Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta

Kelahiran Kembali Sang Penguasa Semesta
Episode 297. " Ini Namanya Cerdas Bukan Licik "


__ADS_3

Kembali ke masa sekarang


Setelah kejadian itu Li Hongli mengawasi Yueyin lebih ketat lagi, Yueyin sendiri tidak berani melakukan kesalahan yang sama yang hanya membebani Li Hongli saja, sekarang ia mengikuti semua perkataan Li Hongli tanpa berniat membantah nya.


" Bagus kemampuan mu semakin meningkat Li'er, namun kau masih belum bisa mengalahkan guru!" Ujar Lin Feng bangga setelah berhasil memukul mundur Li Hongli


" Benarkah guru!" ujar Li Hongli tersenyum misterius


" Hey, apa maksud senyuman mu itu" Lin Feng merasa ada yang aneh setelah melihat senyuman Li Hongli yang sekarang, jika dia tersenyum seperti itu itu artinya ada sesuatu yang telah ia rencanakan.


" Segel semesta : segel jiwa" ucap Li Hongli pelan namun masih dapat di dengar oleh Lin Feng


Di bawah kaki Lin Feng tiba-tiba muncul gambar histogram yang begitu besar, membentuk sebuah simbol bintang dan bulan.


" Guru aku baru mempelajari jurus baru yang ada di dalam kitab segel semesta, dan ingin mencoba nya apakah berfungsi atau tidak!" ucap Li Hongli tersenyum tipis.


" Bocah ternyata kau tadi sengaja mengalah agar aku terkena jebakan mu!" Seru Lin Feng kesal


Pergerakan Lin Feng telah di batasai oleh simbol-simbol aneh yang terbentuk di bawah kakinya, bukan hanya kaki nya bahkan jiwa nya seakan diikat oleh rantai yang sangat kuat.


" Namun bukankah kau terlalu berlebihan menggunakan jurus penyegelan jiwa" cibir Lin Feng memprovokasi


" Jika lawan ku bukan guru mungkin ini sangat berlebihan, namun sayang nya yang ku lawan sekarang adalah diri mu guru, jika hanya membatasi gerakan tubuh mu saja itu akan percuma" ujar Li Hongli


Wajah Lin Feng telah berwarna hijau sangat tidak enak di pandang setelah tahu provokasi nya ternyata tidak berhasil.


" Meski begitu penyegelan jiwa yang kau lakukan ini membutuhkan banyak sekali energi, kau tidak akan mampu menahan ku begitu lama" ucap Lin Feng tenang dan santai


" Guru memang benar, namun setidak nya sebelum itu terjadi...." Li Hongli tidak melanjutkan perkataannya lagi, namun dari tangan nya muncul pedang yang terbuat dari energi Qi.


" Aku dapat sedikit melukai guru!" Bersamaan dengan selesainya ia mengatakan itu pedang yang ada di tangan nya dilempar kearah Lin Feng.


Boom


Dhuarr


Saat pedang itu hampir mengenai Lin Feng, terjadi ledakan besar, dan membuat segel yang di buat Li Hongli hancur.

__ADS_1


" Uhuk-uhuk.. " bersamaan dengan hancurkan segel tersebut Li Hongli memuntahkan beberapa teguk darah karena dia telah menggunakan energi terlalu berlebihan.


" Seperti nya usaha mu hanya menjadi sia-sia saja" ucap Lin Feng di balik kabut berdebu terdengar menyayangkan.


" Benarkah!" Ucap Li Hongli


Mendengar suara Li Hongli yang masih tenang meski terluka, Lin Feng yakin masih ada yang di rencanakan oleh Li Hongli


Wsosh


Lin Feng mengibaskan tangannya hingga membuat debu-debu yang menutupi pandangan menghilangkan, namun bersamaan dengan hilangnya debu yang berterbangan sebuah pedang melesat dengan kecang nya, sampai Lin Feng tidak dapat menahan nya dan membuat pedang itu tepat menggores pundak Lin Feng karena dia masih sempat sedikit menghindari nya, tidak berhenti sampai di sana serangan susulan segera menghantam tubuhnya membuat ia mundur beberapa langkah dan memuntahkan beberapa teguk darah.


" Uhuk-uhuk..."


" Bagaimana kejutan dari ku guru.. aku sengaja membuat segel yang membatasi pergerakan guru untuk mengalihkan perhatian guru, setelah itu membuat pedang dari energi Qi, saat segel itu hancur akan terjadi ledakan yang besar hingga menghalangi pandangan guru.... "


" Mambuat ku sengaja menghilangkan debu yang menghalangi pandangan ku, hingga membuat pedang itu akan langsung menyerang ku, tidak sampai di sana kau juga membuat serangan kejutan, karena serangan yang pertama membuat ku berpikir tidak akan ada serangan susulan apa lagi dengan diri mu yang sudah terluka, namun siapa sangka kau memanfaatkan peluang ini dengan begitu baik..." Lin Feng segera memotong ucapan Li Hongli.


" Guru benar, segel yang ku buat bukan segel biasa namun saat segel itu hancur sisa-sisa energi dari segel tersebut akan berkumpul di satu titik dan menyerang orang yang paling dekat dengan nya" jelas Li Hongli


" Baiklah, kita seri hari ini" ucap Lin Feng acuh tak acuh.


" Li Ge apa kau tidak apa?" Tanya Yueyin yang mendekati kedua nya, di ikuti Wang Xiuhuan di belakang nya.


" Mengapa kau tidak menanyakan kondisi guru lebih dulu Yueyin'er, bocah tengil itu akan terjadi apa pada nya, dia begitu licik" seru Lin Feng sinis


" Guru aku tidak licik, ini nama nya cerdas bukan licik" bela Li Hongli


" Ya sama saja"


" Aku tidak apa, tidak perlu khawatir, beristirahat sebentar juga kondisi ku akan kembali seperti semula" Li Hongli menjawab pertanyaan Yueyin dengan lembut tidak sama saat sedang berbicara dengan Lin Feng tadi.


" Jadi kapan kalian meninggalkan pulau ini?" Tanya Lin Feng acuh


" Senior, apa kau sedang mengusir kami" seru Wang Xiuhuan


" Ya, anggap saja begitu" jawba Lin Feng santai

__ADS_1


" Kami akan berangkat besok, guru tidak melupakan janji mu bukan!" Seru Li Hongli yang baru saja selesai bermeditasi.


" Tentu saja tidak..."


" Kalau begitu aku pamit ingin mempersiapkan barang bawaan untuk besok" ujar Yueyin


" Ya pergilah."


" Aku juga akan menyiapkan barang-barang ku" ucap Wang Xiuhuan.


" Li'er pergilah ke sekte lembah bunga sebelum menuju ibukota kekaisaran Lian" ujar Lin Feng


" untuk apa ke sana, aku tidak tertarik!" Seru Li Hongli yang ekspresi wajah nya semakin dingin.


" Seperti nya sekte lembah bunga membuat masalah pada mu, hingga membuat mu semarah ini" ucap Lin Feng sangat tepat.


" Li'er guru sebenarnya begitu penasaran bagaimana kau menyampaikan pesan mu pada tetua agung sekte awan putih, dan lebih penasaran lagi bagaimana cara orang itu meyakinkan semua orang, meski mereka adalah sekelompok orang pengumpul informasi namun masalah ini tidak lah kecil, kau pasti mengerti maksud guru..."


" Aku paham apa yang guru pikirkan, dan tentu nya sebelum guru menanyakan ini guru juga sudah mencari kebenaran nya terlebih dahulu bukan!" Ujar Li Hongli tersenyum tipis


Lin Feng tersenyum mendengar jawaban Li Hongli, lalu Lin Feng pun mengatakan semua yang ia ketahui pada Li Hongli, terutama kemunculan Phoenix Api yang membuat nya bingung.


Yang ia tahu kabar itu di sampaikan oleh seekor burung Phoenix, namun dia juga tahu informasi ini di berikan oleh murid nya, Li Hongli. Ada satu pemikiran di benak nya sekarang namun ia masih ragu mengutarakan nya.


" Yang guru pikirkan itu benar! Phoenix Yang (Api) adalah hewan kontrak ku yang kedua setelah Lan, serigala bulan. Aku tidak sengaja menemukan nya, apakah ada yang salah dengan itu guru?"


" Tidak ada, kau memang monster Li'er. Seharusnya kau tahu setiap orang hanya dapat memiliki satu hewan kontrak saja, namun kau dapat memiliki nya lebih dari satu, jika guru tidak salah menebak kau tidak memiliki batasan ini lagi.. entah itu kau ataupun Yueyin'er kalian membuat ku sangat terkejut"


Selama satu bulan Lin Feng tidak hanya santai-santai saja, namun dia juga terus memperhatikan Li Hongli dan Yueyin, ia sangat terkejut saat mengetahui Yueyin juga memiliki lebih dari dua elemen, hampir sama seperti Li Hongli meski lebih mengerikan murid nya itu. Namun terdapat dua jenius dalam satu kehidupan yang sama sangatlah langka, mereka hanya akan menjadi dua hal entah itu bermusuhan atau bersama. Ia hanya berharap keduanya akan terus bersama.


" Ini semua karena bimbingan guru" seru Li Hongli sopan dan hormat.


" Baiklah, jika kau masih menghormati ku sebagai guru mu, pergilah menuju sekte lembah bunga, setelah sampai di sana kau boleh memilih untuk membantu mereka ataupun tidak, semua keputusan ada pada mu!" Ujar Lin Feng santai


Lin Feng menjelaskan kemarin ada sebuah surat dari sekte lembah bunga yang menanyakan keberadaan murid nya, mereka ingin meminta bantuan karena Patriak sekte lembah Bunga luka nya semakin parah. Lin Feng telah menjawab Li Hongli akan datang ke sana namun dia mau mengobati atau tidak itu terserah keputusan nya, dia tidak akan ikut campur.


" Baik guru, aku pamit undur diri" ucap Li Hongli memberi hormat lalu pergi dari sana.

__ADS_1


" Haah... Yang di takdirkan telah muncul, semoga mereka dapat terus bersama" gumam Lin Hongli setelah menghela nafas cukup dalam.


__ADS_2