
" Li'er, apakah itu kau nak" Li Yuwen memastikan bahwa yang ada di hadapan nya itu memang benar anak nya yang selama ini ia rindukan.
Mendengar ucapan ayah nya, Li Hongli tersenyum tipis disertai anggukan kecil.
Melihat jawaban pemuda di hadapan nya, tanpa menunggu lama Li Yuwen langsung mendekat dan memberikan pelukan hangat pada anak nya.
Li Yuwen sangat senang saat melihat Li Hongli di hadapan nya, ia senang saat melihat anak nya kembali dengan selamat. Yelu yang melihat itu pun sangat bahagia akhir nya tuan muda nya yang selama ini menjadi panutan nya kembali pulang dengan selamat.
" Ayah di mana ibu" tanya Li Hongli
" Owhh... Ibu mu ada di dalam, baru saja tertidur, ibu mu sangat sedih saat ada sebuah kabar kematian seorang pemuda di hutan larangan" Li Yuwen mengatakan nya sambil mengajaknya masuk ke kediaman nya.
Li Hongli diam mendengarkan cerita ayah nya, dia mengikuti langkah ayah nya dari belakang.
Sedangkan Lan selalu mengikuti Li Hongli dari belakang.
" Lihat ibu mu terlihat kurus, dia tidak mau makan selama beberapa hari terakhir" Li Yuwen melirik istri nya yang terlelap di ruang keluarga
Li Hongli melihat ibu nya yang tampak pucat walau pun sedang tidur, ia segera menghampiri nya dan berjongkok di depan ibu nya.
Li Hongli mengusap Surai rambut ibu nya dengan lembut, sambil bergumam pelan," maafkan aku ibu" meski pun selama ini Li Hongli selalu bersikap dingin tapi ia sangat menyayangi keluarga nya, sama hal nya seperti keluarga nya yang selalu menyayangi dan mendukung nya.
Li Hongli kembali berdiri karena tidak mau Mengganggu tidur ibu nya, dia berdiri dan menatap ayah nya.
Melihat pandangan ayah nya, Li Hongli seakan tau bahwa ayah nya meminta penjelasan dari nya, ia pun mengajak ayah nya berbincang.
_____________________________________________
Di halaman depan kediaman baru Li Yuwen....
Li Hongli menjawab segala pertanyaan yang ayah nya tanyakan pada nya.
Li Hongli menjelaskan kehidupan nya di hutan larangan, tapi ia tidak menceritakan tentang dia yang terjatuh ke dasar jurang kematian dia hanya mengatakan dia bertemu seseorang yang mengangkat nya sebagai murid, tapi ia tidak menjelaskan siapa guru nya, dia juga tidak mengatakan bahwa ia sekarang sudah mencapai tingkat Elite bintang 3, Ia hanya mengatakan bahwa ia sekarang sudah bisa berkultivasi.
Li Yuwen yang melihat putra nya seperti tidak ingin menceritakan semua yang ia alami, ia pun tidak ingin memaksa untuk menceritakan semua nya.
__ADS_1
Li Yuwen berfikir mungkin guru nya meminta anak nya untuk tidak memberitahukan nya pada siapa pun.
" Ayah senang jika kau sudah bisa berkultivasi, semoga kau dapat menjadi seorang kultivator yang kuat supaya bisa melindungi orang yang ingin kau lindungi" Li Yuwen memberi selamat dan juga semangat pada Li Hongli
Mendengar ucapan ayah nya Li Hongli tersenyum tulus senyum yang belum pernah ia perlihatkan pada siapa pun.
" Terimakasih ayah, aku pasti akan menjadi kuat dan melindungi orang-orang yang menyayangi ku dan yang ku sayangi" ucap Li Hongli tegas
" Li'er, seperti nya warna rambut mu berbeda dan kenapa hewan itu selalu mengikuti mu sedari tadi" tanya Li Yuwen
Sedangkan Yelu hanya diam mendengarkan pembicaraan dua orang yang ada di sana tanpa berniat menyela.
" Entahlah ayah warna rambut ku sudah berubah saat pertama kali aku bisa berkultivasi, sedangkan hewan itu dia teman ku yang menemani ku selama aku berada di hutan larangan" jawab Li Hongli santai
Li Yuwen dan Yelu yang mendengarnya hanya menggunakan kepala nya.
" Ayah apa yang sebenarnya terjadi kenapa ayah meninggalkan kediaman di klan Li" tanya Li Hongli serius
Mendengar pertanyaan anak nya Li Yuwen hanya tersenyum, ia tau ini pasti terjadi putra nya akan menanyakan hal itu.
Li Hongli tidak ingin memaksa ayah nya untuk memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi, jadi ia pergi ke kamar nya untuk beristirahat.
" Tuan muda, aku akan menunjukan di mana kamar mu" ucap Yelu
Li Hongli hanya menganggukkan kepala nya dan mengikuti langkah Yelu.
Setelah sampai di kamar nya Li Hongli mengistirahatkan tubuh nya, meski ia tidak terlalu membutuhkan tidur dengan tingkat Kultivasi nya yang sudah berada di tingkat Elite.
Yelu pun pergi ke kamar nya setelah selesai menunjukan kamar Li Hongli.
_____________________________________________
Keesokan pagi nya..
Saat ini Li Hongli sedang menunggu ibu nya bangun dengan duduk di samping tempat ibu nya tidur.
__ADS_1
Li Hongli tidak menyangka bahwa keterlambatan nya untuk pulang akan membuat ibu nya sekawatir ini. Apa lagi dengan cerita ayah nya yang menceritakan semua yang di lakukan oleh ibu nya sejak di tinggalkan oleh nya.
Li Hongli terus menatap ibu nya sambil memegang tangan ibu nya, meski pun selama ini ia selalu bersikap acuh tak acuh terhadap sekitarnya, tapi ia juga sangat menyayangi keluarga nya.
Melihat kondisi ibu nya sekarang di lubuk hati nya Li Hongli merasa sangat bersalah karena kondisi ibu nya sekarang di sebabkan keterlambatan nya pulang. Meski begitu wajah nya tidak menunjukan ekspresi apa pun masih tetap wajah datar tanpa ekspresi, bahkan ayah nya yang melihat ekspresi wajah nya hanya menggelengkan kepala nya, tapi ia juga tau putra nya sedang merasa bersalah dengan kondisi ibu nya.
" Ibu... Maafkan aku" Li Hongli membatin
Mei Yin yang merasa ada yang memegang tangan nya pun membuka mata nya.
Saat Mei Yin membuka mata nya, ia menggosok kedua mata nya, karena ia merasa melihat bayang bayang anak nya.
Meski pun Mei Yin Menggosok mata nya hingga berulang-ulang, Bayangan Li Hongli tidak kunjung pergi, kemudian ia melihat sekitarnya dan menemukan suami nya berdiri di belakang nya bersama dengan Yelu.
Mei Yin melihat Li Hongli sekali lagi, tanpa terasa air mata nya sudah menetes dengan dengan deras nya.
" Li'er... Kau kah ini, kemana saja kau selama ini, kau terlambat 4 hari dari waktu yang kita sepakati" Mei Yin yang tadi nya memeluk anak nya kemudian berubah memarahi Li Hongli dengan masih menangis
" Maafkan aku ibu, aku salah... Sudah jangan menangis lagi bukankah aku sudah pulang, jika kau terus menangis wajah mu jadi jelek" Li Hongli berkata sambil mengusap air mata yang ada pada ibu nya, dengan sedikit candaan nya tapi wajah nya tetap datar hanya ada senyum tipis yang menghiasi wajah nya.
" Ohh... Jadi ibu jelek hah" Mei Yin menjewer telinga Li Hongli saat mendengar ejekan dari anak nya, tapi ia juga merasa senang karena anak nya kembali pulang ia seperti mendapatkan roh nya kembali setelah hilang entah kemana, sekarang ia bisa tersenyum kembali setelah melihat anak satu-satu nya kembali pulang dengan selamat.
Li Yuwen dan Yelu hanya tersenyum ketika melihat interaksi antara ibu dan anak.
Li Yuwen merasa sangat bahagia hari ini karena dapat melihat senyuman Mei Yin yang selama beberapa hari ini tidak pernah terlihat.
" Apakah Kamu tidak apa apa nak, kenapa kamu menjadi kurus, apakah kamu makan dengan teratur di sana, kenapa...."
Sebelum Mei Yin menyelesaikan ucapan nya, Li Hongli langsung memotong nya, " ibu tenang saja anak mu ini baik baik saja dan bisa menjaga diri nya sendiri" ucap Li Hongli tersenyum tipis
Mendengar jawaban Li Hongli, Mei Yin mulai sedikit tenang dan berkata, " Baiklah ibu percaya, tapi apa yang terjadi dengan warna rambut mu nak, sekarang coba ceritakan apa saja yang terjadi pada mu selama dua tahun ini?"
Melihat ibu nya yang khawatir, membuat Li Hongli pun segera menjelaskan semua yang terjadi pada nya seperti apa yang ia ceritakan pada ayah nya.
" Ibu tenanglah semua nya baik-baik saja, dan aku pun sudah pulang dengan selamat"
__ADS_1
Mei Yin yang mendengar cerita Li Hongli menjadi tenang.