Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 72. Undangan Makan Malam


__ADS_3

Di penginapan bulan merah


Saat Li Hongli memasuki lantai satu penginapan bulan merah, tiba-tiba ada yang menyapa nya.


" Permisi tuan" sapa seorang pria pada Li Hongli


" Hmmm.... Ada apa" tanya Li Hongli


" Maafkan saya mengganggu waktu anda tuan, saya pengawal pribadi tuan Jiang. Dia meminta tuan muda untuk datang ke ruangan nya" ucap pria itu


" Baiklah....." Jawab Li Hongli


"Yelu bawa mereka berdua ke kamar ku, dan pesankan makanan untuk mereka" lanjut Li Hongli pada Yelu


" Baik tuan"


" Tunjukan jalan nya" ucap Li Hongli pada pria di hadapan nya


" Mari tuan muda"


Li Hongli mengikuti pria itu sampai di sebuah ruangan yang terlihat elegan dan cukup mewah, mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan itu.


" Salam tuan Jiang" sapa pria tadi


Mendengar ada seseorang yang memanggil nya Jun Jiang mengalihkan perhatian nya dari tumpukan berkas ke arah suara itu berasal.


" Ternyata tuan muda, silahkan tuan muda duduk, dan kau tunggulah di luar" Jun Jiang mempersilahkan Li Hongli untuk duduk, setelah itu meminta pengawal nya untuk berjaga di luar ruangan.


" Terimakasih tuan Jiang, kalau saya boleh tau ada keperluan apa tuan Jiang memanggil ku kemari" tanya Li Hongli


" Tuan muda tidak perlu formal pada ku, panggil paman saja seperti sebelum nya tuan memanggil ku" ucap Jun Jiang


" Kalau begitu paman tidak perlu memanggil ku dengan sebutan tuan muda" balas Li Hongli


" Hahaha..... Baiklah kita tidak perlu berbicara dengan formal, paman meminta mu kemari karena paman ingin mengundang mu dalam perjamuan makan malam di kediaman klan Jun, apa kau bisa nak" tanya Jun Jiang


" Kapan acara nya paman" tanya kembali Li Hongli


" Besok malam nak, paman harap kamu datang karena ketua Jun sendiri yang mengundang mu" ucap Jun Jiang


Memang setelah pelelangan selesai ketua Jun yang kebetulan hadir bersama Jun Jiang ke acara pelelangan itu pun ingin mengundang Li Hongli dalam perjamuan makan malam di kediaman Klan nya, karena ia cukup penasaran dengan pemuda misterius yang di bicarakan oleh Jun Jiang.

__ADS_1


" Baiklah paman aku akan hadir bersama teman ku juga" ujar Li Hongli


" Terima kasih nak, kau telah menerima undangan dari yang tua ini" ucap Jun Jiang


" Tidak masalah, kalau tidak ada yang ingin paman bicarakan lagi, aku permisi ingin beristirahat" ujar Li Hongli


Menurut Li Hongli tidak ada salah nya juga menghadiri undangan perjamuan makan malam dari ketua Jun, karena Jun Jiang sendiri menurutnya orang yang baik. Dia memang pemuda yang dingin tapi ia tau bagaimana cara nya menghargai orang yang lebih tua dari nya.


" Kalau begitu paman berterima kasih dan juga paman minta maaf karena telah mengganggu waktu istirahat mu" ujar Jun Jiang


" Tidak masalah paman" ucap Li Hongli, setelah itu dia pergi dari ruangan Jun Jiang menuju kamar nya.


Sedangkan di kamar Li Hongli terdapat tiga orang di sana.


" Jangan mendekat" ucap seorang pemuda yang berusaha melindungi seorang gadis


" Kalian tidak perlu takut aku hanya ingin melepaskan rantai yang mengikat kalian" ucap Yelu


Yelu mendekati mereka berdua lalu melepaskan kedua rantai itu dengan kekuatan nya, awal nya kedua orang itu merasa waspada pada Yelu tapi pemuda itu tetap membiarkan Yelu melepaskan rantai yang mengikat kedua tangan dan kaki mereka.


Tok tok tok


" Bawa semua makan nya masuk ke dalam" ucap Yelu


" Baik tuan"


Para pelayan membawa makanan nya masuk ke dalam kamar Li Hongli dan meletakan nya di meja yang berada di kamar itu.


" Semua makanan sudah kami letakan tuan kalau begitu kami permisi" ucap salah satu pelayan


" Hmm... Baiklah ini untuk kalian" ucap Yelu menyerahkan satua kantong kecil yang berisi beberapa koin perak.


" Terima kasih tuan"


Setelah semua pelayan itu pergi Yelu kembali menatap kedua orang yang berada di sana.


" Makanlah" ucap Yelu


" Hah" hanya itu yang keluar dari mulut kedua orang itu, mereka bingung dengan perkataan Yelu.


" Kenapa kalian menatap ku seperti itu, makanlah tuan muda sudah meminta ku untuk memesankan makanan untuk kalian, kalian tidak perlu takut makanan itu memang untuk kalian" ucap kembali Yelu

__ADS_1


Dengan ragu ragu pemuda itu membawa gadis yang ada di samping nya untuk makan, ia juga tidak tega melihat adik nya yang sedang menahan lapar. Mereka makan dengan lahap sampai suara pintu yang terbuka menghentikan acara makan mereka.


Krieett...


Terlihatlah seorang pemuda memasuki ruangan itu, dia adalah Li Hongli.


" Tuan" ucap Yelu menundukkan kepala nya sedikit setelah nya kembali mengangkat kepala nya kembali tegak.


" Hmm... Kenapa kalian berhenti makan, lanjutkan saja makan nya" Li Hongli menjawab sapaan Yelu setelah itu berbicara pada dua orang yang tengah berhenti menyantap hidangan di depan nya.


Dengan ragu ragu mereka berdua kembali melanjutkan acara mekan mereka.


" Apa kau sudah makan Yelu" tanya Li Hongli


" Belum tuan, aku menunggu tuan, aku juga sudah memesankan makanan untuk tuan" ucap Yelu


" Terima kasih kalau begitu mari kita makan" ucap Li Hongli


Li Hongli menyantap makanan nya dengan tenang begitu juga dengan yelu, berbeda dengan dua orang yang berada di sana mereka makan dengan perasaan yang gugup.


Setelah selesai makan Li Hongli menatap dua orang yang ada di depan nya. Dua orang yang di tatap merasa gugup dan takut.


" Yelu beli lah beberapa pakaian untuk mereka..... dan sisa nya kau simpanlah untuk mu" ucap Li Hongli sambil menyerahkan satu kantung berisi puluhan emas


" Baik tuan, kalau begitu saya permisi"


" Hmm"


Li Hongli mengambil selimut yang berada di kasur nya dan melemparkan nya pada dua orang itu, pemuda itu menangkap selimut yang di lemparkan Li Hongli pada nya dengan bingung.


" Pakaikan selimut itu pada adik mu" ucap Li Hongli dingin


Setelah mengetahui maksud dari Li Hongli dia segera memakaikan selimut itu pada tubuh adik nya yang memang beberapa bagian tubuh nya terbuka sehingga memperlihatkan beberapa bagian sensitif nya.


Li Hongli mengeluarkan kartu budak milik mereka dari cincin penyimpanan nya. Setelah itu Li Hongli membakar kartu budak itu di hadapan mereka berdua dengan elemen api nya.


Mereka berdua yang melihat apa yang di lakukan Li Hongli, menatap Li Hongli dengan heran bukankah jika kartu itu di hancurkan oleh pemilik mereka, mereka bisa bebas dan kabur kapan saja.


Kartu budak adalah kartu yang di tanda tangani menggunakan darah oleh seorang budak, kartu itu sama seperti kontrak darah, yang artinya hidup dan mati budak itu ada di tangan sang pemilik kartu, meski pun orang yang telah menjadi budak ingin melarikan diri dari tuan nya, tapi selama tuan nya memiliki kartu itu mereka tidak akan pernah bisa membantah tuan nya.


Karena itulah mereka berdua sangat terkejut saat melihat orang yang telah menjadi tuan nya membakar kartu budak tersebut, mereka tidak tau apa tujuan dari tuan baru nya ini.

__ADS_1


__ADS_2