Ucap seseorang yang berada paling depan dia seperti nya pemimpin bandit itu.


" Kau tidak layak mengetahui siapa aku, tapi aku pastikan kalian para bandit akan musnah, sekte lembah bunga tidak akan membiarkan para penjahat seperti kalian merajalela."


" Oh ternyata dari sekte aliran putih, kalian selalu saja datang sebagai pahlawan kesiangan. baiklah, aku juga ingin tahu kekuatan anggota sekte lembah bunga!" Seru ketua bandit itu menyeringai, dia turun dari kuda nya dan berhadapan langsung dengan tetua Qixuan.


" Hiyaa..."

__ADS_1


Tetua Qixuan segera menyerang ketua bandit tersebut, ketua bandit itupun tidak tinggal diam dia ikut menyerang nya. Mereka melakukan beberapa pertukaran seni beladiri, ketua bandit itu menyerang menggunakan golok sedangkan tetua Qixuan menggunakan selendang, pertarungan mereka bisa dikatakan seimbang.


Trank


Swosh


Tetua Qixuan bergerak dengan cepat untuk segera mengalahkan orang itu namun tingkat Kultivasi nya dengan orang itu ternyata sama sehingga sulit untuk nya agar segera mengalahkan orang itu.


" Ayo kita bantu ketua, serang dia!!" Seru seorang dari pihak bandit itu meminta yang lainnya ikut menyerang.


Bandit serigala yang datang sekarang berjumlah sepuluh orang dengan ketua nya juga.


Lima orang turun dari kuda dan ikut membantu ketua mereka menyerang tetua Qixuan, tentu saja karena itu tetua Qixuan menjadi kewalahan menghadapi mereka.


" Tetua!" Lien Hua dan Xia Xionglue datang dan segera membantu tetua Qixuan.


Dhuarr


" Kalian kenapa di sini?" Tanya tetua Qixuan di sela pertarungan nya.


" Tenang saja mereka semua aman, kami akan membantu tetua!" Jawab Xia Xionglue yang mengerti kekhawatiran tetua Qixuan.


" Baik, kita hadapi bersama!"


" Oh, ternyata ada dua gadis cantik disini, cantik menyerah saja, aku tidak akan melukai wajah cantik mu itu, paman akan membuat mu senang nanti?" Seru ketua itu menyeringai mesum kearah ketua bandit.


" Cuih, mati saja kau!" Seru Lien Hua kesal dan menyerang ketua bandit itu dengan brutal.


" Saudari.."


" Hua'er!"


" Akh.."


Ketua bandit dengan mudah menangkap Lien Hua dan memegangi tangan nya, dia juga mencubit dagunya agar dia dapat melihat wajah gadis itu dengan benar.


" Gadis kecil! Jangan mencoba melawan ku, jika saja wajah mu ini tidak cantik sudah ku bunuh kau sedari tadi, lebih baik kau jadi gadis patuh" ucap ketua bandit


" Lepaskan aku, dasar bandit sialan!" Seru Lien Hua meronta-ronta, tapi kekuatan bandit itu lebih kuat dari nya.


" Diamlah gadis kecil, jika kau tidak ingin terluka" ucap ketua bandit dengan dingin.


Swosh


Greeb...


Tidak lama sebuah selendang menarik tubuh Lien Hua, selendang itu ternyata milik tetua Zhishu yang baru saja datang dan langsung menolong Lien Hua saat melihat nya di sandera.

__ADS_1


__ADS_2