
Di tempat Li Hongli
" Seperti nya sekte Awan Putih sangat kaya, penginapan yang di dirikan oleh mereka menyebar di segala tempat" seru Yueyin
" Hmm, penginapan ini juga bukan hanya tempat untuk mendapatkan uang, namun sangat berguna untuk mendapatkan informasi dari setiap pengunjung yang singgah di sini" ujar Li Hongli
" Pantas saja sekte Awan Putih di sebut juga sebagai tempat kedua untuk mencari suatu informasi yang rahasia" ucap Yueyin
" Tempat kedua?"
" Ya, karena organisasi untuk mencari informasi secara akurat pusat nya berada di paviliun harta" ujar Yueyin dengan yakin
" Kau seperti sangat memahami kondisi yang ada di ibukota kekaisaran Lian!" Seru Li Hongli dengan sinis
" Tidak juga, hanya sebagian, lagi pula jika hanya hal kecil seperti itu bukanlah hal yang khusus" ucap Yueyin acuh sambil mengangkat kedua bahu nya.
memang benar apa yang ia katakan, informasi seperti itu sangat mudah di dapatkan, itu hanyalah informasi umum saja.
Li Hongli terus berjalan, namun langkah nya bukan menuju tempat penerima tamu, melainkan ke arah pintu keluar.
Melihat itu Yueyin merasa heran bukankah, mereka tetap mengikuti Xia Xionglue dan yang lain nya karena ingin mencari penginapan tapi kenapa Li Hongli malah berjalan keluar dari penginapan.
Meski begitu ia masih mengikuti Li Hongli di samping nya.
Li Hongli yang tadi nya berniat memesan kamar di penginapan tersebut, mengurungkan niat nya.
" Kenapa kita pergi? Bukankah kita kemari untuk memesan kamar?" Tanya Yueyin
" Apakah kau begitu lelah?" Bukan nya menjawab Li Hongli malah kembali bertanya.
" Ya aku ingin segera beristirahat, setelah semua kejadian tadi siang dan juga pembicaraan yang begitu menyenangkan tadi membuat ku sangat lelah" Sindir Yueyin
" Benarkah? Seperti nya tidak ada yang menyenangkan dari pembicaraan tadi, itu malah terasa sangat membosankan bahkan sangat memuakkan" cibir Li Hongli acuh tak acuh.
" Oh benarkah, apakah tuan muda Li Feng begitu terpesona akan kecantikan peri bunga!" Sindir Yueyin
" Ku dengar peri bunga adalah salah satu dari peri empat penjuru, siapa ketiga orang lain nya, apakah mereka cantik!" bukan nya membalas sindiran Yueyin, Li Hongli malah ingin menggoda gadis itu.
Sambil tersenyum tipis tanpa sepengetahuan Yueyin, Li Hongli ingin tahu apa yang akan gadis itu jawab.
__ADS_1
" Ya, pada urutan pertama terdapat peri es, kedua peri rubah, ketiga peri bunga dan keempat peri api... Mereka berempat di juluki kecantikan yang mematikan bukan hanya cantik tapi mereka berempat adalah para jenius di antara jenius" jawab Yueyin dengan ketus
mereka di beri julukan seperti itu sesuai dengan tempat atau kemampuan yang dimiliki masing-masing. seperti peri es yang memiliki elemen es murni ia juga berasal dari sekte gunung es, kedua peri rubah dia adalah gadis licik dan cerdik dia juga salah satu petinggi di paviliun harta, ketiga peri bunga yang merupakan salah satu murid sekte lembah bunga, terakhir peri api yang berasal dari sekte benteng api.
" Itu artinya peri es dan peri rubah lebih cantik dari peri bunga...." Jeda Li Hongli sambil melirik Yueyin untuk melihat reaksi nya.
" Ya, kecantikan kedua gadis itu sangat langka itulah kabar yang beredar. Dan keempat gadis itu bahkan menjadi incaran banyak pemuda yang ingin menjadikan salah satu di antara keempat nya menjadi pasangan mereka namun tidak pernah berhasil. apa lagi peri es, sikap gadis itu kabar nya sangat dingin bahkan lebih dingin dari peri bunga yang selalu menunjukkan sikap acuh nya pada setiap pemuda" ujar Yueyin menekankan setiap perkataan nya tanpa menatap Li Hongli sama sekali.
Sebenarnya Yueyin berniat menyindir Li Hongli, tapi entah siapa yang masuk jebakan siapa! Kedua nya saling menyindir dan menggoda.
" Tapi kenapa aku meragukan informasi itu..." Mendengar ucapan Li Hongli membuat Yueyin berbalik dan menatap Li Hongli dengan bingung.
" Seorang Dewi cantik sedang berdiri di samping ku, mana mungkin gadis gadis itu bisa dibandingkan atau bahkan lebih cantik dari Dewi ini" ucap Li Hongli sambil menaikkan sebelah alis nya menunggu reaksi Yueyin.
Yueyin yang tadi nya menatap Li Hongli dengan acuh, pipi nya berubah merah merona dan salah tingkah, ia pun memalingkan wajah nya ke arah lain untuk menyembunyikan rasa malu nya.
Ia baru menyadari sedari tadi Li Hongli ternyata sedang mempermainkan nya, dengan kesal Yueyin berjalan mendahului Li Hongli.
" Hei tunggu..." Seru Li Hongli menatap Yueyin sambil tersenyum, ia pun menyusul gadis itu.
" Kita akan mencari penginapan yang cukup jauh dari penginapan awan putih, seperti nya lebih baik kita tidak lagi berhubungan dengan mereka" ujar Li Hongli meski Yueyin sama sekali tidak menanggapi ucapan nya.
" Apa kau masih marah... Maafkan aku!" Seru Li Hongli menatap Yueyin dengan hangat.
Sebenarnya ia tidak marah, namun ia merasa malu, ia juga takut semakin dalam mencintai pemuda yang sudah memberikan kehidupan dan warna untuk nya.
Jika suatu saat nanti Li Hongli mencintai wanita lain bukan dia, ia tidak tahu akan seperti apa nanti diri nya, sehingga ia akan mencoba menjaga jarak dengan Li Hongli agar perasaan yang di miliki nya tidak semakin berkembang.
" Ya, kita akan pergi kesana"
Akhirnya Li Hongli dan Yueyin sampai di sebuah penginapan yang jarak nya sangat jauh dari tempat Xia Xionglue dan kelompok nya beristirahat.
Penginapan in memang hanya sebuah penginapan sederhana namun cukup mewah.
Li Hongli dan Yueyin berjalan memasuki penginapan, di depan penginapan terdapat dua orang penjaga yang menyambut kedua nya dengan ramah.
" Selamat datang di penginapan langit biru tuan, nona!"
Setelah masuk kedalam penginapan, mereka langsung menuju meja penerima tamu.
__ADS_1
" Selamat datang tuan, nona. Ada yang bisa saya bantu?" Ucap pelayan tersebut dengan senyum ramah
" Kami ingin pesan dua kamar!" Seru Li Hongli dingin
" Maaf tuan hanya ada satu kamar yang tersisa" jawab pelayan itu dengan hormat.
" Apakah tidak ada kamar lain yang tersisa, atau apa ada penginapan yang lain di sekitar sini!" Seru Yueyin
" Tidak ada nona, hanya penginapan ini satu satu nya yang ada di dekat sini, sedangkan penginapan yang lain jarak nya cukup jauh dari sini, tuan dan nona bisa datang ke penginapan awan putih di sana adalah penginapan paling besar yang ada di kota Jiahao ini" ujar pelayan itu menjelaskan dengan ramah.
" Baiklah, kami akan memesan kamar tersebut!" Seru Li Hongli acuh tak acuh.
Mendengar itu Yueyin menatap tajam Li Hongli, ia tidak percaya Li Hongli mengatakan hal itu.
Baru saja dia berniat ingin menjaga jarak dari pemuda itu, tapi sekarang takdir seakan tidak mengijinkan nya melakukan itu.
" Baik tuan muda! Berapa lama kalian akan menginap?" Tanya pelayan tersebut
" Satu malam" ucap Li Hongli
" Satu malam nya 1000 koin emas tuan muda" ucap pelayan itu sambil tersenyum ramah.
Li Hongli menyerahkan satu kantong kecil berisi 1000 koin emas pada pelayan itu.
" ini kunci kamar tuan! Mari saya antar..." Seru pelayan tersebut berjalan terlebih dahulu untuk menunjukkan letak kamar yang telah Li Hongli pesan.
" Ayo" seru Li Hongli pada Yueyin.
" Tapi...." Sebelum Yueyin melanjutkan ucapannya, Li Hongli terlebih dahulu menarik tangan Yueyin agar gadis itu mau mengikuti nya.
" Tuan, nona ini kamar kalian.... Selamat beristirahat, jika kalian membutuhkan sesuatu panggil saya atau pelayan yang lain saja" ucap pelayan itu sebelum pergi.
" Baik terima kasih"
Penginapan yang di datangi Li Hongli dan Yueyin terdiri dari dua lantai, penginapan itu hanya penginapan sederhana sehingga tidak ada kamar khusus di sana.
Kamar yang di tempati Li Hongli dan Yueyin berada di lantai kedua, karena hanya kamar itulah satu satu nya yang tersisa.
Mungkin karena waktu terbuka nya makam waktu semakin dekat banyak orang yang datang ke kota Jiahao yang merupakan kota yang paling dekat deny tempat muncul nya makam waktu. Sehingga banyak penginapan yang terisi penuh.
__ADS_1
Ada sekitar tiga penginapan yang ada di kota Jiahao, penginapan awan putih adalah penginapan paling besar dan mewah yang ada di kota tersebut, namun harga nya yang sangat fantastis membuat banyak orang memilih beristirahat di penginapan sederhana.
Mungkin jika Li Hongli dan Yueyin telat datang ke penginapan ini, mereka tidak akan mendapatkan satu kamar pun.