Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 39. Pulang


__ADS_3

Sekarang Li Hongli dan paman Mu sedang berada di ruangan paman Mu


" Li'er benarkah ini kamu nak, kedua orang tua mu sangat mencemaskan mu karena kamu tak kunjung pulang"


" Ia paman ini aku, oh..ya aku juga ke sini ingin tahu kabar tentang keluarga ku, apa mereka baik baik saja paman, paman pasti mengetahui sesuatu kan" tanya Li Hongli


" Haahhh...." Terdengar helaan nafas dari paman Mu. Paman Mu melanjutkan" Li'er keluarga mu sudah tidak tinggal lagi di kediaman klan Li, bahkan mereka sudah memutuskan hubungan dengan anggota klan Li"


" Apa maksud paman, lalu sekarang di mana keluarga ku tinggal" ujar Li Hongli


" Paman juga tidak tau apa yang terjadi karena pada saat paman mengunjungi rumah ayah mu mereka sedang mempersiapkan barang barang nya untuk meninggalkan kediaman itu, dan tempat tinggal mereka sekarang berada di dekat hutan, di dekat perbatasan kota shilin dengan kota Jade, karena paman sendiri yang membantu ayah mu mencari tempat untuk mereka tinggal dan dari semua rumah yang telah paman perlihatkan pada nya, saudara Yuwen lebih memilih rumah yang berada dekat dengan hutan, kata nya rumah itu lebih nyaman" jelas Paman Mu


" Untuk lebih jelas nya kau tanyakan saja pada ayah mu nanti" lanjut nya


Li Hongli mengerti karena keluarga nya menyukai tempat yang damai dari gangguan yang lain nya sehingga ayah nya lebih memilih membeli rumah yang berada dekat dengan hutan


" Baik terimakasih paman, dan aku juga ke sini bukan hanya untuk mencari kabar keluarga ku tapi ingin menjual kristal jiwa siluman beserta daging siluman nya paman, apa aku bisa menjual nya di toko paman"


"Tentu saja Li'er, keluarkan lah barang barang yang akan kau jual paman akan melihat kualitas barang nya" ucap paman Mu


Li Hongli mengeluarkan 10 kristal jiwa siluman, 5 di antara nya berada di tingkat emas menengah, 3 di tingkat berlian rendah dan 2 di tingkat Roh tinggi.


Melihat itu paman Mu tidak tau harus bagaimana merespon nya, ia kira Li Hongli akan menjual kristal jiwa siluman paling tinggi berada di tingkat perak, lagi pula yang dia tau Li Hongli tidak bisa berkultivasi sehingga bahkan akan sulit membunuh siluman yang berada di tingkat perunggu sekalipun, tapi yang ia lihat sangat jauh berbeda.


"I-in-ini..."

__ADS_1


Belum selesai paman Mu berbicara Li Hongli kembali mengeluarkan 5 jasad siluman, terdiri dari 2 yang berada di tingkat berlian, 2 tingkat roh dan satu tingkat raja, dia bisa saja mengeluarkan lebih banyak dari yang sekarang ia keluarkan tapi ia tidak sedang membutuhkan uang, bagaimana pun ia mempunyai banyak tumpukan koin dan batu roh di dalam cincin penyimpanan nya.


Melihat semua yang Li Hongli keluarkan membuat paman Mu tidak bisa menutupi rasa terkejut nya.


" Paman berapa harga semua nya ini" ujar Li Hongli mengagetkan Paman Mu yang sedang melamun


" Ahh.... Li'er Kristal jiwa siluman tingkat emas seharga 30 koin emas, kristal jiwa siluman tingkat berlian seharga 35 koin emas, kristal jiwa siluman tingkat roh seharga 50 koin emas, karena kristal jiwa siluman tingkat emas jumlah nya 5, tingkat berlian jumlah nya tiga dan 2 tingkat roh semua nya 355 koin emas, sedangkan jasad siluman tingkat berlian seharga 50 koin emas, tingkat roh 65 koin emas, dan tingkat raja 200 koin emas, jadi 2 siluman tingkat berlian, 2 tingkat roh, dan satu tingkat raja semuanya 430 koin emas, jika di jumlahkan kedua nya seharga 785 koin emas, bagaimana Li'er" ujar paman Mu, Li Hongli pun menyetujui nya


Setelah menerima pembayaran dari barang barang yang dia jual, Li Hongli melanjutkan perjalanan nya, tapi sekarang tujuan nya bukan lagi ke kediaman klan Li namun ke rumah baru keluarga nya.


Li Hongli sekarang sedang berada di pelosok kota Shilin dekat dengan hutan, tapi hutan itu hanya lah hutan biasa sekaligus perbatasan antara kota shilin dan kota Jade.


Li Hongli menghentikan langkah nya sejenak mata nya lurus menatap satu satu nya rumah yang terlihat sederhana dan berada tidak terlalu jauh dengan hutan, Li Hongli melanjutkan kembali langkah nya.


Di sisi lain terlihat dua orang paruh baya dan satu pemuda sedang duduk sambil terus menatap pintu kediaman nya yang tertutup, mereka adalah Li Yuwen, Mei Yin, dan Yelu.


Mei Yin tidak melakukan apa pun selain menatap ke arah pintu kediaman nya, Li Yuwen yang melihat istri nya seperti itu merasa bersalah, karena bagaimana pun yang mengijinkan Li Hongli pergi ke hutan larangan adalah diri nya.


" Yin'er.... Kau harus beristirahat, hari sudah mulai malam, kau dari pagi sudah berada di sini, aku juga sedih kehilangan putra kita, tapi kau jangan terlalu berlarut dalam kesedihan mu" Li Yuwen mencoba membujuk istri nya untuk beristirahat


Mendengar perkataan dari suami nya Mei Yin menatap tajam suami nya, " putra ku masih hidup, aku yakin dia baik baik saja dan aku juga yakin dia akan kembali" Mei Yin berkata marah kepada suami nya, karena sudah menganggap putra nya tiada, ia tidak akan mempercayai kematian putra nya sebelum melihat mayat putra nya dengan mata nya sendiri.


" Paman yang di katakan bibi benar, tuan muda pasti baik baik saja, dia masih hidup, dan akan segera datang kemari, mungkin saja dia pulang ke kediaman klan Li dan ia belum tau bahwa kita sudah tidak tinggal di kediaman klan Li lagi, setelah ia mengetahui nya tuan muda pasti akan segera datang kemari menemui kita" yang sedang berbicara sekarang adalah Yelu, dia percaya tuan muda nya masih hidup.


Li Yuwen mendengar perkataan istri nya dan Yelu, ia merasa bersalah sebagai ayah nya ia meragukan putra nya sendiri.

__ADS_1


" Hmmmm..... Yang kalian katakan benar, ayo kita beristirahat terlebih dahulu, jika besok Li'er pulang dia akan sedih jika tidak ada yang Menyambut kepulangan nya" Li Yuwen masih berusaha membujuk istri nya untuk beristirahat


" Iya bibi, bibi harus beristirahat" ucap Yelu


Mendengar ucapan Yelu dan suami nya, Mei Yin terlihat berpikir dan akhir nya ia memutuskan beristirahat, tapi ia tidak akan meninggalkan tempat nya berada


Li Yuwen tidak bisa lagi memaksa istri nya, ia sudah bisa bernafas lega karena istri nya mau beristirahat. Tidak butuh waktu lama Mei Yin sudah tertidur di tempat nya dengan posisi berbaring.


Li Yuwen yang melihat istri nya sudah tertidur, mendekati nya dan mengecup lembut kepala istri nya.


" Maafkan aku Yin'er..." Li Yuwen merasa bersalah ketika melihat kesedihan istri nya.


Melihat istri nya terlihat kedinginan, Li Yuwen berfikir untuk mengambilkan nya selimut, tapi sebelum ia berdiri suara seseorang menghentikan nya.


" Paman biar aku saja yang mengambilkan selimut untuk bibi" seperti tau bahwa Li Yuwen ingin mengambil selimut Yelu terlebih dahulu mencegah nya.


Mendengar itu Li Yuwen menganggukkan kepala nya, saat Yelu akan pergi untuk mengambilkan Mei Yin selimut, pintu rumah itu terbuka dengan perlahan, setelah pintu kediaman nya terbuka mereka melihat seorang pemuda di depan pintu sedang melihat mereka berdua.


Li Yuwen dan Yelu tidak tau siapa pemuda itu tapi mereka merasa sangat mengenal pemuda yang ada di depan nya sekarang.


" Ayah, Yelu aku pulang...."


Suara itu yang mereka berdua dengar dari pemuda di depan nya.


"Li'er"

__ADS_1


" Tuan muda"


Tanpa sengaja kata itu keluar dari mulut mereka secara bersamaan saat melihat pemuda di hadapan nya.


__ADS_2