
Li Hongli menempelkan telapak tangan nya ke kening pria itu, terlihat samar-samar cahaya berwarna putih bersinar sedikit, ia menyalurkan energi Qi nya untuk mempercepat kesembuhan pria tersebut, jika hanya di berikan obat pria itu tidak akan langsung sembuh.
" Itu... Cahaya yang keluar dari telapak tangan nya seperti energi Qi, tapi aku sama sekali tidak bisa merasakan lonjakan Aura sedikit pun dari tubuh nya, siapa dia sebenarnya?" Batin Jiangwu ragu
" Apa yang sedang kau lakukan saudara, apa kau seorang tabib?" Tanya nya asal, tapi siapa sangka Li Hongli malah mengakuinya.
" Ya, terserah kau mau memanggil nya apa" ucap nya santai
Li Hongli kembali fokus untuk menyembuhkan pria itu tanpa mempedulikan tatapan penasaran dari mata Jiangwu.
Bocah laki-laki itu menarik narik pakaian Jiangwu sambil menunjuk ke arah Li Hongli dan berkata " Kakak apakah kakak itu bisa menyembuhkan ayah ku"
" Aku pun tidak tahu, tapi seperti nya dia tahu apa yang sedang dia lakukan" ucap Jiangwu tidak yakin
" Euugggghhh..." Lenguhan seseorang mengalihkan perhatian kedua orang itu
" Ayah" seru bocah itu saat melihat ayah nya mulai membuka mata nya perlahan
" Ayah... Ayah sudah bangun" seru bocah itu berkali-kali dengan ceria
" Kakak bagaimana keadaan ayah ku, apa dia akan sembuh" tanya bocah itu pada Li Hongli
" Tenanglah, ayah mu pasti akan sembuh" seru Li Hongli dengan tenang sambil mengacak rambut bocah kecil itu dengan lembut.
" Air" ucap pria yang baru saja sadar
" Ayah"
" Minum pelan pelan paman" ujar Li Hongli membantu pria paruh baya itu untuk minum air
" Minum pil ini paman" Li Hongli memberikan satu butir pil penyembuh untuk mempercepat kesembuhan nya.
" Kalian siapa?" Tanya pria paruh baya itu dengan susah payah
" Ayah kakak ini yang telah menyembuhkan penyakit ayah" seru bocah itu dengan semangat
" Benarkah! Terima kasih atas kebaikan tuan muda, jika ada yang bisa saya bantu anda bisa langsung mengatakan nya, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu anda" seru pria itu
" Jika paman tidak keberatan, Aku hanya ingin menginap di penginapan ini selama semalam saja" ucap Li Hongli sopan dan tenang
__ADS_1
" Tidak masalah tuan muda, tapi seperti yang anda lihat penginapan ku sudah sangat tua, apa anda akan..."
" Ada tempat untuk bermalam sudah lebih dari cukup untuk ku paman. Paman tidak perlu berbicara formal seperti itu pada ku, paman bisa memanggil Hongli saja" ujar Li Hongli
" Dan nama ku Jiangwu paman jangan sampai lupa ya, oh yah... Nama paman dan adik kecil ini siapa?" Tanya Jiangwu ikut nimbrung dalam pembicaraan
" Ahk maafkan saya tuan belum memperkenalkan diri, nama ku Cheng Jun dan dia putra ku nama nya Cheng Fu" ujar Cheng Jun lirih
" Fu'er antar kedua tamu agung kita ke kamar nya untuk beristirahat"
" Baik ayah, ayah aku harus mengantar nya kamar lantai satu atau dua?" Tanya Cheng Fu polos
" Antar saja ke lantai dua" potong Li Hongli
" Tuan, lantai dua penginapan ini sudah banyak yang rusak dan kapan saja bisa roboh, lebih baik tuan beristirahat di kamar yang ada di lantai satu" ujar Cheng Jun
" Tidak apa! aku akan tetap beristirahat di lantai dua" ucap Li Hongli tidak ingin di bantah
Li Hongli memiliki rencana nya sendiri kenapa ia tetap ingin beristirahat di lantai dua.
Jiangwu juga tetap mengikuti Li Hongli, awal nya Jiangwu akan ikut masuk ke kamar Li Hongli, namun Li Hongli segera menutup pintu nya tanpa mempedulikan Jiangwu yang terpentok pintu.
Sedangkan bocah itu yang juga berada di sana dan melihat semua kejadian di depan nya hanya menatap Jiangwu dengan aneh tapi tidak berani mengatakan apapun, dia takut di marahi oleh kakak pemarah itu.
Setelah puas mengeluh sendiri, ia juga meminta anak kecil itu untuk menunjukkan kamar nya, untung nya kamar nya tidak jauh dari kamar Li Hongli, setelah berterima kasih pada bocah itu ia pun masuk ke kamar nya.
_____________________________________________
Di kamar Li Hongli tidak langsung beristirahat tapi ia memilih masuk ke dalam cincin dimensi nya, ia pergi ke tempat Minghao berlatih untuk melihat perkembangan murid nya itu dan untuk mengetahui keadaan nya sekarang pada Xiang yang mengawasi latihan nya.
Saat ia ke tempat itu kebetulan Minghao sedang menjalani latihan nya, sehingga ia tidak dapat bertemu dengan bocah itu, ia hanya berbicang sebentar dengan Xiang sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah selesai menanyakan kabar Minghao pada Xiang, ia pergi dari sana dan berjalan ke arah dimana Yueyin berada.
Dia dapat melihat Yueyin yang berada di atas batu di bawah Air terjun masih duduk bermeditasi dengan fokus menyerap energi Qi di sekitarnya, tanpa ingin menganggu gadis itu Li Hongli melihat kesekitarnya, di arah timur tidak jauh dari lokasi Yueyin berada Lixue juga sedang mencoba menaikan kekuatan nya.
Awal nya ia kemari ingin memberitahu Yueyin bahwa dia sudah singgah di suatu kota, tapi melihat Yueyin yang belum juga membuka mata ia memilih ikut berkultivasi sebentar di lokasi tidak jauh dari tempat Yueyin bermeditasi.
Setelah satu jam bermeditasi Li Hongli membuka kembali mata nya saat merasakan di dunia luar ada yang sedang mendekati kamar nya.
__ADS_1
Setelah melihat Yueyin baik-baik saja Li Hongli keluar dari cincin dimensi nya, dan benar saja tidak lama setelah ia kembali ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.
Tok tok tok
Li Hongli keluar dari kamar, ia melihat Cheng Fu lah yang mengetuk pintu nya.
Cheng Fu mengatakan makan malam sudah siap kata nya ayah nya sendiri telah membuatkan makanan sederhana untuk Li Hongli dan Jiangwu.
Ia juga mengatakan Jiangwu sudah duduk di bawah dan hanya menunggu Li Hongli untuk turun.
" Baiklah, ayo kita kesana" seru Li Hongli
Di lantai satu ada sebuah meja sederhana, di sana juga Cheng Jun dan Jiangwu sudah duduk santai ada beberapa hidangan yang ada di atas meja, meski hanya hidangan sederhana tapi kelihatan nya cukup menggugah selera.
" Selamat malam paman" seru Li Hongli sopan
" Selamat malam juga tuan muda, silahkan duduk... Maaf hidangan nya hanya ala kadarnya saja, semoga kalian berdua menyukai masakan paman" ujar Cheng Jun ramah
" Tenang saja Paman, jika itu makanan aku pasti akan memakan nya" seru Jiangwu
" Apa makanan basi pun akan kakak makan?" Tanya Cheng Fu polos
" Ya tidaklah siapa juga yang menyukai makanan busuk itu" ketus Jiangwu
" Tapi kakak sendiri yang mengatakan nya, bukankah itu tetap makaman" ucap Cheng Fu dengan senyum polos nya.
" Jangan menelan ludah (menarik kata kata) mu sendiri" cibir Li Hongli pedas
" Aku lagi yang salah, seharusnya aku tidak mengatakan apapun" gumam Jiangwu kesal
Setelah sedikit perdebatan mereka pun memakan hidangan yang ada tanpa satu pun yang berbicara.
Li Hongli memilih kembali ke kamar nya setelah menikmati hidangan yang telah kedua ayah dan anak itu siapkan.
Kondisi Cheng Jun pun sudah membaik hanya butuh istirahat, namun kondisi mereka cukup menyedihkan, mereka hanya tinggal berdua saja sekarang setelah ibu Cheng Fu meninggal saat melahirkan nya.
Penginapan anggrek emas adalah satu satu nya bisnis Cheng Jun dalam membesarkan Cheng Fu, sudah banyak orang yang ingin membeli penginapan itu tapi dia tidak pernah menjualnya, sampai para pesaing bisnis nya membuat penginapan milik nya tidak pernah ada pengunjung lagi, sekarang penginapan ini sudah sangat tua dan bisa kapan saja roboh.
Cheng Jun tidak memiliki uang untuk memperbaiki penginapan, untuk makan sehari-hari mereka saja sangat susah.
__ADS_1