
" Sedari pertama kali kita bertemu, saya begitu penasaran dengan mu, saat semua orang tidak mengenali ku bagaimana kau bisa tahu tentang ku... Apakah kita pernah bertemu sebelum nya" ujar tetua Shang
" Kita tidak pernah bertemu sebelum nya tetua, namun aku hanya pernah mendengar kehebatan sang Raja petir"
" Hahaha... Gadis kecil sudah lama saya tidak pernah keluar dari pengasingan jadi hanya beberapa orang saja yang dapat mengenali wajah ku ini, kau tidak dapat menipu ku" ucap tetua Shang memicingkan mata nya
" Kita memang tidak pernah bertemu tapi aku pernah melihat tetua sebelum nya... Apakah itu cukup menjawab pertanyaan tetua"
" Kalau begitu siapa nama mu gadis kecil"
" Apakah tetua yakin ingin mengetahui nama ku?" Tanya Yueyin Tenang
" Tentu, apakah ada masalah dengan nama mu gadis kecil?"
" Tidak ada... Tetua bisa memanggil ku Yueyin" ujar Yueyin tenang dan terlihat sangat anggun
" Yue-Yueyin" ucap tetua Shang kaget
" Ada apa guru? Apakah ada yang aneh dengan nama saudari Yueyin" tanya Xin Jiao
" Ya, ada apa tetua.... Apakah ada yang salah dengan nama ku" ujar Yueyin penuh penekanan
" Ahk tidak, tidak ada.... Senang bertemu dengan mu nona Yueyin" ucap tetua Shang penuh hormat
Perubahan yang terjadi pada tetua Shang mengejutkan semua orang, mereka sekarang melihat tetua Shang yang memperlakukan Yueyin begitu hormat. Namun tidak ada yang berani menanyakan pertanyaan yang ada di pikiran mereka pada tetua Shang langsung.
" Baiklah tujuan ku kemari sudah selesai, saya harus kembali ke sekte"
" Tetua agung kau pergi begitu cepat, kami pun belum menyiapkan perjamuan untuk mu" ujar Raja Xin
" Tidak perlu yang mulia, ada pekerjaan yang harus segera ku kerjakan. Oh ya, Jiao'er dan Zhuo'er apakah kalian akan ikut dengan guru ke sekte sekarang?" Tanya tetua Shang
" Mmm... Maaf guru bisakah aku menyusul mu nanti, ada yang harus ku lakukan terlebih dahulu" ucap Xin Jiao ragu
" Aku akan pergi bersama dengan adik ku guru" jawab Xin Zhuo
" Baiklah tidak apa, ambillah ini kalian akan membutuhkan nya, setelah sampai di Sekte awan putih tunjukan token ini pada para penjaga" ujar nya sambil memberikan satu persatu token giok, namun berbeda dengan token giok yang ia berikan pada Li Hongli.
_____________________________________________
Sekarang semua orang sedang berada di luar gerbang untuk mengantarkan tetua Shang, di sana sudah ada burung elang petir yang sedang menunggu tetua Shang.
Namun tetua Shang sedang berada bersama Yueyin sekarang, mereka berdua berada cukup jauh dari orang orang, seperti nya mereka sedang membicarakan sesuatu.
__ADS_1
" Apa yang mereka bicarakan, seperti nya sangat serius?" Tanya Xin Jiao
" Tidak tahu, mungkin ada hal yang harus guru bicarakan hanya dengan nona Yueyin" jawab Xin Zhuo
Di tempat Yueyin dan tetua Shang
" Salam Yang Mulia putri"
" Tetua tidak perlu sopan seperti itu, perlakukan aku seperti orang biasa" ucap Yueyin, sekarang Yueyin memancarkan aura sangat anggun dan menawan.
" Yang Mulia putri jangan terlalu sopan pada ku, saya senang bisa bertemu dengan yang Mulia... Saat saya selalu pergi ke istana tidak mempunyai kesempatan melihat tuan putri, tentu sekarang saya merasa terhormat dapat bertatap muka dengan tuan putri sendiri" ujar tetua Shang tulus
" Mm.. sekarang aku adalah gadis biasa, panggil aku Yueyin saja tetua... Bagaimana keadaan ibukota tetua?" Seru Yueyin sopan
" saya tidak berani tuan putri... Keadaan ibukota baik baik saja, namun yang mulia kaisar dan permaisuri sangat menghawatirkan anda, yang mulia kaisar telah meminta beberapa sekte untuk mencari keberadaan anda" jawab tetua Shang sopan
" Baiklah terserah tetua ingin memanggil ku apa jika itu membuat tetua nyaman... Apakah keluarga ku baik baik saja?" Tanya Yueyin
" Mereka baik baik saja tuan putri.... Pangeran pertama telah masuk ke Sekte gunung es dan menjadi murid langsung kaisar es, begitu pun pangeran kedua adalah murid Sekte tombak langit murid langsung Raja bumi, namun mereka terus mencari mu tuan putri" ujar tetua Shang
" Apakah aku bisa memanggil mu paman?" Ucap Yueyin
" Suatu kehormatan bagi saya, kalau anda memanggil ku paman tuan putri"
" Paman bisakah kau membantu ku?" Tanya Yueyin
Wush
" Berikan surat surat ini pada ayahanda, ibunda dan kedua Gege ku... Namun jangan katakan keberadaan ku, katakan saja pada mereka aku baik baik saja, aku pun telah menemukan apa yang ku cari, mereka akan mengerti apa maksud ku!" ujar Yueyin sambil memberikan empat buah surat pada tetua Shang serta token giok identitas nya.
" Akan saya sampaikan pesan anda tuan putri..... Maaf tuan putri kalau saya lancang, apa hubungan anda dengan Li Hongli?" Tanya tetua Shang ragu
Mendengar pertanyaan tetua Shang, Yueyin tersenyum lembut di balik cadar nya.
" Menurut paman bagaimana dia?"
" Jika Li Hongli dapat jadi pasangan tuan putri kalian akan menjadi pasangan yang sangat serasi, saya yakin yang mulia kaisar juga akan menyetujui nya" ujar tetua Shang
" Kalau begitu waktu yang akan menjawab pertanyaan Paman.... Lebih baik kita kembali ke sana, mereka sudah terlihat sangat penasaran dengan apa yang sedang kita bicarakan" ujar Yueyin
" Baiklah tuan putri"
Yueyin dan tetua Shang mendekati yang lain nya, tetua Shang pun pamit sebelum dia pergi dengan elang petir nya.
__ADS_1
" Saudari Yueyin apa yang sedang kau bicarakan dengan guru" tanya Xin Jiao penasaran
" Hanya perbincangan kecil" jawab Yueyin
" Ada apa Li Hongli?" Tanya Yueyin saat menyadari ada ekspresi yang berbeda di wajah Li Hongli, Yueyin sangat peka terhadap perubahan mimik wajah nya maka nya dia tahu ada sesuatu yang membuat ekspresi nya berubah.
" Ayah dan ibu ku dalam bahaya, aku harus segera kembali" ujar Li Hongli
" Baiklah aku ikut" jawab Yueyin
" Hmm"
Li Hongli sebelum meminta Xiang mengantar ayah nya sampai rumah dengan selamat, namun ia juga meminta Xiang untuk tetap mengawasi keluarga nya dari jauh dan mengabari nya dengan segera jika terjadi sesuatu pada ayah dan ibu nya.
" Guru apakah kita akan pergi ke rumah guru?" Tanya Minghao
" Ya, segera bergegas dan bawa barang barang kalian, aku tunggu di sini" ujar Li Hongli
" Tuan Li apakah kalian akan pergi" tanya Raja Xin
" Maaf yang mulia sudah saat nya kami pergi, Terima kasih sudah menerima kami saat kami sedang terluka" ucap Li Hongli sopan meski wajah nya tetap datar
" Tuan Li tidak perlu sungkan, itu semua sudah kewajiban kami, kami yang seharusnya berterima kasih pada mu, kalian semua telah banyak membantu kerajaan Xin ini, selama nya pintu istana ini akan terbuka untuk kalian" ujar Raja Xin tulus
" Terima kasih yang mulia"
" Ayahanda, ibunda biarkan aku ikut bersama Li Hongli, aku pun ingin bertemu dengan kedua orang tua nya... maksud ku aku ingin tahu kondisi mereka" ucap Xin Jiao meminta ijin
" Putri ku bukan nya ayah tidak mengijinkan mu, tapi apakah tuan Li memperbolehkan mu untuk ikut bersama nya" lirik Raja Xin pada Li Hongli
" Li Hongli boleh kan aku ikut dengan mu, aku yakin setelah ini kau pun akan melanjutkan perjalanan untuk berkelana, jadi aku bisa sekalian ikut dengan mu untuk pergi ke Sekte awan putih" ujar Xin Jiao memohon
" Putri ku" panggil permaisuri Xin
" Ibunda tolong ijinkan aku, lagi pula bukankah akan lebih baik jika aku berangkat menuju Sekte guru ku bersama Li Hongli, kerajaan Xin dan ibukota kekaisaran Lian tentu saja sangat jauh, dan para prajurit serta jenderal Weiheng pun harus menjaga keamanan kerajaan ini" ujar Xin Jiao pada ibu nya
" Ayahanda dan ibunda tidak perlu menghawatirkan adik, dia bukan satu satu nya murid guru, bukankah aku juga murid nya, aku akan berangkat bersama Meimei... Dan memang hanya saudara Li yang dapat membantu kita ke sana. Tolong ijinkan kami ayahanda ibunda" ujar Xin Zhuo setuju
" Maaf tuan Li, bagaimana keputusan mu, jika tidak merepotkan kami akan lebih merasa aman jika mereka ikut dengan mu" ucap Raja Xin
" Aku memang akan berkelana ke ibukota kekaisaran Lian, namun belum tentu aku akan menuju tempat di mana Sekte awan putih berada" ucap Li Hongli acuh tak acuh
" Tidak apa saudara Li, jika langit mengijinkan kami pasti akan sampai ke Sekte dan bertemu guru, bisa bersama dengan kalian sampai ibukota kekaisaran Lian sudah menjadi keberuntungan buat kami" sahut Xin Zhuo
__ADS_1
" Terserah, segeralah berkemas dan jangan gunakan pakaian Kalian yang sekarang, jadilah seperti rakyat biasa" seru Li Hongli acuh
" Baik"