
" Kami tidak berani tuan besar.... dan juga Maafkan aku atas sikap lancang ku" ucap Ying Liang sungguh sungguh sambil berdiri dan menundukkan kepala nya
Namun saat Li Yuwen akan berbicara, tiba-tiba pelayan mengetuk pintu ruangan.
" Silahkan" ucap Li Yuwen mempersilahkan para pelayan masuk.
Tidak lama kemudian beberapa pelayan memasuki ruangan, membawa makanan dan minuman, lalu menata nya di atas meja.
" Silahkan tuan, nona. Selamat menikmati" para pelayan lalu meninggalkan ruangan itu, setelah meletakan semua hidangan di atas meja.
" Terima kasih nona" ucap Yelu
Setelah para pelayan itu pergi, ruangan itu menjadi hening
" tuan besar..." Ucap Ying Liang membuyarkan lamunan Li Yuwen
" Tidak perlu di pikirkan, paman tidak mempermasalahkan hal itu.... Tapi berbeda lagi jika kalian berdua tetap memanggil paman dengan panggilan formal itu" ujar Li Yuwen
" Ikuti saja perkataan ayah ku" ucap Li Hongli santai
Mendengar itu, membuat Ying Liang merasa lega. Ying Yue dan Ying Liang tidak pernah menduga bahwa bahkan ayah Li Hongli pun akan begitu baik pada mereka.
" Baik pa-man" ucap Ying Liang dan Ying Yue
" Hahaha.... Tidak perlu ragu begitu, sekarang kita adalah keluarga tidak perlu formal" seru Li Yuwen dengan ramah
" Terima kasih paman"
" Kamu mendapatkan teman teman yang hebat nak..... Tapi di antara dua gadis ini siapa yang akan kamu pilih dan berhasil memikat hati mu" goda Li Yuwen pada putra nya
__ADS_1
" Ying Yue kekasih Yelu, ayah" ucap Li Hongli dengan tenang
" Apa!!! Hahahaha bagus nak, bagus..... Walau pun Li'er tidak membawa menantu untuk ku, setidaknya putra yang lain nya ini telah menemukan menantu yang sangat cantik dan manis untuk ayah dan ibu mu ini" seru Li Yuwen dengan senang nya ia bahkan tertawa bahagia sambil terus menepuk pundak Yelu berkali kali.
" Terima kasih paman, jika paman merestui hubungan kami aku sangat senang" ucap Yelu di sertai senyum yang tulus.
" Tentu saja Paman sangat senang, dari dulu paman dan bibi sudah menganggap mu sebagai putra kami juga.... dan sekarang kami bahkan mendapatkan satu putra dan satu menantu yang cantik" ujar Li Yuwen sambil menatap Ying Liang dan Ying Yue secara bergantian.
Mendengar itu hati Ying Liang dan Ying Yue menjadi hangat mereka sangat bersyukur karena bisa di pertemukan dengan tuan nya Li Hongli, sehingga sekarang mereka pun bertemu dengan ayah tuan nya yang tidak kalah baik nya.
" Ayah bukankan kau belum memperkenalkan diri mu" ucap Li Hongli acuh membuyarkan suasana haru yang baru saja tercipta.
" Dasar anak nakal, apa kau tidak tahu bagaimana cara nya tidak mengacaukan suasana" omel Li Yuwen pada Li Hongli sambil memukul kepala putra nya yang dingin itu.
Tidak ada ekspresi apa pun saat Li Yuwen memukul kepala nya, ia bahkan tidak menganggap nya sebagai pukulan, lagi pula dia ayah nya jadi biarkan saja orang tua itu senang, ia hanya ingin sedikit menggoda ayah nya saja.
Namun mungkin jika yang memukul Li Hongli bukan Li Yuwen ayah nya sendiri, orang itu sudah terbaring kaku dan tidak bernafas lagi.
" Dan untuk mu bocah nakal, kapan kau membawa gadis sebagai menantu kami, lihatlah Lu'er telah memiliki seorang gadis, lalu kau" seru Li Yuwen
" Bukankah ayah juga harus menanyakan nya pada putra mu yang lain nya, Ying Liang juga belum memiliki kekasih" ucap Li Hongli dengan malas
" Oh kau benar juga, Liang'er apa kau sudah mempunyai kekasih, atau ada seorang gadis yang kau sukai katakan pada paman siapa" ucap Li Yuwen menatap Ying Liang dengan antusias
Menghadapi keantusiasan Li Yuwen, Ying Liang tidak tahu harus bagaimana dia hanya menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal, tapi tak ayal hati nya sangat bahagia mendengar begitu perhatian dan baik nya Li Yuwen pada nya, bahkan menganggap dia sebagai putra nya sendiri.
" Itu paman, sebenarnya aku pun belum memiliki kekasih atau seorang gadis yang ku sukai" jawab Ying Liang dengan canggung
" Baiklah tidak apa, tapi nak paman hanya mengingatkan jika kau memiliki seorang gadis yang kau cintai jangan pernah menyakiti hati nya, karena hati perempuan itu sebenarnya sangat rapuh meski seberapa kuat nya dia di hadapan orang-orang" pesan Li Yuwen
__ADS_1
" Baik Paman aku akan selalu mengingat nya" ucap Ying Liang tegas
" Jadi Liang'er bagaimana dengan nak Yueyin ini, dia seperti nya sangat cantik meski wajah nya tertutup oleh cadar nya, tapi ia terlihat gadis yang baik" ujar Li Yuwen
" Ap-apa maksud paman" tanya Ying Liang takut
Punggung nya tiba-tiba merasa sangat dingin, ia bahkan tidak berani menatap Li Hongli yang tanpa ia sadari anggota tubuh nya langsung bereaksi setelah mendengar ucapan ayah nya pada Ying Liang, ia tanpa sadar mengeluarkan aura dingin dan menatap Ying Liang sangat dingin.
Yelu, Ying Yue, bahkan Li Yuwen sendiri bisa merasakan perubahan aura di sekitar ruangan yang tiba-tiba saja berubah, sedangkan Yueyin tidak tahu harus bereaksi apa, jika itu orang lain dia mungkin sudah memukul orang itu atau bahkan membunuh nya, tapi itu adalah ayah Li Hongli mana mungkin ia melakukan hal itu, tapi ia juga tanpa sadar mengeluarkan aura dingin, hanya saja aura nya masih kalah dengan aura Li Hongli.
Li Yuwen yang juga merasakan perubahan itu tapi ia mencoba untuk tenang dan menatap satu persatu wajah dan ekspresi orang orang yang ada di sana.
Tanpa semua orang yang ada di sana ketahui senyum tipis tersungging di bibir Li Yuwen, ia tidak menyangka ternyata prediksi dan apa yang ia pikirkan ternyata benar, ada sesuatu antara Li Hongli dan Yueyin.
Sebenarnya tadi ia hanya menduga nya saja bahwa ada sesuatu di antara mereka berdua, tapi dia tidak yakin mengingat sikap putra nya yang begitu dingin dan datar, maka nya dia melalukan ini untuk mengetahui reaksi putra nya, dan ternyata reaksi putra nya sangat di luar dugaan melihat tatapan tidak suka yang di layangkan Li Hongli untuk Ying Liang ia yakin ada sesuatu, apa lagi ia juga melihat reaksi Yueyin yang ia rasa juga tidak menyukai apa yang telah ia ucapkan.
" Kenapa Li'er apa kau baik-baik saja" tanya Li Yuwen
" Hmm"
" Menurut mu bagaimana Li'er, bukankah Yueyin'er adalah gadis yang baik untuk Liang'er" ucap Li Yuwen
Mendengar itu, membuat Ying Liang menenggukkan ludah nya kasar, ia benar benar takut, ia sekarang merasa sedang berada di jurang yang gelap dan dingin.
" Paman apa yang kau lakukan, kau hanya akan membuat ku mati di tangan tuan" batin Ying Liang
" Tidak" ucap Li Hongli pelan dan dingin
" Bocah itu sangat tidak cocok dengan sikap Yueyin yang dingin dan tak tersentuh" lanjut nya
__ADS_1
" Ouhhh.... Lalu siapa menurut mu yang cocok untuk Yueyin'er.... Apakah kamu Li'er" goda Li Yuwen