
_________________________
Setelah mengunjungi kaisar Lian Haocun dan keluarga kekaisaran lain nya, Li Hongli memilih pamit lebih dulu untuk mengunjungi ayah ibu nya. Yueyin tidak ikut dengan Li Hongli, gadis itu masih ingin bersama dengan keluarga nya, ia membiarkan mereka untuk bisa menjadi lebih dekat lagi.
Tok tok tok
Li Hongli mengetuk pintu kamar ayah dan ibunya perlahan.
Kreiit..
Yang membuka pintu adalah ibu nya sendiri, dia terlihat terkejut saat melihat putra nya lah yang berada di depan pintu.
" Li'er! Ayo masuk di dalam juga ada ayah mu."
Li Hongli hanya mengangguk dan mengikuti ibu nya dari belakang.
" Siapa yang datang?" Tanya suara seorang pria yang tidak lain adalah ayah nya sendiri Li Yuwen.
" Ayah, ini aku"
" Li'er, bagus kau kemari. Ada yang ingin ayah dan ibu mu bicarakan dengan mu."
" Ayah.."
" Duduklah dulu nak" ujar ibu nya dengan lembut.
Saat berhadapan dengan kedua orang tua nya Li Hongli merasa sedikit canggung, di kehidupan pertama nya dia hanyalah seorang anak yatim-piatu, jadi ia tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua sejak dulu. Tapi di kehidupan nya sekarang, ia harus berterima kasih atas kasih sayang yang di berikan oleh kedua orang tua nya ini, meski saat ia belum bisa berkultivasi semua orang menjauhinya, tapi hanya kedua orang tua nya ini yang masih mendukung dan menyayangi nya tanpa meminta imbalan padahal kedua orang tua nya di hina karena kondisi nya saat itu. Di kehidupan ini ia bersyukur memiliki orang tua yang begitu hebat seperti mereka.
" Tidak perlu canggung begitu, siapa pun diri mu di masa lalu, saat ini kau adalah putra kami dan selamanya akan menjadi putra Li Yuwen." Tentu sebagai seorang ayah dia mengetahui kegelisahan putra nya.
Li Hongli mengangguk sebagai tanda bahwa ia mengerti " aku mengerti ayah."
__ADS_1
" Li'er, ayah dan ibu mengerti kau kemari untuk meminta ijin serta pamit pada kami. Bagaimana pun kau memiliki kehidupan lain di dunia luar, juga rasa sakit yang menantu kami rasakan harus di balaskan dengan cara yang lebih kejam dari mereka. Kita bukan orang jahat, tapi kita juga bukan orang suci yang akan diam saja jika orang menindas kita. Apapun keputusan mu, kami akan selalu mendukung mu" ujar Li Yuwen menepuk pundak putra nya dengan lembut.
" Iya Li'er, kau tidak boleh membiarkan orang-orang yang menindas putri ibu berkeliaran dengan bebas, sedangkan bayangan mereka masih menyiksa Yueyin'er, juga dapat putri ibu ingat dengan jelas..."
" Li'er, ibu sebenarnya ingin sekali bisa ikut dengan kalian... Namun kau tidak perlu terlalu memikirkan keinginan ibu mu ini, ayah dan ibu mengerti kami tidak mungkin bisa ikut dengan mu dengan tingkat Kultivasi kami yang sekarang. Kami hanya akan menyusahkan kalian saja jika ikut, ibu hanya berharap kau dan Yueyin'er bisa bahagia di sana" lanjut nya sang ibunda sambil tersenyum sedikit dipaksakan.
Sebagai seorang ibu tentu saja dia sangat mengkhawatirkan putra dan menantu nya itu, tapi dia juga tidak ingin menjadi penghambat perkembangan mereka.
" Tidak perlu memikirkan ibu mu ini, ayah ada di sini untuk menjaga nya. Kau bisa pergi tanpa mengkhawatirkan kami" ucap Li Yuwen dengan yakin.
" Ayah, ibu. Tujuan ku kemari sebenarnya untuk menanyakan masalah ini, tapi kebetulan kalian yang mengatakan nya lebih dulu. Jika kalian ingin ikut dengan ku, aku memiliki cara untuk membawa kalian ke sana. Kalian hanya perlu mempersiapkan barang-barang apa yang ingin kalian bawa."
" Benarkah nak." Ibu nya sangat antusias saat mendengar ini, tapi Li Yuwen lebih bisa berpikiran logis.
" Tidak, itu hanya akan menghambat perjalanan mu saja nak. Kami hanya berharap kau dan Yueyin'er akan selalu sehat di sana."
Mendengar perkataan suami nya seketika ia pun tersadar.
" Ayah tidak perlu cemas karena takut akan menghambat perjalanan ku. Aku memiliki dunia yang terhubung dengan jiwa ku, saat kalian tinggal di dunia itu sama saja kalian ikut dengan ku. Saat aku sudah mendapatkan tempat tinggal yang nyaman di sana baru aku akan mengeluarkan kalian dari sana. Guru ku juga akan ikut dengan kita dan dia akan tinggal bersama kalian untuk sementara waktu di dunia jiwa ku." Ujar nya sedikit menjelaskan tentang dunia yang berada di dalam cincin semesta nya.
" Benarkah nak?"
" Iya ibu" Li Hongli mengangguk sebagai jawaban.
Mei Yin melihat pada suami nya dan menatap suami nya dengan mata berbinar penuh harap. Melihat tatapan istri nya yang begitu berharap untuk bisa ikut ia pun tidak bisa menolaknya.
" Baik kita akan ikut dengan Li'er dan Yueyin'er."
_____________________________________________
Saat ini di dalam kediaman Li Hongli dan Yueyin telah ada Yelu, Ying Liang dan Ying Yue serta Xin Jiao.
__ADS_1
" Dengan tingkat Kultivasi kalian sekarang akan sangat berbahaya jika pergi ke alam dewa, di dunia ini bisa di bilang tidak ada yang bisa mengalahkan kalian tapi di alam dewa kalian sama saja seperti semut di hadapan mereka..." Ujar Li Hongli menatap satu persatu orang-orang itu dengan dalam, sebelum dia melanjutkan perkataan nya.
" Aku bisa membantu meningkatkan kekuatan kalian, namun seberapa cepat kalian dapat meningkatkan kekuatan, itu semua tergantung pada diri kalian sendiri."
" Yelu, Ying Liang, Ying Yue. Aku akan memberikan beberapa tetes esensi darah ku, kalian serap dan gunakan untuk meningkatkan kekuatan serta kemampuan kalian yang lain jika beruntung."
Li Hongli melukai tangan nya, seketika darah berwarna merah keemasan mengambang di udara dan terbang ke arah kening Yelu, Ying Liang dan Ying Yue.
Ketiga nya segera menutup mata untuk dapat merasakan energi besar dari esensi darah yang baru saja Li Hongli berikan.
" Terima kasih tuan."
" Di sini masih ada beberapa kamar, kalian bisa menempati kamar mana pun kecuali kamar utama. Silahkan kalian berkultivasi di sana dengan tenang" ujar nya yang segera di angguki oleh mereka.
Mereka bertiga pun pergi menuruti perintah yang Li Hongli berikan.
Sekarang hanya tinggal Xin Jiao seorang jika Li Hongli dan Yueyin tak di hitung.
" Jiao, sekarang giliran mu. Kau tidak akan mendapatkan esensi darah kaisar dewa, tapi kau akan mendapatkan esensi darah ku."
Slas..
Esensi darah Yueyin pun masuk ke kening Xin Jiao dengan mudah.
" Pergilah serap esensi darah ku, seberapa besar peningkatan mu itu tergantung dari seberapa besar tekad mu."
" Baik, putri. Terima kasih.."
" Yue'er.. aku harus pergi untuk mengurus beberapa urusan sebelum kita meninggalkan dunia fana ini. Kau tetaplah di sini untuk memenuhi janji mu pada keluarga mu."
" Baik, aku mengerti Gege."
__ADS_1