Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 189. Percakapan II


__ADS_3

" Bagiamana kau tahu.... A-aku sudah mengatakan pada nya kau tidak akan senang mendengar ini, karena bagaimana pun seorang pria tidak akan tahan hanya memiliki satu wanita, tapi dia...."


" Seperti nya kau terlalu memandang rendah diri ku tuan putri" potong Li Hongli sarkas


" Bu-bukan begitu"


" Aku tidak keberatan dengan apa yang Yueyin katakan... Lagi pula aku akan merasa heran jika dia tidak mengatakan itu" ujar Li Hongli tersenyum tipis


" Apa kau ingin mendengar jawaban ku tentang siapa yang ku pilih?" Tanya Li Hongli


" Ya, aku ingin mendengar nya" jawab Xin Jiao yakin


" Yueyin... Dialah yang ku pilih jadi menjauhlah dari ku" ujar Li Hongli tanpa peduli dengan perasaan Xin Jiao


" Apa kau benar benar menyukai nya?" Tanya Xin Jiao dengan tubuh bergetar


" Tidak... Aku tidak hanya menyukai nya tapi sangat mencintai nya" ujar Li Hongli tegas


" Tapi... Aku-aku bisa menjadi wanita kedua mu, asalkan biarkan aku selalu di samping mu... Jika kau yang mengatakan pada Yueyin kau akan berbagi cinta mu secara adil pada nya dan diri ku, dia pasti akan mendengarkan mu, Li Hongli...."


" Hentikan... Hentikan omong kosong mu, apa kau pikir Yueyin adalah gadis yang hanya membual dengan setiap perkataan nya, kau salah jika berpikir begitu, jika dia telah mengatakan nya, dia pasti akan menepati nya... Dan aku tidak akan membiarkan dia pergi menjauh dari ku" ucap Li Hongli penuh kemarahan


" Heh, seharusnya kau berpikir, kau saja tidak mampu menilai ku dengan baik, bagaimana bisa kau mengatakan kau menyukai ku... Aku tidak pernah berpikir untuk memiliki lebih dari satu wanita.... Ingat ini aku hanya akan memiliki satu wanita dan itu hanya Yueyin yang akan menjadi wanita pertama dan terakhir ku, tidak akan ku biarkan siapa pun merebut posisi nya di samping ku" ujar Li Hongli penuh penekanan.


" Apakah kau sudah mengatakan perasaan mu pada Yueyin?"


" mengatakan nya atau tidak itu bukan urusan mu" ujar Li Hongli sambil beranjak dari hadapan Xin Jiao, tanpa menunggu respon dari gadis itu.


" Aku pasti akan mengatakan perasaan ku pada nya, tapi untuk sekarang kekuatan ku sangat lemah, aku harus meningkatkan kekuatan ku untuk bisa terus melindungi nya" batin Li Hongli


Selama ini ia sengaja belum mengatakan perasaan nya pada Yueyin, selain agar Yueyin tetap fokus pada latihan nya, kekuatan yang di miliki nya pun masih sangat lemah, ia tidak bisa melindungi Yueyin jika berhadapan dengan orang yang jauh lebih kuat dari nya, maka dari itu ia memutuskan untuk meningkatkan kekuatan nya terlebih dahulu, sehingga nanti nya dia pantas untuk melindungi orang yang di sayangi nya.


" Li'er kemari ayo makan.... Lihatlah semua makanan ini adalah makanan kesukaan mu, tadi ibu membuat nya dengan Ying'er dan Yueyin'er... Oh ya, bukankah tadi Jiao'er memanggil mu untuk makan dimana dia sekarang?" Ucap Mei Yin


" Aku di sini bibi" seru Xin Jiao yang baru saja masuk


Li Hongli sendiri sudah duduk di samping Yueyin.

__ADS_1


" Bagaimana Li'er, Lu'er makanan nya?" Tanya Mei Yin antusias


" Istri ku apa kau tidak ingin bertanya juga pada ku!" Seru Li Yuwen pura pura sedih


" Ck, kau sudah tua biarkan yang muda yang pertama" ujar Mei Yin acuh


" Makanan nya enak sekali bibi" puji Yelu, mendengar pujian Yelu pipi Ying Yue memerah seperti tomat.


" Hmm enak" jawab Li Hongli juga


" Baguslah kalau kalian suka masakan kali ini hanya di buat oleh Ying'er dan Yueyin'er, sedangkan ibu sedari tadi hanya melihat nya mereka memasak saja, mereka tidak mengijinkan ibu bergerak sedikitpun pun..." Keluh Mei Yin


" Ibu harus banyak beristirahat" seru Li Hongli


" Iya iya... Ying'er, Yueyin'er jika kedua pria ini tadi mengatakan masakan kalian tidak enak kalian berikan saja mereka hukuman" seru Mei Yin


" Istri ku bukankah kau yang mengatakan kau ikut memasak bersama mereka, mana mungkin mereka berani mengatakan tidak enak pada makanan mu, tapi ternyata bukan kau yang memasak nya" ujar Li Yuwen santai


" Heh, aku juga ikut masuk ke dapur artinya aku ikut memasak juga" ketus Mei Yin


" Ibu tidak menyangka kedua gadis yang kelihatan nya dari luar seperti seorang gadis yang belum pernah menginjakkan kaki nya ke dapur ternyata dapat memasak dengan sangat baik" puji Mei Yin


" Bibi bisa saja, aku tidak akan bisa melakukan nya, jika bukan nona Yueyin yang mengajarkan semua nya pada ku" seru Ying Yue


" Oh jadi Yueyin'er yang mengajari Ying'er, Li'er kapan kau akan menikah dengan Yueyin'er, jika semakin lama, ibu bisa kehilangan menantu idaman seperti Yueyin" ujar Mei Yin


Mei Yin tidak mempermasalahkan panggilan Ying Liang, Ying Yue, dan Yelu pada Yueyin sama sekali setelah mendengar penjelasan Ying Yue kenapa mereka harus memanggil nya dengan sebutan nona.


" Uhuk-uhuk" Li Hongli sampai terbatuk mendengar ucapan ibu nya


" Air" ucap Yueyin


" Minumlah" ucap Xin Jiao


" Ini minum" ucap Li Xinxin


Mereka menyodorkan air minum secara bersamaan, namun Li Hongli sama sekali tidak menghiraukan Li Xinxin dan Xin Jiao ia langsung mengambil air yang Yueyin berikan pada nya.

__ADS_1


" Seperti nya bibi Mei pun sangat menyukai Yueyin" batin Xin Jiao murung


" Bibi Yin bahkan tidak pernah melirik ku sedikit pun walau pun aku berada di sini" batin Li Xinxin


" Terima kasih" ucap Li Hongli


" Hati hati kalau sedang makan, tidak perlu hiraukan candaan bibi Yin" ujar Yueyin acuh tak acuh meski jantung nya sedari tadi sudah sangat gugup.


" Apa maksud mu Yueyin'er, bibi tidak sama sekali bercanda, bibi mau kau menjadi pasangan putra ku Li Hongli" ucap Mei Yin tegas tak ingin di bantah


" Meimei pasti sedih mendengar nya, tapi ini lebih baik dibandingkan dia terus mencintai seseorang yang tidak pernah melihat nya" batin Xin Zhuo


" Maaf bibi, lebih baik bibi tidak memutuskan nya terlalu cepat, Li Hongli yang akan menjalani nya biarkan dia sendiri yang memutuskan siapa gadis yang dia cintai untuk hidup bersama dengan nya" seru Yueyin lembut


" Baiklah bibi tidak akan memaksa.... Tapi bibi masih berharap kau yang akan menjadi menantu ku dan pasangan Li Hongli" jawab Mei Yin acuh


" Ibu ini sedang makan, tidak baik berbicara" ucap Li Hongli


" Baik, ibu akan diam"


" Nona ini sedang makan, apakah kau tidak bisa membuka cadar mu itu... Apa wajah mu sangat jelek hingga terus ditutupi oleh cadar" sindir Li Xinxin memecah keheningan.


BAAM!!


Braaakk


Li Hongli memukul meja makan dengan tangan nya, pukulan nya yang sangat keras hingga membuat meja makan itu hancur makanan yang masih ada di atas meja pun jatuh berantakan ke lantai.


" Jaga perkataan mu Li Xinxin" seru Li Hongli penuh penekanan


" Li'er tenanglah" seru Mei Yin


" Jangan" seru Yueyin pelan menenangkan Li Hongli


" Kenapa, bukankah itu benar dia tidak ingin menunjukkan wajah nya di hadapan semua orang, apa lagi alasan nya jika bukan karena wajah nya itu cacat"


" Xin'er, hentikan" tegur Li touli

__ADS_1


__ADS_2