
" Ouhhh.... Lalu siapa menurut mu yang cocok untuk Yueyin'er.... Apakah kamu Li'er" goda Li Yuwen
Sekarang Yelu, Ying Yue, maupun Ying Liang tahu apa tujuan Li Yuwen melakukan hal tadi. Energi dingin di ruangan itu perlahan lahan menghilang, Yueyin yang juga tahu bahwa Li Yuwen hanya ingin menggoda Li Hongli saja menjadi salah tingkah, sedangkan Li Hongli sendiri tidak ada yang berubah dari ekspresi nya tetap sama dingin dan datar.
Hanya saja ia perlahan menarik kembali Aura dingin yang telah dia keluarkan, ia rasa nya ingin mengutuk ayah nya sendiri, karena telah berani mempermainkan nya.
" Ekhm..... Sebaiknya kita mulai makan atau makanan nya akan dingin" ucap Li Hongli mengalihkan pembicaraan
" Apa kau mencoba untuk mengalihkan pembicaraan Li'er, kau bahkan belum menjawab pertanyaan ayah" ujar Li Yuwen
" Sebaiknya ayah diam dan makan atau makanan mu akan di makan oleh Ying Liang" dengus Li Hongli
" Baik baik" diam diam Li Yuwen masih tersenyum, dalam hati nya ia sangat senang melihat pemandangan di depan nya.
Dari dulu dia tidak pernah melihat Li Hongli dekat dengan gadis mana pun, walau sebelum kejadian yang menyatakan ia adalah sampah yang tidak berguna, banyak anak perempuan dan orang tua yang menyuruh anak perempuan mereka untuk mencoba mendekati nya tapi Li Hongli sedari kecil sikap nya tetap sama dingin dan tak tersentuh.
Apa lagi setelah ia di nyatakan telah menjadi sampah yang tidak berguna, orang orang yang dulu menyanjung nya sekarang berbalik menjauhi dan menghina nya, bahkan setiap mereka bertemu dengan nya hanya ada cibiran dan tatapan merendahkan yang mereka berikan pada nya.
Sehingga saat ia melihat Li Hongli yang membiarkan seorang gadis duduk di dekat atau lebih tepat nya di samping nya, tanpa anak nya merasa risih atau marah sedikit pun dia sangat senang, dan ia pun merasa gadis yang bernama Yueyin ini adalah gadis yang baik terlepas dari sifat dan sikap nya yang memang hampir sama seperti putra nya.
__ADS_1
Mereka memulai makan dengan tenang, namun Li Yuwen yang saat itu melihat pada Yueyin yang sedang ingin membuka cadar nya merasa penasaran wajah di balik cadar itu.
Saat cadar itu terlepas Li Yuwen sampai berhenti bernafas beberapa detik, wajah Yueyin terlihat sangat cantik dan manis hanya saja ekspresi nya tetap datar dan dingin, mungkin hanya saat Yueyin berbicara pada nya nada nya lebih terdengar sopan, ia benar benar terpana melihat wajah gadis itu, di hati nya ia menggumamkan sesuatu, pantas saja putra nya menyukai gadis ini, ia juga yakin istri nya yang cantik akan menyukai menantu yang di pilih putra nya ini.
Bukan hanya Li Yuwen, bahkan Ying Liang, Yelu, dan Ying Yue yang sesama perempuan masih terpana saat melihat wajah Yueyin, meski mereka sudah beberapa kali melihat wajah nya, Li Hongli yang juga melihat pada Yueyin hanya tersenyum tipis sangat tipis hingga tidak ada yang bisa melihat nya jika tidak di perhatikan dengan teliti.
Sedangkan Yueyin yang telah melepaskan cadar nya hanya bersikap acuh tak acuh, sebelum nya selama ia berada di tempat ini, ia tidak pernah memperlihatkan wajah nya di hadapan orang lain kecuali, Li Hongli juga di tambah Yelu, Ying Liang dan Ying Yue. Namun sekarang Li Yuwen pun adalah salah satu dari mereka, jika ada yang bertanya kenapa dia melakukan nya tentu saja itu karena dia adalah ayah Li Hongli dan salah satu orang yang menurutnya pantas melihat wajah nya.
Sebenarnya bukan hanya Yueyin, Ying Yue pun telah membuka cadar yang di pakai nya, Ying Yue terlihat cantik dan manis, hanya saja jika di bandingkan dengan Yueyin tentu saja seperti bumi dan langit, namun Ying Yue tidak merasa iri sama sekali tentang hal itu, dia malah merasa sangat bahagia dan beruntung karena orang yang sangat cantik dan jenius itu telah menganggap nya saudara.
Ying Yue bahkan sangat mengagumi Yueyin dan sangat mendukung jika nanti nya memang Yueyin menjadi pasangan Tuan Li Hongli, karena tidak ada pasangan yang lebih pantas untuk tuan nya Li Hongli selain Yueyin, begitu pun sebaliknya. Karena itulah ia tidak menyukai Xin Jiao yang terus saja mencoba mendekati Li Hongli.
" Ada apa paman? Apa yang di katakan nya benar lebih baik kita makan...... Silahkan Paman menikmati hidangan nya" suara lembut Yueyin menyadarkan semua orang dari lamunan nya.
" Tentu Paman, aku senang mendengarnya" seru Yueyin di barengi senyum tipis yang terlihat sangat manis dan mempesona pada Li Yuwen
Setelah itu mereka pun makan dengan tenang, tidak ada yang berbicara sama sekali, mereka hanya fokus pada hidangan di depan mereka.
Li Hongli dan rombongan nya yang baru saja selesai menikmati makanan dan minuman di tempat itu, masih berbincang santai.
__ADS_1
" aku sangat bangga pada mu nak, tapi ingatlah jangan pernah memaksakan diri mu sendiri.... Dan ingat selalu nasihat dari ibu mu" seru Li Yuwen dengan senyum yang lebar
" Tentu ayah" meski Li Hongli terlihat sangat dingin di permukaan tapi tetap saja ia masih menghormati ayah dan ibu nya yang selalu ada di sisi nya, meski banyak yang merendahkan dan menghina mereka, tapi tidak menurunkan kasih sayang mereka pada nya terlepas sikap nya yang dingin.
" ibu mu tidak bisa datang karena harus mengurusi bisnis kita yang semakin besar, tapi dia akan sangat senang jika dia tahu dia memiliki menantu yang di bawa oleh putra putra nya...... Setelah turnamen selesai kau pulanglah ibu mu pasti akan sangat gembira melihat kedatangan mu dan yang lain nya" bujuk Li Yuwen
" Baik ayah" balasnya acuh tak acuh tapi ia tetap menuruti keinginan ayah nya
" Paman selama di sini tinggal di mana?" tanya Ying Liang penasaran
" Paman belum menemukan tempat tinggal, kebetulan paman pagi ini baru sampai dan langsung melihat babak semifinal, untuk saja gerbang istana belumlah di tutup" ujar nya
" mmm..... Kalau begitu paman tinggal saja di penginapan bersama kami, kau tidak keberatankan Li Hongli!" Bukan Ying Liang yang menjawab melainkan Yueyin yang juga bertanya pada Li Hongli
" Tidak masalah" balas Li Hongli
" Ia paman lagi pula ada dua kasur dalam satu kamar itu, lagi pula sangat sulit mencari penginapan sekarang semua penginapan kebanyakan sudah penuh" ucap Yelu menimpali
" Baiklah jika itu tidak menggangu aktivitas kalian" jawab Li Hongli
__ADS_1
" Lebih baik kita kembali ke penginapan, ayah harus beristirahat" ujar Li Hongli acuh tak acuh tapi ia sangat peduli pada orang orang yang telah menyayangi nya dengan tulus.
Li Hongli membawa mereka meninggalkan ruangan itu, setelah selesai melakukan pembayaran, Li Hongli lalu membawa rombongan nya meninggalkan tempat itu, melanjutkan perjalanan mereka menuju penginapan.