
Satu jam kemudian
" Sudah, kondisi ku sudah membaik" ucap Li Hongli
" Baiklah, kita berada dimana sekarang?"
" Entah, jika menurut peta seharusnya kita muncul di hutan menuju kota Hujan."
" Benarkah, itu artinya kita telah melewati kota Xai dengan menggunakan jurus elemen ruang dan waktu"
" Ya, apakah sekarang Kamu tidak lagi marah hmm.." goda Li Hongli
" Siapa yang marah? aku tidak. Namun jurus membelah ruang ternyata sehebat ini!" Seru Yueyin mengalihkan perhatian
" Ahk.. A-apa yang kamu lakukan?" Tanya Yueyin gugup saat Li Hongli mambuat ia duduk dipangkuan nya.
" Membujuk kucing liar yang nakal.."
" Li Ge bu-bukankah ini tidak baik.."
" Apa?"
" I-itu.... Oh, ya aku akan pergi untuk mencari makanan, kondisi mu masih belum pulih seperti nya tunggu di sini aku akan pergi mencari nya dulu!" Seru Yueyin langsung berdiri dan segera pergi.
Li Hongli hanya menggelengkan kepalanya melihat Yueyin yang sedang salah tingkah.
Sangat lucu dan menggemaskan, pikir nya.
Tidak lama Yueyin kembali sambil membawa banyak buah-buahan di tangan nya.
" Lihatlah Li Ge aku membawa banyak buah buahan, ayo kita makan" seru Yueyin senang
" Kau cobalah buah ini!" Seru Yueyin menyuapi buah pada Li Hongli
Li Hongli pun memakan nya dengan tenang.
" Apakah enak?"
" Enak.."
" Benarkah... Aku akan mencoba nya"
" Cuih pahitt..." Seru Yueyin memuntahkan kembali buah yang dimakannya.
__ADS_1
" Li Ge bohong buah ini sangat pahit bagaimana bisa enak, jangan dimakan lagi" ucap Yueyin kesal sambil merebut buah yang Li Hongli makan.
" Aprikot pahit tentu saja rasanya pahit, hal mudah seperti itu saja tidak tahu dasar bodoh" ujar Li Hongli mengetukan jari nya di dahi Yueyin dengan lembut
" Aku kan tidak tahu, ya sudah jangan dimakan lagi..."
" Meski buah ini pahit, tapi menurut ku ini adalah buah terenak yang pernah ku makan karena Yue'er ku yang telah berusaha mengambilnya untuk ku hmm.."
Blush
Pipi dan telinga Yueyin berubah sangat merah seperti buah tomat.
" Dasar penggoda ulung, sejak kapan Li Ge suka menggoda" ucap Yueyin memalingkan wajah nya yang sudah merah merona.
" Hanya untuk mu" jawab Li Hongli singkat
_____________________________________________
Di kerajaan Fan
Kerajaan Fan sedang mengadakan pertemuan untuk membahas masalah yang terjadi di sana.
" Yang mulia tolong berikan keadilan untuk hamba dan keponakan hamba, bukankah dia juga merupakan putra mu pangeran Fan, tolong berikan kami keadilan" ucap seseorang yang duduk di kursi, dia tidak memiliki tangan kanan dan kaki kiri.
" Yang mulia hamba yakin ini semua adalah rencana pangeran ketiga untuk menyingkirkan Jue'er, dia pasti tidak ingin Jue'er merusak rencana nya untuk menjadi Raja sehingga menjebak kami" ujar pria itu yang ternyata jenderal Fei.
" Apa maksud mu adik ketiga ku tidak perlu menyingkirkan Fan Jue untuk menjadi Raja, bukankah kau dan keponakan mu itu yang selalu membuat rencana jahat untuk menyingkirkan kami berdua!" Seru Fan Shen kesal
" Pangeran Fan Shen tolong tenang" ucap Raja Fan Yaling tegas
" Tapi ayahanda..."
" Tolong maafkan kelancangan kakak kedua ayahanda, dia hanya sedang emosi sesaat..." Ucap Jiangwu
" Jenderal Fei jika memang aku menjebak kalian lalu apa buktinya, kau harus bisa membuktikan ucapan mu itu bukan!" Ujar Jiangwu menatap Fei Hung
" Kalian-kalian berdua pasti pelakunya, kalian menjabak kami, kalian sungguh bajingan menggunakan cara yang begitu licik untuk menyingkirkan pangeran pertama" seru Fei Hung terus mengoceh
" Yang mulia cepat hukum mereka dan berikan kami keadilan" seru Fei Hung
" Jenderal kau tidak dapat menuduh kami begitu saja, aku dan Kaka kedua bahkan tidak tahu kalian berada di hutan itu, lalu bagaimana kau bisa menuduh kami menjebak mu... Namun dari perkataan mu apakah aku bisa mengartikan kau sedari awal mengikuti kami?" Ujar Fan Jiangwu
" t-tidak itu bohong, untuk apa kami mengikuti mu..."
__ADS_1
" Lalu bagaimana kau bisa mengatakan jika kami menjebak mu" ujar Fan Shen kesal
" Itu-itu..."
" Benar kami mengikuti kalian, namun kalian dengan sengaja menjebak kami dan membuat kami melawan siluman itu bukan" terdengar suara orang lain dari arah belakang.
Orang itu adalah Fan Jue yang sedang terbaring di tandu dan di angkat oleh beberapa orang, seperti nya luka yang ia alami tidak lebih parah dari Fei Hung sendiri.
" Bodoh" gumam Fei Hung
" Jadi benar kalian mengikuti kami, jika begini bukankah aku juga bisa menuduh kakak pertama dan jenderal Fei sengaja mengikuti kami dan ingin mengambil keuntungan dari kami setelah kami lengah" ujar Fan Jiangwu
" Jadi kau sengaja ingin mengorbankan nyawa ku dan adik ketiga hah, tidak ku sangka kalian benar-benar busuk... Jika begini seharusnya aku mencegah adik ketiga menyelamatkan kalian dan membiarkan kalian mati saja oleh siluman itu!" Seru Fan Shen marah
" Pangeran kedua dan pangeran ketiga pemain Opera yang sangat hebat" batin jenderal Howin, ia rasa nya ingin tertawa melihat pertunjukan yang di mainkan Fan Shen dan Fan Jiangwu.
" Dasar bodoh apa yang kau katakan, yang mulia Jue'er masih sakit dan tidak tahu apa yang ia bicarakan, tolong jangan dengarkan dia..."
" Paman bukankah apa yang ku katakan benar, dan juga jika kalian tidak menjebak kami bagaimana aku dan paman Fei dapat terluka sangat parah sedangkan kalian tidak hah..." Potong Fan Jue terus mengoceh.
" Dan mereka juga tidak membawa prajurit satupun itu sudah pasti karena mereka tahu aku sedang mengikuti mereka, sehingga melakukan semua ini...."
" Fan Jue hentikan, jangan bicara omong kosong lagi" seru Fei Hung lantang
" Kenapa kau menghentikan kakak pertama berbicara jenderal... Dan untuk pertanyaan mu tabib istana sendiri yang akan mengatakan semua nya, ayahanda tolong biarkan tabib istana bicara!" Ucap Fan Jiangwu memohon
" Baiklah, aku ijinkan."
" Salam Yang Mulia Raja, para pangeran, selir..." Ucap tabib istana menunduk
" Berdiri"
" Terima kasih yang mulia."
" Ayahanda mohon ijinkan aku bertanya... Tabib apakah yang terluka setelah pulang dari hutan Gao hanya pangeran pertama dan jenderal Fei saja?" Ucap Fan Jiangwu
" Tidak pangeran. Pangeran kedua, pangeran ketiga, dan jenderal Howin juga memiliki luka yang sangat dalam untuk saja pendarahan nya segera di hentikan jika tidak, dengan luka sebanyak itu kalian mungkin... Hamba tidak berani mengatakan nya" ujar tabib itu
" Baiklah, itu sudah cukup. Terima kasih tabib"
" Kakak pertama bukankah kau sudah mendengarnya sendiri, kami bertiga juga terluka cukup parah, jika saja saudara Hongli tidak memberikan pil pembeku darah pada kami, mungkin kami sudah tidak ada. Bukan hanya aku, kakak kedua dan jenderal Howin bahkan aku juga meminumkan pil itu pada kalian berdua untuk menghentikan pendarahan kalian" ujar Fan Jiangwu
" Benar, namun siapa sangka kalian berdua begitu tidak tahu berterimakasih" ucap Fan Shen sinis
__ADS_1