Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 472. Ungkapan Perasaan Xin Jiao


__ADS_3

" Ying Liang, dunia ini luas bukan hanya ada alam tempat kita berada saja. Sedangkan kalian pun telah mengetahui identitas ku sebenarnya... Aku tidak mungkin terus berada di dunia ini."


" Dunia kecil ini tidak akan bisa lagi membuat ku bertambah kuat, aku harus pergi ke alam lebih tinggi untuk meningkatkan kekuatan ku dan mencapai apa yang ku inginkan. Bukan hanya itu dengan terbongkar nya identitas ku dan Yue'er.. musuh-musuh kami pun akan mencari cara untuk membunuh kami. Aku akan memberikan dua pilihan untuk kalian... Pertama, aku akan membebaskan kalian, jadi kalian tidak perlu lagi mengikuti ku dan bebas melakukan apapun yang kalian inginkan. Dan kedua aku akan membiarkan kalian ikut dengan ku menuju alam dewa, dan menjelajahi alam lain. Keputusan ada di tangan kalian, aku tidak akan memaksa, aku akan memberikan kalian satu hari untuk memikirkan nya, bebas atau tetap mengikuti ku. Namun aku ingatkan, jika kalian memilih untuk tetap bersama ku mungkin di masa depan nanti kalian akan menghadapi musuh-musuh yang jauh lebih kuat dari yang pernah kalian hadapi selama ini. Jadi pikirkan dengan baik keputusan apa yang kalian inginkan!" Setelah mengatakan itu Li Hongli menepuk pundak Yelu dan Ying Liang lalu pergi meninggalkan mereka yang terdiam saat melihat kepergian Li Hongli.


" Tunggu tuan!" Seru Yelu membuat Li Hongli berhenti berjalan dan menatap nya dalam diam.


Yelu langsung berlutut di hadapan Li Hongli " Sedari awal kesetiaan ku hanya untuk mu, aku tidak peduli siapapun tuan, entah itu iblis atau dewa, aku Yelu telah bersumpah selama nya akan selalu menemani tuan kemanapun tuan ingin pergi!"


Perkataan Yelu begitu tegas dan tanpa ragu membuat Li Hongli tersenyum tipis.


" Yelu bangunlah, kau masih memiliki satu hari untuk memikirkan nya lagi... Jangan dulu menyela dan mengambil keputusan secara gegabah" ucap Li Hongli saat Yelu ingin segera membantah.


" Yelu, lihat ke belakang mu Ying Yue telah tulus pada mu. Jangan sia-siakan ketulusan nya atau kau akan menyesal seperti aku dulu. Kau pikirkan lagi dengan baik, tanyakan juga pendapat Ying Yue, dia pantas bahagia juga bukan. Begitu pula dengan mu Ying Liang.."


Setelah mengatakan itu Li Hongli benar-benar pergi dari tempat itu menyisakan Yelu yang tertegun dan memikirkan semua nya kembali.


Namun tanpa mereka sadari tidak jauh dari tempat mereka bicara, terdapat seseorang yang sedang bersembunyi di balik salah satu pohon besar dan mendengar semua perbincangan mereka.


_____________________________________________


" Ying Liang, tunggu!"


" Putri Xin, apa kau membutuhkan sesuatu dari ku?" Tanya nya dengan santai

__ADS_1


" Itu, mm.. tidak, aku hanya ingin bicara sesuatu yang penting saja dengan mu." Ucap Xin Jiao dengan ragu, ia memainkan ujung bajunya sendiri dengan gugup


" Ya, ada apa?" Ying Liang menaikkan sebelah alis nya dengan penasaran.


" Mm.. menurut mu bagaimana dengan dunia tempat kita tinggal ini?" Xin Jiao bertanya dengan gugup.


" Hei kenapa kau malah ketawa, aku bertanya dengan serius" ujar Xin Jiao kesal saat melihat Ying Liang yang malah tertawa.


" Aku hanya begitu heran, mengapa orang-orang sekarang suka menanyakan hal yang sama."


" Hal yang sama? memang nya siapa lagi yang menanyakan pertanyaan ini pada mu?" Tanya Xin Jiao pura-pura tidak tahu.


Ya, sebenarnya dialah yang telah menguping pembicaraan Li Hongli dan tiga bawahan nya itu. Awal nya dia memang berniat mencari Ying Liang tapi dia malah mendengar pembicaraan mereka.


" Jangan banyak tanya, jawab saja pertanyaan ku itu" ucap nya tidak sabar.


" Ah, baik-baik.. kau tidak perlu mengomel begitu, atau nanti wajah mu tidak cantik lagi"


Perkataan Ying Liang membuat wajah Xin Jiao merona seperti buah ceri.


" Dunia ini memang sangat indah, namun hidup ku dan adik ku sudah kami serahkan pada tuan Li saat dia membebaskan kami dari penderitaan. Kemana pun dia pergi aku pasti akan mengikuti nya..." Jeda Ying Liang, ia menatap wajah Xin Jiao yang terlihat menundukkan kepala nya dengan lesu.


" Putri Xin, aku tahu kau sudah mendengar semua yang tuan Li bicarakan, Tuan memang memberikan kami bertiga pilihan untuk memilih. Tapi kami tidak mungkin meninggalkan nya, bahkan sebelum dia menanyakan ini aku sudah memiliki jawaban nya yaitu aku akan terus mengikuti nya sesuai janji ku." Lanjut Ying Liang dengan tegas dan ekspresi yang serius.

__ADS_1


" Tapi bukankah kau bilang dunia ini indah, mengapa kau tidak bisa tetap tinggal di alam fana ini!" Seru Xin Jiao menatap wajah Ying Liang dengan wajah yang memerah entah itu karena sedih atau marah.


" aku memang mengatakan itu, tapi aku bisa merasakan keindahan dunia ini hanya setelah tuan Li Hongli membebaskan ku dengan adik ku, jika saat itu dia tidak membebaskan kami mungkin saat ini aku telah menjadi budak seseorang yang akan selalu memandang ku dengan rendah."


Untuk pertama kali nya Ying Liang berbicara dengan ekspresi yang sangat serius, tidak ada lagi tampang tengil yang selama ini dia perlihatkan.


" Putri Xin, jika kau hanya ingin membahas masalah ini, lebih baik aku permisi saja." Ujar nya pamit.


Namun sebelum dia pergi menjauh, suara Xin Jiao lebih dulu menghentikan nya.


" A-aku menyukai mu.. a-apakah selama ini kau tidak merasakan perasaan yang sama dengan ku. Kita telah hidup berdampingan begitu lama, sedikit saja apa kau sama sekali tidak menyukai ku. Jawab aku?" Seru Xin Jiao dengan sesegukan karena menangis.


" maafkan aku, tapi aku tidak pantas dengan mu putri." Jawab Ying Liang dengan nada yang sedih namun dia menyembunyikan nya dengan baik.


Setelah mengatakan itu dia pergi tanpa menoleh lagi.


" Gege apa yang kau lakukan.. aku tahu kau juga menyukai nya bukan?" Tanya Ying Yue menatap saudara laki-laki nya dengan tidak percaya.


Dia awal nya ingin memanggil kakak nya itu ke aula istana, tapi dia melihat kakak nya sedang bicara dengan Xin Jiao, ia pun hanya memperhatikan dari jauh. Tapi apa yang di lakukan saudara laki-laki nya yang bodoh ini dia malah meninggalkan putri Xin Jiao begitu saja. Padahal dia tahu kakak nya telah menyukai gadis itu setelah lama berjuang bersama.


" Meimei... Itu yang terbaik bagi nya, kau juga tahu aku pasti akan memilih mengikuti tuan, dan jika aku memberikan nya harapan, entah aku akan bisa kembali ke dunia ini lagi atau tidak. Aku hanya tidak ingin membuat nya lebih terluka lagi." Jawab Ying Liang tersenyum terpaksa.


" Hah.. Semua orang telah berada di aula istana, ayo kita juga harus pergi ke sana."

__ADS_1


" Ya."


__ADS_2