Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 184. Pembalasan Dendam


__ADS_3

Krieettt


Pintu kamar terbuka terlihat di sana ada Yueyin sambil membawa beberapa makanan.


" Paman aku membawa beberapa makanan untuk paman... Ahk bibi Mei juga sudah sadar, syukurlah... Aku ke sini untuk membawakan paman Yuwen makanan, dan memanggil yang lain nya untuk makan!" Seru Yueyin


" Kenapa kau di sini, seharusnya kau beristirahat" ucap Li Hongli


" Kondisi ku sudah membaik, tubuh ku akan terasa kaku jika terus beristirahat" ucap acuh Yueyin


" Apakah kau yang memasak makanan ini Yueyin'er?" Tanya Li Yuwen


" Tentu saja Paman, kalian tidak makan dengan teratur akhir akhir ini, jadi aku secara khusus memasak untuk kalian, kebetulan bibi juga sudah sadar dari koma nya jadi anggap saja ini sebagai perayaan" jawab Yueyin


Mei Yin terus memperhatikan Yueyin sedari ia masuk ke dalam kamar, ia tidak mengenali gadis itu, namun seperti nya anak dan suami nya terlihat dekat dengan nya.


" Kau siapa?" Tanya Mei Yin lirih


" Ohh yah istri ku, kau harus mengenal nya, dia adalah Yueyin'er calon menantu kita pasangan Li'er anak kita" ujar Li Yuwen bangga


" Paman jangan mengatakan itu, aku dan Li Hongli hanya teman biasa" elak Yueyin, sedangkan Li Hongli sendiri hanya diam saja tidak mengatakan keberatan sama sekali dengan apa yang ayah nya ucapkan.


" Ayah, ibu perlu banyak istirahat, jangan ganggu ibu" ucap Li Hongli, dia sebenarnya tidak peduli dengan perkataan ayah nya, tapi melihat Yueyin yang terlihat canggung ia pun membantu gadis itu untuk mengalihkan perhatian ayah nya.


" Baiklah, baik... Kalian pergilah ke ruang makan, biarkan ayah yang menemani ibu mu Li'er" ujar Li Yuwen yang tahu Yueyin sedang malu


" Hmm"


" Suami ku apakah benar gadis itu kekasih Li'er?" Tanya Mei Yin lirih


" Aku sih berharap iya" jawab Li Yuwen


" Jadi iya atau bukan?" Tanya Mei Yin kesal


" Tidak tahu, Mereka tidak mengatakan apapun" jawab Li Yuwen jujur


" Ck, apa kau benar benar ayah nya, bagaimana bisa kau... Ahk sudahlah" ujar Mei Yin kesal


" Hei kenapa menyalahkan ku, anak mu itu sangat sulit di tebak" ujar Li Yuwen menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal


" Dia juga anak mu" ketus Mei Yin

__ADS_1


" Iya, iya istri ku aku salah maaf ya, jangan marah marah nanti cantik nya hilang" bujuk Li Yuwen


" Oh maksud mu aku tidak cantik jika marah begitu suami ku" seru Mei Yin menatap tajam Li Yuwen


" Salah lagi, salah lagi" gumam Li Yuwen


" Tentu saja kau tetap cantik, sangat cantik" bujuk Li Yuwen membuat Mei Yin merona malu


" Jadi bagaimana gadis-gadis itu?" Tanya Mei Yin


" Ying'er anak yang polos dan baik, putri Xin cukup baik tapi sangat keras kepala, sedangkan Yueyin'er dia adalah gadis yang terus terang sikap nya hampir sama dengan putra kita, dan dia pun dapat mengatasi Li'er dengan sangat baik, saat aku melihat mereka berdiri bersama, aku merasa mereka memang di takdirkan untuk satu sama lain" jawab Li Yuwen serius


" Begitukah, baiklah aku akan melihat sendiri bagaimana sikap nya, atau dia sama saja seperti gadis gadis lain yang hanya datang saat putra kita sedang berada di atas dan meninggalkan nya begitu saja saat putra kita tidak lagi memiliki apa-apa" sahut Mei Yin, ia tidak ingin putra nya sampai terluka


" Baiklah kau bisa memastikan nya sendiri, aku yakin istri ku akan dapat merasakan apa yang ku rasakan saat melihat mereka bersama" ujar Li Yuwen


" Kita lihat saja nanti"


_____________________________________________


" Li'er, dan Kalian semua akan pergi kemana malam malam begini" sahut Li Yuwen yang baru saja ingin ke dapur mengambil air minum, namun tanpa sengaja melihat putra nya dan teman teman nya ingin pergi keluar


" Memberikan hadiah untuk keberanian yang orang orang itu miliki" jawab Li Hongli tanpa membalikkan tubuh nya.


" Tentu saja mata di bayar mata, tangan di bayar tangan, nyawa di bayar nyawa" jawab Li Hongli dengan seringai menyeramkan nya.


" Kalian juga akan ikut dengan nya?" Tanya Li Yuwen


" Benar paman, kami tidak bisa membiarkan saudara Li pergi sendiri, meski sebenarnya dia mampu menghadapi musuh musuh nya tanpa bantuan kami" jawab Xin Zhuo


" Baiklah, pergi sana... Saat pulang jangan sampai ada yang terluka" ucap Li Yuwen acuh, lagi pula percuma saja jika dia ingin menghentikan Li Hongli yang tidak akan pernah mengubah keputusan nya.


Li Yuwen sudah melihat cara Li Hongli bertarung sehingga ia tidak perlu khawatir, ia juga melihat saat kemunculan Phoenix sehingga ia tidak perlu takut mereka terjadi sesuatu jika burung Phoenix tunduk pada Li Hongli.


" Baik"


" Hhmm"


" Dimana Hao'er?" Tanya Li Yuwen yang tidak melihat keberadaan anak kecil itu


" Dia ada di kamar nya paman" jawab Yueyin

__ADS_1


" Baik, ingat jangan sampai terluka atau ibu kalian akan memarahi ayah karena mengijinkan kalian keluar"


" baik"


" Li Hongli kita akan pergi kemana terlebih dahulu sekarang?" Tanya Xin Jiao


" Mereka yang bermain dengan kematian, mereka juga harus merasakan kematian itu sendiri... markas para pembunuh bayaran" jawab Li Hongli menyeringai, tatapan nya pun sangat dingin dan tajam seperti seekor harimau yang siap menyerang.


" Kenapa aku jadi merasa takut mendengar ucapan nya itu" batin Xin Jiao


" Yelu" panggil Li Hongli


" Tuan markas mereka berada di tengah tengah hutan, ada sebuah formasi ilusi yang membuat bangunan bangunan itu tidak dapat di temukan orang lain dengan mudah" jawab Yelu


Beberapa hari ini selama dia mengobati Mei Yin ia pun tidak tinggal diam saja, dia menyuruh Yelu dan Ying Liang mencari informasi terkait para pembunuh bayaran, serta Klan Li, dan Klan Da.


Beberapa kali juga selama ia menjaga ibu nya nya, akan datang para pembunuh bayaran entah untuk membunuh ayah nya atau ibu nya atau mungkin juga diri nya, saat itu hanya dia dan Yueyin yang dapat merasakan nya, sehingga semua pembunuh bayaran itu mati di tangan nya dan Yueyin.


Bukan hanya itu tapi ia yakin bukan hanya dari Klan Li yang menargetkan dia dan keluarga nya, ia mengetahui ini saat membaca pikiran para pembunuh itu, Mereka di kirimkan oleh dua keluarga berbeda yaitu oleh Klan Li dan Klan Da.


" Ying Liang" panggil Li Hongli


" Tuan, terjadi kekacauan besar di Klan Li, mereka berpecah menjadi dua kelompok, satu kelompok yang mendukung ketua klan Li sekarang, dan satu kelompok yang masih mendukung paman Yuwen tapi hanya ada beberapa orang yang mendukung paman, dan orang orang itu telah di tahan oleh anggota klan Li yang lain nya" jelas Ying Liang


" Tuan, klan Da juga sedang mencari cara membalas kematian ketua Da yang kau bunuh sebelum nya seperti nya mereka telah mengetahui informasi dari orang orang yang ikut menyaksikan turnamen waktu itu" lanjut Ying Liang


" Tidak masalah, lebih bagus saat memberantas para tikus sekaligus" jawab Li Hongli dingin


" Ying Liang pergilah ke Klan Da bersama Xin Jiao dan Xin Zhuo bereskan mereka malam ini juga. Yelu pergilah bersama Ying Yue ke Klan Li bebaskan mereka yang masih setia pada ayah ku, dan jangan sisakan yang lain nya, sisakan ikan besar untuk ku juga...." Ujar Li Hongli


" Baik tuan" jawab Yelu dan Ying Liang serentak


" Lalu bagaimana dengan markas para pembunuh bayaran itu, bukankah kau mengatakan ingin pergi ke tempat itu terlebih dahulu?" Tanya Xin Jiao


" Aku dan Yueyin yang akan pergi ke tempat itu" jawab Li Hongli acuh


" Cepat bergerak" ujar Li Hongli tanpa menunggu Xin Jiao yang ingin berbicara


Wush


Wush

__ADS_1


Di gelap nya malam mereka hanya terlihat seperti bayangan yang bergerak begitu cepat bagaikan angin.


Mereka pun bergerak ke berbagai arah sesuai apa yang sudah di rencanakan.


__ADS_2