
_______
Jedaaarr...
Langit yang tiba-tiba berubah menjadi berwarna merah darah mengejutkan semua orang.
Di tempat yang jauh, sangat jauh dari alam fana, terdapat seorang pria yang wajah nya masih terlihat muda meski seluruh rambut nya sudah memutih, alis pria itu nampak tajam seperti pedang, wajah nya halus bagai bunga teratai, sikap nya begitu tenang seperti aliran air. Pria itu nampak duduk di kursi singgasana nya dengan pakaian yang serba berwarna putih tapi tidak menutupi aura nya yang terasa begitu tenang dan agung.
Di bawah kursi singgasana nya terdapat beberapa kursi lain nya yang juga di tempati oleh beberapa orang.
" Petir langit merah, siapa yang berhasil menarik petir langit yang paling berbahaya ini?" Ujar seorang pria paruh baya sambil mengelus jenggot nya yang sudah memutih.
" Yang Mulia apakah kemunculan petir ini sebagai tanda lahir nya sebuah bencana?" Tanya seorang pria paruh baya yang berada di tempat duduk paling bawah dari yang duduk di atas tahta nya.
" Benar, kemunculan petir langit merah hanya menjadi satu pertanda yaitu seseorang yang akan menerobos ke tingkat lebih tinggi tapi langit tidak mengijinkan nya karena orang itu mungkin akan membahayakan alam semesta" ucap yang lain nya
" Langit begitu penuh dengan misteri, tidak ada yang tahu apa yang sedang langit rencanakan" jawab pria yang sedang duduk di singgasana nya, mata nya nya yang terpejam membuat nya terlihat begitu berwibawa.
Langit kembali bergemuruh warna langit juga berubah menjadi emas keperakan. Dibandingkan dengan warna langit yang berwarna merah darah, warna langit yang sekarang lebih mengejutkan mereka semua yang ada di sana.
" Kesengsaraan petir surgawi!" Semua orang yang berada di ruangan tersebut langsung berdiri dari duduk nya saat melihat fenomena tersebut.
Berbeda dengan petir langit, petir surgawi hanya akan datang untuk memberikan cobaan pada dewa yang memiliki kekuatan yang amat sangat dahsyat dan diakui oleh alam semesta, seperti hal nya kaisar Langit yang menerima Kesengsaraan petir surgawi saat akan menerobos ke tingkat lebih tinggi dan menjadi kaisar langit.
" Yang Mulia!" Semua orang menatap pria yang duduk di kursi kebesaran nya dengan penuh tanda tanya di benak mereka.
" Petir langit merah menandakan lahir nya seseorang yang di tentang oleh alam semesta, tapi petir surgawi berwarna emas keperakan menandakan seseorang yang alam semesta nantikan telah muncul yang bahkan kaisar langit sendiri saat mengalami kesengsaraan dia hanya dapat memanggil petir surgawi berwarna perak." Ujar pria itu dengan tenang tatapan nya terasa rumit saat memandangi petir berwarna emas keperakan.
" Itu artinya ada dua orang yang telah memanggil kedua petir itu, yang satu bisa menjadi penghancur alam semesta dan satu lagi adalah pelindung alam semesta. Apa yang sebenarnya terjadi ini Yang Mulia?"
" Kita hanya bisa menunggu takdir apa yang akan terjadi di masa mendatang."
_____________________________________________
Di tempat lain
__ADS_1
Di Medan perang kekaisaran Lian dan Zhu, pihak kekaisaran Lian dan Zhu sedang berperang dengan seluruh kekuatan mereka. Tanah yang kering telah penuh dengan genangan darah yang mengalir dan membentuk sebuah danau darah, banyak tulang belulang dan tubuh-tubuh yang sudah tidak bernyawa berserakan dimana-mana.
" Semua nya serang!!!"
" Seraaang..."
" Para prajurit ku ingatlah keluarga, saudara, ibu, istri dan anak yang masih menunggu kepulangan kita, jangan mati di sini. Kita harus kembali membawa kemenangan agar keluarga kita baik-baik saja!" Seruan Lian Jiazhen membuat para prajurit yang sudah putus asa mengobarkan semangat di mata mereka untuk bisa melindungi kerabat tersayang dan negara yang paling mereka cintai.
Jedaaarr....
Di tengah peperangan nampak kilatan dan gemuruh petir yang amat sangat dahsyat yang bahkan membuat Medan peperangan itu bergetar dan bahkan membuat tanah menjadi terbelah-belah.
" Petir apa itu, mengapa warna langit dan petir itu berwarna merah darah. Membuat bulu kuduk ku berdiri." Gumam Lian Jiazhen menatap langit dengan perasaan yang tak karuan.
" Pangeran kita harus pergi dari tempat ini. Tempat ini akan segera longsor" benar saja apa yang di katakan jenderal tersebut tanah yang mereka pijak menjadi amblas seakan longsor terjadi.
" Baiklah... Semua prajurit ku dengarkan perintah ku, cepat mundur!" Seru Lian Jiazhen ia pergi dengan kuda nya, di ikuti para pasukan nya.
" Semua nya ayo cepat mundur."
Namun tidak lama setelah kedua pasukan berada di tempat peristirahatan mereka, langit kembali berubah begitu pun dengan petir yang muncul.
" Ada apa dengan cuaca hari ini, pertama langit menjadi merah darah dan petir merah menyambar entah kemana. Dan sekarang langit begitu berkilau dengan warna emas keperakan seakan menyambut kedatangan sesuatu yang sangat istimewa, tapi juga mengerikan saat petir berwarna emas itu datang menyambar" ujar Lian Jiazhen dengan bingung, tapi ia juga merasa bersyukur peperangan hari ini berakhir lebih cepat dari sebelumnya nya sehingga mengurangi korban yang berjatuhan.
" Mohon maaf pangeran, kejadian hari ini sungguh sangat langka, selama ratusan tahun tidak ada catatan yang mencatat akan fenomena yang begitu aneh ini" jawab penasehat Lian Jiazhen dengan bersujud memohon ampun.
" Sudahlah penasehat, bangunlah. Mungkin saja langit sedang marah dan dia sedang memperingati kita akan sesuatu"
_____________________________________________
Yueyin masih menatap bunga teratai yang melayang di depan nya dengan lekat tanpa mengalihkan sedikit pun tatapan nya ke tempat lain.
Awal nya ia ingin menghancurkan bunga teratai itu karena takut Li Hongli terluka parah, jika saja suara Li Hongli tidak menghentikan nya. Dan sekarang ia hanya dapat menunggu dan menunggu Li Hongli keluar dari benda aneh itu.
Setelah dua jam menunggu bunga teratai itu entah kenapa perlahan berubah menjadi sebuah batu kristal yang sangat indah dan berkilau.
__ADS_1
Krak
Bunga teratai tidak sekarang lebih tepat nya di sebut kristal bunga teratai, kristal teratai itu mulai retak. Retakan kecil lalu retakan besar dan hingga...
Krak
Boom
Kristal bunga teratai tersebut hancur berkeping-keping, seorang pemuda berdiri dengan kokoh nya nya, tubuh nya begitu sempurna, wajah nya sangat rupawan seperti dewa Yunani, alis nya yang tebal berbentuk pedang, hidung nya mancung, alis nya yang begitu lentik, bibir nya yang merah kehitaman.
Pria itu tidak lain adalah Li Hongli, baju yang tadi telah compang-camping dan gosong oleh sambaran petir telah berganti dengan baju Jirah berwarna emas yang begitu indah, mewah, dan terlihat agung serta elegan. Rambut nya yang berwarna emas berkibar oleh angin yang berhembus membuat dia tambah menawan.
" Li Ge!"
Mendengar suara yang sangat di kenal nya Li Hongli segera membuka mata nya, kedua mata nya tidak lagi berwarna hitam tapi berwarna berwarna emas kemerahan, siapapun yang menatap bola mata indah nya akan langsung terpesona tapi juga akan merasa kengerian dari tatapan nya. Bisa di katakan penampilan nya sekarang jauh berbeda dari penampilan nya sebelumnya, namun penampilan ini pernah muncul saat peperangan di kerajaan Xin waktu itu hanya saja tidak sesempurna saat ini, waktu itu Li Hongli berubah penampilan nya karena tidak sadarkan diri berbeda dari saat ini yang kesadaran nya masih ada.
Li Hongli turun dan menghampiri Yueyin yang sedang menatap nya dengan penuh cinta, namun di setiap langkah nya sebuah kristal berwarna biru dan merah muncul seperti mengikuti langkah nya.
" Yue'er!" Li Hongli merentangkan tangan nya meminta Yueyin untuk masuk dalam pelukan nya, tanpa menunggu waktu Yueyin segera berlari dan memeluk Li Hongli dengan erat.
" Akhir nya Gege kembali, aku sangat mencemaskan mu" ucap Yueyin terisak-isak karena menangis.
Li Hongli melepaskan pelukan keduanya dengan lembut, dia mengangkat tangan nya tidak lama sebuah bunga mawar yang sangat indah terbang terbawa angin dan jatuh di tangan nya, dengan tenang Li Hongli menggerakkan tangan nya seketika bunga itu di selimuti kristal berwarna biru dan merah, membuat bunga mawar itu terlihat sangat indah dan cantik.
" Jangan menangis bukankah aku tidak apa-apa." Li Hongli memberikan bunga yang telah ia ubah menjadi kristal itu pada Yueyin, setelah Yueyin menerima bunga itu ia menghapus air mata yang masih mengalir di wajah cantik istri nya.
" Cantik." Ucap Yueyin dengan lirih saat menatap bunga mawar yang telah berubah menjadi kristal.
" Tidak secantik istri ku. Kau sangat menyukai mawar, dan sekarang bunga mawar ini tidak akan pernah layu"
" Terima kasih."
" Goaarrhh..."
" Suara apa itu?"
__ADS_1