
" Apa hanya mereka berdua?" Tanya Li Hongli meremehkan
" Apa maksud mu?" Tanya nya heran
" Kalian! di mana tiga orang lain nya" ucap nya saat menyadari apa yang Li Hongli maksud
" maaf jenderal, saat kami menangkap mereka, dua orang lain nya sudah tidak ada" ujar prajurit itu
" Apa kau mencari kami jenderal" ujar seseorang dari arah belakang
" Kauu.... Bagaimana mungkin!!"
" Jenderal lebih baik kalian diam atau senjata kami ini yang akan membunuh kalian berdua" ujar Yelu
Sebelum nya Li Hongli dan Yueyin telah membuat rencana setelah terjadi keributan di tempat ini, Ying Liang, Ying Yue dan Yelu akan pergi diam diam dari sana tanpa semua orang sadari, dan akan menyelinap ke tempat kedua jenderal itu untuk mengawasi mereka berdua.
Awal nya mereka bertiga tidak mengerti untuk apa Li Hongli dan Yueyin menyuruh mereka hal seperti itu, namun mereka sekarang tahu rencana dari kedua orang itu, Li Yuwen sendiri tidak di beri tahu tentang rencana ini.
" Bukankah seharusnya kau lebih menghawatirkan anak buah mu itu tuan jenderal... Ups maksud ku penghianat" ujar Ying Yue tiba tiba muncul
Bruk
Bruk
Setelah kemunculan Ying Yue, bersamaan dengan itu semua para prajurit yang berada di bawah komando jenderal Lang dan jenderal Tu ambruk jatuh ke tanah dengan mulut yang berbusa perlahan lahan warna kulit mereka berubah menjadi ungu seperti terkena racun.
sebelum nya Li Hongli telah meminta Ying Liang untuk memberikan racun di setiap makanan para prajurit yang berada di bawah komando kedua jenderal itu, dan akan bekerja dalam satu hari.
" ba-bagaimana mungkin!! Harus nya kalian yang terkena racun Kultivasi" ucap jenderal Tu kaget
" Ouhh maksud mu racun kecil itu, racun itu tidak berarti apa-apa bagi kami" ujar Ying Liang sombong
" Tidak mungkin!!!" Ucap jenderal Tu tidak percaya
" Itu mungkin untuk tuan kami jenderal" ucap nya lagi sambil menyombongkan Li Hongli
Wushss
" Aahk"
Wushss
Jenderal Tu bergerak dengan cepat sambil menarik Xin Jiao dan Yueyin.
" Jika kalian berani macam-macam kedua gadis ini tidak akan selamat!" Ujar jenderal Tu
" Jiao'er" teriak Raja, permaisuri, dan Xin Zhuo
" Saudara Li, tolong selamatkan adik ku" mohon Xin Zhuo
__ADS_1
" Benar tuan Li tolong selamatkan putri ku" ujar Raja Xin, permaisuri Xin sendiri hanya bisa menangis Melihat anak perempuan nya di Sandra
" Kalian hanya punya satu pilihan Putri Xin, atau gadis satu nya lagi yang ingin kalian selamat kan" ancam nya
" Seperti nya kau yang tidak akan selamat jenderal" ucap Yelu mengasihani nya.
Bagaimana tidak Li Hongli maupun Yueyin telah menunjukkan sorot mata yang begitu tajam, dan niat membunuh yang begitu besar hanya dari sorot mata nya saja.
Yueyin dalam suasana hati yang tidak senang karena ada yang berani menyentuh nya tanpa izin dari nya, bahkan menjadikan nya Sandra. Sedangkan Li Hongli tidak suka saat melihat ada bercak darah yang mengucur dari leher Yueyin, itu dapat terlihat jelas karena cadar yang di kenakan nya berwarna cerah membuat darah yang menempel dari cadar itu terlihat jelas.
" Apa maksud mu?..." Tiba-tiba saja dia merasakan firasat yang buruk akan terjadi pada nya.
Yueyin dan Li Hongli saling melihat satu sama lain, tanpa semua orang ketahui mereka berdua memberikan kode lewat mata mereka dan hanya dapat di mengerti oleh mereka berdua saja.
" Haah... Jenderal keberanian dari mana yang kau dapatkan ini, hingga membuat ku terluka seperti ini" ujar Yueyin santai sambil menjauhkan belati yang berada di leher nya dengan santai pula.
Semua orang tercengang dengan tindakan berani yang Yueyin lakukan, begitu pun dengan Xin Jiao yang berada di samping nya sedari tadi, namun seperti nya Li Hongli, Yelu, Ying Liang dan Ying Yue tidak terkejut sama sekali.
Yueyin menyeka darah dari balik cadar nya dengan tenang, tidak ada rasa takut atau pun kesakitan di wajah nya, hanya ada ketenangan yang begitu menghanyutkan.
" Kau bagama..... Apa ini?" Jenderal Tu melihat kebawah kaki nya yang terasa begitu kaku, ia merasa tidak dapat menggerakkan kaki nya, ternyata kaki nya telah membeku menjadi es. Tanpa jenderal Tu sadari Xin Jiao telah Yueyin tarik dari tempat itu dan membawa nya pada keluarga nya.
" Telan dan berikan ini pada yang lain nya" ucap Yueyin sambil memberikan satu kantung kecil yang berisi beberapa pil
" Apa ini?" Tanya Xin Jiao bingung, ia baru saja tersadar bahwa dia tidak lagi menjadi sandra.
" Pil penawar racun" jawab Yueyin singkat
Wush
" Kalian, kalian tidak bisa membunuh kami" ujar jenderal Lang
" Kenapa kami tidak bisa melakukan nya" tanya Yelu main main
" Keponakan ku sedang membawa pasukan yang sangat banyak kemari dan mengepung kerajaan ini kalian tidak akan selamat" ucap jenderal Tu sombong
Duaaarrr
BAAAMM
" Hahahaha kalian dengar itu, keponakan ku telah sampai sekarang, kalian semua akan mati oleh nya... Jika kalian membunuh ku dia tidak akan melepaskan kalian semua" ujar jenderal Tu seperti orang gila
" Hahahaha kau benar saudara mereka tidak akan selamat sekarang...." Ucap jenderal Lang menimpali
Jleb
Slaashh
Secara bersamaan Yueyin menusuk jantung jenderal Tu dengan belati nya, dan Li Hongli memenggal kepala jenderal Lang.
__ADS_1
Mereka tidak tahu bahwa itu adalah kalimat terakhir mereka. Karena yang saat ini mereka hadapi adalah kematian.
" Kebetulan sekali, aku juga tidak berniat membiarkan mu hidup" Ucap Li Hongli sambil menyeringai
" yang mulia, yang mulia" seorang prajurit dengan tergesa-gesa menghampiri Raja Xin
" Ada apa?" Tanya Raja Xin
" Hosh hosh.... Yang mulia di gerbang kota terlihat banyak pasukan, beberapa dari mereka telah memasuki gerbang kota, para prajurit tidak mampu menahan nya.... Mereka juga membawa banyak siluman untuk menyerang kota dan kerajaan ini" ucap prajurit itu menjelaskan
"Apaaaa!!"
" Yang mulia biarkan hamba membawa pasukan hamba ke gerbang kota" ijin jenderal Weiheng
" Baiklah aku ijinkan"
" Para tetua mohon maaf atas kelalaian kami, tapi mohon para tetua untuk membantu menghadapi masalah yang kerajaan Xin kami hadapi" ujar Raja Xin di hadapan para tetua sekte.
" Baiklah aku akan membantu mu" ujar tetua sekte Awan putih
" Maaf Raja dan semua nya sekte kami tidak dapat membantu, Menurut mata mata ku yang memerangi kerajaan ini mereka merupakan orang orang sekte aliran hitam, dan banyak siluman tingkat tinggi di sana.... Kami hanya salah tetua tingkat rendah tidak akan mampu melawan mereka, dan hanya akan menimbulkan peperangan antar sekte" ujar tetua Sekte Pedang terbang
" Tapi tetua..."
" Sekali lagi mohon maafkan kami.... Kami pamit undur diri" potong tetua itu dan pergi menggunakan pedang terbang nya yang di ikuti beberapa orang di belakang nya.
" Tidak apa-apa yang mulia.... Sikap orang orang Sekte Pedang terbang memang sudah seperti itu" ucap salah satu tetua dengan tenang
" Baik.... Terima kasih untuk para tetua yang bersedia membantu kerajaan Xin"
" Tidak perlu sungkan"
Wushss
Wushss
Para tetua pun pergi dari sana menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka untuk menuju gerbang kota.
" Tuan Li Yuwen..." Panggil Raja Xin pada Li Yuwen
" Anda tidak perlu sungkan yang mulia... Tentu saja saya juga akan ikut membantu, saya sebagai rakyat tentu akan membantu semampu saya" ucap Li Yuwen
" Ayah... " Panggil Li Hongli
" Tenanglah ayah aka baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir" Li Yuwen tahu kekhawatiran putra nya karena yang mereka hadapi sekarang bukan hanya para Kultivator tingkat rendah yang akan mudah di hadapi seperti jenderal Tu dan Lang sebelum nya.
Namun mereka juga akan berhadapan dengan para siluman, meski begitu ia masih memiliki kewajiban untuk membantu kerajaan Xin semampu nya karena bagaimana pun dia tetap rakyat kerajaan ini.
" Baiklah aku dan teman teman ku pun akan membantu" ujar Li Hongli, dia tidak mungkin membiarkan ayah nya berperang sendirian, ia pun tidak akan membiarkan ayah nya terluka karena perang ini.
__ADS_1
" Terimakasih atas bantuan kalian... Sekali lagi kami akan merepotkan mu tuan Li" ujar Raja Xin
" Hmm"