
" T-tuan kami mohon maafkan kami, kami memang salah, hukum saja kami. Tapi jangan buang kami!"
" Saudara Yelu cepat katakan sesuatu, agar tuan tidak membuang kita. Saudara!"
Di tempat itu yang hanya ada beberapa orang saja, orang-orang yang melihat nya tidak tahu harus bagaimana. Di sisi lain Yelu dan Ying bersaudara telah berjasa besar tapi Li Hongli juga jasa nya sama besar, dan mereka juga tidak ingin membuat keadaan semakin memanas. Sedangkan Para tetua telah pergi meninggalkan tempat itu setelah kedatangan Yelu, mereka memilih tidak ikut campur dengan urusan para anak muda.
" Li Hongli aku tidak tahu kau begitu arogan dan sombong, mereka telah meminta maaf dan mengakui kesalahan nya, mengapa kau tidak memaafkan mereka. Tapi malah bersikap begitu jahat... Sebenarnya mereka tidak seharusnya meminta maaf pada mu, lagi pula apa yang mereka lakukan itu semua untuk menolong banyak orang, mereka tidaklah salah, kau saja yang terlalu berlebihan Li Hongli!" Seru Xin Jiao yang merasa kesal saat melihat Ying Liang tampak sangat sedih.
Entah apa yang di rasakan nya saat ini tapi rasa kagum dan suka nya pada Li Hongli seakan lenyap dalam lima bulan terakhir ini, ia datang kemari mengikuti guru nya Raja petir untuk membantu sekte Tombak Langit, tapi ternyata Ying Liang juga datang membantu hingga mereka berdua juga sering bertemu dan menghadapi hidup dan mati bersama, meski kadang Ying Liang sering menggoda dan mengejeknya tapi keduanya semakin dekat. Melihat Ying Liang begitu terpuruk saat ini hal itu membuat nya ikut sedih, dan tidak terima.
" Berlebihan?"
" Ya, kau berlebihan. Jika mereka orang ku aku tidak akan memperlakukan seorang pahlawan dengan begitu buruk." Ujar Xin Jiao dengan tegas.
" Tuan putri Xin Jiao, ku mohon jangan berbicara lagi!" Seru Ying Liang menatap gadis itu dengan tajam, tapi Xin Jiao sama sekali tidak mempedulikan ucapan nya itu.
" Pahlawan? Mereka yang menjadi orang ku harus patuh pada perintah ku, aku tidak membutuhkan bawahan yang ingin menjadi pahlawan kesiangan untuk orang lain." Sahut Li Hongli dengan dingin
" Kau, kau sangat kejam Li Hongli, entah apa yang membuat ku dulu menyukai pria dingin dan arogan seperti mu!" Seru Xin Jiao dengan kesal.
" Li Ge!" Seru Yueyin ingin berbicara tapi segera di potong oleh Li Hongli.
__ADS_1
" Yue'er, jangan meminta ku untuk apapun. Aku ingin pergi sendiri dan menenangkan diri." Ucap Li Hongli
" Minta mereka untuk kembali beristirahat!" Bisik Li Hongli tepat setelah dia berada dekat dengan Yueyin, setelah mengatakan itu ia pun melanjutkan langkah nya.
Yueyin tersenyum di balik cadar nya saat tahu siapa yang Li Hongli maksud.
" Kalian bertiga berdirilah!" Seru Yueyin dengan lembut pada Yelu dan Ying bersaudara.
" Tidak nona, kami akan tetap berlutut sampai tuan mengampuni kami." Ujar Yelu dengan tegas setelah dia berhasil menenangkan pikiran nya sendiri.
" Bukan begitu maksud ku! Luka kalian masih belum sembuh sepenuhnya, kalian harus kembali untuk beristirahat."
" Benar apa yang di katakan Putri Yueyin, Ying Liang cepatlah kau berdiri dan kembali ke kamar mu, tidak perlu kau pedulikan orang sombong itu. Jika kau mau aku bisa meminta guru ku untuk membantu kalian bertiga." Ucap Xin Jiao dengan yakin dan tegas.
" Ying Liang! Kau ini sangat keterlaluan, maksud Xin Jiao itu baik, sekarang ikuti perkataan ku kalian kembali ke kamar kalian dan beristirahat."
" Tapi nona..."
" Yelu! kau adalah orang yang selalu menuruti perintah dari Li Hongli, namun sekarang kau malah bersikap seperti ini. Hah... Kalian ini, apa kalian benar-benar tahu apa salah kalian, Li Hongli bukan marah karena kalian berniat membantu para warga, tapi karena sikap keras kepala kalian ini, bukankah dia selalu mengatakan bahwa dia sudah menganggap kalian sebagai saudara nya sendiri, tapi sekarang kalian malah berlutut di hadapan nya. Apa kalian pikir itu tidak melukai hati nya, saudara nya sendiri tidak mendengarkan perkataan nya dan memilih untuk berlutut di kaki nya." Ujar Yueyin panjang lebar.
" Dibandingkan orang lain, kalian bertiga lah yang paling tahu apa yang terjadi jika saja kami berdua tidak datang tepat waktu untuk menyelamatkan kalian, jiwa kalian.... Hah! Sudahlah kalian pikirkan itu sendiri, sekarang kalian kembali, temui dia lagi nanti. Namun ingat jangan berlutut seperti tadi, kalian tidak lupa bukan Li Hongli sangat tidak menyukai jika ada kerabat dan orang terdekat nya yang berlutut pada nya, menurut nya hanya musuh nya saja yang berhak berlutut di kaki nya. Jadi kalian ingin tetap bersama nya atau menjadi musuh nya!" Ujar Yueyin berulangkali mengingat apa yang menjadi kesalahan nya itu.
__ADS_1
Ekspresi Yelu sedikit mengendur tidak tegang seperti sebelum nya, sekarang dia tahu apa yang telah membuat tuan nya begitu marah pada mereka bertiga, ia melupakan sebuah fakta yang begitu besar, apa lagi tadi Xin Jiao malah memprovokasi tuan nya yang membuat dia semakin marah.
" Sekarang kalian akan mematuhi perintah dari suami ku bukan?" Ucap Yueyin menaikkan sebelah alis nya.
" Tentu nona." Dengan tegas dan kompak ketiga nya menjawab.
" Sebelum pergi, suami ku meminta kalian untuk berdiri, dan kembali ke kamar kalian untuk beristirahat sampai luka kalian sembuh"
" Baik nona" mereka merasa sangat terharu meski sedang marah tuan nya masih saja memperhatikan kondisi mereka.
" Yueyin'er!" Seru Lian Yu entah apa yang ingin ia bicarakan karena mata nya sedari tadi fokus pada kepergian Yelu dan Ying bersaudara.
" Ada apa?" Balas Yueyin dengan santai dan tenang
" Suami mu itu hebat sekali bisa menaklukkan tiga monster seperti mereka!" Seru Lian Yu dengan kagum, ia masih mengingat kehebatan tiga orang itu di Medan perang.
Yueyin tertawa kecil saat mendengar itu yang membuat Lian Yu bingung.
" Gege, apa kau melupakan kehebatan suami ku, yang lebih pantas di panggil monster itu adalah suami ku sendiri. Aku sendiri tidak tahu seberapa besar kekuatan nya sekarang ini!"
Perkataan Yueyin membuat Lian Yu kembali tersadar.
__ADS_1
Memang benar perkataan adik nya ini, Li Hongli sangat pantas untuk di panggil monster, kekuatan yang dia tunjukkan saat melawan Jenderal iblis itu masih hangat dalam ingatan nya, bukan hanya itu saat mengingat pertempuran nya hanya akan membuat nya bergidik takut.
Yueyin tidak peduli dengan apa yang di pikirkan oleh saudara nya itu, ia pergi meninggalkan kakak nya yang masih sibuk memikirkan kehebatan Li Hongli.