
___________________
Setelah perjalanan tiga hari dua malam rombongan Li Hongli dan para anggota sekte yang ikut untuk berperang di perbatasan pun akhir nya sampai, namun sayang nya para pasukan kekaisaran yang kebanyakan hanyalah manusia biasa atau Kultivator tingkat rendah masih membutuhkan waktu untuk sampai di kamp militer.
" Tuan Li apa tidak apa-apa kita meninggalkan pasukan kekaisaran di belakang?" Tanya seorang anggota sekte.
" Ya, di sana juga ada dua Kultivator senior yang akan menjaga mereka." Jawab nya dengan tenang.
" Semua nya lihat! di sana kamp militer pasukan kekaisaran Lian!" Seru seseorang mengabari.
" Bergerak lebih cepat." Perintah Lian Yu yang di angguki oleh semua nya.
" Siapa kalian!" Seru para penjaga di luar tenda menghadang rombongan tersebut.
" Ini aku, pangeran kedua kaisar Lian. Lian Yu." Ucap Lian Yu sambil mengeluarkan tanda pengenalnya pada para penjaga tersebut.
" Maaf atas kelancangan kami pangeran. Silahkan masuk!" Seru penjaga itu dengan sopan dan segera membuka pintu masuk ke dalam kamp militer.
" Terima kasih, kerja mu bagus." Ucap Lian Yu tersenyum tipis sambil menepuk pundak orang itu.
Kebetulan sekali Lian Jiazhen yang sedang ingin berjalan-jalan tanpa sengaja melihat sosok Lian Yu, sehingga dia segera datang menghampiri nya.
" Didi (adik) Yu, kau ada di sini?" Tanya Lian Jiazhen terkejut, dia masih belum melihat Yueyin yang juga ada di sana.
" Gege, apa kau hanya akan menyapa Gege Yu saja, sedangkan aku tidak kau sambut!" Seru Yueyin dengan nada seakan dia sedang marah
" Meimei, aku tidak menyadari keberadaan mu tadi, jangan marah ayo aku bawa kalian ke tenda ku."
" Pengawal, sediakan tempat untuk mereka beristirahat dan juga sediakan makanan dan minuman untuk mereka!" Seru nya pada para pengawal sebelum mengajak Yueyin dan Lian Yu ke tendanya, tentu saja Li Hongli mengikuti Yueyin dari belakang.
" Silahkan kalian duduk... Pelayan sajikan teh untuk mereka."
" Baik pangeran."
" Kalian keluarlah!" Serunya pada para pelayan.
" Aku memang mendapat kabar dari ayahanda, beliau akan mengirimkan tentara bantuan kemari, tapi aku tidak tahu ayahanda mengirim kalian kemari." Ujar Lian Jiazhen
" Ini semua rencana adik ipar mu Gege, dia bahkan mempercepat perjalanan kita sedangkan pasukan kekaisaran tertinggal jauh dari belakang." Seru Lian Yu menatap Li Hongli dengan sinis, sedangkan Li Hongli hanya acuh.
" Pasukan kekaisaran belum tiba?" Tanya Lian Jiazhen sambil menaikkan sebelah alis nya.
__ADS_1
" Ya"
" Pantas saja aku merasa bingung dengan kedatangan kalian, jika menghitung waktu seharusnya kalian akan tiba dua hari lagi. Lalu dimana para prajurit kekaisaran Lian?"
" Mereka aman, lusa sore nya mereka mungkin akan tiba di sini. Sedangkan orang-orang yang pangeran tadi lihat adalah para anggota sekte yang sukarela datang kemari." Ujar Li Hongli menjawab pertanyaan nya dengan tenang.
" Baiklah, perang saat ini juga sedang reda dan belum ada tanda-tanda kekaisaran Zhu akan kembali menyerang dalam waktu dekat ini..."
" Yang Mulia, Yang Mulia!" Seru seorang pelayan yang menerobos masuk ke tenda, pelayan itu terlihat begitu panik.
" Ada apa?" Tanya Lian Jiazhen mencoba untuk tidak marah setelah pelayan itu menerobos masuk tanpa ijin dari nya.
" Yang Mulia kondisi gadis itu sedang kritis dan pemuda bersama nya sedang membuat keributan"
" Gadis? pemuda? Ada apa ini Gege?" Tanya Yueyin dengan bingung apa yang pelayan itu maksudkan.
" Ikuti aku!"
" Dua hari lalu Gege bertemu dua orang yang sedang terluka parah, dia seperti baru keluar dari perbatasan kekaisaran Zhu karena itu Gege menjadikan keduanya tahanan tapi gadis yang bersama pemuda itu terluka sangat parah karena kasihan aku pun menyuruh tabib mengobati nya lebih dulu, namun seperti nya kondisi gadis itu sangat parah sampai tabib istana sendiri kesulitan untuk mengobati nya." Lian Jiazhen membawa Li Hongli dan yang lain nya ke sebuah tenda.
Tenda yang mereka datangi begitu banyak prajurit dari berbagai arah yang menjaga nya.
" Ayo kita masuk." Seru Lian Jiazhen.
" Li Ge ada apa?" Tanya Yueyin saat melihat Li Hongli yang hanya dia tanpa mengikuti Lian Jiazhen.
" Aku seperti tidak asing dengan aura yang berada dalam tenda, ayo kita ikut masuk." Ucap Li Hongli yang di angguki oleh Yueyin.
" Ying'er bertahanlah!" Seruan seseorang terdengar menggema di tempat itu.
Terdapat seorang pemuda yang sedang di tahan oleh enam orang, sedangkan terdapat seorang gadis yang terbaring di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh yang perlahan mulai membiru.
" Tolong tenanglah, tabib istana sedang berusaha mengobati nya." Ucap Lian Jiazhen mencoba menenangkan nya.
" Bagaimana aku bisa tenang, lihatlah kondisi nya sekarang malah semakin memburuk. Enyah kalian, jika tidak bisa mengobati nya biarkan aku membawanya pada tuan ku!" Seru nya dengan marah, karena kondisi nya yang juga terluka parah membuat dia sulit melepaskan diri dari orang-orang yang sedang menahan nya.
" Pangeran jangan biarkan pemuda ini pergi. jika tidak, dia mungkin akan pergi menemui kaisar Zhu untuk meminta bantuan." Ucap seorang pengawal.
" Kalian gila, cepat lepaskan aku. Atau aku akan membunuh kalian semua...."
" Yelu tenangkan dirimu." Suara Li Hongli terdengar di telinga Yelu, membuat dia langsung mengalihkan pandangan nya saat mendengar suara yang begitu familiar.
__ADS_1
" Yelu!" Yueyin terkejut melihat Yelu yang seharusnya berada di kekaisaran Zhu tapi malah berada di kamp militer.
" Kalian mengenal orang ini?" Tanya Lian Jiazhen
" Mohon pangeran melepaskan nya, dia adalah orang ku!" Seru Li Hongli dengan tenang.
" Baiklah, lepaskan dia."
" Tapi pangeran..." Seorang prajurit tidak terima jika Yelu yang mereka curigai mata-mata kaisar Zhu dilepaskan begitu saja.
" Ini perintah ku, jangan membantah atau kau pergi terima hukuman mu.."
Setelah Yelu di lepaskan, dia segera berlari dan memohon pada Li Hongli.
" tuan, aku mohon tolong selamatkan Ying'er!" Seru Yelu dengan air mata yang terus mengalir.
" Tenanglah, aku akan melihat kondisi nya lebih dulu" ujar nya
Li Hongli mendekati tempat tidur yang di atas nya Ying Yue sedang berbaring.
Tubuh Ying Yue terasa begitu dingin seakan membeku, kulit nya semakin lama berubah menjadi biru keunguan. Li Hongli mengeluarkan jarum perak dan menggunakan keterampilan akupuntur untuk mengeluarkan racun yang ada di tubuh Ying Yue, tidak ada yang berani mengeluarkan suara saat dia sedang berkonsentrasi bahkan Yelu sekalipun. Dia malah sangat yakin jika tuan nya yang mengobati Ying Yue, gadis itu akan baik-baik saja.
Li Hongli juga menyalurkan sedikit energi kehidupan nya untuk menjaga agar energi kehidupan nya tidak lenyap.
" Tabib!" panggil Li Hongli
Tabib yang di panggil pun menoleh pada pangeran Lian Jiazhen terlebih dahulu, setelah dia mengangguk ia pun berjalan menghampiri Li Hongli.
" Ya, tuan."
Wsosh
" Rebuslah semua herbal ini" ucap nya sambil memberikan beberapa herbal yang ia keluarkan dari cincin penyimpanan nya.
" Yelu kau tetap disini, setelah Ying Yue bangun minumkan obat yang tabib itu sudah rebus"
" Baik tuan."
" Kau juga minum ini, jangan sampai di saat Ying Yue bangun kau yang ambruk" ucap Li Hongli acuh sambil memberikan sebutir pil.
" Terima kasih tuan."
__ADS_1