Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 314. Sekte Tengkorak Hitam


__ADS_3

Di suatu tempat


Terdapat beberapa orang yang sedang duduk di satu ruangan, ruangan itu terlihat seperti ruangan aula besar yang sering di gunakan untuk rapat.


Ada lima orang yang duduk melingkar di ruangan tersebut, terdiri dari empat orang pria, dan satu orang wanita.


" Patriak, apakah kita akan mengirim perwakilan dari sekte kita untuk turnamen itu?" Tanya salah satu nya


" Bagaimana menurut kalian?" Tanya seseorang yang di panggil Patriak.


" Sekte Tengkorak Hitam sudah cukup lama menutup diri dari dunia luar, setelah peperangan waktu itu dengan kerajaan Xin kita mengalami kerugian yang cukup besar. Namun ini juga kesempatan untuk kita mencaritahu pelaku nya" ucap salah seorang tetua


" Bukankah yang telah menghabisi seluruh anggota sekte kita adalah Raja petir, apa kita akan menuntut balas pada nya, sedangkan keadaan sekte kita masih masa pemulihan!" Ujar satu satu nya tetua wanita disana.


" Apakah benar hanya Raja petir yang membantai kita, sedangkan kita tahu Tetua agung sendiri yang datang menolong pasukan kita, dia terluka dan harus memulihkan kondisi nya, entah kapan dia akan kembali!" Ujar tetua yang lain


" Kasus ini memang sangat aneh, ku harap tetua agung segera keluar dari tempat meditasi nya agar kita bisa mengetahui kejadian yang sebenarnya" ucap patriak sekte


Kondisi sekte tengkorak hitam cukup tragis, mereka harus kehilangan ratusan murid, dan juga harus menutup diri dari dunia luar untuk menghindari kerugian lebih banyak lagi, lalu tetua agung mereka yang merupakan Raja tengkorak menghilang setelah perang tersebut memperburuk keadaan sekte tengkorak hitam.


" Mungkinkah ada orang lain yang ikut campur dalam perang itu?"


" Tapi siapa yang kekuatan nya melebihi Raja tengkorak"


" Kurasa pertanyaan nya bukan siapa? tapi kelompok mana? tidak mungkin hanya satu orang saja, namun mungkin satu kelompok atau satu pasukan!"


" Yang di katakan tetua ketiga benar!"

__ADS_1


" Tidak! semua yang kalian katakan salah besar!" Seru seseorang mengejutkan kelima orang itu.


" Siapa itu?"


" Ini aku!" Muncul sesosok manusia di ruangan itu dengan aura yang berwibawa.


Terlihat seorang pria paruh baya, dengan beberapa helai rambut nya sudah berwarna putih, di atas kepala nya menggunakan penutup kepala berbentuk tengkorak, dia adalah Raja tengkorak.


" Salam tetua agung!" Seru mereka serempak setelah tahu siapa yang datang di tengah perbincangan mereka.


" Oh ternyata, kalian masih menghormati ku! Ku kira kalian sudah tidak lagi menganggap keberadaan ku!" Ucap nya terdengar sangat dingin, membuat mereka menelan saliva nya sendiri saking takut nya.


Selama ini yang paling di takuti pada sekte tengkorak hitam bukankah Patriak sekte melainkan Tetua Agung sekte tersebut. Seharusnya Tetua Agung yang tidak lain adalah Raja Tengkorak lah yang menjadi pemimpin sekte sekarang, namun karena Raja Tengkorak lebih suka kebebasan dia menyerahkan kursi pemimpin pada saudara seperguruan nya, hanya saja setelah perang aliran hitam dan aliran putih lima tahun lalu saudara seperguruan nya tewas di tangan sekte pedang terbang, kursi kepemimpinan pun berpindah pada putra kandung pemimpin sebelum nya.


Namun entah ada apa dengan Patriak sekarang, dia selalu merasa curiga ada yang di sembunyikan nya dari nya, sikap nya mulai aneh setelah tiga tahun terakhir.


" Benar, paman. Tapi aku tidak mengerti apa maksud perkataan paman tadi?" Tanya Patriak Sekte yang terlihat masih muda di bandingkan yang lain nya.


" Yang mengakhiri perang dan membantai seluruh pasukan sekte tengkorak hitam bukanlah Raja petir atau pun sekelompok orang, dia! Hanyalah satu orang saja." Jawab Raja tengkorak


" Satu orang mana mungkin? Siapa orang itu sampai dapat mengakhiri perang, apakah salah satu dari empat kaisar atau tiga dewa?" Ujar tetua wanita


" Bukan! Dia hanya seorang pemuda yang sangat jenius yang pernah ku temui, dia seperti kuda hitam yang bersembunyi selama ini, pemuda-pemuda yang di katakan berbakat dan jenius bahkan tidak akan bisa di sandingkan dengan kejeniusan nya." Jawab Raja tengkorak sambil mengingat pertarungan nya dengan Li Hongli.


" Hanya seorang pemuda bagaimana bisa? Paman bercanda!"


" Apakah aku terlihat bercanda tentang masalah ini!" Ucap Raja tengkorak dengan raut wajah serius.

__ADS_1


" Maaf paman."


" Apakah Pemuda itu dari sekte aliran putih? Tapi kita tidak pernah mendengar kabar sekte aliran putih memiliki jenius yang begitu mengerikan!"


" Jika benar pemuda itu yang membunuh anggota sekte tengkorak hitam kita harus membunuh nya dan membalas dendam atas kematian para anggota sekte kita!" Seru seorang tetua


" Jika dia bukan dari sekte mana pun bukankah merekrut nya dan membuat nya bergabung dengan sekte kita akan lebih baik!" Ujar tetua yang lain nya.


" Bagaimana menurut Tetua Agung?" Tanya tetua lain nya yang memilih mendengarkan pendapat Raja tengkorak terlebih dahulu.


" Dia berperang membantu kerajaan Xin saat itu, namun dari gaya bertarungnya dia bukanlah berasal dari sekte aliran putih, tapi dia juga bukan berasal dari sekte aliran hitam ataupun netral, seperti nya dia Kultivator bebas, hanya saja jika kita ingin merekrut nya itu juga mustahil, kemungkinan besar dia akan menolak nya. Namun kita juga tidak bisa menjadi musuh nya, atau sekte tengkorak hitam akan musnah pada saat itu juga!" Ujar Raja tengkorak, dia masih mengingat dua binatang dewa yang menjadi hewan kontrak pemuda itu, tentu saja dia mengenal dan mengetahui ciri-ciri binatang dewa, namun dia tidak mengatakan nya pada yang lain, karena dia masih memiliki perhitungan nya sendiri.


" Lalu apa yang harus kita lakukan paman! apa yang tetua pertama katakan benar, jika kita tidak bisa membuat nya tunduk pada kita, kita harus membunuh nya untuk mengurangi masalah di masa depan!" Ucap Patriak sekte


" Diam! Kau tidak mendengar ku. Tidak ada yang boleh menuntut balas, apa lagi memburu nya, ini juga karena kesalahan kalian sendiri, bertindak begitu bodoh! Pemuda itu bukanlah pemuda biasa, jika kalian sampai memburu nya aku tidak akan menghalangi Pemuda itu untuk membunuh kalian, aku hanya sekali memperingati kalian!! Jangan pernah mencari informasi apapun tentang pemuda itu." Ucap Raja tengkorak dengan emosi.


Setelah keluar dari pengasingan nya dan memulihkan kondisi nya, dia mendengar kabar kemunculan Phoenix Api di sekte awan putih, dan dia sangat tahu siapa yang memiliki Phoenix tersebut, karena itu Raja tengkorak mencoba mencari tahu apa kabar yang di sampaikan oleh burung Phoenix itu benar atau tidak, dan ternyata dia mendapatkan beberapa petunjuk yang mengejutkan nya dan cukup untuk membenarkan kabar tersebut, membuat ia beberapa hari ini selalu berhati-hati dalam setiap tindakan nya, karena ia merasa sekte tengkorak hitam telah di susupi oleh orang-orang itu.


" Paman tolong tenanglah!" Seru patriak sekte


" Tenang, apa kau tahu apa akibat perang yang terjadi saat itu. Sekte Tengkorak Hitam bisa dianggap pemberontak oleh kaisar Lian, dan juga dari mana kalian menggunakan cara licik dengan menggunakan siluman hah!!" Raja Tengkorak terlihat sangat marah besar sekarang, namun sebenarnya ia sengaja untuk mengalihkan perhatian mereka dari pembicaraan awal nya.


" Jika saja setelah perang aku tidak menghadap kaisar dan meminta ampun pada nya, menurut kalian sekte ini masih bisa bertahan!"


" Apa di antara kalian ada yang dapat menjelaskan tujuan kalian menyerang kerajaan Xin! Dan bagaimana cara kalian mengendalikan para siluman itu?"


" Paman tenanglah, biar aku yang menjelaskan!" Ucap Patriak sekte

__ADS_1


" Ya, bagus! memang seharusnya kau yang menjelaskan semua kekacauan ini!".


__ADS_2