
Di tempat Li Hongli
Li Hongli yang tadi bermeditasi sebentar, menghentikan meditasi nya dan menatap Yueyin dengan serius.
" Ada apa dengan mu? Kenapa ekspresi wajah mu terlihat begitu serius! Apa ada yang salah dengan ku" Yueyin begitu bingung saat di tatap oleh Li Hongli dengan begitu serius.
Ia tahu Li Hongli adalah pemuda yang dingin dan datar namun tidak pada nya, sehingga ia sangat bingung saat di tatap Li Hongli dengan demikian.
" Hah..." Li Hongli menghela nafas.
" Apa kau tahu apa kesalahan mu?" Tanya Li Hongli
" Tidak" jawab Yueyin acuh
" Yueyin kau tahu apa akibat nya kau menyalurkan energi kehidupan mu pada ku?" Ucap Li Hongli dingin, namun tatapan nya masih lembut dan hangat.
" Tidak" ucap Yueyin memalingkan wajah nya
" Meski di tubuh mu memiliki energi kehidupan yang besar namun jika kau teru menerus mengalirkan energi kehidupan mu pada orang lain, energi yang ada dalam tubuh mu bisa sangat kacau karena energi YinYang yang dikeluarkan oleh tipe tubuh YinYang akan mengikis tubuh mu perlahan demi perlahan, jadi jangan lakukan itu lagi. Karena energi kehidupan mu yang besar lah sehingga energi YinYang tidak melukai mu" jelas Li Hongli
" Maaf" cicit Yueyin
" Setelah sampai di makam waktu kita akan mencari tempat yang cocok untuk membuka segel tipe tubuh Dewi Alam mu agar energi YinYang tidak terus mengikis energi kehidupan mu" seru Li Hongli
" Benarkah, apakah kau sudah bisa melakukan nya?" tanya Yueyin berbinar
" Ya, sebenarnya sudah cukup lama aku memahami kitab segel semesta namun aku belum mendapatkan waktu untuk membuka segel yang ada di tubuh mu" Li Hongli menjelaskan semua nya pada Yueyin.
" Baiklah"
Setelah pembicaraan mereka barusan suasana pun menjadi hening, tidak ada yang berbicara dan memulai pembicaraan, mereka hanya diam dengan pemikiran mereka masing masing.
" Kenapa kau bertanya tentang keadaan ibukota kekaisaran Lian?" Tanya Li Hongli memecah keheningan
" Ahk... A-aku hanya ingin tahu saja, bukankah tujuan kita nanti akan kesana" elak Yueyin
" Jika kau tidak ingin menceritakan nya pada ku tidak apa, tapi jika kau berubah pikiran dan ingin menceritakan nya katakan saja" Li Hongli menatap Yueyin dengan hangat meski perkataan nya terdengar santai
__ADS_1
" Maaf" Yueyin merasa bersalah karena tidak bisa mengatakan semua tentang identitas nya pada Li Hongli.
" Apakah tuan putri Lian begitu cantik!" Seru Li Hongli mengalihkan perhatian
" Memang nya kenapa? Apa kau tertarik dengan putri Lian?" Tanya Yueyin dengan sangat penasaran akan jawaban yang akan Li Hongli berikan.
" Tertarik? Mungkin saja! Aku hanya penasaran kalian seperti nya begitu asik membicarakan tentang putri itu" Li Hongli menjawab nya dengan acuh tak acuh
" Yang mulia tuan putri Lian yang ku dengar dia gadis yang cantik tanpa ekspresi, orang orang bahkan menjuluki nya putri salju ada juga yang menjuluki nya boneka hidup. Jika kau memang tertarik dengan gadis itu maka pergi saja ke kaisar dan melamar nya" ujar Yueyin acuh diselingi sindiran untuk Li Hongli.
" Mana mungkin bisa seperti itu!" Ucap Li Hongli dengan serius
" Apa yang tidak mungkin?" Tanya Yueyin penasaran
" Mana mungkin kaisar dan tuan putri Lian akan menerima lamaran dari pemuda biasa seperti ku. Lagi pula jika soal gadis cantik, di samping ku ada gadis yang menurut ku sangat cantik di seluruh alam ini" goda Li Hongli sambil menatap Yueyin dengan serius.
Mendengar itu pipi Yueyin langsung memerah karena tersipu malu, ia bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar ucapan manis yang keluar dari mulut Li Hongli untuk diri nya.
Bagai ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di perut nya sekarang saking senang nya, namun saat mengingat bahwa apa yang Li Hongli katakan mungkin hanya sebuah candaan nya saja membuat ia sedikit kecewa, tapi ia tidak menunjukkan nya di depan Li Hongli.
" Kenapa, apakah yang ku katakan salah, jadi sekarang kau mengaku tidak cantik nona" Li Hongli semakin gencar menggoda gadis itu.
" Bu-bukan begitu... Tentu saja aku ini cantik" ucap Yueyin cepat
" Oh tapi tadi...."
Yueyin yang tahu Li Hongli akan terus menggoda nya, ia pun segera memotong perkataan Li Hongli. " Sudahlah aku ingin bermeditasi, berbicara dengan mu tidak akan selesai"
Li Hongli yang melihat ekspresi malu dan salah tingkah gadis itupun tersenyum tipis karena berhasil menggoda nya.
____________________________________________
Sudah hari kelima dari mereka melanjutkan perjalanan menggunakan burung rajawali.
Lima hari ini mereka hanya sesekali berhenti untuk spirit beast minum dan beristirahat, sedangkan untuk mereka berempat sendiri tidak memerlukan itu.
Awal nya Xia Xionglue mengajukan untuk mereka beristirahat karena Li Hongli hanyalah manusia biasa. Xia Xionglue dan Lien Hua masih berpikir Li Hongli hanya manusia biasa meski setelah melihat pertarungan Li Hongli waktu itu, namun mereka berpikir pertarungan itu di lakukan oleh Xiang dan sosok iblis waktu itu, namun Xiang pergi setelah mengalahkan iblis itu tanpa sepengetahuan mereka itulah yang kedua nya yakini sampai sekarang.
__ADS_1
Li Hongli sendiri tidak berniat membantah atau menunjukkan kekuatan nya itu tidak penting menurut nya.
Namun saat mereka akan berhenti untuk beristirahat Li Hongli mengatakan itu tidak perlu ia bisa menahan lapar ia juga mempunyai pil nutrisi agar tidak lapar pemberian dari seseorang untuk meyakinkan kedua nya, meski curiga keduanya pun tetap mengiyakan dan melanjutkan perjalanan.
Namun Xia Xionglue curiga pil nutrisi serta pil yang di gunakan untuk menumbuhkan tangan kanan pemuda itu di berikan oleh Dewa Angin, tapi ia tidak bisa langsung menanyakan nya pada pemuda itu, ia takut menyinggung perasaan nya.
Pada hari ke lima ini mereka memutuskan untuk berhenti di dekat sebuah sungai, selain agar spirit beast mereka dapat beristirahat, mereka juga ingin mengambil minuman dan mengisi perut mereka.
Menurut Xia Xionglue tidak akan baik jika Li Hongli terus menerus memakan pil nutrisi, lama kelamaan pil tersebut juga akan habis.
" Aku akan menangkap beberapa ikan di sungai, kalian pergilah mencari kayu bakar atau buah buahan" ucap Li Hongli dengan tenang.
" Biar aku yang akan mencari kayu bakar" seru Lien Hua
" Aku dan saudari Xionglue akan mencari buah buahan di dalam hutan" seru Yueyin
" Baiklah kalian berhati-hati saat di dalam hutan" seru Li Hongli acuh
" Baik"
Dua jam kemudian
Lien Hua, Xia Xionglue dan Yueyin sudah berada di dekat sebuah pohon besar.
Di sana sudah terdapat api unggun yang mereka buat dan juga tumpukan buah buahan yang telah Xia Xionglue dan Yueyin petik di dalam hutan.
Namun Li Hongli belum juga muncul dari menangkap ikan.
Menunggu ikan yang Li Hongli tangkap, Lien Hua, Xia Xionglue dan Yueyin pun berbincang santai.
" Yin apakah kau dan Li Feng sepasang kekasih?" Tanya Lien Hua penasaran tingkat dewa akan hubungan antara Li Hongli dan Yueyin.
Mendengar itu Yueyin terlihat salah tingkah, namun ia tetap mencoba bersikap tenang.
Bukan hanya Lien Hua tapi Xia Xionglue juga penasaran akan jawaban yang akan di berikan oleh gadis itu.
" Bukan" jawab Yueyin tetap tenang
__ADS_1