
" Apa aku boleh ikut bersama mu" tanya Xin Jiao penuh harap
Mendengar itu, Li Hongli mengernyitkan dahi nya, sedangkan Raja Xin dan Xin Zhuo kaget mendengar nya.
" Apa maksud mu Jiao'er, ayah tidak akan mengijinkan mu ke sana" sebelum Li Hongli menjawab Raja Xin terlebih dahulu berbicara
" Ayah aku mohon biarkan aku ikut, bukankah akan lebih baik jika aku langsung di latih oleh Li Gege, dia bisa membantu ku jika terjadi sesuatu pada ku" ucap Xin Jiao penuh harap
Raja Xin kaget dengan panggilan intim putri nya pada pemuda itu, tapi ia juga memikirkan perkataan dari putri nya itu. Namun sebelum Raja Xin berucap, Li Hongli terlebih dahulu berbicara dengan marah.
" Tidak, kau tidak ku ijinkan untuk ikut... Dan berhentilah kau memanggil ku dengan panggilan itu karena aku sangat tidak menyukai nya"
" Tapi...."
" Berhenti seakan akan kita memiliki hubungan dan membuat semua orang salah paham, aku tidak membunuh mu karena aku masih menghormati Xin Zhuo sebagai kakak mu dan Raja Xin sebagai ayah mu, jika tidak aku tidak akan mengampuni mu" ujar Li Hongli marah
karena amarah nya tanpa sengaja ia mengeluarkan aura penguasa, dan menekan ketiga orang yang berada di sana.
" Tenanglah..."
Tiba-tiba saja Li Hongli mendengar suara lembut seorang perempuan berbisik di telinga nya menyuruh nya untuk tenang, setelah mendengar suara itu, entah kenapa Li Hongli kembali menjadi tenang, dan menarik kembali Aura penguasa yang tidak sengaja ia lepaskan.
" Maafkan atas kelancangan ku yang mulia Raja, ini sudah larut malam saya pamit undur diri" ucap Li Hongli sambil menundukkan kepala nya sebentar dan setelah itu pergi dari sana.
Sedangkan Raja Xin, Xin Zhuo, dan Xin Jiao baru tersadar dari rasa terkejut mereka beberapa detik setelah kepergian Li Hongli.
" Jiao'er ayah tahu kau menyukai nya, tapi kau jangan memaksa diri nya untuk menyukai mu juga, karena kau sendiri akan terluka jika dia memilih perempuan lain di bandingkan diri mu nak" ujar Raja Xin
" Tapi ayah..."
" Meimei apa yang ayah katakan benar, cinta tidak dapat di paksakan, jika kalian berjodoh suatu hari nanti dia pasti akan menyukai mu, jangan memaksa sesuatu yang mustahil, apa lagi saudara Li adalah orang yang telah membantu kita menyembuhkan ibunda, kita harus berterima kasih pada nya, bukan membuat nya membenci kita hmm" Xin Zhuo memotong ucapan Xin Jiao
__ADS_1
" Baik ayah, Gege"
Raja Xin dan Xin Zhuo tentu marah karena Li Hongli membuat hati Xin Jiao terluka, tapi mereka juga paham bahwa cinta tidak bisa di paksakan, apa lagi Pemuda itu yang telah menyembuhkan orang terkasih mereka, Mereka tidak ingin menjadi orang yang tidak tau terimakasih apa lagi karena masalah ini.
_____________________________________________
Di kamar
Li Hongli sedang semedi untuk berkultivasi tapi suara perempuan yang ia dengar tadi membuat ia tidak bisa berkonsentrasi.
" Suara siapa tadi.... Kenapa aku merasa sangat familiar dengan suara lembut itu" batin Li Hongli.
Karena tidak menemukan jawaban dari pertanyaan nya sendiri Li Hongli pun memutuskan untuk melanjutkan Kultivasi nya.
Keesokan pagi nya Li Hongli dan rombongan nya memutuskan untuk pergi melanjutkan perjalanan nya tanpa di ketahui siapa pun karena hari masih sangat pagi sekali, ia hanya memberi tahu pada Xin Zhuo yang kebetulan bertemu dengan nya di tengah jalan.
Li Hongli dan rombongan nya telah sampai di dekat hutan darah, suasana hutan itu cukup mencekam apa lagi hutan itu sangat gelap menambah kesan seram saat melihat nya.
" Tentu tidak tuan" jawab mereka serempak
" Kalau begitu, Ayo" ajak Li Hongli
Li Hongli dan yang lain nya masuk ke dalam hutan, karena hutan yang gelap Li Hongli dan Ying Yue mengeluarkan elemen api yang mereka punya untuk mendapatkan pencahayaan.
" Tuan, kenapa hutan ini bisa di sebut hutan darah?" Tanya Ying Liang
" ada banyak cerita tentang asal muasal tempat ini, tapi yang ku ketahui tentang hutan ini cerita nya dulu tempat ini hanyalah sebuah hutan biasa, dan sebenarnya hutan ini dulu nya sangat asri dan indah tidak gelap seperti sekarang" ujar Li Hongli
" Lalu kenapa hutan ini bisa begitu gelap dan menyeramkan seperti ini tuan" tanya Ying Yue
" Yang ku dengar rumor nya dulu ada seorang Kultivator yang sangat kuat dan Kejam tinggal di sini, bahkan menurut orang orang Kultivator tersebut telah membunuh jutaan orang. Sehingga tindakan nya membuat para manusia marah dan memutuskan untuk membunuh nya dengan menggabungkan kekuatan dari berbagai Kultivator.
__ADS_1
Terjadi pertempuran skala besar selama satu Minggu yang membuat banyak Kultivator hebat yang gugur di pertempuran tersebut, hingga suatu hari semua kultivator menggunakan jurus terlarang dan menggabungkan kekuatan untuk membunuh Kultivator tersebut, Kultivator tersebut mati setelah terkena jurus itu, tapi darah telah membanjiri hutan ini dan banyak mayat dari para Kultivator yang gugur dan berada di dalam hutan ini, sehingga orang orang menyebut hutan ini hutan darah" jelas Li Hongli
" Ya... Dan aku juga dengar ada ahli yang mengatakan ada sebuah peninggalan atau makam yang tersembunyi di dalam hutan darah" ujar Yelu menimpali
" Benarkah, apa peninggalan nya terdapat banyak harta" seru Ying Liang dengan mata berbinar
plak!!
Yelu memukul kepala Ying Liang, " ck, apa yang sebenarnya ada di pikiran mu itu, kau tidak bodoh kan, apa kau pikir hanya kita saja yang datang ke sini untuk mencari peninggalan Kultivator kuat tersebut" sinis Yelu
" cih... Siapa tau kan kita beruntung dan mendapatkan peninggalan Kultivator kuat tersebut" balas Ying Liang mencibir
Booooommm....
Namun percakapan mereka harus berhenti, karena tiba-tiba mereka mendengar suara ledakan yang sangat kuat.
" Suara apa itu" seru Ying Liang
" Seperti suara pertempuran" balas Yelu
Tanpa berkata apa-apa Li Hongli langsung berlari ke arah ledakan tersebut di ikuti oleh yang lain nya, dan ketika mereka sampai di sana mereka melihat seekor beruang yang sedang bertarung dengan seekor ular cobra.
Ukuran beruang tersebut memiliki besar 5-6 meter, sedangkan untuk ular itu dia memiliki panjang 6-7 meter dan masing masing dari mereka adalah Siluman tingkat emas tinggi sehingga pertempuran ini cukup seimbang.
Melihat pertarungan di depan mereka bukan membuat mereka merasa ketakutan, tapi malah membuat mereka bersemangat, darah mereka seperti ingin mendidih karena melihat pertarungan tersebut.
" Apa kita akan bergabung ke sana" ujar Ying Liang dengan semangat
" Hmm, tapi tidak sekarang" balas Li Hongli
" Tapi kenapa?" tanya Ying Liang
__ADS_1
" Lihat dan perhatikan"