Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 463. Bantuan


__ADS_3

_____________


Saat ledakan terjadi, tentu saja semua orang mendengar nya.


" Hahaha... Dengarlah kalian semua ledakan itu terjadi setelah Raja iblis berhasil mengalahkan para manusia yang melawan nya. Aku peringatkan pada kalian untuk segera menyerah. Sebentar lagi dunia ini akan menjadi milik raja iblis, sebaiknya kalian tunduk pada nya!" Seru Patriak sekte gunung hantu tertawa senang.


Dia pikir ledakan itu terjadi akibat jurus Raja iblis yang ia yakini sudah berhasil mengalahkan musuh-musuh nya.


Mendengar perkataan nya itu membuat nyali para prajurit kekaisaran Lian menjadi menurun. Sebelum sebuah suara lain terdengar.


" Aku tidak tahu Raja maut memiliki lelucon yang buruk"


Yang baru mengatakan itu adalah Raja tengkorak, tentu saja sebagai sesama orang aliran hitam dia mengenal Raja maut, yang merupakan Patriak sekte gunung hantu dengan baik, hanya saja meskipun sesama aliran hitam mereka tidak berteman baik. Aliran hitam berbeda dengan aliran putih yang menjaga persaudaraan di antara sesama aliran, sedangkan aliran hitam akan saling memperebutkan segala nya entah itu sumber daya atau wilayah meski mereka sama-sama aliran hitam.


Meski sedikit terkejut dengan kedatangan orang itu, tapi dia masih mempertahankan sikap sombong dan angkuh nya. " Raja tengkorak! Kau kemari untuk bergabung dengan ku atau malah membantu mereka"


" Haha... Pertanyaan mu ini sungguh lucu Raja maut. Bukankah kau sudah melihat aku datang dengan mereka, tentu saja aku kemari untuk membunuh mu." Balas nya tidak lupa dia tertawa mengejek Raja maut, seakan dia sedang melihat orang bodoh.


" Aku tidak menyangka kau mau bergabung dengan para sekte aliran putih. Lebih tidak menyangka kalian membentuk sekutu. Sayang nya setelah Raja iblis menguasai dunia ini kalian hanya akan menjadi budak kami saja."


Wsosh


Krak


" uhuk... Siapa yang berani menyerang ku dari belakang."


" Kau terlalu berisik pak tua. Diamlah aku butuh ketenangan, bukan ocehan mu itu" seru Yueyin menatap tajam orang tua itu.


Dia dengan acuh berjalan kearah dimana Lian Jiazhen dan Lian Yu telah terbaring sekarat.


Seharusnya dia tidak perlu takut, tapi entah kenapa hanya satu kali tatapan dari wanita itu membuat nya nya terdiam sejenak.


" Pangeran!"


" Cepat periksa Yang Mulia." Seru seorang Jenderal pada sang tabib.


Sang tabib memeriksa dengan serius, tapi ekspresi nya berubah muram setelah pemeriksaan berakhir " Maafkan hamba jenderal, denyut nadi pangeran mahkota dan pangeran kedua sudah tidak ada. Keduanya telah meninggal"


" Apa! tidak mungkin. Mereka berdua adalah harapan dan masa depan kekaisaran Lian, bagaimana pun cara nya cepat sembuhkan mereka! Uhuk.." Seru Jenderal itu dengan marah sampai memuntahkan darah.

__ADS_1


" Jenderal anda juga terluka parah, lebih baik anda sembuhkan luka.."


Sebelum tabib itu melanjutkan perkataan nya, Jenderal Hu dengan marah meminta dia membangunkan para pangeran, dia mengguncang tubuh para tabib agar mengobati kedua pangeran, tapi mereka hanya tabib biasa tidak bisa melakukan apapun lagi.


" Hentikan!" Seru Yueyin dingin


" Tuan putri!" Seru sang Jenderal dengan lirih.


" Menyingkirlah. Mereka berdua masih bisa hidup kembali, tapi jika kau tidak segera menyingkir mereka mungkin tidak akan lagi selamat."


Mendengar itu Jenderal Hu segera berdiri meski kesusahan karena dia juga terluka sangat parah.


" Kalian semua..." Yueyin menatap pada para pemimpin sekte dan orang-orang yang tadi bersamanya.


" Bunuh semua musuh, dan sisakan para pemimpin nya. Apakah kalian sanggup melakukan nya?"


" Baik Dewi."


" Kami juga akan ikut membantu" seru Yelu, yang juga di angguki Ying Liang dan Ying Yue.


" Selesaikan dengan cepat!" Serunya lirih tapi masih dapat di dengar oleh mereka.


" Baik."


Yueyin menotok beberapa titik meridian untuk memperlancar peredaran darah Lian Jiazhen dan Lian Yu.


" Uhuk..."


Keduanya terbatuk dan memuntahkan seteguk darah, saat itu mereka melihat wajah cantik Yueyin.


" Meimei!" Seru Lian Jiazhen dengan lemas.


" Beristirahatlah dan pulihkan kondisi kalian"


" Tidak bisa, musuh kita masih banyak. Aku akan... Aww" Lian Yu yang akan berdiri langsung memegangi perut nya yang kembali berdarah akibat ia paksaan untuk berdiri.


" Kalian belum sepenuhnya pulih, aku hanya mengembalikan energi kehidupan mu saja. Jika kau ingin mati pergi saja sana" ucap Yueyin acuh.


Lian Yu meringis saat mendengar perkataan kejam dari mulut adik kesayangannya itu. " Meimei, kau jahat sekali mengatakan hal buruk untuk kakak mu yang tampan ini"

__ADS_1


" Aaargh..."


" Aaahhhkk..."


" Suara apa itu?" Tanya Lian Jiazhen saat mendengar jeritan dari berbagai tempat.


" Akhir dari perang bangsa manusia." Jawab Yueyin


Setelah satu jam berlalu kaisar cahaya bersama yang lainnya kembali, di belakang mereka juga ada Lixue dan Lan yang membawa dalang dari peperangan yang terjadi saat itu. Dengan ekor nya mereka melempar orang-orang itu kehadapan Yueyin.


Seperti nya sebelum pemimpin sekte gunung hantu dan para pengikutnya di bawa, Lixue dan Lan telah melakukan sesuatu sampai membuat mereka terluka sangat parah.


" Kalian akan menyesal melakukan ini, sebentar lagi Raja iblis akan menguasai dunia ini, dan kalian semua akan binasa di tangan nya." Seru pemimpin sekte gunung hantu meraung keras.


• Kau pikir ras dewa begitu sangat lemah. Apa kau tahu siapa yang sekarang sedang melawan Raja iblis yang begitu sedang kau puja itu..."


Tuan Hui datang bersama saudara-saudara nya, mereka telah berhasil mengalahkan semua iblis yang tersisa jadi segera pergi untuk menemui Yueyin untuk mencari tahu kabar Li Hongli dan Raja iblis saat ini, tapi siapa sangka dia malah akan mendengar lelucon ini.


" Melihat dari reaksi mu ini kau sendiri seperti nya tidak tahu siapa dewa yang sedang melawan Raja iblis. Aku katakan saja pada mu secara gratis, orang itu adalah kaisar dewa di langit tertinggi, aku tidak perlu menjelaskan tentang langit tertinggi karena orang seperti mu tidak akan pernah bisa mencapai nya. Meski begitu apa kau tahu dia adalah kaisar dewa yang telah menyegel Raja iblis ratusan ribu tahun lalu, kau pikir saja sendiri apa yang terjadi pada mereka berdua saat ini. Dan siapa yang akan menang dalam pertarungan kali ini." Jelas tuan Hui mengatakan nya dengan bangga.


Berbeda dengan orang yang mendengar nya ekspresi wajah orang-orang itu berubah-ubah, mereka tidak percaya dengan apa yang di dengar nya tapi mereka telah kalah hanya oleh beberapa orang saja yang di bantu oleh dua binatang aneh itu.


Krak


Jedaaarr...


Langit yang gelap bertambah seram saat kilat menyambar ke berbagai tempat, membuat pemandangan langit semakin mengerikan.


Orang-orang yang tadi tidak percaya, menjadi ragu saat melihat pemandangan langit yang berubah begitu mengerikan, aura di tempat itu juga berubah sangat dingin dan membuat bulu kuduk orang merinding.


" Ini..."


" Seharusnya mereka berdua bertarung di tempat yang cukup jauh dari dunia ini, namun kekuatan keduanya membuat kita masih dapat merasakan betapa sengit pertarungan antara keduanya!" Seru Yueyin menjelaskan dengan tenang.


" Dewi apa ada cara untuk kita ke sana atau melihat pertarungan mereka berdua?" Tanya tuan Hui menatap Yueyin penuh harap.


" Kita tidak akan bisa ke sana..." Mendengar nya semua orang merasa lesu, tapi Yueyin melanjutkan ucapannya itu " Namun jiwa ku dan suami ku telah terhubung dan menyatu jika hanya untuk melihat pertarungan mereka, kita masih bisa melakukan nya"


Setelah mengatakan itu Yueyin menutup matanya dan mengumpulkan energi langit dan bumi di telapak tangan nya. Energi putih yang menyilaukan mata perlahan membesar di telapak tangan nya, dia pun melempar bola energi tersebut. Seketika bola itu terlempar ke ats langit dari udara kosong muncul sebuah panel berukuran sedang membentuk sebuah persegi panjang.

__ADS_1


Di sana mereka semua dapat melihat dua orang yang sedang bertarung dengan sengit satu sama lain. Saat melihat area pertarungan yang sudah banyak yang rusak dan mengakibatkan banyak hal yang hancur tanpa sadar satu persatu diantara mereka menelan Saliva nya dengan takut.


" Li Ge." Batin Yueyin


__ADS_2