Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 449. Kepingan Ingatan


__ADS_3

__________________


" Yue'er."


Saat Li Hongli masuk ke dalam tenda ternyata Yueyin masih terjaga, gadis itupun menoleh saat ada yang memanggil nama nya dengan begitu akrab.


" Li Ge, kau sudah kembali."


" Ya, apa sesuatu terjadi?" Tanya Li Hongli saat menyadari Yueyin terlihat lesu dan sedih.


" Aku menemukan antek-antek kaisar Zhu, namun kemarin..." Untuk sejenak dia terdiam dan tidak melanjutkan perkataan nya lagi.


" Jika kamu sudah siap menceritakan nya kapan pun juga aku akan mendengarkan, sekarang sudah larut malam ayo kita tidur."


" Tidak Gege, jika aku tidak mengatakan nya sekarang, bayang-bayang itu akan terus menghantui ku."


" Baiklah, ayo kita bicarakan masalah nya sambil duduk."


Keduanya duduk dengan tenang, tidak ada yang memulai pembicaraan hingga tempat itu menjadi sunyi dan hanya ada suara jangkrik yang terdengar.


" Li Ge.." ucap Yueyin memulai percakapan


" Saat aksi penculikan palsu itu aku bertemu dengan seorang iblis, seperti nya dia bukan iblis biasa, aura yang di miliki nya sama seperti Jenderal iblis yang dulu Gege hadapi. Namun aku merasa seperti pernah berhadapan langsung dengan nya tapi aku tidak ingat pernah bertarung dengan nya... Saat aku merasakan aura nya sebuah ingatan muncul di benak ku, dan ingatan ini hampir sama seperti saat menyerang sekte dewa abadi..."


deg


" Iblis itu jangan-jangan..."


Yueyin menceritakan sesuatu yang selama ini ia pendam dan belum ia ceritakan pada Li Hongli, waktu di gua saat menyerang kota yang merupakan wilayah sekte dewa abadi ia pernah bermimpi sesuatu yang aneh dia bermimpi berada di sebuah tempat yang indah bersama seseorang tapi seketika berubah menjadi lautan darah, benar-benar sangat menakutkan.


Tapi dia juga memimpikan sesuatu yang lain saat bertemu dengan iblis itu, mimpi itu seakan mimpi buruk yang ingin dia lupakan.


Li Hongli mendengarkan cerita istri nya dengan tenang tanpa berniat untuk menyelanya, tapi jika di perhatikan kilatan di mata nya beberapa kali menunjukkan ekspresi lain.


" Apa yang muncul dalam mimpi mu itu Yue'er?"

__ADS_1


" Mimpi itu..."


Yueyin melihat diri nya sendiri di sebuah penjara yang amat sangat dingin dan kotor, setiap hari nya dia akan di siksa entah itu dengan cambuk atau hukuman lain, dia bahkan melihat tubuh nya sendiri beberapa kali di sambar oleh kilatan petir. Lalu dia seakan mendengar orang-orang yang telah mengurung nya meminta nya mengeluarkan sesuatu dari nya tapi suara orang itu tidak dapat ia dengar dengan jelas.


Lalu pemandangan itu berupa ke sebuah danau di bawah cahaya rembulan, di sana dia melihat wanita yang wajah nya mirip dengan nya bertemu dengan seorang pemuda yang tampan, namun memiliki aura yang begitu dingin dan mendominasi, dan saat itu dia menyadari wajah itu sangat mirip dengan Li Hongli.


Yueyin juga bercerita di dalam mimpi nya, dia seakan melihat kelahiran seorang bayi perempuan yang awal kelahiran nya membuat seluruh alam menyambut nya.


Tapi di lain waktu dia juga melihat peperangan besar dan terjadi pertumpahan darah dimana-mana, dia dapat melihat wanita yang memiliki wajah seperti nya sedang terluka sangat parah, awal nya perang itu akan dimenangkan oleh lawan nya sampai kedatangan seorang pria misterius yang membalikkan keadaan dan membantu wanita itu.


Setiap mimpi nya seakan begitu acak, bahkan dia bingung apa semua itu ingatan masa lalu nya seperti yang Li Hongli katakan sebelumnya atau itu hanya mimpi saja.


Jika itu kenangan masa lalu nya, lalu mengapa dia melihat diri nya di siksa dengan begitu kejam. Setiap mengingat semua bayangan itu hanya akan membuat kepala nya sakit.


" Sebenarnya apa yang terjadi pada ku Gege, setiap kali aku mencoba mengingat nya kepala ku terasa begitu sakit... Hiks." Yueyin menangis dan memeluk tubuh Li Hongli dengan erat.


Deg


Li Hongli terdiam tak bergeming saat mendengar cerita nya, bukan dia tidak mendengarkan dengan baik, hanya saja apa yang Yueyin katakan cukup menyayat hati nya. Dia jelas tahu semua itu adalah kenangan masa lalu kelam istri nya, saat itu dia sengaja menyegel ingatan itu agar tidak membuat nya merasa terus menderita saat mengingat nya, tapi siapa sangka kelahiran kembali ini malah membuat kenangan yang coba ia hilangkan kembali muncul.


Dengan lembut dia mengelus surau rambut Yueyin, perlahan dia membuka kain tipis yang menutupi sebagian wajah nya, ia menghapus air mata wanita nya.


" Jangan takut, semua nya akan baik-baik saja." Hanya kata itu yang keluar dari bibir nya, dia sendiri tidak tahu harus menanggapi nya bagaimana, apakah harus mengatakan semua nya dengan jujur atau tidak.


" Apa ada yang Gege sembunyikan dari ku?"


" Hah... Yue'er! Waktu yang akan menjelaskan semua nya pada mu, tapi bisakah kamu berjanji satu hal pada ku."


" Apa itu?"


" Apa kau bisa berjanji pada ku hmm..."


" Baiklah"


" Berjanjilah jangan pernah meninggalkan ku apapun yang terjadi" Li Hongli mengulurkan tangan nya untuk membuat perjanjian di antara keduanya.

__ADS_1


Yueyin terdiam dan tidak mengerti mengapa Li Hongli meminta janji ini pada nya, bagaimana dan apapun yang terjadi tentu saja dia tidak akan meninggalkan Li Hongli, bahkan memikirkan berpisah dari nya saja dia tidak akan sanggup.


" Bisakah kamu berjanji akan hal ini Yue'er."


" Tentu, bahkan memikirkan berpisah dari mu saja aku tidak akan sanggup Li Ge" Yueyin meraih tangan Li Hongli dan berjanji sepenuh hati nya, keduanya saling berpelukan.


" Bagus, jangan pikirkan itu lagi. Kamu akan menemukan jawaban nya nanti, saat itu terjadi apapun yang kamu inginkan aku akan membantunya" ucap Li Hongli yang sedikit ambigu dan membuat Yueyin bingung, tapi dia tidak terlalu memikirkan nya dan tidak lama dia pun terlelap di pelukan Li Hongli.


_____________________________________________


Di pagi hari menyingsing seratus meter dari tempat kamp militer pasukan kekaisaran Lian telah berdiri perkemahan pasukan kekaisaran Zhu, di pagi hari yang cerah seorang prajurit kekaisaran Zhu mendekati perbatasan dan memberikan surat perang.


Lian Jiazhen yang menerima surat tersebut segera memanggil para jenderal serta Li Hongli untuk mendiskusikan masalah ini.


" Menurut kalian bagaimana dengan surat perang yang di keluarkan oleh kaisar Zhu?" Tanya Lian Jiazhen memulai percakapan.


" Yang Mulia tentu saja kita harus menerima nya dan segera berperang dengan kekaisaran Zhu."


" Benar kita tidak bisa tinggal diam saja."


" Baiklah, jika begitu apa kalian telah ide untuk strategi yang akan kita gunakan?"


" Saudara Hongli bagaimana menurut mu?"


" Perang kali ini akan terjadi lebih besar lagi, aku dapat merasakan aura kaisar Zhu yang juga berada di sana!" Ujar Li Hongli dan tenang


" Seperti nya kali ini tidak akan berakhir baik"


" Pangeran bagaimana jika kita menggunakan strategi Piramida tiga tingkat." Ucap seorang jenderal


" Apa yang Jenderal Hu katakan benar."


" Ya aku juga setuju akan hal itu, hanya strategi itu yang dapat melawan pasukan kaisar Zhu."


Lian Jiazhen tidak langsung menjawabnya tapi dia beralih menatap Li Hongli.

__ADS_1


__ADS_2