Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 236. Siluman Banteng Merah


__ADS_3

" Apa yang kalian lakukan di sini?" Li Hongli tidak bermaksud bertanya namun ia hanya heran melihat kelima pemuda itu yang masih diam tanpa berniat lari, padahal dengan kekuatan mereka hanya akan mencari kematian saja.


" Saudara kami adalah murid dari sekte Beast, sebagai sekte pengendali hewan tentu saja kami tertarik untuk menjinakkan siluman banteng merah tersebut"


Sekte Beast merupakan sekte tingkat menengah yang kekuatan nya hampir menyamai Sekte bintang 3.


" Jika kalian ingin membuat lelucon jangan di sini!" Seru Li Hongli mencibir


" Apa maksud mu??"


Siluman banteng merah tersebut hanya diam mematung di tempat nya tanpa berniat menyerang, mata siluman tersebut tertutup dan tidak terganggu oleh kebisingan yang dibuat oleh orang orang, tubuh nya tegap berdiri selayaknya manusia.


Siluman itu seakan-akan hanya sebuah patung bukan makhluk hidup, andaikan saja Li Hongli tidak merasakan aura kehidupan dari tubuh nya, ia juga mungkin akan mengira itu hanyalah tubuh siluman yang sudah mati.


" apakah kalian bodoh? dan siapa yang mengajari kalian menyamakan siluman tingkat Suci dengan siluman rendahan, dengan tingkat Kultivasi kalian saat ini sama saja dengan menyerahkan nyawa kalian sendiri"


Kelima orang itu terdiam dengan bodoh, mereka seperti nya baru menyadari kesalahan nya.


Mereka berlima rata-rata hanya berada di tingkat Master dan hanya ada satu yang berada di tingkat Roh, sehingga melawan siluman yang berada di tingkat Suci sama saja mencari kematian mereka sendiri. Meski jumlah mereka banyak namun kualitas lebih menentukan dari kuantitas.


" Benar, Siluman itu jauh tingkatan nya dengan kita semua, mencoba menjinakkan nya sama saja dengan kita bunuh diri" ucap salah satu pemuda dengan wajah yang tiba-tiba pucat pasi.


Apa lagi saat pemuda itu tanpa sengaja melihat pergerakan dari siluman banteng merah tersebut seperti nya dia akan terbangun membuat ia tambah ketakutan.


Tanpa menunggu jawaban dari teman-teman nya, pemuda tersebut lalu pergi untuk menyelamatkan diri.


" saudara tunggu!!" Ucap pemuda yang lain memanggil teman nya yang sudah lari terbirit-birit.


BAM!!


Terjadi guncangan di tempat itu, tanpa sadar mereka melihat pada siluman banteng merah yang ternyata mulai terusik dan akan terbangun.


Melihat itu satu persatu para pemuda itu meninggalkan tempat itu dengan ketakutan dan segera menyusul teman nya yang sudah melarikan diri sebelum nya.


Li Hongli hanya diam dan tetap acuh dengan kepergian para pemuda itu, ia sama sekali tidak peduli. Namun tatapan mata nya yang tajam tidak sedikitpun mengalihkan tatapan nya dari siluman banteng merah yang perlahan-lahan mulai terbangun.


" seperti nya sudah tidak ada orang lain di sini. Dasar bodoh" umpat Li Hongli di akhir kalimat nya yang di tujukan untuk para pemuda itu.


Dengan tenang Li Hongli mengeluarkan sebuah tombak dari cincin penyimpanan nya. Pedang adalah senjata yang paling dia sukai namun senjata lain nya pun ia dapat menggunakan nya dengan sangat baik, dan saat ini ia ingin mencoba memakai tombak dalam bertarung bukan pedang nya.

__ADS_1


Slash...


Boom


Ledakan dahsyat bergema. Li Hongli menyerang siluman banteng merah tersebut hingga membuat siluman itu terbangun.


Siluman banteng merah yang terbangun itu langsung menyerang Li Hongli dengan brutal.


Pertempuran sengit terjadi, ledakan demi ledakan bergema dan menggetarkan wilayah tempat itu.


Dari jauh, para kerumunan orang orang yang menyelamatkan diri mereka sendiri dapat mendengar suara pertempuran tersebut. Tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang ingin mendatangi nya, mereka yakin bahwa siluman banteng merah itu telah terbangun.


Di medan pertempuran, Li Hongli telah bertukar puluhan jurus. Meski dia hanya berada di tingkat Raja bintang 3 namun ia masih dapat bertarung imbang dengan siluman yang ada ditingkat Suci.


Pertempuran tersebut semakin sengit, saat tombak yang Li Hongli gunakan dan tanduk banteng saling berbenturan.


Duaaarrr


Duar


Suara ledakan terus bergema.


Li Hongli tidak hanya menyerang menggunakan tombak nya saja, namun ia juga menggunakan elemen angin nya untuk mengecoh fokus siluman banteng merah tersebut.


Siluman banteng merah itu sudah berada di tingkat Suci sehingga ia memiliki akal sehat selayak nya manusia.


Saat siluman itu begitu emosi, tiba-tiba celah pertahanan nya terbuka, saat melihat celah Li Hongli langsung menyerang bagian bawah leher dari siluman tersebut.


Slash...


Tombak itu menusuk leher yang menjadi kelemahan siluman tersebut. Sebenarnya Li Hongli hanya menduga nya saja bahwa leher siluman tersebut adalah kelemahan nya karena di antara seluruh anggota tubuh siluman banteng merah yang sangat keras hanya di bagian leher lah terlihat lembut, dan dugaan nya terbukti benar.


" Roaarrgh...." Siluman banteng merah meraung kesakitan saat lehernya dilukai oleh tombak Li Hongli, dengan segera siluman itu mundur kebelakang untuk melepaskan tusukan tombak Li Hongli.


Darah segar berwarna merah kehitaman mengalir dari bagian leher siluman banteng merah tersebut, dia menatap Li Hongli penuh kemarahan dan kebencian.


" Tujuan ku melawan mu adalah untuk mengambil anggota tubuh mu yang cukup berharga" Ucap Li Hongli menyeringai.


" roaarrgh..." Raungan siluman banteng merah bergema cukup panjang yang terdengar seperti sedang memanggil bantuan.

__ADS_1


Namun sebelum itu sebuah tombak yang di selimuti api hitam yang merupakan senjata Li Hongli digabungkan dengan elemen api hitam nya menerjang siluman banteng merah dengan cepat.


Wushh..


Syuuutt


Tombak itu tepat mengenai perut siluman banteng merah, kulit siluman tersebut yang begitu keras dengan mudah dapat di tembus karena ada Api hitam yang dapat melahap apa saja yang menyelimuti tombak tersebut.


Darah merah kehitaman menyebur dari perut siluman banteng merah. Dalam sekejap tanah yang kering dan tandus itu langsung berubah menjadi hitam.


" memang pantas di sebut salah satu hewan yang memiliki racun ganas" ucap Li Hongli pelan melihat mayat siluman tersebut.


Li Hongli mengambil kristal jiwa siluman tersebut, dan memasukkan tubuh nya kedalam cincin penyimpanan.


Mungkin akan berguna untuk nya nanti, pikir nya.


Wushh...


Li Hongli lalu meninggalkan tempat itu secepat mungkin sebelum akan semakin banyak siluman yang akan datang.


" baru satu ekor sudah berada di tingkat Suci, apa lagi jika ratusan ekor, dunia ini sungguh berbahaya" Batin Li Hongli sambil terus melesat pergi mencari tempat yang aman juga mencari keberadaan Yueyin.


_____________________________________________


Di utara dunia makam waktu.


Yueyin dan puluhan orang terlempar di atas gunung batu, hanya ada hamparan batu dimana-mana, namun gunung itu diselimuti oleh kabut yang cukup tebal.


Tiba-tiba satu persatu para pemuda merasa mengantuk dan roboh tanpa tahu apa yang terjadi pada mereka.


" Oh tidak, tempat ini beracun!" Seru seorang pemuda dengan panik


Satu persatu mereka menggunakan kekuatan Kultivasi mereka untuk melindungi diri sendiri. Namun meski begitu masih saja ada yang roboh secara tiba-tiba seakan racun tersebut sangat mematikan.


" Tidak ini bukan racun, namun kabut ilusi" ucap seorang pemuda yang kebetulan adalah seorang master array.


" Apa ilusi!" Seru yang lainnya terkejut


" Tempat ini akan membuat kita mendapatkan ilusi tentang suatu hal" ujar Yueyin menyimpulkan.

__ADS_1


" Yin, kau disini... Akhir nya aku menemukan seseorang yang ku kenal di tempat ini!" Ujar seseorang dari belakang, dia adalah Lien Hua yang juga terpisah dengan Xia Xionglue padahal sebelum mereka masuk mereka berdua berpegangan tangan dengan erat tapi masih saja terpisah.


" Hmm" hanya itu yang keluar dari mulut Yueyin, suasana hati nya sedang tidak baik setelah ia mulai menjauhi Li Hongli, ia semakin acuh dan dingin pada orang lain.


__ADS_2