
__________
" Apa ini rencana nya?" Seru Ying Liang dengan nada pasrah tapi wajah nya terlihat sedikit tertekan.
" Ada apa Liang, wajah mu begitu tertekan. Bukankah kau masih tetap tampan!" Seru Yueyin sambil tersenyum di balik cadar nya.
" Nyonya jangan mengejek ku, pakaian ini telah membuat ketampanan ku tidak terlihat. Lihatlah baju ini sangat kumuh dan kotor bahkan lubang nya saja dimana-mana!" Seru Ying Liang dengan nada mengeluh.
" Lihatlah bahkan ketampanan tuan ku sekarang telah tertutupi oleh pakaian lusuh ini." Lanjut nya.
" Tidak, suami ku masih yang paling tampan." Sahut Yueyin dengan nada ringan.
" Cih, puji saja suami mu itu." Umpat Xin Jiao dengan malas.
" Tentu saja."
" Mmmm.... Apakah kalian yakin ini akan berhasil, bagaimana jika mereka mencurigai kita?" Tanya Guan'er dengan takut.
" Benar tuan, apakah dengan berpura-pura seperti korban peperangan akan berhasil. Dan lihatlah antrian di depan kita, entah kapan baru kita bisa masuk ke dalam kota!" Ujar Ying Liang tidak lupa sambil mengeluh.
" Tidak akan, mereka menggunakan warga biasa untuk mengancam kekaisaran Lian. Maka kita bisa menggunakan nya juga untuk menghancurkan nya, bukankah akan lebih baik!" jawab Li Hongli dengan acuh tapi kilatan matanya nya terlihat tajam dan misterius.
" Tuan kau memang terbaik, namun bagaimana dengan mereka berdua, akan sulit menyembunyikan aura keduanya dari orang-orang sekte itu?" Tanya nya sambil melirik Xin Jiao dan Guan'er
" Tenang saja, kalian berdua telah menyimpan benda yang ku berikan dengan baik bukan!" pertama dia menjawab pertanyaan Ying Liang, lalu beralih bertanya pada Xin Jiao dan Guan'er.
" Sudah tuan Li/hmm" jawab keduanya bersamaan.
" Jangan sampai benda itu hilang, atau kalian dalam masalah."
" Baik"
Sudah setengah hari mereka berdiri di tengah terik nya matahari untuk mengantri, yang bahkan membuat Ying Liang sering mengeluh sepanjang menit. Setelah lama mengeluh akhir nya giliran mereka yang di periksa.
" Ingat jangan gugup!" ucap Li Hongli pelan sebelum berjalan ke depan.
" Selanjutnya." Seru seorang penjaga dengan lantang.
__ADS_1
Li Hongli dengan tenang berdiri di hadapan para penjaga, seorang penjaga mendekati nya dan melakukan pemeriksaan, setelah di rasa aman dan Li Hongli merupakan orang biasa, maka penjaga itupun melepaskan nya dan membiarkan nya masuk.
Semua nya berjalan lancar, hanya saja tadi ada kendala sedikit saat Guan'er akan di periksa dia terlalu gugup dan takut sehingga orang-orang di sana mencurigainya, untung saja Ying Liang pandai membuat alasan yang membuat mereka berhasil masuk ke dalam kota.
" Ck, kau ini terlalu takut saudara. Jika tadi kau tertangkap habislah kita" ucap Ying Liang dengan ekspresi yang sengaja di buat serius agar dia merasa takut.
" M-maaf tadi aku takut sekali. Ku pikir aku akan ketahuan!"
" Kau ini, pantas saja guru mu tidak membiarkan mu keluar dari sekte, dengan sifat pemalu dan penakut mu ini bagaimana bisa kau menjelajahi dunia, yang ada leher mu sudah di tebas lebih dulu." Ejek Ying Liang dengan kesal.
" Kau ini bisa nya mengejek orang" seru Xin Jiao dengan sinis.
" Tuan, sekarang kita telah berhasil masuk kedalam kota, lalu apa yang akan kita lakukan disini?" Tanya Ying Liang
" Di persimpangan kita akan berpisah, kalian bertiga pergilah ke arah barat, aku dan Yue'er akan pergi ke arah timur, ingat jangan sampai membuat keributan dan membuat mereka mencurigai keberadaan kita. Kita akan bertemu lagi nanti!" Seru Li Hongli memberikan instruksi dengan suara pelan.
" Baik tuan."
" Baik"
Setelah ada persimpangan mereka berlima pun berjalan terpisah sesuai yang Li Hongli instruksi kan.
" Yue'er, tempat yang sangat tenang dan aman sebenarnya adalah tempat yang paling berbahaya, karena ketenangan kadang menyimpan bahaya yang paling mengerikan, contoh nya kota ini." Jawab nya dengan tenang.
" Lalu di kota yang besar ini, bagaimana kita mencari para warga yang telah di sandera. Dan bagaimana kita mencari pusat dari sekte dewa abadi itu berada?"
" Li Ge! Bagaimana jika kita berpencar."
Mendengar perkataan Yueyin membuat Li Hongli berhenti berjalan untuk sejenak.
" Tidak, tempat ini sangat berbahaya. Aku takut kamu akan terluka, bagaimana jika mereka menyakitimu" nada nya terlihat cemas tapi ekspresi nya hanya datar dan datar saja, seakan yang berbicara barusan bukan diri nya.
" Gege, aku akan tetap berhati-hati. Namun jika kita terus mencari nya dengan cara ini akan sangat lama menemukan kebenaran. Lebih baik kita berpencar agar cepat mengakhiri tugas ini." Ucap Yueyin mencoba meyakinkan Li Hongli.
" Baiklah, hanya saja orang-orang sekte dewa abadi akan menjadi urusan ku, kau hanya perlu mencari para warga dan selamatkan mereka. Jika bertemu dengan salah satu anggota sekte itu lebih baik menghindari nya, ingat jangan membahayakan nyawa mu sendiri. Panggil aku jika sesuatu terjadi pada mu!"
" Aku mengerti, Gege juga hati-hati." Setelah mengatakan itu Yueyin berjalan ke arah lain yang berlawanan dari Li Hongli.
__ADS_1
Li Hongli awal nya tidak ingin membiarkan Yueyin pergi sendirian tapi melihat situasi kota ini memang sangat sulit untuk menemukan kebenaran jika mereka terus bersama. Dia juga harus secepatnya menemukan pusat dari sekte dewa abadi agar bisa memusnahkan mereka dengan cepat.
_____________________________________________
Di suatu tempat yang gelap dan tersembunyi.
Terdapat sekelompok orang berpakaian serba hitam yang sedang bersujud pada sebuah altar yang di tengah nya terdapat sebuah api berwarna ungu, tidak jauh dari altar terdapat seorang pria dengan jubah yang juga serba hitam hanya perbedaan ada warna merah darah di jubahnya menambah kesan menyeramkan bagi orang yang melihat nya.
" Yang Mulia!" Seru orang itu dengan hormat dan tegas
" Jelaskan." Seru sebuah suara yang berasal dari api ungu di depan nya. Suara nya terdengar berat dan dapat membuat siapapun yang mendengarnya akan langsung gemetar ketakutan.
" Yang Mulia, Jenderal ke delapan telah mati saat berperang dengan ras manusia. Biarkan hamba membalaskan dendam saudara kedelapan." Ujarnya dengan tegas.
" Tidak, jenderal Ba telah membawa banyak pasukan saat menyerang ras manusia, dan sekarang pasukan iblis telah berkurang banyak, bahkan ada yang telah mengacaukan rencana ku di wilayah Utara. Jenderal Liu"
" Hamba yang Mulia!"
" Apa kau sudah menemukan apa yang ku minta?"
" Maafkan hamba Yang Mulia, hamba siap di hukum, hamba sama sekali tidak menemukan jejak keberadaan reinkarnasi dari kaisar dewa dan Dewi alam berada" ujar nya dengan takut.
" Lalu bagaimana dengan benda itu?" Nada suara nya terdengar marah, jika orang yang sekarang sedang berlutut itu mengucapkan satu saja kalimat yang tidak ingin di dengar nya mungkin dia akan benar-benar mendapatkan masalah besar.
" Kami telah berhasil mendapatkan satu pecahan yang anda minta, namun satu pecahan nya lagi kami hanya dapat menemukan tempat dimana benda itu berada tapi masih belum dapat mengambilnya karena terdapat sebuah kekuatan misterius yang melindungi nya"
Wsosh
Sebuah asap hitam keluar dari api dan menyerang orang berbaju hitam itu sampai terlempar dan memuntahkan darah.
Dugh
" Khuk..."
Namun dia sama sekali tidak berani mengeluh dan hanya berdiri serta berlutut kembali.
" Lakukan cara apapun untuk mendapatkan benda itu, dan tidak perlu lagi mencari keberadaan reinkarnasi kaisar dewa dan Dewi alam, mereka berdua akan datang sendiri pada ku. Lakukan tugas mu, jangan sampai kita mengalami kerugian yang lebih banyak lagi." Ujar nya dengan marah
__ADS_1
" Baik Yang Mulia."