
Di lapangan yang luas sekarang Li Hongli dan tuan Hui sedang saling berhadapan, Li Hongli tidak ingin meremehkan lawan nya ia pun bersiap dan tetap waspada, ia menghadapi tantangan ini dengan sangat serius.
Berbeda dengan Li Hongli beda lagi tuan Hui, meski ia mengakui Li Hongli memiliki kartu as di balik lengan baju nya itu, tapi sebagai seorang dewa yang selama ini di puja dan di sanjung oleh banyak orang tentu nya hal yang wajar jika ia meremehkan lawan nya yang merupakan seorang manusia biasa, meski begitu ia juga tetap berhati-hati.
" Apa kau siap?" Tanya Tuan Hui
" Ya, kapan saja" jawab Li Hongli acuh.
Setelah saling menatap keduanya melesat dengan kecepatan tinggi.
Trank
Kedua senjata yang mereka gunakan saling beradu hingga menimbulkan suara yang sangat nyaring antara gesekan kedua senjata tersebut.
" Kau hebat juga saudara Li, namun sayang nya lawan mu sekarang adalah diri ku!" Serunya tersenyum smirk, berbeda dari senyuman nya yang selalu menenangkan dan damai.
" Sebagai seorang dewa kau sangat sombong dan terlalu meremehkan lawan mu!" seru Li Hongli tepat di telinga tuan Hui, tentu saja perkataan nya ini hanya dapat di dengar oleh kedua nya saja.
" Kau, bagaimana kau..." Ia langsung terdiam mematung saat mendengar apa yang Li Hongli katakan, jadi bagaimana cara nya pemuda itu mengetahui identitas asli nya.
Tunggu!
Apa selama ini dia sudah mengetahui hal ini?
Tapi bagaimana bisa?
Wsush
Sreet..
" Itu tidak penting, sebaiknya kau tidak lengah, jika tidak kau akan mati saat itu juga." Balas Li Hongli yang ternyata berhasil melukai pundak tuan Hui.
" Heh... Kau menarik juga, kau sudah mengetahui identitas ku tapi bukan nya takut kau malah menantang ku. Sangat menarik!"
Wsosh
Trank
__ADS_1
Kedua nya sama-sama mundur beberapa langkah setelah serangan tadi.
" Elemen cahaya : cahaya penembus langit"
Tuan Hui terlihat semakin serius hingga ia mengeluarkan jurus yang di miliki nya, Li Hongli pun tidak tinggal diam.
" Elemen air : pantulan cermin"
" Kau yakin akan menggunakan elemen air untuk menghalau elemen cahaya ku. Seperti nya aku terlalu berharap banyak pada mu"
" Kita lihat saja hasil akhir nya" jawab Li Hongli dengan singkat
Kedua nya sama-sama mengarahkan serangan pada satu sama lain. Elemen cahaya yang di keluarkan tuan Hui nampak sangat menyilaukan mata dan juga lebih tajam dari ribuan belati, sedangkan jurus yang Li Hongli keluarkan terlihat begitu sederhana hanya berbentuk sebuah cermin yang berbentuk perisai yang melindungi nya.
Whush
Saat cahaya itu tepat mengarah pada cermin air yang Li Hongli buat hal yang mengejutkan pun terjadi cahaya itu segera memantul dan membalikkan serangan kembali pada tuan Hui.
Dhuarr
" Aku memang terlalu meremehkan mu, baiklah kali ini aku akan serius kau harus berhati-hati setelah ini" sikap tuan Hui langsung berubah serius, bahkan ekspresi bengis nya dapat terlihat sangat jelas sekarang, tidak ada lagi wajah lembut dan hangat itu sekarang.
" Elemen cahaya : pantulan cahaya mentari"
" Jurus itu... Akan sangat berbahaya jika sampai dia mengeluarkan jurus itu" batin Li Hongli sambil melihat ke sekitar nya di mana banyak orang yang berada di sana.
" Ck, dia dewa tapi tidak pernah memikirkan dampak perbuatan nya itu" batin Li Hongli dengan sangat kesal.
" Elemen angin : Badai topan" sebelum tuan Hui menyelesaikan jurus nya Li Hongli lebih dulu menyerangnya untuk menghentikan tindakan nya tersebut.
Dan benar saja hal itu sedikit menganggu nya, tidak menunggu dia menyelesaikan jurus nya Li Hongli segera mengambil kesempatan ini untuk membuat serangan kejutan.
" Teknik dewa pedang : Tebasan Seribu pedang"
Mendapatkan serangan kejutan membuat nya harus menghentikan jurus nya dan memblokir serangan itu.
Li Hongli tidak berhenti di sana ia menghilang dari tempat nya dan muncul kembali di belakang tuan Hui dengan pedang yang sudah mengarah di leher nya, ia juga mengeluarkan aura penguasa yang di gabungkan dengan aura membunuh untuk menekan pergerakan nya.
__ADS_1
" Aura apa ini, Aura ini mengapa terasa mencekik tapi juga begitu agung secara bersamaan, aku belum pernah merasakan aura seperti ini" batin tuan Hui dengan bingung.
" Baik aku mengaku kalah, semua ras iblis yang ada di wilayah ini sekarang adalah milik mu" ucap tuan Hui.
" Tuan ini..." Run tidak terima dengan keputusan tuan nya itu.
" Aku sudah berjanji, maka aku pasti akan menepati nya" sahutnya memotong perkataan Run.
Sebenarnya Run sangat terkejut melihat kehebatan Li Hongli, ia tidak menyangka orang biasa yang ia remehkan selama ini ternyata memiliki kekuatan tersembunyi yang bahkan bisa membuat tuan nya kewalahan. Bukan hanya Run yang terkejut tapi Lian Jiazhen juga sangat terkejut ia ingat perkataan adiknya dulu bahwa Li Hongli akan baik-baik saja, dan sekarang ia jelas tahu kepercayaan diri dari mana adik nya itu bisa mengatakan itu ternyata Li Hongli memang tidak membutuhkan bantuan siapapun dengan kekuatan yang di miliki nya itu.
Entah itu Lian Jiazhen maupun Run saat ini mereasa sangat malu karena selalu meremehkan pemuda itu.
_____________________________________________
Li Hongli dan Yueyin memutuskan untuk melanjutkan perjalanan nya kembali.
Lian Jiazhen sendiri akan kembali ke istana setelah membantu para warga yang ada di desa tempat nya tinggal selama ini. Sedangkan Tuan Hui dan Run juga akan melanjutkan perjalanan nya.
Tentang masalah para iblis itu Li Hongli meminta Tuan Hui mengembalikan mereka ke tempat asal nya bagi iblis yang ingin membangkitkan kembali Raja iblis, sedangkan tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Yueyin para iblis yang ingin melawan Raja iblis telah berada dalam cincin dimensi nya hanya saja ia membuat seakan tempat itu adalah sebuah dunia buatan agar tidak ada yang mengetahui tentang keistimewaan cincin yang di kenakan nya, bukan nya tidak percaya namun pengkhianatan itu akan selalu ada. Dan klan iblis yang ia selamatkan juga telah bergabung dan bersumpah setia pada nya.
" Baiklah kita akan berpisah di sini, dan untuk mu aku percayakan adik ku pada mu. Jangan pernah kau menyakiti nya, jika tidak meski mati sekalipun aku akan melawan mu!" Ucap Lian Jiazhen memberi Peringatan terhadap Li Hongli.
" Aku mengerti, aku pasti akan menjaga istri ku karena dia lebih penting dari nyawa ku sendiri" jawab Li Hongli dengan tegas dan sungguh-sungguh membuat Lian Jiazhen merasa lega.
Setelah berjalan jauh dari Lian Jiazhen Li Hongli segera memanggil Xiang kembali untuk mempercepat perjalanan mereka.
Li Hongli tersenyum misterius saat Xiang datang.
" Li Ge, ada apa dengan senyuman mu itu?" Tanya Yueyin dengan bingung.
" Tidak ada, hanya ada orang yang miliki rasa ingin tahu yang tinggi" jawab Li Hongli ambigu.
Meski tidak mengerti Yueyin hanya mengangguk saja.
" Ayo naik, Xiang sudah menunggu."
" Baik."
__ADS_1