
Setelah Li Hongli melesat anak panah itu dari busur nya, panah itu dengan kecepatan tinggi meluncur ke arah gerbang pintu sekte pedang giok.
BAM!!
Saat panah yang di luncurkan oleh Li Hongli tepat mengenai gerbang pintu sekte pedang giok, dengan segera kobaran api terlihat memenuhi tempat itu. Para penjaga yang berada di luar gerbang yang melihat ada yang menyerang mereka sangat terkejut, apa lagi saat mengetahui gerbang pintu sekte nya terbakar oleh api berwarna hitam yang aneh.
" Kebakaran.... Cepat laporkan pada para murid yang berjaga di dalam" seru salah satu penjaga dengan panik
" Baiklah... Kau coba padamkan lah api ini" jawab penjaga satu nya lagi
Saat penjaga itu ingin ke dalam untuk melaporkan keadaan di luar gerbang, namun dia juga harus melewati gerbang pintu yang telah terbakar oleh api itu, tetapi di tengah pintu masuk api itu membakar nya, padahal dia telah melapisi tubuh nya dengan energi Qi, seharusnya api itu tidak bisa menyentuh nya, namun api itu masih bisa membakar nya, bahkan ia tidak bisa memadamkan api itu.
" Api apa ini?? Akkhhhh.... Panas.... Panas, tolooong... Tolong!!" Teriak orang itu
Sedangkan penjaga yang satu nya lagi berusaha memadamkan api yang mulai merambat ke seluruh gerbang sekte pedang giok, namun api itu tidak kunjung padam, saat ia masih berusaha memadamkan api, dia mendengar suara yang di kenali nya, ia pun menghampiri di mana suara itu berasal.
" A-apa yang terjadi...." Hardik orang itu terkejut melihat teman nya yang telah di selimuti oleh api aneh itu, tanpa sadar ia mundur karena takut menjadi seperti teman nya.
Sedangkan orang yang terbakar oleh Api hitam itu yang Melihat teman nya datang langsung memohon pertolongan nya " aaakkkhh..... Sa-saudara tolong aaaku..."
Penjaga yang di mintai tolong oleh teman nya pun menjadi bingung harus melakukan apa, dia telah menggunakan segala macam cara untuk memadamkan api ini, tapi masih tetap tidak padam, seakan api itu memiliki jiwa nya sendiri dan tidak ingin padam.
" Aaarrrggghhh..."
" Arrgghhhh panas... Panaaas... Saaak-iitt"
Teriakkan demi teriakkan terdengar keluar dari mulut orang yang terbakar oleh api hitam, melihat itu penjaga satu nya lagi gemetar ketakutan, apa lagi saat ia melihat teman nya secara perlahan dari kaki nya berubah jadi abu, sampai mencapai kepala nya, bersamaan dengan orang itu berbubah jadi abu, suara teriakan teriakan yang menggema di tempat itu pun ikut menghilang.
Orang orang yang kebetulan berada jarak nya tidak jauh dari tempat itu pun mendengar teriakkan dari gerbang luar, mereka pun segera bergegas menuju gerbang, saat mereka berada satu meter lagi dengan gerbang, mereka dapat melihat kobaran api aneh yang semakin lama semakin merambat.
Namun aneh nya api itu tidak membuat gerbang hangus menjadi abu, api itu pun tidak merambat luas ke tempat lain nya selain gerbang saja, semua nya seperti sudah di rencanakan oleh seseorang.
_____________________________________________
__ADS_1
Sedangkan di tempat Li Hongli dan Yueyin, mereka masih dengan tenang melihat kejadian yang sedang terjadi di depan mereka. Apa lagi Li Hongli hanya acuh melihat nya, mereka hanya menganggap pemandangan itu sebagai pertunjukan yang seru untuk di saksikan, Li Hongli bahkan bersikap seakan bukan dia pelaku dari semua peristiwa yang terjadi di depan nya.
" Api mu selalu sangat luar biasa" ejek Yueyin
" Tentu saja" bangga Li Hongli
" Cihh... Sombong!"
Disisi lain sekte pedang giok, orang orang mencoba untuk mengetahui apa yang terjadi, sebagian orang hanya menatap api itu dengan bingung tapi ada juga yang mencoba memadamkan nya. Seperti saat ini salah satu dari orang itu mendekati gerbang dan mencoba memadamkan api nya dengan menggunakan elemen air nya.
Byurr
Air keluar dari tangan orang itu, namun api itu tidak kunjung padam, orang itu pun mencoba semakin dekat dengan api itu agar semakin memudahkan nya memadamkan api.
Tapi siapa yang tahu api itu bukanlah api biasa, melainkan api hitam milik Li Hongli, api yang lebih panas dari api neraka, dan lebih dingin dari es terdingin di alam semesta ini.
" Apa yang kalian lakukan, cepat bantu aku memadamkan api ini!" Seru orang itu
Saat beberapa orang yang juga mempunyai elemen air ingin maju membantu nya, namun pemandangan selanjutnya membuat mereka berhenti bernafas beberapa saat, dan tanpa sadar mundur menjauhi gerbang yang di selimuti oleh api aneh itu.
Bagaimana mereka tidak merasa takut, saat orang yang tadi mencoba memadamkan api itu perlahan di selimuti oleh api aneh itu, walau pun dia sudah menggunakan elemen air agar api aneh itu tidak semakin merambat ke seluruh tubuh nya, namun itu tetap tidak berhasil, perlahan lahan tubuh nya hangus menjadi abu.
" Tolooooooongg...... Arrkkhhh, panaass.... Tolong" teriakan orang itu bergema di tempat yang sunyi itu
Meski orang orang yang ada di tempat itu ingin menolong teman nya, namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan mereka hanya diam mematung dan melihat teman mereka terus berteriak meminta pertolongan dan perlahan lahan berubah menjadi abu.
" Cepat panggil patriak dan para tetua, laporkan masalah ini pada mereka" perintah salah seorang pria di antara mereka, dia adalah orang pertama yang bisa mengendalikan kesadaran nya.
" Baik"
Dengan segera salah satu di antara banyak nya orang keluar dari kerumunan dan segera pergi menuju kebagian di mana tempat tinggal Patriak dan para tetua sekte.
Di luar gerbang satu orang yang masih mematung dengan tatapan kosong menatap ke arah di mana teman nya terbakar menjadi abu oleh api aneh itu, ia bahkan tidak mengalihkan perhatian atau bergerak dari tempat nya sedikit pun.
__ADS_1
Tidak berapa lama sekelebat bayangan tiba tiba muncul di depan nya, bersamaan dengan itu sebuah pedang yang terbuat dari es telah menembus jantung nya.
" Si-siapa..." Belum sempat dia berbicara dengan cepat tubuh nya berubah menjadi patung es.
Sedangkan seseorang yang menjadi penyebab nya hanya dengan santai menarik pedang es milik nya yang telah tertanam akibat target nya menjadi petung es, bersamaan dengan pedang itu di cabut dari tubuh patung es itu, perlahan lahan ada retakan di patung es tersebut, hingga....
Kraakk
Praaaankk
Patung es itu berubah menjadi berkeping-keping, dan orang yang menjadi penyebab nya hanya dengan santai melihat potongan potongan es dengan mata yang merendahkan pada orang yang sekarang sudah tidak ada lagi.
" Lemah...." Hanya kata itu yang keluar dari mulut nya, siapa orang itu? Tentu saja dia adalah Yueyin
" Elemen es mu tidak buruk" entah itu pujian atau ejekan, hanya Li Hongli dan Yueyin yang tahu, meski begitu di balik cadar Yueyin terdapat senyum manis nya yang dapat membuat kaum Adam bertekuk lutut pada nya.
" Aku anggap itu sebagai pujian" ucap Yueyin
" Hmmm"
" Jadi, apa yang perlu kita lakukan di sini?"
" Membunuh" jawab Li Hongli santai
Sebenarnya Yueyin sudah tahu Li Hongli akan menjawab nya seperti itu, hanya saja ia hanya sekadar bertanya saja.
Li Hongli menatap pintu gerbang dengan tenang, namun tidak ada yang tahu apa yang sedang di pikirkan nya, hanya diri nya sendiri yang tahu isi pikiran nya.
Li Hongli mendekati pintu gerbang sekte itu, namun api hitam yang menyelimuti gerbang tidak menghalangi atau pun membakar diri nya, api itu seakan tahu siapa tuan nya sehingga tidak berani mencelakai nya.
BAMM!!!
Dengan santai Li Hongli menendang pintu gerbang sekte pedang giok, walau pun begitu pintu gerbang langsung hancur menjadi beberapa bagian, menyebabkan tempat itu penuh dengan debu yang berterbangan akibat pintu gerbang yang di hancurkan oleh Li Hongli.
__ADS_1