
" Baiklah, sudah waktu nya kita berpisah. Apa ada yang ingin kau tanyakan pada guru Li'er" tanya Lin Feng
" Guru di mana aku bisa bertemu dengan guru kembali" Li Hongli menatap Lin Feng dengan wajah datar nya
" Li'er jika kau mencari guru, tempat tinggal guru berada di pulau awan" setelah mengucapkan itu Lin Feng menghilang di hadapan Li Hongli, seperti dia tidak pernah ada di sana
" Seberapa kuat guru sehingga bisa menghilang dalam sekejap" batin Li Hongli
Li Hongli melihat kitab yang di berikan Lin Feng pada nya, yaitu kitab Penekan Kultivasi. Di dalam nya cuma ada satu lembar kitab saja, kitab itu menjelaskan bagaimana cara menekan tingkat Kultivasi nya supaya tidak ada yang melihat Tingkat Kultivasi nya.
Memang semua kultivator yang berada di tingkat tinggi bisa menekan tingkat Kultivasi nya sesuai keinginan mereka masing masing tapi kelemahan dari itu, Kultivator yang berada di atas tingkat Kultivasi nya dapat mengetahui tingkatan dari Kultivator itu dengan sangat jelas, berbeda jika ia menggunakan kitab yang guru nya berikan entah itu para Kultivator yang berada di bawah atau di atas tingkat Kultivasi nya, mereka tidak akan dapat mengetahui dengan pasti tingkat Kultivasi diri nya kecuali dia sendiri yang mengungkapkan nya.
Hanya dalam waktu 30 menit Li Hongli dapat memahami isi dari kitab itu dengan sempurna dan langsung mempraktekkan nya . Sekarang aura nya terasa seperti pertama kali memasuki hutan larangan yang tidak bisa berkultivasi.
"Ini sudah dua tahun lebih ibu pasti khawatir pada ku, sebaik nya aku bergegas pulang" ucap Li Hongli pelan
Li Hongli melanjutkan perjalanan nya kembali beserta Lan setelah Lin Feng pergi.
Saat di tengah perjalanan Li Hongli bertemu dengan sekelompok serigala besi yang dulu mengejarnya sampai ia terjatuh ke dasar jurang.
" Kita bertemu kembali....." Ucap Li Hongli dengan seringai nya
Mungkin dulu dia harus malarikan diri dari serigala serigala ini tapi tidak untuk sekarang membunuh mereka itu mudah.
Auuuu.......
__ADS_1
Terdengar Suara Lolongan serigala saling bersautan
Li Hongli mengeluarkan pedang kayu dan mengalir energi Qi ke dalam nya, dengan kecepatan tinggi dia melesat menyerang sekelompok serigala itu. Dalam sekejap tubuh semua serigala itu terbelah menjadi dua.
Pedang yang terbuat dari kayu itu dengan mudah membelah tubuh serigala besi yang memiliki kulit sekeras besi menjadi dua bagian, seperti membelah sepotong tahu.
Li Hongli mengambil kristal jiwa siluman serigala besi dan memasukan nya beserta jasad nya ke dalam cincin penyimpanan nya.
Setelah semua nya selesai Li Hongli melanjutkan perjalanan nya kembali di ikuti Lan di belakang nya.
Sekarang mereka berada di perbatasan hutan bagian dalam dan hutan bagian luar, saat mereka ingin melangkah menuju bagian terluar hutan larangan ini, lagi lagi Li Hongli bertemu dengan kenalan lama nya yaitu siluman harimau yang dulu mengejar nya.
" Lan aku serahkan dia pada mu" Li Hongli berucap santai sambil melihat pertunjukan yang akan Lan berikan pada nya.
" Baik tuan" ucap Lan, Lan bisa berbicara dengan Li Hongli karena dia sudah terikat kontrak dengan nya, tapi hanya Li Hongli yang dapat mendengar ucapan nya untuk saat ini.
Lan mempermainkan siluman harimau itu dengan membiarkan nya lari tapi belum jauh ia mengejarnya lagi terus seperti itu berulang ulang Sampai terdengar sebuah suara yang sangat familiar untuk Lan.
" Lan cepatlah selaikan pertarungan mu ini, ibu akan memarahi ku jika aku tidak segera pulang" ucap Li Hongli acuh tak acuh
Lan yang mendengar ucapan tuan nya segera mengakhiri permainan nya, dan menyerang siluman harimau itu dengan cakar nya sehingga Siluman harimau itu tak berbentuk lagi, lalu mengambil kristal jiwa siluman tersebut dan menyerahkan nya pada Li Hongli.
" Kristal jiwa siluman itu untuk cemilan mu saja Lan" ucap Li Hongli
Lan yang mendengar ucapan tuan nya menganggukkan kepala nya semangat, walaupun kristal jiwa dari siluman tingkat rendah tidak akan membantu meningkatkan kekuatan nya yang sekarang.
__ADS_1
Li Hongli melihat jasad siluman harimau yang sudah tidak berbentuk lagi hanya bisa menggeleng kan kepala nya" seperti nya kau terlalu bersemangat, sehingga siluman itu tidak lagi berbentuk, sudahlah ayo pergi"
Lan yang mendengar ucapan Tuan nya segera mengubah ukuran tubuh nya menjadi kecil kembali dan mengikuti Li Hongli dari samping.
_____________________________________________
Li Hongli sudah sampai di depan gerbang desa batu, Setelah melewati prosedur yang cukup rumit akhir nya Li Hongli berhasil memasuki desa batu.
Karena hari mulai gelap dan ia juga sudah lelah, dia memutuskan untuk menginap di desa batu malam ini.
Dia pergi menuju penginapan yang dulu menjadi tempat nya menginap juga, yaitu penginapan teratai putih.
Setelah memesan satu kamar, Li Hongli pergi ke kamar nya untuk beristirahat, Lan yang dari pertama masuk gerbang desa batu selalu berada di gendongan Li Hongli. Li Hongli menurunkan Lan dan ia segera tidur karena terlalu lelah.
Pagi telah tiba menggantikan malam yang gelap, Li Hongli sudah meninggalkan penginapan teratai putih dan melanjutkan perjalanan pulang nya kembali. Sebelum melanjutkan perjalanan nya sekarang ia sedang makan di sebuah kedai Li Hongli mendengar informasi tentang turnamen tahunan yang akan di lakukan lima bulan lagi.
" Lebih baik nanti aku tanyakan tentang turnamen tahunan ini pada ayah, tapi apa mereka akan mengenali ku dengan penampilan warna rambut ku yang sudah berubah jauh dari yang dulu..... Haahh sudahlah lihat nanti saja" batin Li Hongli
Setelah selesai makan ia segera pulang untuk bertemu keluarga nya.
Sekarang Li Hongli sudah berada di depan gerbang kota Shilin, baru mereka berniat untuk melangkahkan kaki nya memasuki gerbang, terdengar suara yang menghentikan nya.
Li Hongli menoleh melihat empat orang berpakaian seperti pengawal berjalan kearah nya.
" Berhenti, kami sebagai penjaga gerbang masuk kota Shilin harus menjaga keamanan dan kenyamanan warga yang berada di kota Shilin ini" tanya salah satu penjaga gerbang itu, penjaga gerbang itu mencurigai Li Hongli memiliki niat buruk terhadap kota Shilin
__ADS_1
" Siapa kamu dan apa tujuan mu datang ke kota Shilin?" Tanya penjaga gerbang lain nya yang menghentikan Li Hongli dengan tegas dan dia tidak bertele-tele dalam menyampaikan Inti permasalahan nya.
" Nak kau terlihat agak asing, Pasti kamu berasal dari kota lain" ucap penjaga itu lagi, ia bisa melihat penampilan Li Hongli yang terlihat seperti orang biasa karena pakaiannya yang sangat biasa, tapi saat melihat wajah nya ada kesan agung dan aura misterius yang mengelilingi pemuda di depan nya.