
Li Hongli memeriksa pergelangan tangan Huan Xinyi terlebih dahulu, lalu ia mengeluarkan satu jarum perak untuk mengetes racun yang ada di tubuh Huan Xinyi, setelah melakukan serangkaian tes jarum perak tersebut berubah warna menjadi hitam keunguan. Melihat itu Li Hongli segera segera menotok Meridian-meridian kecil Huan Xinyi agar racun itu tidak menyebar ke bagian organ vital.
" Kalian keluarlah!" Ucap Li Hongli
" Tapi bisakah aku tetap disini, aku ingin menemani guru, mungkin saja kau juga akan membutuhkan sesuatu selama mengobati guru" Xia Xionglue jelas terlihat ragu untuk mengatakan nya.
" Tidak, kau hanya akan menggangu ku" ucap Li Hongli singkat dan dingin
" Xionglue'er pergilah dengan yang lainnya" suruh Huan Xinyi
" Ayo kita keluar Xionglue'er, Hua'er" ucap tetua Zhishu yang bisa berpikir lebih tenang.
" Baiklah"
Dengan pasrah Lien Hua dan Xia Xionglue mengikuti tetua Qixuan dan tetua Zhishu keluar, Wang Xiuhuan juga ikut dengan mereka.
" Li Ge aku akan menunggu diluar" seru Yueyin
" Baik, tolong perhatikan pelayan itu"
" Aku mengerti"
Yueyin juga berjalan keluar, saat melihat Yueyin keluar yang paling merasa lega adalah Xia Xionglue karena ternyata Li Hongli juga tidak membiarkan gadis itu berada di dalam. Mereka sekarang sedang menunggu di ruang tengah kediaman itu, ada seorang pelayan yang menyajikan teh dan cemilan agar mereka bisa menunggu dengan tenang dan santai.
" Kau pelayan Matriak Huan Xinyi?" Tanya Yueyin berbasa-basi namun nada nya jelas terdengar acuh.
" Benar nona" jawab pelayan itu dengan ramah dan sopan.
" Sudah berapa lama kau melayani Matriak Huan?" Yueyin kembali bertanya.
" Menjawab nona, saya sudah lama menjadi pelayan nyonya"
__ADS_1
" Hhmm, itu artinya kau yang selama ini memberikan obat-obatan dan menjaga Matriak Huan?" Lagi-lagi Yueyin bertanya.
Meski bingung dengan pertanyaan gadis di depan nya itu, dia tetap mencoba tenang dan menjawab semua nya dengan baik.
Namun Yueyin yang terus bertanya tentang hubungan pelayan itu dan Huan Xinyi membuat semua orang bingung, Xia Xionglue bahkan mengernyitkan dahi merasa curiga dengan tujuan Yueyin menanyakan semua itu. Sedangkan Wang Xiuhuan merasa sangat bingung, meski dia tidak terlalu dekat dengan Yueyin namun ia sangat tahu gadis itu tidak suka mengurusi hal-hal kecil yang akan membuang-buang waktu nya saja, tapi sekarang Yueyin malah bersikap sangat aneh.
" Nona Yin, bukankah pertanyaan mu itu sudah sangat banyak, apa kau memiliki maksud lain hingga bertanya semua tentang guru ku pada seorang pelayan atau sebenarnya kau memang memiliki tujuan lain dengan datang kesini!" Ucap Xia Xionglue dengan sikap yang sinis dan senyum mencibir.
" Aku hanya ingin tahu saja! Ternyata Matriak Huan lebih percaya pada seorang pelayan dibandingkan murid nya sendiri" Yueyin sama sekali tidak merasa terprovokasi, ia dapat menjawab provokasi Xia Xionglue dengan anggun dan elegan.
" Dia adalah pelayan kepercayaan guru, karena itulah guru sangat percaya pada nya" bukan Xia Xionglue yang berbicara melainkan Lien Hua.
" Jadi begitu."
" Kalau begitu pelayan tolong tuangkan teh untuk ku, karena kau pelayan kepercayaan Matriak Huan tentu kau tidak akan meracuni ku bukan, aku bisa tenang sekarang" ucap Yueyin dengan sikap yang tenang dan dia sengaja menekankan setiap ucapan nya.
Mendengar itu pelayan yang tadi sedang menuangkan air teh ke cangkir terlihat gugup tangan nya sedikit gemetar saat memegang teko, semua itu tidak luput dari penglihatan Yueyin, namun tidak ada yang menyadari nya.
" Kau pikir sekte kami sekte lembah racun yang begitu suka bermain dengan racun dan nyawa seseorang seperti teman mu itu, jangan berbicara omong kosong tentang pelayan guruku" seru Xia Xionglue dengan sinis
Wang Xiuhuan yang ingin angkat bicara pun langsung terdiam, karena Yueyin menyerang Xia Xionglue dengan telak.
" Nona ini teh mu" ucap pelayan itu terdengar sedikit gugup namun seperti nya dia mencoba untuk tetap tenang.
" Baik, terima kasih"
Prank
saat Yueyin ingin mengambil teh tersebut ternyata teh itulah tumpah dan mengenai pakaian nya.
" Apa yang kau lakukan!" Seru Yueyin marah hingga membuat nya langsung berdiri.
__ADS_1
" Mohon maaf nona, biar saya bantu bersihkan" pelayan itu dengan tergesa-gesa mengelap pakaian Yueyin dengan tangan nya, entah kenapa ia merasa sangat takut dengan tatapan mata Yueyin, ia juga tidak tahu mengapa cangkir teh itu tiba-tiba saja tumpah.
" Tidak perlu" Yueyin mencengkeram tangan pelayan tersebut, dan mendorong nya menjauh sampai membuat pelayan itu jatuh terduduk.
" Nona tolong maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja" ucap pelayan itu sambil bersujud di hadapan Yueyin.
" Tentu saja aku tahu kau tidak melakukan nya, karena yang melakukan nya adalah aku sendiri, namun seperti ini akan semakin menarik" batin Yueyin ia berpura-pura sangat marah sambil mengelap sisa teh yang tertempel di pakaian nya itu.
Saat pelayan itu akan memberikan cangkir teh, Yueyin dengan sengaja menggunakan elemen angin agar cangkir teh tersebut tumpah.
" Apa yang kau lakukan, tidak perlu berlutut pada gadis arogan itu, setelah Li Feng mengetahui wajah aslinya ini dia akan langsung menendang nya dari sini, lebih baik kau berdirilah, bagaimana kau adalah pelayan guru, berlutut di sembarang orang sama saja menghina guru, apa lagi berlutut pada gadis sombong seperti nya" ucap Xia Xionglue mencoba membantu pelayan itu untuk berdiri.
" Tapi nona..."
" Tetua Zhishu seperti nya diantara yang lain nya kaulah yang paling pintar, cepat suruh pelayan ini enyah dari hadapan ku dan jangan biarkan dia bertemu dengan ku atau saat nanti dia bertemu dengan ku adalah hari terakhir nya bernafas" Yueyin mengucapkan nya dengan tenang sambil melirik tetua Zhishu.
Wang Xiuhuan semakin tidak mengerti apa yang sedang Yueyin lakukan.
Bukankah gadis itu jarang mempermasalahkan hal kecil, apa lagi membesar-besarkan masalah kecil, itu bukanlah dia!
Tapi sikap nya sekarang malah terlihat seperti ingin mencari masalah?
Jika ada saudara Li di sini mungkin dia akan bertanya pada nya, seperti nya di dunia ini hanya pemuda itulah yang dapat memahami gadis ini dengan sangat baik, pikir nya
Lien Hua sendiri merasa bingung dengan sikap Yueyin yang sangat berbeda jauh dari yang ia kenal dulu, meski dingin dan acuh tak acuh gadis itu tidak akan bersikap begitu tidak sopan pada orang tua, apalagi pelayan itu lebih tua dari dia. Namun hanya satu yang dapat ia pahami di balik segala tindakan Yueyin akan selalu memiliki maksud tertentu karena itu dia masih diam saja meski Yueyin membuat keributan.
Ada juga tetua Qixuan dia sudah terlihat sangat kesal dan marah sedari tadi dengan sikap Yueyin yang di rasa nya begitu sombong, hanya saja setiap kali dia ingin buka suara tetua Zhishu selalu menghentikan tindakan nya, membuat dia hanya dapat diam.
" Pelayan kau pergilah" seru tetua Zhishu.
" Tapi tetua.."
__ADS_1
" Xionglue'er diam dan duduk kembali, bagaimana pun dia adalah tamu kita, kita wajib menyambut dengan baik" ucap tetua Zhishu dengan tenang dan tegas.
" Aku mengerti tetua"