
Lian Jiazhen tidak langsung menjawabnya tapi dia beralih menatap Li Hongli.
" Pangeran kau bersama pasukan mu lawanlah pasukan pertahanan kekaisaran Zhu, sedangkan pasukan penyerang dan kaisar Zhu sendiri biarkan menjadi urusan ku... Kau bisa membantu setelah menyelesaikan tugas mu" ujar Li Hongli yang mendapatkan tatapan tidak suka dari beberapa Jenderal yang memang berada di pihak Lian Jiazhen.
" Tuan kau tidak bisa memerintahkan putra mahkota, hanya putra mahkota saja yang berhak memerintah kita" ucap nya tidak senang, dia pikir bagaimana bisa dia memerintahkan seorang kaisar masa depan, ini nama nya sebuah penghinaan.
" Pangeran Jiazhen saja tidak merasa keberatan dengan ucapan ku ini, siapa kau yang berani begitu tidak sopan di hadapan nya" balas Li Hongli menyindir yang membuat orang itu terdiam.
Lagi pula dia bukan berniat memerintah kaisar, dia masih seorang putra mahkota belum menjadi kaisar, dan juga situasi lebih penting dari status.
" Ya, aku setuju dengan ide nya" sahut Lian Jiazhen dengan ringan, Lian Yu yang juga mendengarkan mengangguk setuju.
" Aku juga akan berada di pihak Gege Jiazhen untuk membantunya."
Saat mereka sedang mengatur strategi apa yang akan di gunakan untuk menghadapi kekaisaran Zhu, di luar tenda terdengar keributan yang sedang terjadi
" Prajurit!" Panggil Lian Yu dengan kesal
" Hormat hamba pangeran kedua."
" Katakan apa yang sedang terjadi di luar, mengapa begitu berisik?"
" Mohon maaf Yang Mulia sekelompok orang yang tuan Li bawa kemarin membuat keributan di depan, mereka memaksa ingin masuk..."
Dhuar
Sebelum prajurit itu menyelesaikan ucapan nya terdengar ledakan keras dari luar. Mereka segera bergegas keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
" Berani sekali orang rendahan seperti kalian menghalangi ku, apa kau tidak tahu siapa aku ini!" Seru nya pada sekelompok prajurit yang sedang mencoba menghentikan nya.
Ledakan tadi di sebabkan oleh orang itu setelah melemparkan seorang prajurit sejauh puluhan mil.
" Tuan, tolong jangan membuat keributan di sini."
" Ck, kemarilah biarkan aku memberi kalian pelajaran agar kalian tahu betapa tinggi nya langit"
" Aku juga ingin tahu bagaimana cara mu memberikan mereka pelajaran!" Orang yang baru saja bicara adalah Li Hongli.
Li Hongli datang dengan yang lain nya, dan dia menatap datar pada para dewa yang memiliki kesombongan yang begitu tinggi.
" Itu kau! Manusia rendahan, aku akan memberikan mu pelajaran lebih dulu, biarkan saudara pertama lihat setelah dia kembali kau hanyalah orang lemah, berani sekali memerintah orang agung seperti kami." Ucap nya sombong dan segera berjalan menuju Li Hongli dengan langkah besar.
Semua segera bersiap untuk mencoba menghentikan nya tapi suara Li Hongli lebuh dulu menghentikan mereka.
" Biarkan dia." Seru nya singkat, setelah ia mengatakan itu tidak ada lagi yang berani menghentikan nya.
" Mati kau manusia...."
Orang itu mengangkat tangan nya, kepalan tangan itu mengandung energi Qi yang besar, saat berada beberapa langkah dari Li Hongli ia segera mengarahkan tinju nya itu pada wajah nya, tujuan jelas untuk mempermalukan Li Hongli.
Dia tersenyum menyeringai saat tinju nya akan mengenai wajah Li Hongli, tapi sesaat selanjutnya senyum nya menghilang dan terganti dengan ekspresi kebingungan.
__ADS_1
Li Hongli dapat dengan mudah menghentikan tinju nya hanya dengan sebelah tangan saja.
" Lebih baik kau merasakan sendiri, bagaimana tinggi nya langit!" Seru Li Hongli sebelum meraih tangan nya dan melemparkan nya dengan begitu mudah.
Dhuar
Terdengar suara ledakan, dan dari ledakan itu sebuah lubang yang cukup besar pun tercipta.
" Kau... Berani sekali memukul saudara kami!"
" Jika ingin membalas maju saja kalian semua" ucap Li Hongli dengan sombong, seketika Aura yang dominan dapat semua orang rasakan.
" Baik, Kami akan membuat mu tidak lagi bisa bersikap sombong!"
Mereka menyiapkan serangan masing-masing dan berniat menyerang Li Hongli, tapi sebuah suara segera menghentikan tindakan bodoh mereka.
" Berhenti!"
Terlihat dua orang yang turun dari langit dengan mengendarai pedang, seorang yang pemuda yang berpenampilan lembut dan elegan segera memelototi mereka dengan garang.
" Apa yang kalian lakukan... Bukankah sudah ku katakan jangan membuat kekacauan selama aku pergi!" Ucap nya dengan dingin.
" Saudara pertama kau harus memberi dia pelajaran, dia telah memukul saudara kelima" seru nya yang menyalahkan semua nya pada Li Hongli.
" Benar saudara, lihatlah aku terluka oleh nya" seru saudara kelima yang di bantu oleh bawahan Tuan Hui
" Jika kalian ingin melanjutkan cepat lah maju... Jika tidak hentikan omong kosong ini, perang akan segera berlangsung, jika kalian tidak bisa membantu lebih baik enyah dari sini" ucap Li Hongli acuh tak acuh
" Namun apa maksud saudara, apakah pasukan yang berada di arah Utara akan segera menyerang tempat ini?"
" Kita bahas itu nanti, sebaiknya kita bicarakan ini di dalam tenda ku" bukan Li Hongli yang menjawab melainkan Lian Jiazhen.
" saudara Jiazhen, kau benar. Kalian juga ikut dengan ku"
" Semua nya bubar, bawa yang terluka ke ruang kesehatan segera."
" Baik pangeran."
Di dalam tenda
Yang berada di dalam hanya Li Hongli, Lian Jiazhen, Lian Yu dan orang-orang ras dewa. Lian Jiazhen telah meminta para jenderal untuk kembali melakukan tugas mereka.
" Tuan... Apakah aku perlu memanggil tabib untuk mengobati luka-luka nya?" Tanya Lian Jiazhen melihat saudara kelima tuan Hui yang terlihat sedang kesakitan serta mendapatkan banyak luka.
" Tidak perlu, tabib di dunia manusia tidak lebih hebat dari di tempat ku, lebih baik aku mengobati diri ku sendiri atau mungkin tabib itu malah akan memperparah luka ku" ucapnya sinis, ia juga menatap Li Hongli dengan tajam. Sedangkan yang di tatap hanya acuh tak acuh.
" Diam, sebaiknya kau minta maaf pada saudara Li dan yang lain nya."
" Tapi saudara..."
" Tutup mulut mu itu... Semua nya tolong maafkan sikap nya, dia terlalu dimanjakan oleh guru kami membuat nya bersikap sembrono." Ucap nya dengan tulus tidak lupa senyum nya yang terlihat begitu lembut.
__ADS_1
" Apa yang kau temukan?" Tanya Li Hongli langsung menghentikan perdebatan mereka
" Apa maksud saudara Li..." Ucap tuan Hui masih dengan senyum lembut nya.
" Ku rasa, kau pergi dengan sia-sia. Aku tebak kau tidak dapat menemukan dimana keberadaan jiwa Raja iblis berada, ataupun hal lain yang kau cari." Ucapnya tepat sasaran.
Seketika tuan Hui terdiam mematung untuk beberapa saat, apa yang Li Hongli katakan memang benar, dia keluar untuk mencari keberadaan Raja iblis dan juga reinkarnasi kaisar dewa di tempat yang ia rasakan terakhir kali. Namun hasil nya sungguh mengecewakan, dia sama sekali tidak dapat menemukan salah satu dari keduanya.
" Saudara benarkah?" Tanya salah satu dari mereka
" Ya, kau benar" ucap nya sedikit lesu dan menatap Li Hongli
" Saudara jika yang kau katakan benar, bukankah sebaiknya kita meninggalkan tempat ini."
" Benar, percuma saja kita tinggal disini, jika Raja iblis saja tidak ada"
" Sungguh idiot" ucap Li Hongli acuh, tanpa mempedulikan tatapan tajam dari mereka setelah dia mengatakan kalimat tersebut.
" Apa kau bilang..."
" Cuih, bukankah ini semua karena kau. Kau bilang kami dapat menemukan Raja iblis tapi ternyata semua nya hanya kebohongan."
" Mungkin saja dia melakukan ini agar kita dapat membantu mereka mengalahkan musuh dan menggunakan kekuatan kita."
" Berani sekali kau mencoba memanfaatkan kami."
" bodoh! Jiwa Raja iblis adalah jiwa yang sudah hidup selama ratusan bahkan jutaan ribu tahun lama nya, jiwa nya telah menjadi kuat setiap waktu nya. Dengan kemampuan kalian sekarang tentu saja akan sulit menemukan keberadaan nya yang sedang bersembunyi dari tiga alam." Ujar Li Hongli dengan jelas dan nada sarkastik.
" Apa maksud mu..."
Ucapan nya segera dipotong oleh Li Hongli " ya, Raja iblis masih ada di wilayah ini."
" Cih, kalau yang kau katakan itu benar. Mana mungkin saudara pertama tidak bisa merasakan nya, dia adalah jenius di antara jenius yang ada di langit tertinggi." Ucap nya sombong
" Zheng diam... Apa yang saudara Hongli katakan bisa jadi benar."
" Apa maksud mu saudara, kekuatan mu adalah yang paling besar diantara kami."
" Di dunia ini kekuatan kita di tekan oleh prinsip dunia, hal itu membuat ku tidak bisa menggunakan kekuatan maksimal ku untuk mencari keberadaan Raja iblis." Ucap nya menjelaskan
Lian Jiazhen, Lian Yu sedari tadi hanya diam saja mendengarkan tanpa berniat menyela percakapan mereka, meski beberapa kali keduanya mendapatkan kejutan demi kejutan saat mendengar percakapan mereka.
" Maaf menyela percakapan seru kalian... Tapi, lawan yang akan kekaisaran Lian hadapi berhubungan dengan Raja iblis."
" Benar, Raja iblis merasuki tubuh dari kaisar musuh kami." Ucap Lian Yu menimpali ucapan Lian Jiazhen sebelum nya.
" Benarkah, jika begitu pantas saja aku sulit menemukan keberadaan nya."
Setelah itu mereka pun melanjutkan percakapan bersama sampai akhir nya orang-orang ras dewa memutuskan untuk bekerjasama bersama kekaisaran Lian untuk mengalahkan kekaisaran Zhu, meski mereka hanya berjanji hanya akan membantu mengurus kaisar Zhu yang di duga menjadi wadah bagi jiwa Raja iblis.
" Baik kita telah memutuskan nya."
__ADS_1