
Kedua bandit itu segera mengejar Lien Hua, namun mereka seperti sengaja mengejar nya perlahan-lahan, seharusnya dengan kondisi Lien Hua sekarang dia sudah lama terkejar, tapi kedua bandit itu masih berada di belakang nya, seperti sengaja untuk mempermainkan nya.
" Aahhk.." Lien Hua yang tidak berhati-hati membuat nya tidak sengaja tersandung dan terjatuh.
" Jangan mendekat!"
" Gadis manis, kau tidak bisa lari lagi..."
Slash
Slash
" Dasar pengganggu" ucap seorang gadis yang telah membunuh kedua orang itu tanpa kedua nya ketahui penyebab dari kematian nya sendiri. Sedangkan Lien Hua langsung melihat kebelakang untuk melihat siapa pelaku yang membunuh kedua orang itu.
" Yin" seru nya senang
" Ya, bangunlah. Kau baik-baik saja?" Tanya Yueyin setelah membantu Lien Hua untuk berdiri
" Aku tak apa. Namun keadaan tetua Qixuan dan tetua Zhishu tidak baik-baik saja. Mereka telah di kepung dari segala arah" ujar Lien Hua
" Dimana mereka berada, tunjukkan pada ku."
" Ayo, ikut aku. Namun kau harus berhati-hati terdapat lima Kultivator tingkat Suci dan satu Kultivator tingkat Bumi di sana" ucap nya cemas
" Tidak apa, tunjukkan saja tempat nya."
" Baik" Lien Hua membawa Yueyin ke tempat dimana tetua Qixuan dan tetua Zhishu berada.
Di sana Yueyin dapat melihat kondisi kedua orang itu yang sudah memiliki banyak luka, terutama tetua Zhishu yang di hajar habis-habisan tanpa bisa melawan balik, kondisi nya lebih parah dari tetua Qixuan yang hanya melawan Kultivator yang tingkatannya di bawah nya.
" Pergi cari tempat aman, dan pulihkan kondisi mu" ucap Yueyin yang di angguki Lien Hua. Lien Hua mengerti keberadaan nya di sana hanya akan menjadi beban saja karena itu ia menuruti perkataan Yueyin.
" Baik"
" Kalian benar-benar ingin bermain di wilayah ku, baiklah akan ku ladeni kalian!" Gumam Yueyin dingin sambil menyentuh sebuah cambuk yang baru saja ia keluarkan.
" Kebetulan sekali sudah lama cambuk ku ini tidak pernah merasakan darah, kalian akan menjadi makanan pembuka untuk nya" di balik kain tipis yang menutupi setengah wajah nya terdapat senyum seringai yang begitu dingin.
Swosh
Cetaarr
Cetaaarr
Hanya dengan sekali cambukan Yueyin dapat membunuh para Kultivator tingkat Raja dengan mudah. Setiap kali ada musuh yang mendekat dengan mudah dapat Yueyin bunuh.
Kemunculan Yueyin yang tidak di duga mengacaukan situasi perang, dia begitu mendominasi meski hanya seorang diri.
Swosh
Puk
Cetaarr...
__ADS_1
Empat bandit yang merupakan Kultivator tingkat Suci yang mengepung tetua Zhishu di buat mundur oleh cambuk Yueyin hanya saja tidak bisa membunuh mereka.
" Yin, mengapa kau berada di sini!" Seru tetua Zhishu terkejut akan kemunculan Yueyin.
" Terima kasih kembali" Yueyin tidak menggubris pertanyaan nya.
" Siapa kau berani sekali ikut campur urusan kami...."
" Ternyata kau hanya seorang gadis saja, kau sudah bosan hidup gadis tengik!" Sahut bandit itu dengan marah
" Bla bla bla.... Kalian begitu berisik, bukankah kalian sedang mencari pelaku yang membunuh teman-teman mu itu, aku sudah disini, cepat bunuh aku kalau kalian bisa" ucap Yueyin dengan nada meremehkan
" Yin apa yang kau lakukan, cepat pergi dari sini!" Seru tetua Zhishu tegas
" Ck, ck, ck. Aku sudah membantu kalian, tapi senior malah meminta ku untuk pergi" ucap Yueyin dengan nada yang terdengar sedih.
" Bukan begitu, kau sudah lihat bukan di sini sangat berbahaya!" Ucap tetua Zhishu berharap Yueyin dapat mengerti maksud baik nya.
" Tenang saja, tujuan ku kemari memang untuk mereka" ucap Yueyin acuh tak acuh dan menatap mereka dengan tajam
" Dasar ****** kau tidak tahu dimana tempat mu berada. Teman-teman ayo kita bunuh mereka"
" Ayo..."
Slash
Trank
Yueyin dan tetua Zhishu melawan setiap serangan keempat bandit itu dengan cukup kesulitan. Namun karena sekarang Yueyin membantunya membuat tetua Zhishu tidak kerepotan seperti sebelumnya.
Cetaarr
Dhuarr
" Senior Zhishu melawan mereka hanya dengan kita berdua saja tidak akan dapat mengalahkan mereka, lebih baik kita berkumpul bersama senior Qixuan" seru Yueyin yang di setujui oleh tetua Zhishu
" Kau benar"
Sebenarnya Yueyin bisa saja mengalahkan mereka semua, hanya saja dia tidak ingin sampai kekuatan nya di ketahui oleh orang-orang ini, apalagi ia curiga dengan kelompok bandit serigala berhubungan erat dengan iblis.
Dhuarr
Cetaarr
Swosh
Yueyin melempar satu persatu bandit-bandit tersebut, karena bantuan Yueyin membuat tetua Zhishu berhasil membunuh satu dari empat bandit tersebut.
" Heh... Ku kira sekte aliran putih akan mengampuni mereka, dan tidak akan pernah berani membunuh, tidak ku sangka kalian juga bisa menjadi kejam" di situasi yang genting sempat-sempat nya Yueyin bercanda.
" Jangan bercanda, ayo kita segera membantu nya" ucap tetua Zhishu yang dia maksud tentu saja tetua Qixuan.
" Yayaya.."
__ADS_1
Swosh
Cetaarr..
Selendang tetua Zhishu dan cambuk Yueyin telah menyapu seluruh bandit yang mengepung tetua Qixuan.
" Saudari Zhishu, terima kasih."
" Senior Qixuan jangan sampai kau melupakan keberadaan ku ini!" Seru Yueyin
" Kau! Mengapa kau disini?" Tadi banyak bandit yang mengepung nya, hingga dia tidak menyadari keberadaan Yueyin, ia kira disana cuma ada tetua Zhishu saja, siapa sangka gadis itu pun ada disana. Tapi untuk apa dia di tempat ini? itulah pertanyaan nya.
" untuk minum teh" ucap Yueyin malas yang berhasil menyulut emosi tetua Qixuan
" Tentu saja aku di sini untuk melawan bandit-bandit ini, aku tidak berniat membantu mu, jika saja Lien Hua tidak memohon pada ku" ucap Yueyin acuh
" Cih, kau terlalu sombong nak. Kau sendiri tidak akan bisa menghadapi bandit-bandit ini" ucap tetua Qixuan kesal.
" Ya, aku memang tidak akan bisa mengalahkan mereka, tapi...." Jeda nya
" tapi mudah saja untuk membunuh mereka, sayang nya aku tidak berniat menunjukkan kekuatan ku di hadapan kalian" lanjut nya dalam hati
" Tapi senior Qixuan yang begitu hebat bersama senior Zhishu saja tidak bisa mengalahkan mereka. Jadi jangan salahkan aku jika aku juga tidak bisa melakukan nya" jawab Yueyin acuh
" Dasar, kau pandai sekali bersilat lidah ya" cibir nya
" Hentikan, musuh berada di depan mata, tapi kalian masih sempat-sempatnya beradu mulut" tegur tetua Zhishu
_____________________________________________
Di tempat pemimpin bandit itu berada, dia sedang mengawasi jalan nya pertempuran di atas kudanya bersama satu orang kepercayaan nya yang juga berada di atas kuda, di belakang nya masih terdapat sepuluh orang yang menjaga.
" Apa yang terjadi di sana?"
" Tuan, seperti nya pasukan kita telah banyak berkurang" ucap orang yang berada di samping nya dengan ragu.
" Kemana empat orang itu, mengapa mereka masih belum kembali?"
" Lapor tuan." Sebelum ada yang menjawab pertanyaan nya, satu orang bawahan nya yang baru saja kembali dari tempat pertempuran segera ingin melaporkan situasi di sana pada pemimpin nya tersebut.
" Katakan?" Pemimpin bandit menatap bawahan nya dengan dingin, dia ingin mendengarkan berita kemenangan, dia tidak ingin mendengar pihak nya kalah.
" Banyak pasukan kita yang telah terbunuh, sisa nya terluka parah. Sedangkan..." Orang itu tampak ragu untuk melanjutkan perkataan nya melihat wajah pemimpin nya yang semakin marah.
" Lanjutkan!" Perintah pemimpin bandit dengan dingin
" Tuan, empat Kultivator tingkat Suci, sa-lah satu dari mereka telah terbunuh. Sedangkan tiga lainnya terlempar sangat jauh dan masih belum kembal-i...."
Bruk
BAAM
Dengan kesal pemimpin bandit itu menendang bawahannya tersebut dengan sangat keras sampai membuat orang itu memuntahkan darah dan termundur beberapa langkah.
__ADS_1
" Cepat bawa aku ke sana!" Seru nya kesal dan marah
" Ba-ik tuan."