
Di tempat lain
Tepat nya di Sekte Awan Putih sedang terjadi keributan, bagaimana tidak semua anggota sekte keluar untuk melihat kedatangan seekor burung yang sangat besar ke sekte mereka. Namun yang paling mengejutkan adalah binatang itu bukanlah binatang biasa melainkan seekor burung Phoenix.
" Burung apa itu besar sekali?" Seru salah satu murid sekte yang terkejut akan kemunculan seekor burung tersebut.
" Ukuran burung itu bahkan lebih besar dibandingkan elang petir milik tetua agung"
" Itu bukankah burung..."
" Phoenix"
" Phoenix? Benarkah! Bukankah Phoenix adalah hewan yang menjadi legenda?"
" Itu memang Phoenix, tapi untuk apa mendatangi sekte kita"
" Cepat laporkan masalah ini pada Patriak dan para tetua yang lain!"
" Baik"
Di salah satu bangunan yang ada sekte terdapat dua orang yang sedang berbincang.
" Tetua agung seperti nya menemukan sesuatu yang baru setelah keluar dari pengasingan sehingga begitu bahagia" seru seorang pria yang terlihat masih muda namun rambut nya sudah sepenuhnya berwarna putih.
" Seperti nya aku memang tidak bisa menyembunyikan nya dari mu Patriak!"
" Sebelum kembali ke sekte aku terlebih dahulu berkunjung ke istana untuk menemui kaisar Lian..."
" Menemui kaisar Lian? Untuk apa kau pergi ke istana, apakah situasi sekarang semakin berbahaya!"
" Hah... Situasi sekarang memang tidak lagi damai, namun tujuan ku ke sana bukan untuk membahas masalah tersebut, aku ke sana khusus untuk membicarakan tentang putri Lian pada yang mulia" ujar tetua agung menjelaskan semua yang terjadi dengan rinci.
" Oh ternyata tuan putri Lian yang begitu misterius apakah dia berada di kerajaan Xin! jika begitu tidak akan ada yang pernah menduga nya bahwa dia adalah seorang putri" seru Patriak
" Seperti nya para generasi muda saat ini banyak muncul para jenius yang akan memberikan kejutan dan perubahan yang sangat besar bagi dunia"
Brak
Seorang murid sekte masuk ke ruangan yang dimana tetua agung dan Patriak sekte berada dengan tergesa-gesa.
" Ada apa ini?" Tanya Patriak dengan tenang
" Maaf Patriak murid ini memaksa masuk untuk menemui anda, kami meminta nya menunggu karena ada tetua agung juga di dalam, namun dia menerobos masuk" ucap seorang murid yang menjaga pintu ruangan itu dengan hormat pada kedua nya.
" Baiklah, kalian kembali berjaga" ucap Patriak sekte
" Baik" kedua orang yang menjaga pintu pun memberi hormat dan kembali ke tempat mereka untuk melakukan tugas mereka.
" Sekarang kau bisa mengatakan apa yang terjadi?" Tanya nya
__ADS_1
" Patriak, tetua agung di halaman latihan para murid seekor burung raksasa muncul, seperti nya burung itu adalah Phoenix" ujar murid tersebut dengan sopan namun sedikit ragu.
" Phoenix? Bisa kau jelaskan ciri-ciri burung itu!" Ucap tetua agung
" Ukuran tubuh nya lebih besar dari elang petir yang tetua agung miliki, bulu nya bersinar seperti kobaran api. Burung itu terus terbang mengelilingi sekte seperti sedang mencari sesuatu" ucap nya dengan sopan
" Apakah tetua agung telah menjinakkan seekor Phoenix?" Tanya Patriak
" Tidak Patriak, namun mungkin Phoenix itu adalah milik kenalan ku. Untuk memastikan nya kita harus melihat nya langsung"
" Baik, mari!"
Wush
Wush
Kedua nya menghilang dengan sekejap dari tempat itu.
Di halaman pelatihan sekte awan putih
Para tetua serta tetua agung dan Patriak sekte sudah berada di sana untuk melihat apa yang terjadi.
" Salam Patriak, tetua agung" ucap para tetua yang lain juga para murid.
Patriak sekte dan tetua agung hanya menganggukkan kepala nya untuk membalas sapaan dari semua orang.
" Itu memang Phoenix, sudah lama hewan legenda tidak pernah muncul tapi siapa yang bisa menjinakkan burung Phoenix itu... Phoenix selalu bersikap sombong sehingga sulit untuk menjinakkan nya" ujar Patriak sekte
" Selamat tetua agung..."
" Kalian salah bukan diri ku yang menjinakkan nya" jawab tetua agung
" Jika bukan tetua lalu siapa lagi, atau salah satu anggota sekte kita tela menyinggung Phoenix tersebut, sehingga dia ingin membalas dendam..." Ucap salah satu tetua yang membuat tetua yang lain mulai membuat pendapat mereka sendiri.
" Patriak, tetua agung apa yang harus kita lakukan jika Phoenix tersebut menyerang sekte kita..."
" Kalian tenang saja Phoenix itu kemari bukan untuk menyerang sekte" ucap tetua agung dengan yakin.
" Maksud tetua agung..."
Woshh
Tetua agung yang merupakan sang Raja Petir terbang menuju Phoenix tersebut.
" Patriak..."
" Biarkan tetua agung yang mengatasi nya!" Ucap Patriak dengan tenang
_____________________________________________
__ADS_1
Di atas langit seekor Phoenix sedang terbang mengelilingi sekte, Phoenix itu adalah Xiang yang di beri tugas oleh Li Hongli untuk menyampaikan pesan dari nya.
Dengan kemampuan nya tidak sulit untuk nya menemukan sekte awan putih, ia pernah merasakan aura Raja petir jadi membantu memudahkan nya untuk menemukan tempat tinggal dia.
Ia juga sengaja ke tempat ini dengan bentuk dan wujud asli nya supaya Raja petir tahu akan kedatangan nya, juga untuk menjalankan tugas dan rencana yang telah tuan nya buat.
Bukan hanya anggota sekte awan putih yang terkejut akan muncul nya hewan legenda yang tidak pernah dapat mereka bayangkan, namun orang orang yang berada jarak nya cukup dekat dengan tempat sekte awan putih berdiri juga dapat melihat dengan jelas, apa lagi dengan ukuran tubuh Phoenix yang sangat besar.
Kabar ini pun menyebar dengan cepat ke kota kota lain nya, bahkan sampai ke telinga sekte-sekte besar, kemunculan Phoenix membuat sekte-sekte dari tiga aliran mengadakan pertemuan mendadak untuk mengetahui penyebab kemunculan Phoenix tersebut.
Raja petir terbang membuat Xiang berhenti di depan nya dan tidak lagi mengelilingi sekte.
" Phoenix apakah tuan mu yang meminta mu kemari?" Tanya Raja petir
" Benar tuan yang meminta ku untuk menemui mu" ucap Xiang dengan nada sombong dan mendominasi.
Ia kemari hanya untuk menjalankan tugas dari tuan nya tidak lebih, jadi tidak perlu untuk nya menghormati pria di depan nya bukan!
" ekhem... Ada apa dengan Li Hongli sampai mengirim mu dan membuat mu menunjukkan wujud asli mu hanya untuk menemui ku?" Melihat bagaimana sombong burung Phoenix itu, membuat nya canggung.
Sebuah gulungan surat muncul di hadapan Raja petir, tanpa ragu Raja Petir mengambil surat tersebut dan menatap Xiang dengan bingung.
" Tuan meminta ku untuk memberikan surat itu untuk mu! Tuan juga menyampaikan pesan pada semua orang terutama sekte-sekte besar untuk lebih waspada dan meningkatkan kekuatan mereka untuk mengahadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi dimasa depan, selanjutnya tuan menyerahkan semua nya pada mu!" Ujar Xiang, suara nya yang dingin dan mendominasi dapat terdengar oleh semua orang yang ada di bawah
" Baik, terima kasih. Kalau boleh aku tahu kapan murid-murid ku akan sampai?"
" mereka mungkin akan sampai tiga sampai empat hari lagi!" Ucap Xiang berbaik hati menyampaikan keberadaan Yelu dan yang lainnya.
Xiang menggunakan kekuatan penuh nya sehingga hanya dalam waktu satu hari dapat sampai di tempat ini, berbeda dengan Yelu dan yang lainnya.
" Apakah dia juga akan...."
" Tuan ku tidak ikut kemari, memang nya untuk apa dia mengirim ku kemari, jika dia juga akan kemari, tuan bukan orang bodoh seperti mu!" Potong Xiang acuh namun sangat menusuk.
Jleb
Sakit tapi tidak berdarah itulah yang Raja petir rasakan sekarang, memang benar para hewan legenda sangat sombong. Ia yang selalu menang saat berdebat dengan semua orang bisa kalah hanya oleh seekor burung sungguh menyakitkan.
Ia sendiri sangat kesulitan untuk mengahadapi burung Phoenix tersebut, lalu bagaimana cara nya pemuda itu dengan mudah dapat menjinakkan nya, bahkan membuat Phoenix yang terkenal akan kesombongan nya sama seperti naga begitu patuh akan segala ucapan pemuda itu.
Ia tidak habis pikir!
" Baiklah, kau bisa pergi sekarang" ucap Raja Petir acuh, bukan karena ia tidak suka dengan burung Phoenix tersebut, namun kepala nya bisa pecah jika terus menerus mengahadapi Phoenix sombong ini.
" Kau tidak perlu mengusir ku, jika bukan karena tuan mana mungkin aku akan repot-repot kemari" seru Xiang
Kwaawk... kwaawk
Xiang terbang meninggalkan Raja petir yang masih terbengong akan perkataan nya, ia tidak peduli dengan apa yang di rasakan oleh pria itu, ia telah menyelesaikan tugas yang telah tuan nya berikan jadi tidak perlu lagi untuk nya tetap tinggal.
__ADS_1
Membuang-buang waktu nya saja!