
Di hadapan mereka telah ada dua orang, satu orang gadis dan satu pemuda tampan, mereka berdua seperti nya habis selesai berlatih dapat di lihat dari keringat halus yang membanjiri kedua wajah nya.
" aku kira tadi aku salah orang, ternyata kau benar Yueyin" ucap gadis di depan Yueyin dengan sangat antusias sampai tidak menyadari keberadaan orang lain di samping Yueyin.
" Putri Xin, pangeran Xin lama tidak bertemu. Apa kabar kalian?" Ucap Yueyin santai dan tenang.
Semua orang belum mengetahui identitas nya, lagi pula tidak masalah untuk nya mereka mengetahui nya atau tidak.
" Kabar kami baik nona Yueyin, senang bertemu dengan mu juga, seperti nya aku tidak melihat keberadaan saudara Li?" Tanya Xin Zhuo.
" Dia memiliki urusan lain, apakah tuan putri Xin juga sedang mencari nya!" Ucap Yueyin acuh tak acuh.
" Ekhem.. kalian begitu akrab sampai tidak melihat keberadaan ku ini!" Sindir seseorang di samping Yueyin, dia tidak lain adalah Lian Yu, Xin Zhuo dan Xin Jiao.
" Salam pangeran kedua, maafkan saya dan adik ku yang tidak melihat keberadaan pangeran!" Ucap Xin Zhuo segera setelah dia yakin identitas pemuda itu.
Awal nya ia tidak yakin orang yang berjalan bersama kenalan lama nya itu adalah pangeran kedua kekaisaran Lian, bagaimana pun identitas nya begitu agung, tapi ternyata itu memang dia.
" Mereka tidak buta, kau saja seperti makhluk halus yang sulit di lihat" ejek Yueyin dengan santai, mungkin hanya dia satu-satunya orang yang begitu santai mengejek seorang pangeran besar.
Xin Jiao menarik tangan Yueyin agar mendekati nya, " Yueyin apa yang kau lakukan, dia adalah seorang pangeran, kau jangan sampai menyinggung nya!"
" Kau pun seorang putri dan saudara mu itu seorang pangeran apa yang perlu di banggakan dengan status itu!" Jawab Yueyin acuh tak acuh, sampai membuat Xin Jiao cepat-cepat untuk menutup mulut nya agar tidak berbicara sembarangan lagi.
" Tentu saja itu berbeda, bahkan sangat berbeda dia itu pangeran dari kekaisaran Lian, sedangkan kami berdua hanya berasal dari kerajaan kecil, tidak bisa dibandingkan dengan nya" bisik Xin Jiao.
" Apa yang sedang kalian bicarakan?" Lian Yu menaikkan sebelah alisnya, ia penasaran dengan pembicaraan kedua gadis itu.
" Tidak ada pangeran, tolong maafkan kelancangan teman ku ini, dia hanya bercanda!" Ucap Xin Jiao menundukkan kepala sedikit, namun apa yang dilakukan Xin Jiao membuat Lian Yu semakin tidak mengerti. Sedangkan Xin Jiao semakin takut karena tidak mendapatkan jawaban dari Lian Yu, dia pikir pemuda itu sangat marah mendengar ucapan Yueyin, sedangkan Yueyin yang ingin berbicara malah di tutup mulut nya oleh tangan Xin Jiao.
" Pangeran Lian Yu, maafkan atas kelancangan adik dan teman nya itu, aku sebagai saudara tidak mengajari nya dengan baik" seru Xin Zhuo mulai bertindak karena takut kedua gadis itu akan terkena hukuman setelah menyinggung orang yang seharusnya tidak dia singgung.
__ADS_1
Lian Yu melihat Yueyin, lalu berganti melihat Xin Jiao dan Xin Zhuo, tidak lama dia malah tertawa, membuat kedua orang yang sedang merasa was-was itu kebingungan.
" Hahaha..."
Setelah berhenti tertawa, Lian Yu berbicara sambil menunjuk Lian Yueyin " Apa kalian pikir aku marah karena mendengar ejekan gadis nakal ini?"
" Ya" jawab Xin Jiao ragu
" Tentu saja hal kecil itu tidak akan membuat ku marah!" Seru Lian Yu santai.
" Kau sudah mendengarnya bukan, sekarang tidak perlu membungkam mulut ku ini!" Ucap Yueyin setelah berhasil melepaskan tangan Xin Jiao dari mulut nya.
" Maaf"
" Apa yang kalian lakukan disini?" Suara dingin dari seorang pria membuat mereka mengalihkan perhatian nya pada sosok itu.
Terlihat di sana ada empat orang yang sedang berjalan mendekati mereka. Melihat siapa yang datang Yueyin tersenyum manis di balik cadar nya, tanpa sadar Xin Jiao juga menjadi terdiam karena terpana melihat mereka berempat, lebih tepat nya satu orang di antara keempat orang itu.
Yueyin yang memang berada di samping Xin Jiao dapat merasakan tatapan kagum gadis itu pada seseorang yang sangat ia kenal.
Baru saja dia akan mendekati Li Hongli, Ying Yue lebih dulu menghampiri nya dan memeluk Yueyin dengan erat.
" Nona... maksud ku saudari aku senang sekali dapat bertemu dengan mu lagi!" Ucap Ying Yue terdengar akan menangis.
" Ada apa dengan ekspresi mu itu, baru saja bertemu sudah mengeluarkan air mata. Lihatlah Yelu sedang melihat mu, apa kau tidak malu menangis di depan nya!" Ejek Yueyin, namun dia juga ikut membalas pelukan itu.
Li Hongli yang melihat itu hanya tersenyum tipis, dia tahu tujuan gadis itu adalah diri nya, meski ia tidak tahu apa yang membuat gadis itu menjadi kesal.
" Benar nona, dia seperti nya lebih menyukai mu di bandingkan aku" sahut Yelu tersenyum melihat tingkah kekasih nya yang menjadi kekanakan jika bersama Yueyin.
" Biarkan saja aku memang lebih menyukai nona Yueyin" jawab Ying Yue acuh tanpa melepaskan pelukan nya itu.
__ADS_1
" Yelu mungkin tidak cemburu melihat kau berpelukan dengan nya, tetapi kau harus tetap melepaskan pelukan mu itu, karena sekarang dia bukan milik mu lagi!" Li Hongli yang sedari tadi diam tiba-tiba membuka suara dan menarik Yueyin mendekati nya.
Yueyin menatap Li Hongli dengan hangat, interaksi kedua nya tentu saja dilihat oleh mereka, terutama oleh Lian Yu yang begitu terkejut melihat emosi dari adik nya itu.
" Tunggu ada apa ini dan kau juga berani sekali menyentuh adik ku dengan mesra!" Seru Lian Yu menarik Yueyin agar mendekati nya.
" Pangeran apa yang kau la..."
" Adik? Apa maksud nya!"
Mereka semua menatap Yueyin dengan penasaran dan terkejut, mereka bingung harus mereaksi bagaimana mengahadapi kejutan yang begitu luar biasa ini..
Menghadapi tatapan semua orang, Yueyin hanya bisa menghela nafas nya dan menatap balik mereka. " Hah, akan ku jelaskan! Namun sebaiknya kita mencari tempat yang nyaman untuk berbincang terlebih dahulu."
" Aku tahu tempat yang nyaman dan sepi, jadi kita bisa mengobrol dengan santai di sana. Ayo ikut dengan ku!" Seru Yueyin berjalan lebih dulu, tapi tidak lupa tangan kanan nya telah menarik tangan Li Hongli membuat pemuda itu hanya dapat mengikuti nya.
" Meimei tunggu sebentar! Mengapa kau malah memegang tangan nya, bukankah berjalan bersama Gege akan lebih baik!" Ucap Lian Yu yang segera menyusul dan berjalan di samping Yueyin.
" Maaf pangeran dia mungkin adik mu, tapi sebagai seorang pangeran kau tentu saja mengetahui letak istana ini, sedangkan aku tidak sama sekali, karena itu lebih baik adik mu ini berjalan bersama ku!" Jawab Li Hongli tersenyum penuh arti.
" Ta..."
" Benar apa kata dia, Gege diam saja jangan berisik. Oh iya, tempat itu masih sama bukan?" Potong Yueyin segera sebelum Lian Yu mengeluarkan sepatah kata pun.
" Masih, meski ayahanda membiarkan taman ini terbuka untuk mereka. Tapi ayahanda masih mengingat janji nya pada mu tidak membiarkan siapapun masuk tanpa seijin mu" jawab Lian Yu dengan malas.
Apakah adik yang ia sayang sudah bukan milik nya lagi!
Berani sekali dia merebut adik kesayangan nya dari pelukan nya begitu saja..
Baru saja kembali, tapi sudah membawa saingan saja.
__ADS_1
Pemuda itu memang tampan, aku saja sebagai seorang pria iri dengan nya. Tapi berani sekali dia merebut kesayangan kami dengan begitu mudah.
Pikiran-pikiran itu terlintas di benak Lian Yu membuat dia semakin kesal, dan berjalan dengan menggerutu sepanjang perjalanan.