Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 155. Bermain?


__ADS_3

Minghao yang di tatap begitu tajam oleh gurunya langsung menelan saliva nya sendiri, dia tidak tahu kalau guru nya tidak menyukai diri nya memuji Yueyin.


" Hehehe...." Minghao menatap Li Hongli sambil cengengesan dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal


Setelah satu jam berlalu Li Hongli mengakhiri permainan seruling nya, begitu pun dengan tarian yang di lakukan oleh Yueyin.


" Kau menari dengan sangat baik" puji Li Hongli


" Tapi sayang nya Permainan seruling mu hanya lumayan" ejek Yueyin


" Lumayan kah? Namun kenapa para hewan dan seorang gadis sangat menikmati permainan seruling ku ini!" Balas Li Hongli menyindir


" Cih, tidak mau kalah.... Baiklah-baiklah permainan seruling mu sangat indah" seru Yueyin sambil mengerucutkan bibir nya


" Kemarilah!!" Seru Li Hongli


Dengan ekspresi yang masih cemberut Yueyin tetap mengikuti apa yang Li Hongli minta, ia pun mendekati Li Hongli, air danau yang telah menjadi es yang tadi di pijaki oleh Yueyin kembali berubah menjadi sediakala.


" Gunakan dengan baik, jangan sampai terbawa angin lagi, aku tidak mau wajah mu ini merepotkan diri ku nanti nya" ucap Li Hongli dengan sedikit sindiran sambil memakaikan cadar milik Yueyin kembali


Yueyin tersenyum dengan sangat manis tidak mempedulikan sindiran yang telah Li Hongli ucapkan untuk nya.


" Guru, kak Yueyin kalian berdua sungguh sangat hebat" puji Minghao dengan sangat antusias


" Akh... Minghao kau sudah bangun" sebelum nya Yueyin tidak menyadari kalau Minghao telah bangun, ia terlalu fokus pada Li Hongli sehingga tidak menyadari keadaan sekitar.


" Iya kak, aku tidak ingin melewati permainan seruling dan tarian yang kalian lakukan" ucap nya kembali dengan antusias


" Minghao mulai sekarang panggil saja aku Jiejie, hmm" ucap Yueyin


" Baik Jiejie"


" Seperti nya kau telah sehat bocah, kalau begitu lebih baik kita melanjutkan perjalanan" mata yang tadi menatap Yueyin dengan lembut dan hangat, senyum yang tadi tersungging dari bibir nya sekarang berubah kembali menjadi tajam dan dingin.


" Apa kau sungguh sudah baik baik saja Hao'er" tanya Yueyin pada Minghao


" Hao'er! Aku menyukai panggil itu Jiejie, Jiejie tenang saja aku sudah sehat dan kuat" ucap Minghao sambil menunjukkan otot otot nya yang kurus


" Jangan terlalu baik pada nya, nanti dia menjadi manja" ucap Li Hongli acuh tak acuh

__ADS_1


" Guru apa kau cemburu padaku karena Jiejie baik padaku" seru Minghao dengan polos


" Jangan asal bicara kau bocah" ucap Li Hongli salah tingkah


" Guru bagaimana bisa guru cemburu pada ku yang baru sepuluh tahun ini" ucap Minghao polos


" Lebih baik kau diam bocah, atau aku akan meninggalkan mu di hutan ini sendirian" ucap Li Hongli menatap Minghao dengan tajam


" Hehehe.... Aku hanya bercanda guru, aku akan diam" Minghao menutup mulut nya dengan rapat-rapat


Melihat interaksi yang di lakukan oleh Minghao dan Li Hongli membuat Yueyin tersenyum, dia pikir hal ini akan menjadi hiburan tersendiri bagi nya di masa depan nanti.


" Seperti nya aku akan mendapatkan hiburan baru" sindir Yueyin


" Hiburan apa Jiejie" tanya Minghao dengan bingung


" bukankah kau akan diam!" Ucap Li Hongli yang membuat Minghao kembali menutup mulut nya rapat-rapat


" Dan kau terlihat sangat bahagia melihat nya" balas Li Hongli pada Yueyin


" Tentu"


Minghao hanya menganggukkan kepala nya dengan patuh, ia tidak ingin ditinggalkan di hutan sendirian karena membuka mulut nya.


" Anak pintar" Yueyin tersenyum melihat ekspresi lucu yang Minghao tunjukkan.


Awal nya mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, namun agar perjalanan lebih cepat mereka memutuskan untuk menggunakan ilmu meringankan tubuh.


Minghao sendiri di panggung seperti karung oleh Li Hongli, beberapa kali mereka harus berhenti sejenak untuk istirahat mengingat Minghao yang masih manusia biasa tidak akan mampu melawan angin.


Karena belum terbiasa beberapa kali Minghao harus memuntahkan isi perut nya, dan Li Hongli maupun Yueyin hanya membiarkan saja tanpa berniat membantu.


Mereka sangat kejam bukan! Nyatanya Li Hongli dan Yueyin melakukan ini supaya Minghao cepat terbiasa. Seperti apa yang pernah Li Hongli katakan pelatihan nya akan menjadi sangat kejam, dan Yueyin tidak berniat menegur bagaimana cara Li Hongli melatih Minghao karena dia juga tahu ini semua demi kebaikan Minghao sendiri.


Dunia Kultivator sangat kejam, jika Minghao ingin menapaki kaki nya di jalan Kultivator dia harus bisa melewati segala pelatihan yang di berikan boleh Li Hongli, dia pun harus bisa menjadi kejam, karena di jalan Kultivator hanya ada membunuh atau terbunuh.


_____________________________________________


Setelah dua hari perjalanan akhir nya Li Hongli dan Yueyin yang di tambah satu orang lagi yaitu Minghao sampai di dekat kota Huanxi. Mereka membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan saat mereka menuju sekte pedang giok itu karena mereka harus beristirahat beberapa kali mengingat Minghao yang hanya manusia biasa.

__ADS_1


Dua hari perjalanan itu cukup cepat dibandingkan berjalan kaki, mungkin Li Hongli dan Yueyin tidak pernah berpikir akan menghabiskan waktu dua hari hanya untuk kembali ke kota Huanxi yang pada awal nya mereka berdua hanya membutuh waktu beberapa jam saja bila Minghao tidak ikut bersama mereka.


Namun seukuran manusia biasa Minghao bisa di katakan luar biasa, jika itu orang lain mungkin akan membutuhkan waktu lebih banyak lagi, tapi karena Minghao memiliki tubuh yang khusus sehingga semua itu menjadi terbiasa.


Di penginapan awan putih terlihat ada enam orang yang sedang duduk melingkari sebuah meja, mereka adalah Yelu, Ying Liang, Ying Yue, Li Yuwen, di tambah Xin Zhuo dan Xin Jiao. Mereka sedang duduk di lantai bawah sambil sarapan pagi, saat kedatangan mereka membuat orang orang tertarik, tidak lebih tepat nya mereka sangat tertarik pada dua orang yang bergabung dengan kelompok Yelu, tentu saja mereka adalah Xin Zhuo dan Xin Jiao.


Orang orang itu berpikir siapa orang yang begitu hebat nya bisa membuat kedua putra putri kerajaan Xin bisa duduk dengan mereka, untung nya hari ini masih berlangsung babak semifinal sehingga tidak banyak orang yang berada di tempat itu, karena mereka sudah sedari hari masih gelap pergi ke tempat turnamen untuk melihat pertandingan.


" Apa tidak ada di antara kalian yang mengetahui kemana Li Hongli pergi?" Tanya Xin Jiao untuk kesekian kali nya


Xin Jiao pernah datang kemarin untuk menemui Li Hongli namun ia tidak dapat bertemu dengan orang yang ingin ia temui.


Sebenarnya dia datang kemari untuk menagih janji Li Hongli yang akan menginap di dalam istana nya, ia sangat tidak sabar sehingga keesokan hari setelah Turnamen babak semifinal di hari pertama berakhir ia pagi pagi sekali pergi ke penginapan di mana Li Hongli berada.


Namun Li Hongli tidak berada di tempat nya, awal nya Xin Zhuo menawarkan untuk Yelu serta yang lain nya yang terlebih dahulu datang ke istana, tapi Yelu dan yang lain nya tidak akan pergi sebelum kedatangan Li Hongli.


Sudah berkali kali Xin Jiao menanyakan hal ini pada Yelu serta yang lain nya namun tidak ada yang menjawab pertanyaan nya, mereka hanya menjawab Li Hongli sedang pergi ke suatu tempat, tapi tidak ada yang mengatakan di mana tempat nya dan pergi dengan siapa.


Namun ia yakin Li Hongli pergi dengan Yueyin saat ia juga tahu gadis itu tidak ada di penginapan, ada rasa kecewa karena Li Hongli hanya pergi berdua dengan Yueyin.


Li Yuwen sendiri tidak berbicara atau ikut campur dengan urusan mereka, kemarin ia tetap berada di kamar nya sehingga tidak tahu kedatangan kedua orang ini, namun di lihat dari cara berpakaian nya pemuda dan gadis ini bukanlah orang biasa.


Xin Zhuo maupun Xin Jiao pun tidak bertanya tentang diri nya, sehingga dia tidak memiliki kewajiban untuk memperkenalkan diri nya pada dua orang ini.


Sebenarnya Xin Jiao terlalu fokus pada Li Hongli dan Yueyin yang tidak ada di tempat itu dalam waktu bersamaan sehingga membuat nya tidak menyadari keberadaan seseorang yang tidak ia kenal.


Berbeda dengan Xin Zhuo yang sudah menyadari keberadaan Li Yuwen, ia juga penasaran dengan sosok pria paruh baya itu, namun saat ia ingin berbicara, dia kembali menutup mulut nya setelah melihat ekspresi tidak suka dari wajah Yelu, Ying Liang dan Ying Yue.


" Apa Li Hongli pergi bersama nona Yueyin?" tanya Xin Jiao kembali dengan hati hati


" Ya" balas Ying Liang dengan acuh


" Kemana mereka pergi?" Tanya Xin Jiao


" Bermain" jawab Yelu dingin


" Bermain?" Gumam Xin Jiao dengan bingung


Xin Jiao menatap pintu masuk penginapan dengan berbinar bahagia, saat tahu siapa yang baru saja masuk ke tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2