
" Apa kalian tahu, ada rumor yang mengatakan kepulangan peri bunga itu karena Matriak sekte lembah bunga sedang terluka parah" seru salah satu pengunjung
" Benarkah, seperti nya akuu belum mendengar nya"
" Kau mana tahu, mereka tidak mungkin membiarkan berita ini tersebar keluar atau sekte lembah bunga akan dalam masalah" mereka berbicara sambil berbisik, namun perbincangan mereka dapat di dengar jelas oleh Li Hongli.
" kau jangan menyebarkan berita sembarangan, jika berita itu ternyata tidak benar kau akan dalam masalah" tegur temannya
" aku tidak berbicara sembarangan, saudari ku ada yang bekerja sebagai pelayan di sekte itu, dia sendiri yang mengatakan nya" bisik nya dengan penuh keyakinan.
Li Hongli berdiri dan berjalan ke arah meja yang tidak jauh dari nya, terdapat tiga orang yang duduk di sana.
" Apa yang akan dia lakukan?" Tanya Wang Xiuhuan
" Entah, lihat dan perhatikan saja!" Jawab Yueyin acuh
" Cih kalian memang pasangan yang serasi, sama-sama acuh dan dingin" ejek Wang Xiuhuan
" Terima kasih atas pujian nya" jawab Yueyin
" Permisi tuan-tuan, kalian seperti nya sedang membicarakan hal yang begitu serius, membuat ku begitu penasaran, apa kalian bisa membagi nya" ucap Li Hongli cukup sopan seperti bukan diri nya
" Hebaat, apakah itu saudara Li, mengapa aku jarang melihat sikap nya yang sekarang!" Seru Wang Xiuhuan terkejut
" Kau baru saja melihat nya, lagi pula dia memang pria licik apa yang aneh dengan sikap nya yang sekarang itu" seru Yueyin acuh
" Kau benar juga"
" Kami sedang membahas Matriak sekte lembah bunga, apa kau tahu!"
" Stss saudara diamlah jika orang lain mengetahui nya, kita bisa mati" ujar temannya memperingati
" Kau benar, maaf saudara"
" Kalian tenang saja aku tidak akan membocorkan nya, namun bisakah kalian menjelaskan semua yang kalian tahu tentang informasi terbaru mengenai yang terjadi pada sekte lembah bunga?" Ucap Li Hongli dengan tenang
" Saudara kami tidak memiliki informasi apapun, kau...." Awal nya orang itu tidak ingin mengatakan apapun, namun saat Li Hongli mengeluarkan satu batu roh kuning ke atas meja, dia menelan kembali semua kata-kata yang ingin ia ucapkan.
Mata nya dan kedua teman nya terlihat bersinar melihat harta yang ada di atas meja.
__ADS_1
Li Hongli kembali mengeluarkan dua batu roh.
" Jika kalian memang tidak mengetahui apapun, baiklah tidak apa!"
Li Hongli terlihat akan mengambil kembali batu roh tersebut, Mun segera di hentikan oleh ketiga orang tersebut.
" Saudara mengapa begitu terburu-buru, maksud kami adalah informasi yang kami miliki hanya sedikit, namun jika kau tidak masalah, aku akan dengan senang hati mengatakan nya" ujar nya.
" Tidak masalah sekecil apapun informasi yang kau berikan!" Ucap Li Hongli
" Baik, namun aku akan menuliskan semua informasi nya di dalam selembar kertas, informasi ini cukup penting, akan sangat berbahaya untuk kami jika sampai informasi ini di ketahui oleh anggota sekte lembah bunga dan itu di sebarkan oleh kami, mohon saudara berbelas kasih"
" Tidak masalah, kau tenang aku tidak pernah melanggar janji ku" seru Li Hongli
" Baik, tolong saudara tunggu sebentar"
pria itu terlihat memanggil seorang pelayan dan meminta kertas dan kuas padanya.
Lima menit kemudian pria tersebut telah menuliskan semua informasi yang dia ketahui di sebuah kertas selembar dan memberikan nya pada Li Hongli diam-diam tanpa membuat pengunjung lain curiga.
" Senang bertransaksi dengan mu, arak itu untuk kalian saja!" Ujar Li Hongli pergi dari meja tersebut.
" Tuan-tuan minuman ini di berikan oleh tuan sebelah sana untuk kalian" ujar pelayan itu menunjuk meja dimana Li Hongli berada.
" Terima kasih pelayan!"
" Saudara terima kasih arak nya!" Seru nya dengan bahasa isyarat.
_____________________________________________
Di benua bintang biru sekarang memang terlihat masih sangat tenang dan damai, namun kebenaran nya dunia ini tidak setenang dan sedamai yang terlihat. Di balik ketenangan yang di lihat orang-orang terdapat bahaya yang tersembunyi, yang kapan saja akan merenggut nyawa mereka.
Di suatu tempat yang sunyi dan jauh dari keramaian terdapat sekelompok orang berpakaian serba hitam sedang berkumpul, mereka terlihat sedang mengelilingi sebuah altar.
jika di lihat dengan teliti itu bukanlah altar biasa karena terdapat genangan darah yang mengalir dari atas altar ke bawah, dapat tercium juga aroma anyir yang begitu menyengat di tempat itu.
Salah satu orang berjubah hitam meninggalkan altar, namun tidak lama dia kembali dengan membawa seorang bayi di tangan nya dan kembali berjalan menunju atas altar.
Di tengah altar berkobar si jago merah yang begitu menyala-nyala, orang itu membawa bayi tersebut mendekati api.
__ADS_1
" Oe... Ooee..." Tangisan yang keluar dari bayi tersebut sama sekali tidak di hiraukan oleh mereka.
Orang-orang berpakaian hitam tersebut terus berjalan mengelilingi altar sembari melakukan suatu ritual aneh, seperti menyembah dan mengucapkan mantra-mantra aneh.
" Waktu nya tiba, korban kan bayi itu maka kita akan mendapatkan kekuatan dari dewa!" Seru seseorang
Sesuai instruksi orang itu, pria yang berada di atas altar pun mengangkat bayi itu tinggi-tinggi.
" Dewa tolong terima persembahan kami, berikan kami kekuatan!"
Setelah mengatakan itu dia melemparkan bayi kecil yang mungil itu kedalam api hidup-hidup, sama sekali tidak peduli dengan tangisan dari bayi tersebut.
Sungguh kejam dan biadab, itulah kalimat yang cocok untuk kelakuan mereka yang begitu kejam.
Dalam sekejap bayi kecil yang tidak bersalah terbakar oleh api yang begitu panas, apa lagi yang bisa terjadi pada nya, tentu saja dia telah meninggal oleh orang-orang kejam itu.
" Terimalah persembahan kami dewa!"
" Terimalah persembahan kami dewa!"
Seruan-seruan itu yang hanya keluar dari mulut mereka.
Tidak berapa lama api yang tadi nya berwarna merah, terlihat menunjukkan reaksi yang aneh, api itu masih tetap sama namun warna nya sedikit berubah terlihat berwarna keunguan, juga panas dari api itu bertambah semakin panas, ada sepasang mata yang muncul dari api tersebut.
" Aku sangat senang dengan persembahan kalian, terimalah hadiah dari ku" terdengar suara yang kejam dan mengerikan keluar dari api di atas altar.
Mendengar itu semua orang yang ada di sana segera bersujud kearah dimana api itu berada.
Swosh
Dari api tersebut muncul beberapa api kecil dan bergerak menuju orang-orang berpakaian hitam. Setelah api-api kecil itu masuk ke tubuh mereka, orang-orang itu di selimuti aura hitam yang begitu pekat.
" Terima kasih dewa!"
" Hidup dewa!"
" Hidup"
" Jika kalian memberi lebih banyak persembahan, aku akan memberikan lebih banyak kekuatan" ucap suara dari api tersebut.
__ADS_1
" Kami siapa menjalankan perintah dewa!"