
_____________________
" Sayang berhati-hatilah di sana. Ayahanda, ibunda dan saudara-saudara mu akan sangat merindukan mu di sini!" Seru permaisuri Jia memeluk tubuh Yueyin dengan erat seakan tak ingin melepaskan pelukan nya tersebut.
" Aku mengerti Ibunda, tenang saja Gege akan selalu menjaga ku." Jawab nya dengan tulus.
" Kalian pergilah sebelum hari semakin gelap, ingat kalian bisa kembali kesini jika lelah! Apapun yang terjadi di sini tetap menjadi rumah kalian." Seru kaisar Lian Haocun
Keluarga kekaisaran bersama dua senior dewa hadir untuk mengantar kepergian Li Hongli dan lain nya.
Setelah berpamitan mereka pun pergi dengan menaiki binatang dewa milik Li Hongli dan Yueyin.
" Xiang, bawa kami ke tempat itu."
" Baik tuan."
Setelah perjalanan tiga hari tiga malam tanpa berhenti mereka akhir nya sampai di atas sebuah samudera biru yang membentang luas.
" Li'er, ada di mana kita sekarang ini?" Tanya Lin Feng yang keluar dari cincin semesta.
Ia merasa sangat asing dengan tempat di mana mereka berada sekarang ini.
" Guru ini adalah tempat di mana tubuh Raja iblis tersegel, meski jiwa nya telah musnah tapi raga nya masih terkurung di bawah samudera ini." Jawab Li Hongli dengan ekspresi serius.
" Tubuh Raja iblis?"
" Ada apa guru? Apa ada yang guru ketahui tentang ini?" Tanya nya yang merasa ada sesuatu yang ingin Lin Feng sampaikan pada nya.
" Ya, Li'er. Saat itu guru berhasil menemukan tempat di mana Raja iblis tersegel, tapi tempat nya bukan di bawah Laut seperti ini, bahkan tempat itu begitu tandus dan tidak ada jejak kehidupan disekitarnya." Ucap Lin Feng menjelaskan kebingungan nya.
" Tempat itu memang memiliki hubungan dengan tempat ini, hanya saja tempat itu hanya sebagai pengecoh saja, tempat itu tercipta dan membentuk sebuah dimensi paralel yang menghubungkan nya dengan alam kegelapan tapi sebenarnya tidak ada tubuh Raja iblis di sana karena tempat itu hanya untuk pengalihan bagi orang-orang yang ingin membebaskan Raja iblis. Bersamaan dengan hancur nya pintu dimensi yang muncul di langit saat itu oleh Yue'er, pintu dimensi yang ada di tempat itupun ikut menghilang. Dan satu-satu nya cara menuju alam dewa adalah dengan melewati tempat ini." Ujar nya dengan singkat dan padat.
" Lalu bagaimana cara membuka pintu dimensi itu tuan?" Tanya Yelu
" Dengan cara paksa, aku akan menghancurkan segel yang menghalangi muncul nya pintu portal tersebut, tapi bersamaan dengan itu tubuh Raja iblis juga akan lepas, untung saja dia sudah tidak memiliki jiwa jadi mudah saja menghancurkan raga tanpa jiwa."
" Kalian pergilah sedikit menjauh dari sini!"
" Baik tuan."
" Li'er, berhati-hatilah."
Li Hongli mengangguk dan segera menutup mata nya, hingga simbol di kening nya bersinar lalu pedang penguasa langit muncul di tangan nya dengan cara yang begitu elegan.
Li Hongli dengan santai mengayunkan pedang nya dan dari ayunan pedang itu sebuah energi besar melonjak tajam hingga dapat membelah air samudera di bawah nya. Tampak terlihat sesuatu yang melayang ke atas permukaan air, dan ternyata itu adalah sebuah tubuh makhluk hidup yang mirip manusia dengan rupa yang menyeramkan karena memiliki dua tanduk kecil di kepala nya tapi wajah nya cukup tampan jika saja kulit nya tidak begitu pucat.
__ADS_1
" Benda apa itu!" Seru Xin Jiao terkejut melihat sesuatu yang keluar dari air di depan mata nya.
" Tubuh Raja iblis yang sebenarnya." Jawab Yueyin yang kebetulan berada di samping Xin Jiao dengan santai.
" Benarkah? jika di lihat wajah nya cukup tampan juga, andai tuan Li tidak ada di sana" ucap Xin Jiao ceplas-ceplos.
Yueyin hanya tersenyum mendengar penuturan dari Xin Jiao.
Gadis itu selalu saja bersikap jujur
Dari tangan kiri Li Hongli telah ada api hitam, ia mengarahkan api itu ke tubuh Raja iblis, hingga membuat tubuh tak bernyawa itu terbakar dengan panas dari apinya. Setelah menyelesaikan memusnahkan tubuh Raja iblis sepenuhnya, Li Hongli menggunakan pedang penguasa langit membuka paksa pintu portal menuju alam dewa.
Wsosh
Booom
Samudera yang tenang berubah menjadi bergelombang, air samudera tiba-tiba membentuk sebuah pusaran air yang tenang dan perlahan lama-lama menjadi kencang hingga membentuk sebuah lubang, dari lubang tersebut cahaya samar keluar.
" Guru, silahkan kembali ke dalam dunia jiwa." Seru Li Hongli yang kembali membuka pintu menuju cincin semesta nya, Lin Feng mengangguk dan segera masuk sesuai permintaan Li Hongli, lagipula kondisi nya masih terluka berada di sana hanya akan merepotkan mereka saja.
" Kalian masuklah lebih dulu!" Ujar nya pada Yelu dan lain nya.
" Baik tuan."
Wsush
Wsush
" Aaarrgh..."
" Arrhh..."
Li Hongli tidak menyangka saat memasuki lubang dimensi tersebut ternyata ada yang salah dengan portal tersebut.
" Sial, aku kurang hati-hati. Raja iblis pasti sudah melakukan sesuatu dengan pintu portal ini!" Batin Li Hongli dengan kesal.
" Yue'er, pegang tangan ku dengan erat."
" Baik..."
" Semua nya saling berpegangan jangan melepaskan satu sama lain."
Li Hongli melindungi mereka dengan array pelindung, untuk beberapa saat kondisi dapat terkendali. Tapi tidak bertahan lama sebuah badai ruang dan waktu menerjang mereka.
" Arrrgghh...."
__ADS_1
" Tuaaann..."
" Yelu!"
" Lu Ge!"
" Arrrgghh..."
" Li Ge."
" Yue'er!"
Sebelum Li Hongli bisa melakukan apa-apa sebuah badai menerjang tubuh nya dan mencabik-cabik tubuh ny, lalu pandangan nya menjadi gelap, seketika ia tidak tahu apa lagi yang terjadi.
_____________________________________________
Di sebuah Padang pasir baru saja terjadi fenomena yang aneh, sebuah badai pasir datang menerjang dengan ganas nya. Setelah badai pasir pergi sebuah tubuh seorang manusia tergeletak tak berdaya di tengah-tengah Padang pasir yang panas dengan pakaian yang compang-camping.
" Berhenti!"
Tidak lama sekelompok orang menggunakan kereta kuda yang mewah melewati tempat dimana sesosok manusia itu tergeletak tak berdaya.
" Ada apa?" Tanya seseorang yang berada di dalam salah satu kereta mewah tersebut pada prajurit nya tentang alasan dari berhenti nya kereta mereka di pertengahan jalan.
" Maaf nyonya, ada mayat seorang pemuda yang terkapar di depan kereta kita yang menghalangi jalan kita." Jawab pengawal nya dengan hormat.
" Mayat? Lihatlah apa benar orang itu sudah meninggal."
" Baik nyonya."
" Nyonya, pemuda itu masih hidup tapi dia tidak sadarkan diri."
" Bawa dia bersama kita."
" Tapi nyonya..."
" Ini perintah jangan membantah!"
" Baik."
Para penjaga itu pun membawa tubuh pemuda itu dan memasukkan nya ke dalam kereta lain bersama barang-barang yang mereka bawa.
...TAMAT...
~See you next season~
__ADS_1