
Tanpa mempedulikan Jiangwu Li Hongli terus berjalan, sampai ia menemukan sebuah penginapan yang cukup mewah, dia pun berjalan masuk ke dalam penginapan itu.
Sedangkan Jiangwu yang di tinggalkan oleh Li Hongli langsung bergegas mengejar nya, ternyata teman pertama yang ia temui di kota Chiang ini memasuki sebuah penginapan yang cukup mewah.
" permisi apakah masih ada kamar kosong di sini?" Tanya Li Hongli pada pelayan penerima tamu.
Untuk sejenak pelayan itu tertegun dengan wajah Li Hongli yang sangat tampan, belum pernah ia melihat seorang pria setampan dan semenawan pria ini.
" Nona" panggil Li Hongli yang merasa heran dengan pelayan di sana
" Ahk.. Maaf tuan, penginapan kami sudah penuh tidak ada kamar kosong satu pun" jawab pelayan itu.
" Baiklah, terima kasih" ujar Li Hongli dengan wajah datar nya
Li Hongli keluar dari penginapan, ia melanjutkan perjalanan nya untuk mencari penginapan, sudah lima penginapan yang dia datangi tapi semua penginapan itu telah terisi penuh.
" Tenang saja saudara kita pasti akan menemukan penginapan untuk kita beristirahat... Tapi seperti nya sekarang banyak sekali orang yang mendatangi kota ini, kira-kira mereka akan pergi kemana saja yah!" Ucap Jiangwu
" Kapan makam waktu di buka?" Tanya Li Hongli
" Menurut kabar yang ku dapat makam waktu akan di buka dua bulan lagi" ujar Jiangwu santai
" Berapa lama perjalanan dari kota Chiang menuju kota Jiahao?" Tanya kembali Li Hongli
" Jika berjalan biasa membutuhkan waktu tiga bulan, tapi jika menggunakan kereta akan memakan waktu satu bulan lebih" jawab Jiangwu dengan sangat santai, namun Li Hongli menatap nya dengan pandangan yang sulit di artikan, ia memandang Jiangwu seperti melihat orang bodoh.
" Saudara kenapa kau menatap ku seperti itu?" Tanya Jiangwu canggung
" Kau pikir saja sendiri" seru Li Hongli acuh
" Apa maksud... Ahk kenapa aku bisa bodoh sekali, tujuan mereka pasti ke kota Jiahao untuk dapat ikut masuk ke dalam makam waktu dan mengambil sumberdaya yang ada di tempat itu" ujar Jiangwu merutuki kebodohan nya.
" Ternyata banyak sekali yang tertarik pergi ke tempat itu, seperti nya aku sudah menemukan tujuan ku selanjutnya" batin Li Hongli
__ADS_1
" Huh, banyak sekali yang akan pergi ke kota Jiahao apakah aku akan mendapatkan kesempatan masuk ke dalam tempat itu" gumam Jiangwu lesu
Sudah yang kesekian kali nya Li Hongli memasuki penginapan, sekarang di ujung kota tempat nya cukup terpencil dan tidak banyak orang yang berlalu-lalang di tempat ini, ada sebuah bangunan yang terlihat sudah sangat tua, namun yang menarik perhatian nya di atas bangunan itu ada tulisan penginapan anggrek emas.
" Saudara apa kita akan masuk ke dalam, seperti nya penginapan ini sudah sangat tua, lihatlah kayu kayu nya saja terlihat sudah sangat rapuh" ujar Jiangwu
" Jika kau tidak ingin masuk tinggal pergi saja, mudahkan" ucap Li Hongli santai
" Penginapan ini memang terlihat sangat tua, tapi tidak ada penginapan lain di kota ini, aku tidak mau tidur di jalanan" pikir Jiangwu
Penginapan yang Li Hongli dan Jiangwu datangi terdiri dari dua lantai saja, cukup megah seukuran penginapan sederhana, hanya saja pondasi bangunan yang terlihat sudah sangat tua membuat orang orang memilih tidak menginap di tempat itu.
Takut sewaktu waktu bangunan itu bisa roboh kapan saja.
" Saudara tunggu aku"
Di dalam penginapan terlihat ada seorang anak kecil usia nya sekitar 8-9 tahun dengan seorang pria paruh baya yang terbaring di sebuah ranjang, anak kecil itu terlihat sedang membersihkan tubuh pria paruh baya itu dengan telaten.
" Saudara seperti nya tidak ada orang di tempat ini" ujarnya
" Ada" ucap Li Hongli singkat, ia dapat merasakan hawa kehidupan dua orang di penginapan tersebut.
" Diman..."
Sebelum Jiangwu menyelesaikan ucapan nya, suara seseorang menghentikan nya " Apakah kakak kakak berdua ingin menginap di penginapan anggrek emas"
" Kami ingin menginap di sini apakah masih ada kamar yang kosong" tanya Li Hongli santai
" Tentu kak, masih banyak kamar di penginapan ini, tapi bisakah kalian memberikan bayaran nya sekarang juga" seru seorang bocah yang baru saja muncul, suara terdengar sangat polos ekspresi wajah nya pun terlihat sangat menggemaskan.
Dia tadi mendengar suara seseorang dari luar jadi ia segera bergegas menuju ke tempat suara itu berasal siapa tahu ada seseorang yang ingin penginapan di tempat nya.
" Hei bocah! kami saja belum beristirahat bagaimana bisa kau ingin mengambil uang kami terlebih dahulu, Lalu bagaimana jika kami tidak merasa nyaman saat menginap di sini, apa kau akan bertanggung jawab dan mengganti uang nya kembali" ujar Jiangwu
__ADS_1
" Maaf kak, itu... Itu aku membutuhkan uang sekarang juga untuk mengobati ayah ku yang sedang sakit" ucap bocah laki-laki itu sedikit takut
" Dimana ayah mu?" Tanya Li Hongli tetap tenang
" Ayah ada di dalam kamar nya, sudah dua hari ayah sakit tapi tidak ada seorang pun tabib yang mau mengobati nya tanpa membayar nya terlebih dahulu" ucap bocah kecil itu dengan sedih
" Bawa aku ke tempat ayah mu" seru Li Hongli
" Apakah kakak bisa membantu ayah ku, aku akan sangat berterima kasih jika kakak bisa membantu ayah ku" ucap bocah itu memohon
" Ayo kak ikut aku" bocah itu menarik tangan Li Hongli
Sedangkan Jiangwu yang sedari tadi terus berbicara langsung terdiam mendengar ucapan bocah laki-laki itu, ia merasa bersalah saat mendengar ucapan nya, tadi ia hanya bercanda tidak ia sangka bocah ini mengalami nasib yang sangat buruk.
Jiangwu hanya mengikuti Li Hongli yang sudah di tarik pergi oleh bocah laki-laki itu.
Mereka masuk ke sebuah kamar, di dalam kamar ada seorang pria paruh baya yang sedang terbaring tak sadarkan diri wajah nya terlihat sangat pucat.
Melihat pria paruh baya itu Jiangwu semakin merasa bersalah pada anak kecil itu.
Li Hongli mendekati tubuh pria paruh yang terbaring di kasur nya, ia mengecek pergelangan tangan pria itupun, memeriksa mata nya untuk memastikan penyakit apa yang di miliki oleh pria itu.
" Apa kau sudah memanggil tabib?" Tanya Li Hongli
" Sudah kak tapi kata tabib ayah terkena penyakit yang sangat parah, jika ayah ingin sembuh aku harus memberikan nya satu koin emas baru tabib itu bisa mengobati ayah ku" jawab bocah laki-laki itu dengan polos
" Ada apa saudara apakah kondisi pria itu sangat parah?" Tanya Jiangwu
" Kondisi nya seharusnya tidak separah ini, tapi karena tidak segera di obati kondisi nya semakin parah" jawab Li Hongli acuh tak acuh
" Kalau begitu aku akan panggilkan tabib terdekat untuk mengobati ayah nya" ujar Jiangwu ingin mencari tabib tapi di hentikan oleh Li Hongli
" Tidak perlu, para tabib itu hanya tahu memanfaatkan kondisi seseorang tanpa berniat membantu" cibir Li Hongli
__ADS_1