Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 227. Bertingkah Seperti Anak-anak


__ADS_3

" Katakan saja apakah sekte pedang terbang sekarang ingin bermusuhan dengan sekte lembah bunga!" Seru tetua Zhishu lebih tenang dari tetua Qixuan.


" Maaf tetua saya tidak mengerti maksud kalian! mana mungkin sekte pedang terbang berani bermusuhan dengan sekte lembah bunga, kedua tetua mungkin salah faham!" Seru tetua Teng mencoba untuk tenang.


Meski sekte pedang terbang dan sekte lembah bunga sama sama sekte bintang tiga tapi kekuatan sekte lembah bunga lebih unggul dari sekte pedang terbang, meskipun Patriak dan semua anggota sekte lembah bunga adalah perempuan namun kekuatan Patriak sekte dan senjata pusaka yang di miliki sekte tersebut membuat para sekte besar tidak berani berurusan dengan sekte lembah bunga.


Patriak sekte lembah bunga di juluki juga dengan ratu rubah karena dia sangat licik dan memiliki jurus ilusi yang sangat hebat sehingga banyak orang enggan berurusan dengan nya.


Mereka tidak tahu saja Patriak sekte lembah bunga sedang terluka yang semua orang tahu patriak sekte sedang mengasingkan diri untuk meningkatkan kekuatan nya, meski begitu tidak ada yang ingin berurusan dengan sekte lembah bunga.


Kabar nya juga patriak sekte lembah bunga memiliki dua murid, salah satu murid nya merupakan salah satu dari para jenius yang di akui kemampuan nya.


" Tuan muda mu itu berani melecehkan dua murid langsung Patriak sekte lembah bunga, jika patriak tahu ini, dia tidak akan ragu berperang dengan sekte kalian" seru tetua Zhishu dengan tenang.


Mendengar perkataan tetua Zhishu membuat Lien Hua dan Xia Xionglue menatap nya dengan bingung.


bukankah guru sedang terluka, bagaimana guru bertarung dengan mereka yang ada guru akan kalah, pikir mereka.


" Tolong maafkan dia terus Zhishu.... Zhaoyang Cheung cepat minta maaf pada mereka!!" Seru tetua Teng tanpa embel-embel tuan muda lagi.


" Tapi tetua..."


" Cepat, jika patriak tahu apa yang telah kau lakukan dia akan menghukum mu dengan sangat berat" ujar tetua Teng


Glek


Zhaoyang Cheung menelan saliva nya sendiri, dia yang paling tahu bagaimana saat ayah nya sedang marah, ayah nya pasti akan menghukum nya dengan sangat berat, dan ia tidak ingin itu terjadi, sehingga ia pun mengikuti apa yang tetua Teng katakan.


" Baik, maafkan aku..." Seru Zhaoyang Cheung dengan terpaksa


" Tetua Qixuan, tetua Zhishu melihat dari hubungan kedua sekte selama ini tolong maafkan kesalahan nya!" Seru tetua Teng


" Baiklah, karena hubungan antara sesama sekte aliran putih selama ini, kami tidak akan mempermasalahkan masalah ini lagi, dan seperti nya Patriak sekte pedang terbang lebih baik mengajari anak nya kembali" ucap tetua Qixuan dengan diselingi sindiran.


" Baiklah ayo kita pergi!" Ajak tetua Zhishu


" Yin, Li Feng ayo kita pergi!!" Ajak Xia Xionglue pada Li Hongli dan Yueyin.


Li Hongli dan Yueyin hanya mengikuti dari belakang, mereka sebenarnya tidak ingin mengikuti orang orang ini, hanya saja kebetulan mereka sedang mencari penginapan jadi sekalian saja.

__ADS_1


Li Hongli ingin sekali membunuh Zhaoyang Cheung namun ia tidak bisa gegabah dengan kekuatan nya sekarang ia belum bisa melawan sekte bintang tiga, tapi jika pemuda itu kembali mencari masalah ia tidak akan ragu untuk membunuh nya.


_____________________________________________


Di penginapan awan putih


" Seperti nya penginapan awan putih sangat terkenal!" Gumam Yueyin pelan


Lien Hua yang kebetulan mendengar gumaman Yueyin pun menjawab " Tentu saja penginapan awan putih merupakan bisnis yang di dirikan oleh sekte Awan putih, para pelayan di tempat ini juga bukan orang biasa mereka semua para Kultivator sehingga tidak ada yang berani membuat keributan di tempat ini... Penginapan awan putih juga banyak tersebar di kota kota besar atau kecil"


Mereka sekarang sedang berada di ruangan khusus dimana ruangan itu adalah tempat makan yang disediakan penginapan awan putih.


Penginapan awan putih bukan hanya sekedar sebuah tempat untuk menginap, penginapan itu terdapat lima lantai dimana lantai satu dan dua adalah kedai makan.


Mereka berada di lantai dua dimana terdapat ruangan khusus sehingga tidak akan ada yang mengganggu acara makan mereka karena ruangan itu terdapat sekat antara ruangan satu dengan ruangan yang lain nya.


" Siapa mereka?" Tanya tetua Qixuan menatap tajam kedua orang asing terutama pemuda itu.


" Mereka berdua teman seperjalanan ku tetua, gadis itu bernama Yin sedangkan pemuda itu bernama Li Feng" ucap Xia Xionglue memperkenalkan satu persatu.


" Oh ku kira dia kekasih mu Xionglue'er" ucap tetua Qixuan dengan tenang.


" Ekhem... Tetua Qixuan kami hanyalah teman biasa" seru Xia Xionglue salah tingkah, pipi nya merah merona.


" Benarkah, kenapa aku tidak mempercayai nya ya!!" Goda tetua Qixuan


" Masuk" seru tetua Zhishu


Para pelayan masuk keruangan tersebut dan menghidangkan makanan yang sudah mereka pesan.


" Selamat menikmati nona, apakah masih ada yang kalian butuhkan?" ucap pelayan tersebut dengan hormat dan tersenyum ramah.


" Tidak ada, kau bisa pergi" ucap tetua Zhishu dengan tenang


" Baik nona, jika kalian membutuhkan sesuatu panggil saya atau pelayan lain nya saja!" Ucap pelayan tersebut sebelum pergi dari ruangan itu.


" Terima kasih nona"


" Jadi bagaimana Xionglue'er!" Seru tetua Qixuan dengan pelan kembali menggoda Xia Xionglue sambil menaik turunkan alis nya.

__ADS_1


Xia Xionglue yang selalu menampilkan gadis yang cuek dan tenang menjadi salah tingkah karena di goda oleh tetua Qixuan terus menerus.


Sedangkan Li Hongli yang menjadi sumber nya hanya diam dengan tenang bukan karena ia mengiyakan candaan tetua Qixuan tapi ia sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri, lagi pula dia memang tidak peduli dengan pembicaraan mereka.


Jarak antara Li Hongli dan tetua Qixuan serta Xia Xionglue juga cukup jauh, dan tetua Qixuan pun berbicara dengan pelan pada Xia Xionglue.


" Tetua Qixuan, saudari Xionglue apa yang sedang kalian bicarakan, seperti nya sangat serius!" Ucap Lien Hua dengan bingung.


" Ini Hua'er saudari mu..."


" Tadi tetua Qixuan mengatakan makam waktu adalah tempat yang sangat berbahaya, bukan begitu tetua!" Seru Xia Xionglue segera memotong ucapan tetua Qixuan.


" Itu.. ya kami sedang membahas tentang itu!!" Seru tetua Qixuan tersenyum misterius.


Xia Xionglue menarik nafas nya dengan lega saat tetua Qixuan tidak lagi membahas tentang tadi.


" Oh begitu.."


" Lebih baik kita makan terlebih dahulu, sebelum makanan nya dingin" seru Xia Xionglue, ia takut tetua Qixuan membuat ulah kembali.


" Mari kita makan!" Seru tetua Zhishu dengan tenang.


" Baik"


Mereka makan dengan tenang tanpa menimbulkan suara.


Setelah selesai makan mereka kembali berbincang-bincang santai.


" Nak nama mu Li Feng bukan?" Seru tetua Qixuan mulai membuat ulah bisa di lihat dari senyuman nya yang tidak biasa.


" Ya" jawab Li Hongli singkat


" Bicara mu singkat sekali, aku beritahu kau sesuatu jika kau ingin bersama dengan Xionglue'er, kau harus berusaha keras karena banyak pemuda tampan dan berbakat yang ingin menjadi kan murid kami ini sebagai pasangan nya.... Tapi dilihat-lihat kau adalah pemuda yang jenius dengan tingkat Kultivasi mu yang sekarang di usia semuda ini, dan poin tambahan untuk mu kau itu sangat tampan, jika aku seusia dengan mu aku pun akan jatuh cinta pada mu, bukan begitu saudari Zhishu" ujar tetua Qixuan sambil tersenyum jahil.


Perkataan tetua Qixuan bukan hanya mengejutkan Xia Xionglue tapi semua yang ada di tempat itu, termasuk Lien Hua, Yueyin dan Li Hongli.


Xia Xionglue pipi nya berubah sangat merah karena malu, ia juga salah tingkah saat di tatap oleh mereka terutama oleh Li Hongli.


Sedangkan tetua Zhishu hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan saudari seperguruan nya yang begitu jahil.

__ADS_1


Memang sifat tetua Qixuan sangat mudah terpancing emosi nya tapi dia juga orang yang sangat jahil meski sudah tua.


Ada pepatah yang mengatakan semakin seseorang tua, orang itu akan semakin bertingkah seperti anak-anak. Dan seperti nya pepatah itu benar.


__ADS_2